2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lestarikan Bahasa Bali | Atasi Problematika dalam Pembelajaran

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
March 29, 2021
in Esai
Lestarikan Bahasa Bali | Atasi  Problematika dalam Pembelajaran

Beberapa kajian tentang eksistensi bahasa Bali sudah banyak dilakukan oleh kalangan akademisi. Hasil kajian secara umum mengindikasikan ada pergeseran fungsi Bahasa Bali. Masyarakat Bali adalah masyarakat yang bilingualism. Masyarakat menggunakan bahasa Bali dan Bahasa Indonesia dalam berkomunikasi pada ranah keluarga. Ada fenomena saat ini, terutama di perkotaan, orang tua tidak lagi menggunakan bahasa Bali sebagai alat komunikasi dalam keluarga. Orang tua menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat berkomunikasi dengan berbagai alasan. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan karena bahasa Indonesia akan secara perlahan menggeser  fungsi bahasa Bali.

Penggunaan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi bisa saja menganggap bahasa Indonesia sebagai bahasa yang berprestise. Ada kebanggaan tersendiri apabila menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi. Fenomena ini tentu bisa “mengancam” keberadaan bahasa Bali.

Keseriusan Pemerintah Provinsi Bali dalam untuk memertahankan keberlangsungan bahasa Bali adalah dengan diterbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. Pada pasal 2 disebutkan bahwa Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota melakukan perlindungan bahasa, aksara, dan sastra Bali melalui (1) inventarisasi, (2) pengamanan, (3) pemeliharaan, (4) penyelamatan, dan (5) publikasi. (1) Inventarisasi sebagaimana dilakukan dengan pencatatan dan pendokumentasian, penetapan, serta pemutakhiran data. (2) Pengamanan sebagaimana dilakukan dengan cara: (a) memutakhirkan data bahasa, aksara, dan sastra Bali dalam sistem pendataan kebudayaan terpadu secara terus menerus;(b).mewariskan bahasa, aksara, dan sastra Bali pada generasi selanjutnya; dan (c) memperjuangkan secara selektif aksara dan sastra Bali sebagai warisan budaya tak benda Indonesia dan warisan budaya dunia.(3) Pemeliharaan dilakukan dengan cara: (a) menjaga nilai keluhuran dan kearifan objek Perlindungan Bahasa, Aksara Dan Sastra Bali; (b).menggunakan objek Perlindungan Bahasa,Aksara dan Sastra Bali dalam kehidupan sehari-hari; (c) menjaga keanekaragaman objek Perlindungan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali; (d).menghidupkan dan menjaga ekosistem Bahasa, Aksara dan Sastra Bali untuk setiap objek Perlindungan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali; dan (e) mewariskan objek Perlindungan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali kepada generasi berikutnya. (4) Penyelamatan dilakukan dengan cara: (a) revitalisasi; (b) repatriasi; dan/atau (c) restorasi.(5) Publikasi dilakukan melalui penyebaran informasi kepada seluruh masyarakat yang ada di Bali dan di luar Bali dalam berbagai bentuk media.

Berkaitan dengan usaha pemertahanan bahasa Bali, Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 20 Tahun 2013. Pada Bab II Pasal 2 ayat 1 dengan jelas termaktub bahwa Bahasa, Aksara, dan sastra Bali diajarkan pada semua jenjang pendidikan dasar dan menengah sebagai mata pelajaran di Provinsi Bali. Ada landasan hukum yang jelas bagi sekolah untuk mengajarkan bahasa Bali di sekolah. Hal ini merupakan bentuk atau aksi dalam melestarikan bahasa Bali. Agar bahasa Bali tetap lestari salah satu jalan yang dilakukan adalah melalui pembelajaran di sekolah.

Bahasa Bali telah diajarkan dari tingkat sekolah dasar sampai menengah namun cakupan materi pembelajaran bahasa Bali begitu luas. Siswa dituntut untuk menguasai empat keterampilan bahasa yaitu menyimak, berbicara, menulis dan membaca sedangkan alokasi waktu yang tersedia dalam pembelajaran 2 jam pelajaran seminggu. Bagaimana seorang guru dapat mencapai target pembelajaran dengan alokasi waktu yang tidak memadai sementara cakupan pembelajaran begitu luas. Siswa diharapkan menguasai keterampilan berbicara dengan menggunakan bahasa Bali. Bagi anak yang tidak menggunakan bahasa Indonesia di lingkungan keluarga akan menganggap bahasa Bali itu sulit. Siswa tidak bisa  menggunakan bahasa Bali karena situasi kebahasaan dalam keluarga tidak mendukung. Pada pembelajaran membaca, siswa tidak saja dapat memahami wacana bahasa Bali yang ditulis dengan huruf Bali tetapi siswa dituntut bisa membaca teks wacana yang menggunakan huruf Bali. Begitu pula dalam keterampilan menulis, siswa diajarkan menulis dengan menggunakan huruf Bali.

Meskipun bahasa Bali telah diberikan sejak sekolah dasar sampai sekolah menengah, kompetensi siswa dalam pelajaran bahasa Bali belum memadai. Ada tendensi bahwa motivasi siswa dalam belajar bahasa Bali kurang. Ini tentu perlu kajian yang mendalam untuk menjawab pertanyaan itu sehingga siswa memiliki motivasi dalam pembelajaran bahasa Bali.

Dalam pembelajaran tatap muka sebelum pandemi Covid 19, cukup banyak kendala yang dialami guru dalam pembelajaran bahasa Bali. Adnyana (2018) telah melakukan kajian terhadap problematika pembelajaran bahasa Bali. Problematika itu berupa pilihan metode pembelajaran bahasa Bali belum teraplikasi dengan baik. Banyak guru belum menerapkan model pembelajaran inovatif dalam pembelajaran. Di samping itu, sikap bahasa siswa terhadap bahasa bali kurang baik. Siswa menganggap pembelajaran bahasa Bali tidak penting.

Kendala tentu semakin banyak ketika pelaksanaan pembelajaran  pada Pandemi Covid 19 dari diubah dari luring menjadi daring. Berikut ini hasil wawancara dengan guru bahasa Bali berkaitan dengan kendala yang dialami dalam pembelajaran bahasa Bali selama pandemi Covid 19.  Guru awalnya tidak siap melakukan pembelajaran daring karena pembelajaran tidak didesain dengan pembelajaran daring. Guru dituntut mampu menggunakan berbagai aplikasi dalam pembelajaran. Untuk  siswa di sekolah dasar aplikasi yang paling memungkinkan  digunakan adalah dengan menggunakan whatsapp. Tentu dengan aplikasi ini guru tidak dapat melaksanakan pembelajaran mencakup empat keterampilan bahasa. Siswa mengalami kendala dalam pembelajaran karena pembelajaran secara shyncronous dan asyncrhonous tidak dapat dilakukan dengan maksimal. Guru terkesan memberikan banyak tugas karena dengan whatsapp interaksi siswa dengan guru tidak maksimal. Walaupun guru dapat menjelaskan materi dengan melakukan video call hasil yang diharapkan belum maksimal. Kualitas gambar dan suara ketika melakukan video call tidak begitu bagus karena jaringan yang kurang stabil.

Kendala pembelajaran bahasa Bali pada tingkat sekolah menengah juga mengalami kesulitan. Pertama, konten materi yang disampaikan secara daring belum tentu bisa dipahami semua peserta didik. Dalam pembelajaran membaca misalnya, guru tidak dapat mengetahui keterampilan membaca siswa secara keseluruhan karena guru tidak dapat melakukan bimbingan dengan maksimal untuk mengetahui kesulitan siswa dalam membaca. Kalau pembelajaran dilakukan dengan tatap muka, guru dapat memberikan bimbingan secara langsung kepada siswa yang masih menghadapi kendala dalam membaca teks berhuruf Bali. Begitu pula dalam menulis (menggunakan aksara Bali), guru tidak dapat menjelaskan secara maksimal karena guru tidak bisa mengetahui apakah tugas yang dikerjakan siswa pada saat proses pembelajaran sudah benar atau salah.           

Kedua, kemampuan guru terbatas dalam menggunakan teknologi pada pembelajaran daring. Tidak semua guru mampu mengoperasikan komputer atau telepon pintar untuk mendukung kegiatan pembelajaran, baik dalam tatap muka langsung, terlebih lagi dalam pembelajaran daring. Memang ada sebagian guru mampu mengoperasikan komputer, tetapi dalam hal pengoperasian terbatas. Mereka tidak mampu membuat media/video pembelajaran sendiri dan sebagainya. Ketiga motivasi siswa dalam pembelajaran bahasa Bali cukup rendah. Keaktifan siswa dalam pembelajaran tidak begitu baik. Motivasi inilah yang perlu ditingkatkan oleh guru.

Dari kendala-kendala tersebut guru  berusaha memecahkan dan menemukan solusi untuk mengatasi kendala tersebut. Guru bisa membuat pembelajaran semenarik mungkin dengan mendesain pembelajaran dalam bentuk power point dan video pembelajaran sehingga siswa tergugah untuk mengikuti pembelajaran. Guru diharapkan meningkatkan keterampilannya dalam penguasaan teknologi pembelajaran yang sederhana dulu perlahan-lahan guru dapat meningkatkan  kompetensi penguasaan IT-nya.  Salah satu cara untuk menumbuhkan motivasi siswa dalam pembelajaran, guru bisa menerapkan blended learning. Dengan penerapan blended learning pembelajaran akan lebih bermakna karena siswa berpandangan apa yang mereka pelajari adalah sesuatu yang mereka butuhkan. [T]

Tags: Bahasa BalipembelajaranPengetahuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Isbedy Stiawan ZS | Jatuh Cinta, Sesungguhnya Sunyi

Next Post

Mengenang Gede Seen, Menonton Kembali Film-filmnya yang Orisinal

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails

Seni sebagai Napas Demokrasi: Mengapa Kritik Bukan Ancaman, Melainkan Tanda Kehidupan

by Ahmad Prasetya Hady
July 28, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

“Demokrasi tidak hanya hidup di bilik suara. Ia juga hidup di panggung teater, di dinding mural, dalam bait puisi, dan...

Read moreDetails

Komunikasi Politik dan Krisis Komunikasi Publik Pemimpin

by Chusmeru
July 27, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DINAMIKA komunikasi politik selalu berubah pada setiap rezim. Puluhan tahun silam, para pemimpin dikenal lewat pidato di lapangan terbuka dan...

Read moreDetails

Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

by Agung Sudarsa
July 27, 2026
0
Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

SEBUAH peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Bali kembali mengguncang nurani masyarakat. Bukan semata karena adanya korban jiwa, tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Mengenang Gede Seen, Menonton Kembali Film-filmnya yang Orisinal

Mengenang Gede Seen, Menonton Kembali Film-filmnya yang Orisinal

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali
Khas

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi
Khas

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi
Khas

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena
Ulas Pentas

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

MALAM itu, 20 Juli 2026, jam di ponsel menunjukan pukul 18:52 Wita, di depan gedung Ni Ketut Reneng, kampus Institut...

by Dewa Purwita Sukahet
July 31, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co