1 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenang Gede Seen, Menonton Kembali Film-filmnya yang Orisinal

Kardian Narayana by Kardian Narayana
March 29, 2021
in Khas
Mengenang Gede Seen, Menonton Kembali Film-filmnya yang Orisinal

Gede Seen (alm). [Foto Yuli Supriandana]

Bulan Maret 2021, pegiat perfilman di Buleleng, Bali menjadi bulan berduka. Di bulan ini, seorang filmmaker senior di Buleleng meninggal dunia. Beliau adalah Gede Seen. Kabar ini sungguh sangat mengejutkan. Sosok Gede Seen, di mata kami yang cukup guyub membangun ekosistem film di Buleleng, merupakan orang yang cukup produktif dalam berkarya, khususnya untuk Film Dokumenter. Selain rutin berkarya, Gede Seen juga merupakan Koordinator Komunitas Film Buleleng.

Entah kapan pastinya Gede Seen mulai berkarya di bidang film. Namanya melejit ketika berhasil memenangi Lomba Film Dokumenter Pesta Kesenian Bali 2012. Film berjudul Doa Dalam Satu Nafas berhasil meraih juara 1 saat itu. Bukan hanya satu karya saja yang berhasil meraih prestasi. Karya-karya filmnya yang berhasil meraih penghargaan di antaranya :

  • Kakek Si Pemburu Lebah (Festival Film Bali 2015, 5 Film Unggulan Denpasar Film Festival)
  • Api Diantara Dua Jiwa (Festival Film Bali 2018)
  • Ecobrik ( Lomba Teknologi Informasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali 2019)
  • Padi Gaga Tradisi Yang Hilang (Film Unggulan Katagori Umum Denpasar Documenter Film Festival 2019)
  • Juara 2 Lomba Vlog Berbahasa Bali 2020

Bagi orang-orang di Buleleng yang serius menggauli dunia perfilman (baik fiksi dan dokumenter) pasti pernah bersentuhan dengan Gede Seen. Salah satunya kami dari Divisi Film Komunitas Mahima.

Setiap kali kami bertemu, di mana pun, selain bertanya kabar pasti menanyakan, sedang produksi apa saat ini? Dan dilanjutkan dengan diskusi-diskusi teknis terkait produksi yang sedang dikerjakan. Percakapan biasa yang terjadi ketika filmmaker berkumpul.

Sebagai seorang filmmaker, sudah sangat jelas kita harus mengenangnya lewat karya-karya film yang telah dilahir. Begitu juga dengan Gede Seen.

Pemutaran film karya-karya Gede Seen

Tanggal 26 Maret 2021, digelar acara pemutaran tiga film karya Gede Seen. Tiga film documenter yang diputar dalam acara Singaraja Menonton “In Memoriam Gede Seen” yaitu,  “Kakek Si Pemburu Lebah”, “Api Di Antara Dua Jiwa” dan “Padi Gaga Tradisi Yang Hilang”. Total durasi ketiga film ini 74.58 menit.

Film “Kakek Si Pemburu Lebah” dibuat tahun 2015 dengan panjang durasi 23.33 menit. Dari judul filmnya sudah sangat ketahuan topik yang akan dibahas dalam film documenter ini.

Film ini mengisahkan seorang pencari madu yang telah berusia 70 tahun. Kisah ini diangkat dari realita yang terjadi di daerah bagian barat Buleleng. Subjek dalam film ini bernama Gusti Made Darma. Kakek mencari madu lebah di tengah hutan. Ia mulai mencari madu dari jam tujuh malam hingga pagi keesokan harinya.

Di tengah kegelapan, hanya mengandalkan cahaya dari senter dan serbu. Serbu adalah semacam obor,  yang terbuat dari daun kelapa kering, tembakau, kayu kering, karet ban dan bungkus dengan menggunakan daun aren.  Alat ini selain berfungsi sebagai penerangan juga berfungsi untuk mengusir lebah dari sarangnya, Dengan usianya yang sudah lansia, Gusti Made Darma masih mampu memanjat pohon dengan ketinggian 20 sampai 30 meter mungkin lebih dari itu. 

Film “Api di Antara Dua Jiwa”, tahun produksi 2018 berdurasi 23.16 menit. Film ini bercerita tentang kisah perjuangan satu keluarga dalam menjalani kehidupan. Kisah yang diangkat tentang keluarga Ni Komang Warsiki yang mempunyai dua orang anak penyandang disabelitas. Anaknya bernama Agus Setiawan dan Windari. Keduanya merupakan penyandang disabelitas yang cukup popular. Banyak tulisan dan video tentang mereka di media sosial. Bahkan sering diwartakan di media cetak, tv, radio dan online.

Keduanya merupakan penyadang disabelitas yang cukup produktif dalam berkarya. Agus telah meluncurkan tiga buku dan adiknya Windari merupakan seorang pelukis realis. Agus menulis secara perlahan di komputernya. Agus hanya mampu mengerakkan satu jari saja. Sedangkan Windari kesehariannya dihabiskan dengan melukis. Mereka berdua tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Proses mengenal baca tulis dilakukan oleh sang ibu.

Film “Padi Gaga Tradisi Yang Hilang”, dengan durasi 28.09 menit, diproduksi tahun 2019. Tradisi Ngaga merupakan tradisi yang baru dimulai kembali oleh warga Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng Bali. Tradisi ini telah hilang selama empat puluh tahunan di Desa Pedawa. Tradisi Ngaga merupakan sebuah tradisi pertanian menanam padi gaga.

Dalam tradisi ini, tidak hanya menanam padi gaga saja, namun secara bersamaan di lahan yang sama ditanam Undis, Jali, Sorgum, jagung dan biji-bijian lainya. Seluruh biji-bijian yang ditanam bagi masyarakat pedawa dikenal dengan istilah Bija Ratus. Biji-bijian ini merupakan salah satu sarana utama disetiap upacara yang dilakukan oleh warga Bali Aga Desa Pedawa. Dalam film ini, keinginan bertutur secara detail dilakukan oleh Gede Seen selaku sutradara. Tempo dalam film ini cukup konstan.

Sutradara memberikan ruang yang cukup banyak kepada subjek film untuk menjelaskan secara rinci Tradisi Ngaga. Dari proses menanam hingga proses panen. Dalam film ini sangat terasa nuansa pertanian tradisional yang hanya menggunakan alat-alat pertanian yang berasal dari alam serta cara memanen menggunakan ani-ani yang sudah tidak pernah kita saksikan lagi digunakan oleh para petani.

Penyerahan poster film Padi Gaga Tradisi yang Hilang dari panitia Denpasar Film Festival

Gede Seen merupakan filmmaker yang sangat lihai dalam menyambut setiap peristiwa yang ada di sekitarnya. Itulah yang membuat karya-karyanya terkesan orisinal, karena subyeknya termasuk unik dan langka.

Dalam acara pemutaran film ini, turut hadir Gita anak dari Gede Seen. Gita bercerita tentang bagaimana cara produksi yang dilakukan oleh bapaknya dalam membuat film.

“Bapak itu memang jago sekali merespon hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Setiap ada kejadian-kejadian yang menarik, bapak langsung menelusuri informasinya, melakukan pendekatan dengan subjek film sambil riset. Setelah riset selesai, bapak bikin naskahnya lalu di diskusikan dengan tim produksi. Bapak selalu memberikan ruang untuk kita berdiskusi tentang film yang akan dibuat. Jika sudah fix baru kita turun untuk produksi. Jadi kita tim produksi yang rata-rata masih muda merasa sangat jaman bekerja dengan bapak. Kebebasan berekspresi sesuai kreasi kita tetap diberikan”  ujar Gita. [T]

Tags: bulelengfilmfilm dokumenterfilm pendekin memoriam
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lestarikan Bahasa Bali | Atasi Problematika dalam Pembelajaran

Next Post

Segalanya Cinta, Pentas Garin Bertabur Bintang

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Segalanya Cinta, Pentas Garin Bertabur Bintang

Segalanya Cinta, Pentas Garin Bertabur Bintang

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali
Khas

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi
Khas

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi
Khas

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena
Ulas Pentas

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

MALAM itu, 20 Juli 2026, jam di ponsel menunjukan pukul 18:52 Wita, di depan gedung Ni Ketut Reneng, kampus Institut...

by Dewa Purwita Sukahet
July 31, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’
Ulas Pentas

Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’

MALAM pembukaan Festival Bale Nagi 2026 di Taman Kota Felix Fernandez, Larantuka, Flores Timur, NTT, menyuguhkan sebuah pertunjukan yang memicu...

by Anselmus Dore Woho Atasoge
July 31, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

by Sugi Lanus
July 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co