10 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenang Gede Seen, Menonton Kembali Film-filmnya yang Orisinal

Kardian Narayana by Kardian Narayana
March 29, 2021
in Khas
Mengenang Gede Seen, Menonton Kembali Film-filmnya yang Orisinal

Gede Seen (alm). [Foto Yuli Supriandana]

Bulan Maret 2021, pegiat perfilman di Buleleng, Bali menjadi bulan berduka. Di bulan ini, seorang filmmaker senior di Buleleng meninggal dunia. Beliau adalah Gede Seen. Kabar ini sungguh sangat mengejutkan. Sosok Gede Seen, di mata kami yang cukup guyub membangun ekosistem film di Buleleng, merupakan orang yang cukup produktif dalam berkarya, khususnya untuk Film Dokumenter. Selain rutin berkarya, Gede Seen juga merupakan Koordinator Komunitas Film Buleleng.

Entah kapan pastinya Gede Seen mulai berkarya di bidang film. Namanya melejit ketika berhasil memenangi Lomba Film Dokumenter Pesta Kesenian Bali 2012. Film berjudul Doa Dalam Satu Nafas berhasil meraih juara 1 saat itu. Bukan hanya satu karya saja yang berhasil meraih prestasi. Karya-karya filmnya yang berhasil meraih penghargaan di antaranya :

  • Kakek Si Pemburu Lebah (Festival Film Bali 2015, 5 Film Unggulan Denpasar Film Festival)
  • Api Diantara Dua Jiwa (Festival Film Bali 2018)
  • Ecobrik ( Lomba Teknologi Informasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali 2019)
  • Padi Gaga Tradisi Yang Hilang (Film Unggulan Katagori Umum Denpasar Documenter Film Festival 2019)
  • Juara 2 Lomba Vlog Berbahasa Bali 2020

Bagi orang-orang di Buleleng yang serius menggauli dunia perfilman (baik fiksi dan dokumenter) pasti pernah bersentuhan dengan Gede Seen. Salah satunya kami dari Divisi Film Komunitas Mahima.

Setiap kali kami bertemu, di mana pun, selain bertanya kabar pasti menanyakan, sedang produksi apa saat ini? Dan dilanjutkan dengan diskusi-diskusi teknis terkait produksi yang sedang dikerjakan. Percakapan biasa yang terjadi ketika filmmaker berkumpul.

Sebagai seorang filmmaker, sudah sangat jelas kita harus mengenangnya lewat karya-karya film yang telah dilahir. Begitu juga dengan Gede Seen.

Pemutaran film karya-karya Gede Seen

Tanggal 26 Maret 2021, digelar acara pemutaran tiga film karya Gede Seen. Tiga film documenter yang diputar dalam acara Singaraja Menonton “In Memoriam Gede Seen” yaitu,  “Kakek Si Pemburu Lebah”, “Api Di Antara Dua Jiwa” dan “Padi Gaga Tradisi Yang Hilang”. Total durasi ketiga film ini 74.58 menit.

Film “Kakek Si Pemburu Lebah” dibuat tahun 2015 dengan panjang durasi 23.33 menit. Dari judul filmnya sudah sangat ketahuan topik yang akan dibahas dalam film documenter ini.

Film ini mengisahkan seorang pencari madu yang telah berusia 70 tahun. Kisah ini diangkat dari realita yang terjadi di daerah bagian barat Buleleng. Subjek dalam film ini bernama Gusti Made Darma. Kakek mencari madu lebah di tengah hutan. Ia mulai mencari madu dari jam tujuh malam hingga pagi keesokan harinya.

Di tengah kegelapan, hanya mengandalkan cahaya dari senter dan serbu. Serbu adalah semacam obor,  yang terbuat dari daun kelapa kering, tembakau, kayu kering, karet ban dan bungkus dengan menggunakan daun aren.  Alat ini selain berfungsi sebagai penerangan juga berfungsi untuk mengusir lebah dari sarangnya, Dengan usianya yang sudah lansia, Gusti Made Darma masih mampu memanjat pohon dengan ketinggian 20 sampai 30 meter mungkin lebih dari itu. 

Film “Api di Antara Dua Jiwa”, tahun produksi 2018 berdurasi 23.16 menit. Film ini bercerita tentang kisah perjuangan satu keluarga dalam menjalani kehidupan. Kisah yang diangkat tentang keluarga Ni Komang Warsiki yang mempunyai dua orang anak penyandang disabelitas. Anaknya bernama Agus Setiawan dan Windari. Keduanya merupakan penyandang disabelitas yang cukup popular. Banyak tulisan dan video tentang mereka di media sosial. Bahkan sering diwartakan di media cetak, tv, radio dan online.

Keduanya merupakan penyadang disabelitas yang cukup produktif dalam berkarya. Agus telah meluncurkan tiga buku dan adiknya Windari merupakan seorang pelukis realis. Agus menulis secara perlahan di komputernya. Agus hanya mampu mengerakkan satu jari saja. Sedangkan Windari kesehariannya dihabiskan dengan melukis. Mereka berdua tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Proses mengenal baca tulis dilakukan oleh sang ibu.

Film “Padi Gaga Tradisi Yang Hilang”, dengan durasi 28.09 menit, diproduksi tahun 2019. Tradisi Ngaga merupakan tradisi yang baru dimulai kembali oleh warga Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng Bali. Tradisi ini telah hilang selama empat puluh tahunan di Desa Pedawa. Tradisi Ngaga merupakan sebuah tradisi pertanian menanam padi gaga.

Dalam tradisi ini, tidak hanya menanam padi gaga saja, namun secara bersamaan di lahan yang sama ditanam Undis, Jali, Sorgum, jagung dan biji-bijian lainya. Seluruh biji-bijian yang ditanam bagi masyarakat pedawa dikenal dengan istilah Bija Ratus. Biji-bijian ini merupakan salah satu sarana utama disetiap upacara yang dilakukan oleh warga Bali Aga Desa Pedawa. Dalam film ini, keinginan bertutur secara detail dilakukan oleh Gede Seen selaku sutradara. Tempo dalam film ini cukup konstan.

Sutradara memberikan ruang yang cukup banyak kepada subjek film untuk menjelaskan secara rinci Tradisi Ngaga. Dari proses menanam hingga proses panen. Dalam film ini sangat terasa nuansa pertanian tradisional yang hanya menggunakan alat-alat pertanian yang berasal dari alam serta cara memanen menggunakan ani-ani yang sudah tidak pernah kita saksikan lagi digunakan oleh para petani.

Penyerahan poster film Padi Gaga Tradisi yang Hilang dari panitia Denpasar Film Festival

Gede Seen merupakan filmmaker yang sangat lihai dalam menyambut setiap peristiwa yang ada di sekitarnya. Itulah yang membuat karya-karyanya terkesan orisinal, karena subyeknya termasuk unik dan langka.

Dalam acara pemutaran film ini, turut hadir Gita anak dari Gede Seen. Gita bercerita tentang bagaimana cara produksi yang dilakukan oleh bapaknya dalam membuat film.

“Bapak itu memang jago sekali merespon hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Setiap ada kejadian-kejadian yang menarik, bapak langsung menelusuri informasinya, melakukan pendekatan dengan subjek film sambil riset. Setelah riset selesai, bapak bikin naskahnya lalu di diskusikan dengan tim produksi. Bapak selalu memberikan ruang untuk kita berdiskusi tentang film yang akan dibuat. Jika sudah fix baru kita turun untuk produksi. Jadi kita tim produksi yang rata-rata masih muda merasa sangat jaman bekerja dengan bapak. Kebebasan berekspresi sesuai kreasi kita tetap diberikan”  ujar Gita. [T]

Tags: bulelengfilmfilm dokumenterfilm pendekin memoriam
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lestarikan Bahasa Bali | Atasi Problematika dalam Pembelajaran

Next Post

Segalanya Cinta, Pentas Garin Bertabur Bintang

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails
Next Post
Segalanya Cinta, Pentas Garin Bertabur Bintang

Segalanya Cinta, Pentas Garin Bertabur Bintang

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026
Panggung

Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

DESA Mengwi yang dulunya sebagai pusat kerajaan mewarisi berbagai kebudayaan, tradisi dan nilai-nilai luhur yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat...

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

PAGI di Desa Batu Pangeran selalu datang dengan langkah pelan, seolah ia tahu bahwa tempat itu tidak suka tergesa-gesa. Langit...

by Ahmad Sihabudin
May 10, 2026
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca
Esai

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

by Angga Wijaya
May 10, 2026
Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi
Pameran

Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi

Jauh sebelum para undangan itu hadir, karya seni rupa berbagai ukuran sudah terpasang rapi pada dinding tembok putih. Lampu sorot...

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna
Esai

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
Puting Beliung | Cerpen Supartika
Cerpen

Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api...

by I Putu Supartika
May 9, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

by Sugi Lanus
May 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co