21 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenang Gede Seen, Menonton Kembali Film-filmnya yang Orisinal

Kardian Narayana by Kardian Narayana
March 29, 2021
in Khas
Mengenang Gede Seen, Menonton Kembali Film-filmnya yang Orisinal

Gede Seen (alm). [Foto Yuli Supriandana]

Bulan Maret 2021, pegiat perfilman di Buleleng, Bali menjadi bulan berduka. Di bulan ini, seorang filmmaker senior di Buleleng meninggal dunia. Beliau adalah Gede Seen. Kabar ini sungguh sangat mengejutkan. Sosok Gede Seen, di mata kami yang cukup guyub membangun ekosistem film di Buleleng, merupakan orang yang cukup produktif dalam berkarya, khususnya untuk Film Dokumenter. Selain rutin berkarya, Gede Seen juga merupakan Koordinator Komunitas Film Buleleng.

Entah kapan pastinya Gede Seen mulai berkarya di bidang film. Namanya melejit ketika berhasil memenangi Lomba Film Dokumenter Pesta Kesenian Bali 2012. Film berjudul Doa Dalam Satu Nafas berhasil meraih juara 1 saat itu. Bukan hanya satu karya saja yang berhasil meraih prestasi. Karya-karya filmnya yang berhasil meraih penghargaan di antaranya :

  • Kakek Si Pemburu Lebah (Festival Film Bali 2015, 5 Film Unggulan Denpasar Film Festival)
  • Api Diantara Dua Jiwa (Festival Film Bali 2018)
  • Ecobrik ( Lomba Teknologi Informasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali 2019)
  • Padi Gaga Tradisi Yang Hilang (Film Unggulan Katagori Umum Denpasar Documenter Film Festival 2019)
  • Juara 2 Lomba Vlog Berbahasa Bali 2020

Bagi orang-orang di Buleleng yang serius menggauli dunia perfilman (baik fiksi dan dokumenter) pasti pernah bersentuhan dengan Gede Seen. Salah satunya kami dari Divisi Film Komunitas Mahima.

Setiap kali kami bertemu, di mana pun, selain bertanya kabar pasti menanyakan, sedang produksi apa saat ini? Dan dilanjutkan dengan diskusi-diskusi teknis terkait produksi yang sedang dikerjakan. Percakapan biasa yang terjadi ketika filmmaker berkumpul.

Sebagai seorang filmmaker, sudah sangat jelas kita harus mengenangnya lewat karya-karya film yang telah dilahir. Begitu juga dengan Gede Seen.

Pemutaran film karya-karya Gede Seen

Tanggal 26 Maret 2021, digelar acara pemutaran tiga film karya Gede Seen. Tiga film documenter yang diputar dalam acara Singaraja Menonton “In Memoriam Gede Seen” yaitu,  “Kakek Si Pemburu Lebah”, “Api Di Antara Dua Jiwa” dan “Padi Gaga Tradisi Yang Hilang”. Total durasi ketiga film ini 74.58 menit.

Film “Kakek Si Pemburu Lebah” dibuat tahun 2015 dengan panjang durasi 23.33 menit. Dari judul filmnya sudah sangat ketahuan topik yang akan dibahas dalam film documenter ini.

Film ini mengisahkan seorang pencari madu yang telah berusia 70 tahun. Kisah ini diangkat dari realita yang terjadi di daerah bagian barat Buleleng. Subjek dalam film ini bernama Gusti Made Darma. Kakek mencari madu lebah di tengah hutan. Ia mulai mencari madu dari jam tujuh malam hingga pagi keesokan harinya.

Di tengah kegelapan, hanya mengandalkan cahaya dari senter dan serbu. Serbu adalah semacam obor,  yang terbuat dari daun kelapa kering, tembakau, kayu kering, karet ban dan bungkus dengan menggunakan daun aren.  Alat ini selain berfungsi sebagai penerangan juga berfungsi untuk mengusir lebah dari sarangnya, Dengan usianya yang sudah lansia, Gusti Made Darma masih mampu memanjat pohon dengan ketinggian 20 sampai 30 meter mungkin lebih dari itu. 

Film “Api di Antara Dua Jiwa”, tahun produksi 2018 berdurasi 23.16 menit. Film ini bercerita tentang kisah perjuangan satu keluarga dalam menjalani kehidupan. Kisah yang diangkat tentang keluarga Ni Komang Warsiki yang mempunyai dua orang anak penyandang disabelitas. Anaknya bernama Agus Setiawan dan Windari. Keduanya merupakan penyandang disabelitas yang cukup popular. Banyak tulisan dan video tentang mereka di media sosial. Bahkan sering diwartakan di media cetak, tv, radio dan online.

Keduanya merupakan penyadang disabelitas yang cukup produktif dalam berkarya. Agus telah meluncurkan tiga buku dan adiknya Windari merupakan seorang pelukis realis. Agus menulis secara perlahan di komputernya. Agus hanya mampu mengerakkan satu jari saja. Sedangkan Windari kesehariannya dihabiskan dengan melukis. Mereka berdua tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Proses mengenal baca tulis dilakukan oleh sang ibu.

Film “Padi Gaga Tradisi Yang Hilang”, dengan durasi 28.09 menit, diproduksi tahun 2019. Tradisi Ngaga merupakan tradisi yang baru dimulai kembali oleh warga Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng Bali. Tradisi ini telah hilang selama empat puluh tahunan di Desa Pedawa. Tradisi Ngaga merupakan sebuah tradisi pertanian menanam padi gaga.

Dalam tradisi ini, tidak hanya menanam padi gaga saja, namun secara bersamaan di lahan yang sama ditanam Undis, Jali, Sorgum, jagung dan biji-bijian lainya. Seluruh biji-bijian yang ditanam bagi masyarakat pedawa dikenal dengan istilah Bija Ratus. Biji-bijian ini merupakan salah satu sarana utama disetiap upacara yang dilakukan oleh warga Bali Aga Desa Pedawa. Dalam film ini, keinginan bertutur secara detail dilakukan oleh Gede Seen selaku sutradara. Tempo dalam film ini cukup konstan.

Sutradara memberikan ruang yang cukup banyak kepada subjek film untuk menjelaskan secara rinci Tradisi Ngaga. Dari proses menanam hingga proses panen. Dalam film ini sangat terasa nuansa pertanian tradisional yang hanya menggunakan alat-alat pertanian yang berasal dari alam serta cara memanen menggunakan ani-ani yang sudah tidak pernah kita saksikan lagi digunakan oleh para petani.

Penyerahan poster film Padi Gaga Tradisi yang Hilang dari panitia Denpasar Film Festival

Gede Seen merupakan filmmaker yang sangat lihai dalam menyambut setiap peristiwa yang ada di sekitarnya. Itulah yang membuat karya-karyanya terkesan orisinal, karena subyeknya termasuk unik dan langka.

Dalam acara pemutaran film ini, turut hadir Gita anak dari Gede Seen. Gita bercerita tentang bagaimana cara produksi yang dilakukan oleh bapaknya dalam membuat film.

“Bapak itu memang jago sekali merespon hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Setiap ada kejadian-kejadian yang menarik, bapak langsung menelusuri informasinya, melakukan pendekatan dengan subjek film sambil riset. Setelah riset selesai, bapak bikin naskahnya lalu di diskusikan dengan tim produksi. Bapak selalu memberikan ruang untuk kita berdiskusi tentang film yang akan dibuat. Jika sudah fix baru kita turun untuk produksi. Jadi kita tim produksi yang rata-rata masih muda merasa sangat jaman bekerja dengan bapak. Kebebasan berekspresi sesuai kreasi kita tetap diberikan”  ujar Gita. [T]

Tags: bulelengfilmfilm dokumenterfilm pendekin memoriam
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lestarikan Bahasa Bali | Atasi Problematika dalam Pembelajaran

Next Post

Segalanya Cinta, Pentas Garin Bertabur Bintang

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Segalanya Cinta, Pentas Garin Bertabur Bintang

Segalanya Cinta, Pentas Garin Bertabur Bintang

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 21, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
Lampu Merah dan Mental Menerabas
Esai

Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

by Angga Wijaya
August 20, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Ajian Jaran Goyang

MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

by Chusmeru
August 20, 2026
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia
Budaya

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

by tatkala
August 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co