1 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lestarikan Bahasa Bali | Atasi Problematika dalam Pembelajaran

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
March 29, 2021
in Esai
Lestarikan Bahasa Bali | Atasi  Problematika dalam Pembelajaran

Beberapa kajian tentang eksistensi bahasa Bali sudah banyak dilakukan oleh kalangan akademisi. Hasil kajian secara umum mengindikasikan ada pergeseran fungsi Bahasa Bali. Masyarakat Bali adalah masyarakat yang bilingualism. Masyarakat menggunakan bahasa Bali dan Bahasa Indonesia dalam berkomunikasi pada ranah keluarga. Ada fenomena saat ini, terutama di perkotaan, orang tua tidak lagi menggunakan bahasa Bali sebagai alat komunikasi dalam keluarga. Orang tua menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat berkomunikasi dengan berbagai alasan. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan karena bahasa Indonesia akan secara perlahan menggeser  fungsi bahasa Bali.

Penggunaan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi bisa saja menganggap bahasa Indonesia sebagai bahasa yang berprestise. Ada kebanggaan tersendiri apabila menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi. Fenomena ini tentu bisa “mengancam” keberadaan bahasa Bali.

Keseriusan Pemerintah Provinsi Bali dalam untuk memertahankan keberlangsungan bahasa Bali adalah dengan diterbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. Pada pasal 2 disebutkan bahwa Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota melakukan perlindungan bahasa, aksara, dan sastra Bali melalui (1) inventarisasi, (2) pengamanan, (3) pemeliharaan, (4) penyelamatan, dan (5) publikasi. (1) Inventarisasi sebagaimana dilakukan dengan pencatatan dan pendokumentasian, penetapan, serta pemutakhiran data. (2) Pengamanan sebagaimana dilakukan dengan cara: (a) memutakhirkan data bahasa, aksara, dan sastra Bali dalam sistem pendataan kebudayaan terpadu secara terus menerus;(b).mewariskan bahasa, aksara, dan sastra Bali pada generasi selanjutnya; dan (c) memperjuangkan secara selektif aksara dan sastra Bali sebagai warisan budaya tak benda Indonesia dan warisan budaya dunia.(3) Pemeliharaan dilakukan dengan cara: (a) menjaga nilai keluhuran dan kearifan objek Perlindungan Bahasa, Aksara Dan Sastra Bali; (b).menggunakan objek Perlindungan Bahasa,Aksara dan Sastra Bali dalam kehidupan sehari-hari; (c) menjaga keanekaragaman objek Perlindungan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali; (d).menghidupkan dan menjaga ekosistem Bahasa, Aksara dan Sastra Bali untuk setiap objek Perlindungan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali; dan (e) mewariskan objek Perlindungan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali kepada generasi berikutnya. (4) Penyelamatan dilakukan dengan cara: (a) revitalisasi; (b) repatriasi; dan/atau (c) restorasi.(5) Publikasi dilakukan melalui penyebaran informasi kepada seluruh masyarakat yang ada di Bali dan di luar Bali dalam berbagai bentuk media.

Berkaitan dengan usaha pemertahanan bahasa Bali, Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 20 Tahun 2013. Pada Bab II Pasal 2 ayat 1 dengan jelas termaktub bahwa Bahasa, Aksara, dan sastra Bali diajarkan pada semua jenjang pendidikan dasar dan menengah sebagai mata pelajaran di Provinsi Bali. Ada landasan hukum yang jelas bagi sekolah untuk mengajarkan bahasa Bali di sekolah. Hal ini merupakan bentuk atau aksi dalam melestarikan bahasa Bali. Agar bahasa Bali tetap lestari salah satu jalan yang dilakukan adalah melalui pembelajaran di sekolah.

Bahasa Bali telah diajarkan dari tingkat sekolah dasar sampai menengah namun cakupan materi pembelajaran bahasa Bali begitu luas. Siswa dituntut untuk menguasai empat keterampilan bahasa yaitu menyimak, berbicara, menulis dan membaca sedangkan alokasi waktu yang tersedia dalam pembelajaran 2 jam pelajaran seminggu. Bagaimana seorang guru dapat mencapai target pembelajaran dengan alokasi waktu yang tidak memadai sementara cakupan pembelajaran begitu luas. Siswa diharapkan menguasai keterampilan berbicara dengan menggunakan bahasa Bali. Bagi anak yang tidak menggunakan bahasa Indonesia di lingkungan keluarga akan menganggap bahasa Bali itu sulit. Siswa tidak bisa  menggunakan bahasa Bali karena situasi kebahasaan dalam keluarga tidak mendukung. Pada pembelajaran membaca, siswa tidak saja dapat memahami wacana bahasa Bali yang ditulis dengan huruf Bali tetapi siswa dituntut bisa membaca teks wacana yang menggunakan huruf Bali. Begitu pula dalam keterampilan menulis, siswa diajarkan menulis dengan menggunakan huruf Bali.

Meskipun bahasa Bali telah diberikan sejak sekolah dasar sampai sekolah menengah, kompetensi siswa dalam pelajaran bahasa Bali belum memadai. Ada tendensi bahwa motivasi siswa dalam belajar bahasa Bali kurang. Ini tentu perlu kajian yang mendalam untuk menjawab pertanyaan itu sehingga siswa memiliki motivasi dalam pembelajaran bahasa Bali.

Dalam pembelajaran tatap muka sebelum pandemi Covid 19, cukup banyak kendala yang dialami guru dalam pembelajaran bahasa Bali. Adnyana (2018) telah melakukan kajian terhadap problematika pembelajaran bahasa Bali. Problematika itu berupa pilihan metode pembelajaran bahasa Bali belum teraplikasi dengan baik. Banyak guru belum menerapkan model pembelajaran inovatif dalam pembelajaran. Di samping itu, sikap bahasa siswa terhadap bahasa bali kurang baik. Siswa menganggap pembelajaran bahasa Bali tidak penting.

Kendala tentu semakin banyak ketika pelaksanaan pembelajaran  pada Pandemi Covid 19 dari diubah dari luring menjadi daring. Berikut ini hasil wawancara dengan guru bahasa Bali berkaitan dengan kendala yang dialami dalam pembelajaran bahasa Bali selama pandemi Covid 19.  Guru awalnya tidak siap melakukan pembelajaran daring karena pembelajaran tidak didesain dengan pembelajaran daring. Guru dituntut mampu menggunakan berbagai aplikasi dalam pembelajaran. Untuk  siswa di sekolah dasar aplikasi yang paling memungkinkan  digunakan adalah dengan menggunakan whatsapp. Tentu dengan aplikasi ini guru tidak dapat melaksanakan pembelajaran mencakup empat keterampilan bahasa. Siswa mengalami kendala dalam pembelajaran karena pembelajaran secara shyncronous dan asyncrhonous tidak dapat dilakukan dengan maksimal. Guru terkesan memberikan banyak tugas karena dengan whatsapp interaksi siswa dengan guru tidak maksimal. Walaupun guru dapat menjelaskan materi dengan melakukan video call hasil yang diharapkan belum maksimal. Kualitas gambar dan suara ketika melakukan video call tidak begitu bagus karena jaringan yang kurang stabil.

Kendala pembelajaran bahasa Bali pada tingkat sekolah menengah juga mengalami kesulitan. Pertama, konten materi yang disampaikan secara daring belum tentu bisa dipahami semua peserta didik. Dalam pembelajaran membaca misalnya, guru tidak dapat mengetahui keterampilan membaca siswa secara keseluruhan karena guru tidak dapat melakukan bimbingan dengan maksimal untuk mengetahui kesulitan siswa dalam membaca. Kalau pembelajaran dilakukan dengan tatap muka, guru dapat memberikan bimbingan secara langsung kepada siswa yang masih menghadapi kendala dalam membaca teks berhuruf Bali. Begitu pula dalam menulis (menggunakan aksara Bali), guru tidak dapat menjelaskan secara maksimal karena guru tidak bisa mengetahui apakah tugas yang dikerjakan siswa pada saat proses pembelajaran sudah benar atau salah.           

Kedua, kemampuan guru terbatas dalam menggunakan teknologi pada pembelajaran daring. Tidak semua guru mampu mengoperasikan komputer atau telepon pintar untuk mendukung kegiatan pembelajaran, baik dalam tatap muka langsung, terlebih lagi dalam pembelajaran daring. Memang ada sebagian guru mampu mengoperasikan komputer, tetapi dalam hal pengoperasian terbatas. Mereka tidak mampu membuat media/video pembelajaran sendiri dan sebagainya. Ketiga motivasi siswa dalam pembelajaran bahasa Bali cukup rendah. Keaktifan siswa dalam pembelajaran tidak begitu baik. Motivasi inilah yang perlu ditingkatkan oleh guru.

Dari kendala-kendala tersebut guru  berusaha memecahkan dan menemukan solusi untuk mengatasi kendala tersebut. Guru bisa membuat pembelajaran semenarik mungkin dengan mendesain pembelajaran dalam bentuk power point dan video pembelajaran sehingga siswa tergugah untuk mengikuti pembelajaran. Guru diharapkan meningkatkan keterampilannya dalam penguasaan teknologi pembelajaran yang sederhana dulu perlahan-lahan guru dapat meningkatkan  kompetensi penguasaan IT-nya.  Salah satu cara untuk menumbuhkan motivasi siswa dalam pembelajaran, guru bisa menerapkan blended learning. Dengan penerapan blended learning pembelajaran akan lebih bermakna karena siswa berpandangan apa yang mereka pelajari adalah sesuatu yang mereka butuhkan. [T]

Tags: Bahasa BalipembelajaranPengetahuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Isbedy Stiawan ZS | Jatuh Cinta, Sesungguhnya Sunyi

Next Post

Mengenang Gede Seen, Menonton Kembali Film-filmnya yang Orisinal

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Mengenang Gede Seen, Menonton Kembali Film-filmnya yang Orisinal

Mengenang Gede Seen, Menonton Kembali Film-filmnya yang Orisinal

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co