23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sepakan Panenka ala Koster – Sub-Praktik Komunikasi Politik di Arena Sepakbola

Kambali Zutas by Kambali Zutas
February 2, 2018
in Opini

Antonin Panenka saat menendang bola penalti pada final Piala Eropa 1976. #Sumber foto internet

SERGIO Ramos mencetak gol kedua bagi timnya pada laga Sevilla vs Real Madrid di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla, Spanyol pada Jumat (13/01/2016). Istimewanya lagi, sang kapten El Real (sebutan Real Madrid) ini menceploskan bola ke gawang Sevilla dengan penalti panenka.

Banyak kiper yang merasakan pahitnya terkecoh tendangan penalti panenka ini. Ingat, bagaimana malunya Kiper Inggris, Joe Hart, terkecoh tendangan ala panenka gelandang Italia, Andrea Pirlo di Piala Eropa 2012. Selain Ramos dan Pirlo, ada nama-nama beken yang berhasil menciptakan gol dengan trik panenka ini. Seperti Zinedine Zidane, Francesco Totti, dan Zlatan Ibrahimovic.

Tendangan panenka ciptaan Antonin Panenka ini begitu melegenda. Trik menendang ini terkenal setelah Panenka berhasil mengecoh kiper tangguh Jerman Barat, Sepp Maier, pada final Piala Eropa 1976. Waktu itu, ia menjadi penendang penentu pada babak adu penalti. Ia berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna dan trofi Euro 1976 titel bergengsi menjadi milik Republik Ceko.

Sepakan Panenka seperti trik tendangan yang mengelabui kiper. Seorang kiper berpikir pemain akan menendang ke satu sisi atau yang lainnya, namun bola ditendang  melambung di posisi tengah gawang. Terkesan menipu, namun penendang butuh latihan keras, konsentrasi, akurasi, dan kepercayaan tinggi.

Nah, bagaimana kalau yang menendang panenka seorang I Wayan Koster ? Ya, politisi asal Buleleng yang sekarang duduk di kursi Anggota DPR RI. Ia juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, dan yang terbaru, ia mendeklarasikan jadi calon gubernur (Cagub) Bali untuk Pemilihan Gubernur atau Pilgub Bali 2018 nanti.

Apa hubungan Koster dan sepakbola, lebih-lebih apa hubungannya dengan sepakan panenka?

Koster dan dunia sepak bola memang tak terdengar hingar-bingarnya. Namun, jangan salah Koster pernah memakai kaus berkerah, berwarna merah, dan berlogo Bali United layaknya Semeton Dewata (suporter Bali United). Bahkan ia datang langsung di Stadion I Wayan Kapten Dipta, Gianyar pada Sabtu (03/09/2016).  Ia tampak di tribun VVIP melihat laga big match antara Bali United menjamu Persipura Jayapura pada ISC A 2016. Pertandingan itu disaksikan 13.127 penonton.

Kenapa Koster datang ke stadion? Urusan apa Koster datang menonton Bali United? Orang pasti mengira Koster bukan hanya menonton bola, tetapi tebar pesona. Banyak spekulasi seperti itu, ditambah viral media memberitakan figur Cagub menonton sepak bola  di Stadion Dipta.  Benarkah? Tunggu, tunggu. Mari kita telusuri.

Memang ada yang menyebutkan sepak bola Indonesia tak terlepas dari 3D (Dengklik-Duit-Dukun). Dengklik bisa berarti kekuasaan (politik), duit bermakna uang atau dana, dan dukun berarti ada para ahli atau paranormal. Soal dengklik, sepak bola Indonesia memang tak bisa lepas dari praktik politik.

Soekarno presiden Indonesia pertama sangat dekat dengan sepak bola. Sejarawan JJ Rizal menulis, Bung Karno yakin betul sepak bola adalah olahraga yang sangat digemari dan melibatkan banyak massa. Bung Karno sudah gunakan sepak bola sebagai alat sejak era pergerakan nasional. Bung Karno juga menjadikan sepak bola menjadi bagian media komunikasi untuk kampanye. Seperti pada 1956, Bung Karno dan PSSI tur ke beberapa negara di Eropa Timur dan Jerman dengan kampanye visi persatuan dunia.

Presiden Jokowi pun melakukan hal yang kurang lebih serupa. Ia menunjukkan dukungan pada timnas Indonesia pada Piala AFF 2016 dengan menonton pertandingannya. Meski misalnya nonton lewat streaming di laptop, namun yang penting beritanya jadi viral di media sosial.

Lebih jauh dan detail tentang sepak bola dan politik ditulis Prof Tjipta Lesmana. Ia begitu gamblang menyebut sepak bola dan politik terdapat banyak persamaan. Sepak bola dan politik sama-sama mengejar sesuatu yang dianggap memiliki nilai tinggi, bahkan nilai tertinggi dalam kehidupan manusia: supreme good, – istilah yang dipakai Aristoteles dikutip Durant. Keduanya sama-sama ingin menggapai kebahagiaan (happiness). Juga sama-sama sebuah pertarungan, sebuah laga, game untuk memperebutkan suatu yang memiliki nilai instrinsik tinggi.

Keduanya bertemu sehingga terjadi komunikasi. Secara sederhana komunikasi sepak bola diartikan bentuk komunikasi secara langsung dan tidak langsung yang terjadi antara semua pihak yang terkait dengan permainan sepak bola, baik di lapangan maupun di luar lapangan. Di dalam stadion jelas terjadi proses komunikasi langsung yang tidak banyak berbeda dengan proses komunikasi politik.

Identifikasi unsur komunikasi begitu banyak komunikator. Antara lain pemain, penonton, pelatih, manajer, wasit, pemerintah, dan asosiasi yang bisa disebut interactants. Mereka terlibat komunikasi antara satu sama lain baik selama pertandingan berlangsung dan bahkan di luar stadion masih berlangsung usai pertandingan, termasuk antarpenonton.

Khusus komunikasi antarpenonton sangat menggiurkan. Laga antara Bali United lawan Persipura itu disaksikan 13.127 penonton. Maka kalau dihitung secara bisnis uang yang masuk penjulaan tiket saja sudah cukup banyak. Nah, dihitung secara politik, pemilih misalnya, berapa suara yang didulang?

Tinggal menunggu strategi apa yang akan diterapkan di arena sepak bola dan politik. Intinya, alat (means) apa yang dipakai memperkuat barisan, trik, dan manuver-manuvernya.

Jadi, dengan kedatangan Koster ke Stadion Dipta, tak salah jika ada spekulasi ia “menyebarkan pesona politik” di arena sepakbola. Tak salah juga, misalnya politikus yang disebut-sebut sebagai bakal calon Gubernur Bali terkuat itu memainkan skill politiknya dalam dunia sepakbola yang memiliki massa melimpah itu.

Tak salah juga, jika kemudian ia dapat hadiah penalti (tentu saja di lapangan sepakbola politik) lalu mengecoh kiper lawan dengan sepakan panenka. Siapa tahu.

Jadi, jangan heran pula, pada saat Piala Presiden dan liga 2017 bergulir nanti, tiba-tiba secara bergiliran atau secara bersama-sama banyak figur calon gubernur dan wakil gubernur duduk bersama-sama penonton di tribun ekonomi bukan di VIP lagi (biar terkesan merakyat). Atau lebih ekstrim ikut bernyanyi, berteriak hingga serak dan berjingkrak bersama para suporter Serdadu Tridatu.

Eh, kembali kepada pertandingan di Stadion Kapten Dipta, Sabtu (03/09/2016), yang ditonton Koster  itu,  Bali United sayangnya harus menerima pil pahit kalah 0-1 dari Persipura. Tidak ada tendangan panenka dalam pertandingan itu. (T)

Tags: bali unitedPolitiksepakbolaWayan Koster
Share25TweetSendShareSend
Previous Post

Pulang dan Rumah untuk Hanafi – Catatan Pameran “Coming Home” di Ubud

Next Post

Puisi di Balik Genting – Ulasan Pentas “Energi Bangun Pagi Bahagia” di Bali

Kambali Zutas

Kambali Zutas

Lahir di Nganjuk, Jawa Timur, kini tinggal di Denpasar, Bali. Kesibukan sehari-hari selain jurnalis, juga menulis esai, puisi, dan cerpen. Berkecimpung di organisasi profesi sebagai Anggota Bidang Etika dan Profesionalisme AJI Kota Denpasar.

Related Posts

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

Read moreDetails

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails
Next Post

Puisi di Balik Genting – Ulasan Pentas “Energi Bangun Pagi Bahagia” di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co