24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dhianita Kusuma Pertiwi: Meneliti, Menulis, dan Mengabadikan Orde Baru

Jaswanto by Jaswanto
May 30, 2022
in Khas
Dhianita Kusuma Pertiwi: Meneliti, Menulis, dan Mengabadikan Orde Baru

Dhianita Kusuma Pertiwi

Harmoko. Generasi Orde Baru pasti sangat familiar dengan nama tokoh satu ini. Di televisi, terutama siaran TVRI, hampir tidak pernah ada hari tanpa kemunculan wajahnya. Di masa Orde Baru, sebagai seorang politisi, ia pernah benar-benar mencapai kejayaan kariernya dengan menjadi Ketua Umum Golkar, Menteri Penerangan, Ketua DPR dan Ketua MPR–walaupun namanya juga dijadikan guyonan masyarakat Indonesia sebagai akronim dari HARI-HARI OMONG KOSONG.

Tahun lalu, seorang perempuan muda bernama Dhianita Kusuma Pertiwi, menulis buku tebal berjudul Mengenal Orde Baru (2021)¾buku yang disusun dalam bentuk ensiklopedis yang mencakup 167 entri, buku ini serupa kamus yang mendedah kata-kata kunci pembentuk Orde Baru.

Buku yang ditujukan kepada generasi muda yang memiliki jarak cukup jauh dengan Orde Baru ini, memuat di antaranya: lembaga pemerintahan, organisasi masyarakat, kelembagaan ABRI, nama-nama penting di lingkar kekuasaan (termasuk Harmoko, tentu saja), kebijakan, tragedi kemanusiaan, istilah-istilah khas Orba untuk stigma atau penghalusan makna. Sebuah buku yang berguna untuk menelanjangi kekuasaan.

Dalam acara Tatkala May May May, pada Senin, 16 Mei 2022, di Rumah Belajar Mahima, Singaraja, Dhianita Kusuma Pertiwi, ditemani tuan rumah Mahima, Kadek Sonia Piscayanti, berkesampatan untuk menyampaikan proses penulisan bukunya dengan tema diskusi: Diskusi Proses Riset dan Proses Menuliskannya.

Foto: Dhianita Kusuma Pertiwi bersama peserta diskusi dalam acara Tatkala May May May 2022 di Singaraja

Dhianita Kusuma Pertiwi lahir di Malang pada 26 Februari 1993. Akademisi muda lulusan studi Bahasa dan Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris melalui program gelar ganda di Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang; dan Magister Ilmu Susastra, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia ini, pernah meraih Nusantara Academic Award 2020 untuk tesisnya yang mengkaji naskah lakon wayang purwa Sesaji Raja Suya.

Sebelum menerbitkan buku Mengenal Orde Baru, Tenaga Ahli Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media at Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini, lebih dulu menerbitkan buku kumpulan naskah drama Pasar Malam untuk Brojo (2016), novel fiksi sejarah Buku Harian Keluarga Kiri (2019), prosa spekulatif Menanaman Gamang (2020), dan kajian lakon wayang Sesaji Raja Suya: Kuasa dan Rasa (2020).

Sejumlah tulisannya dimuat dalam kumpulan esai, cerita pendek, puisi, dan jurnal ilmiah. Beberapa naskah dramanya telah dipentaskan dan dipublikasikan dalam Bahasa Inggris. Saat ini menjadi redaktur Footnote Press, penerbit yang dirintisnya bersama tiga kawan di samping menerbitkan artikel tentang sejarah dan isu sosial-politik Indonesia setiap akhir pekan di situs pribadinya, dhiandharti.com.

Buku terbaru Dhianita ini lahir, selain dari kajian pustaka, juga dari memorinya sebagai seorang cucu dari eks-tapol (PKI).

“Mungkin memori saya bukan memori empiris, tapi memori generasi ke tiga, yang tidak merasakan langsung dan menggerak saya untuk membuat buku ini (Mengenal Orde Baru). Sebelumnya ada juga novel Buku Harian Keluarga Kiri (2019), yang menceritakan tentang peristiwa yang dialami oleh kakek saya, dan juga keluarga saya, menghadapi situasi pada saat itu 12 tahun tanpa seorang ayah di rumah¾karena dituduh berhubungan dengan kelompok kiri (PKI). Dan akhirnya dipenjara,” kata Dhianita dalam membuka diskusi.

Dhianita juga berpendapat bahwa sastra mampu menjadi kanal dalam menyampaikan ingatkan dan menyembuhkan diri sendiri dari ingatan-ingatan masa lalu yang kelam.

Fakta dan Fiksi Tentang Fakta dan Fiksi

Buku Mengenal Orde Baru ini ditulis dengan gaya bahasa yang sangat ringan, enak, mengalir, dan tentu saja tidak kaku seperti layaknya naskah-naskah penelitian pada umumnya. Hal ini yang membuat buku non-fiksi ini sangat menarik untuk dibaca.

Seorang Kadek Sonia Piscayanti, tuan rumah Mahima, tokoh teater Bali, penyair, bahkan mengagumi karya ini. “Sesuatu yang besar seperti Orde Baru, isunya, itu bisa dibuat sedikit ringan, meskipun tidak seringan yang kalian bayangkan juga kalau berbicara pengerjaannya,” kesan Sonia atas buku Mengenal Orde Baru.

Dalam hal riset, Dhianita berpendapat, bahwa riset tak harus selalu ke perpustakaan, duduk di balik tumpukan buku-buku tebal. “Sebenarnya itu terkait dengan kepekaan kita. Melihat diri sendiri; melihat sekitar kita; melihat teman kita sendiri. Misalnya seperti sekarang ini, harga minyak goreng naik sekali. Itu tidak mungkin kita temukan di perpustakaan¾atau di dalam kelas. Tapi nemunya dari teman-teman, atau ibu-ibu yang menceritakan pengalamannya. Itu bisa menjadi satu hal yang bisa kita riset lagi apa sih penyebabnya? Baru kita tuliskan.”

Tidak sampai di situ, Dhianita juga menyampaikan pendapatnya tentang bagaimana seorang peneliti menyampaikan atau mengkomunikasikan hasil penelitiannya.

“Salah satu yang menjadi PR bagi ilmuan dan para peneliti adalah mengkomunikasikan pengetahuan yang dia peroleh; dia gali. Jadi, seringkali anggapan akademisi itu pasti ‘beda kelas, lah’, susah dijangkau. Cara bahasanya susah dimengerti. Nah, itu menjadi refleksi kita bersama.”

“Buku ini (Mengenal Orde Baru) dikonsep untuk anak muda,” tambah Dhianita.

Kenapa Orde Baru? Kita tahu bahwa, selama 32 tahun berkuasa, Orde Baru telah mengorganisasikan semua lini kehidupan orang Indonesia, dari politik, sosial ekonomi, pendidikan, kebudayaan¾bentuk keluarga yang baik. Semua gerak diatur dan diawasi, kata Dhianita dalam bukunya. Kejatuhannya pada 1998, yang disusul Reformasi, tidak benar-benar menghapuskan seluruh unsur dan karakteristik pemerintahan Soeharto. Oleh sebab itu, menurutnya, pengetahuan mengenai Orde Baru akan selalu berguna untuk membaca kondisi Indonesia saat ini.

Menulis Berita Kisah: Merdeka Menjadi Wartawan

Mengenal Orde Baru menyampaikan banyak hal menarik di masa Orde Baru. Narasi-narasi seperti Gestapu, HAM, Genjer-Genjer, Golongan Putih (GOLPUT), Genosida, Hantu Komunisme, GERWANI, G30S, Eks-Tapol, Eksil, Dibon, Cendana, Harmoko, dsb. Buku yang berisi pengetahuan sejarah ini, harusnya, seperti pendapat Made Adnyana Ole, pendiri tatkala.co, penyair, sastrawan, “Bisa masuk ke ranah formal seperti sekolah-sekolah dan universitas.”

Buku ini mengajak kita untuk kembali belajar sejarah. Sebab sejarah adalah serupa tetumbuhan makna, kita ditantang untuk merawatnya agar kehidupan tidak lantas menjadi pasak-pasak dengan pucuk yang serat beban hingga kita mungkin saja tergopoh memikulnya.

Babad-babad klasik mengajarkan pada kita: melalui sabda pandita serta fatwa resi-resi nan bijaksana. Tambo–karya sastra sejarah yang merekam kisah-kisah legenda-legenda yang berkaitan dengan asal-usul suku bangsa, negeri, tradisi dan alam–mengisahkan buramnya masa silam agar kita tak kembali terperosok dalam hitam yang serupa. Belajar sejarah, apa pun itu, sangatlah penting. [T]

Simak video selengkapnya:

Tags: BukuOrde BaruTatkala May May May 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dogtooth (2009): Abnormalitas yang Menegaskan Jati Diri Sinema-Sinema Yorgos Lanthimos

Next Post

Dokter Arya: Kesehatan, Bukan Hanya Harus Dijaga, Tapi Juga Harus Ditulis

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Dokter Arya: Kesehatan, Bukan Hanya Harus Dijaga, Tapi Juga Harus Ditulis

Dokter Arya: Kesehatan, Bukan Hanya Harus Dijaga, Tapi Juga Harus Ditulis

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co