23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hidup Made Parti untuk Ikan Hias | Menyelam di Laut Desa Les, Menyelam di Wakatobi

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
June 24, 2021
in Khas
Hidup Made Parti untuk Ikan Hias | Menyelam di Laut Desa Les, Menyelam di Wakatobi

Made Parti | Foto-foto dok Made Parti

Hidup Made Parti seakan-akan diabdikan sepenuhnya untuk urusan ikan hias. Ia lahir di tengah keluarga nelayan ikan hias di Dusun Penyumbahan, Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali, 42 tahun lalu.

Kakeknya nelayan ikan hias,  ayahnya nelayan ikan hias. Kini ia jadi generasi ketiga yang menggantungkan hidup pada ikan hias. Darahnya memang darah nelayan. Waktu kecil ia secara otomatis bisa berenang dan menyelam di lautan, tanpa belajar.

Alam mengajari Made Parti, tentu saja. Desa Les, tempatnya lahir dan tinggal, adalah wilayah berbukit dan sekaligus memiliki sekitar 2 kilometer garis pantai dengan pasir hitam berbatu-batu. Dan Dusun Penyumbahan ialah area dengan wilayah pantai terpanjang, hampir seperempat dari panjang garis pantai yang dimiliki Desa Les dengan sembilan dusun ini.

Made Parti memulai petualangan dengan dunia nelayan ikan hias sedari kelas tiga sekolah dasar, ketika umurnya masih sembilan tahun. Dengan berbekal potassium sianida, ia menyelam setiap sore sepulang sekolah. Cairan potassium disemprotkan, lalu tertangkaplah ikan-ikan hias di lautan.

Ikan hias itu dijual dan lumayan menambah uang saku pada masa itu. Harga ikan hias favorit saat itu, seperti Angel Batman, harganya Rp.250- 300 per ekor. Makin asyiklah ia menyelam, makin ahli juga ia menangkap ikan hias.

Petualangan Laut Hingga ke Wakatobi

Nelayan ikan hias di Desa Les sejak dulu memang terkenal suka bertualang. Mereka tak hanya mencari ikan hias di peraian Desa Les dan sekitarnya, namun juga ke perairan di pulau-pulau yang jauh, seperti di peraiaran Nusa Tenggara hingga Sulawesi.

Made Parti bersiap menyelam bersama para p[enyelam lain

Sekitar tahun 1995, ketika usianya sekitar 16 tahun, ia nekat ikut bertualang memburu ikan hias di lautan lepas lintas pulau.  Saat itu ia bergabung dengan nelayan ikan hias lain, naik kapal (dalam istilah lokal disebut janggolan) menuju Kepulauan Selayar. Kapal itu ditumpangi dua puluh nelayan dengan satu juru kemudi (nakhoda).

Dari Desa Les mereka melaju di tenha laut menuju perairan Desa Kayuadi di Kepulauan Selayar, Sulawesi. Jalur itu adalah jalur pertama yang dilalui Made Parti dan pertama kali juga melakukan penyelaman di perairan pulau yang jauh dari desanya.  

“Selama tiga hari tiga malam perjalanan. Di tempat itu menyelam selama lima sampai enam hari,” kata Made Parti.

Jadi, sampai balik lagi ke Desa Les, perlu waktu sebelas sampai dua belas hari. Mabuk laut hebat ketika memasuki Selat Lombok. Sungguh menyakitkan. Sambutan gelombang sampai di atas kapal adalah hal yang lumrah dialami nelayan. Dan Made Parti tak menyarah. Ia tetap bertualang pada hari-hari berikutnya.

Lombok , Gorsi di Sumbawa, Wakatobi (Wanci, Kalidupa, Tomia, Binongko), Flores, Kepul;auan Lambata, Kepulauan Marica, melalui Labuan Bajo, Kepulauan Sape,  sampai Kepulauan Sanghyang, adalah spot penyelaman rutin yang secara rutin dikunjungi Made Parti, jauh sebelum keindahan tempat ini terkabarkan seperti saat ini.

Made Parti di kedalaman laut

Aktif di Konservasi Biota laut

Mulai tahun 2000  terjadi perubahan mendasar yang dilakukan para nelayan ikan hias di Desa Les, terutama perubahan pada alat dan bahan yang digunakan untuk menangkap ikan hias.

Pada masa-masa itu para nelayan mendapatkan pengetahuan yang penting bahwa penggunaan potassium sianida untuk menangkap ikan bisa merusak lingkungan laut. Untuk itu, para nelayan secara perlahan beralih dari penggunaan potasium sianida ke jaring untuk menangkap ikan hias.  Pada tahun 2003 semua nelayan ikan hias memakai jaring.

Beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) secara estafet mengedukasi para nelayan ikan hias , termasuk Made Parti. Edukasinya, dari proses sertifikasi nelayan sampai  pada level pelatihan untuk tujuan konservasi. Pelatihan saat itu diberikan LSM Bahtera Nusantara (2004) , MAC (Marine Aquarium Council).

Dan tahun 2008  sampai sekarang Made Parti ikut melakukan proses edukasi melalaui sejumlah LSM yang mengurus soal lingkungan laut. Dari pelaku ia menjadi pengedukasi bahaya penggunaan potasium sianida. Dalam urusan menyelam ia juga sudah mengantongi sertifikat Dive Master.

“Apa yang kita perbuat kita sadari dan semua adalah perjalanan dan selalu ada kesadaran pada  setiap hal,” katanya.

Made Parti

Made Parti kini tetap melakukan perjalanan lintas pulau. Jika dulu menyelam untuk mencari ikan hias, kini ia berkeliling memberikan pelatihan ke beberapa daerah di Indonesia, seperti Bangsering Banyuwangi, Jawa timur, Kepulauan Seribu (Pulau Panggang), Lampung (Pulau Pahawang), Padang, Bungus di Sumatera Barat, hingga Kepulauan Mentawai,

Selain itu juga ke Makasar Pangka Kene Kepulauan (Pulau Badi dan Sarapo Keke, Balang Lompo), Kendari, Buton (Pulau Siompu) sampai Sulawesi Tengah (Kepulauan Banggai).

“Pengalaman dan perjalanan adalah samudera kehidupan,” kata Made Parti. [T][Editor: Adnyana Ole]

___

Baca artikel lain tentang Desa Les dengan penulis Nyoman Nadiana

Tags: bulelengDesa Leslautlingkungan lautnelayan ikan hiasTejakulaterumbu karang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“My Document”, Alejandro Zambra | Bagaimana Cara Menceritakan Kisah-kisah Kecil?

Next Post

Jukut Ares dan Kekeliruan Guillaume Musso

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Jukut Ares dan Kekeliruan Guillaume Musso

Jukut Ares dan Kekeliruan Guillaume Musso

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co