6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wajah Lalu Lintas adalah Wajah Kita – Curhat Pengendara Jantungan

I Gusti Bagus Weda Sanjaya by I Gusti Bagus Weda Sanjaya
February 2, 2018
in Opini

PERJALANAN menuju tempat kerja sejauh 17 kilometer, tiap hari, pulang dan pergi, sangat melelahkan bagi saya, baik secara fisik maupun mental. Lelah fisik diakibatkan oleh deraan angin, polusi udara akibat emisi dari truk-truk pengangkut pasir, termasuk kiriman butiran pasirnya yang hinggap di mata, dan juga serangan terhadap jantung karena banyaknya permainan-permainan kejutan yang dihadiahkan oleh pengemudi lain.

Lelah mental, karena seringnya menahan dongkol, atau saat harus mengumpat, mencaci, dan tindakan-tindakan melampiaskan emosi lainnya, seperti memencet klakson secara keras dan panjang.

Melelahkan. Terlebih untuk saya, seorang pengendara jantungan.

Perjalanan pagi menuju tempat kerja, harus melewati tak kurang dari lima pasar desa. Situasi jalan di sekitar pasar akan diwarnai dengan permainan ‘tebak pikiran’ yang disuguhkan oleh ibu-ibu bermotor matic di tengah-tengah ruas jalan. “Ayo tebak… saya akan ke kiri atau ke kanan?” seperti itu kira-kira permainan ini.

Akan lebih mudah jika ibu-ibu itu memberi sedikit klue, semisal motor bergoyang-goyang agak ke kanan, lirik-lirik ke kanan, atau semacamnya. Namun acap kali ibu-ibu itu langsung begitu saja membuka kunci jawaban, memberi surprise tepat di depan kita, memotong jalur untuk menyebrang, atau masuk gang, atau nyamperin dagang nasi kuning di seberang jalan. “Taraaaa…. aku belok kanan!” kejutan yang diberikan dengan wajah tak berdosa dari seorang pembawa surga.

Tak kalah serunya suguhan dari penguasa jalanan di seputaran pasar; Sopir Bemo. Sebagai pengendara jantungan, tingkah sang penguasa ini sangat perlu diwaspadai. Keluar-masuk jalur sesuka hati. Kadang tanpa sein, tanpa penanda lampu rem. Tak ubahnya seperti kekasih yang sedang datang bulan, tak memberi tanda sedikitpun, kalau sampai ada kejadian, kita yang salah. “Kamu harus ngertiin aku, dong!” Ya, begitulah.

Terhadap para sopir bemo, kita yang harus selalu mengerti, selalu memaklumi jikalau dia harus berhenti mendadak, ataupun masuk jalur secara tiba-tiba, itu semata hanya sebagai pelayanan prima terhadap penumpangnya.

Perjalanan pulangpun, dalam situasi malam hari tak kalah memberikan exercises pada fisik dan mental. Para pengendara cuek, yang tak peduli dengan pengendara lain sering kali mendukung program exercises ini. Sepeda motor di kegelapan jalan yang baru nampak pada radius 5 meter di depan kita karena lampu belakangnya mati, memberikan sensasi yang cukup bagi jantung.

Terlebih dari arah depan ada pengendara dengan lampu jarak jauh yang cahayanya tepat menembak mata kita. Akan semakin seru lagi, karena kita akan silau dibuatnya. Tiba-tiba tepat di depan kita telah ada kendaraan lain. Rem mendadak. Satu pukulan keras di jantung! Ah, masih banyak lagi hal-hal yang sering kita temukan di jalan, yang kadang membuat perjalanan berkendara seperti permainan Execite Bike di Nintendo; seru, tapi ngeselin.

Malas dan Egois

Dengan melihat keadaan lalu lintas seperti itu, saya memberikan jedgement bahwa kita adalah bangsa yang malas dan egois. Kita malas berjalan kaki. Kadang untuk membeli pembalut di warung depan rumah saja, kita memilih untuk mengendarai sepeda motor.

Kita sering menyeberang jalan secara sembarangan, hanya karena malas berjalan untuk mencari zebra cross meskipun jaraknya tak lebih dari 10 meter di samping kita. Kita sering parkir secara sembarangan – bahkan di tempat yang jelas-jelas ada rambu larangan parkir – hanya dengan alasan parkir yang disediakan jauh dari tempat belanja yang akan kita kunjungi.

Kemalasan-kemalasan itu, tentu juga merupakan wujud keegoisan kita. Kita tak pernah peduli permasalahan emisi dari kendaraan yang kita hidupkan hanya untuk membeli pembalut di warung depan. Aksi ‘peduli lingkungan’ kita belum sampai di level itu. Kita tak peduli keselamatan pengendara di belakang kita, karena kita malas mengganti bola lampu belakang yang harganya tak lebih dari 20 ribu rupiah itu.

Kita tak pernah juga peduli, kendaraan yang kita parkir dengan memakan badan jalan, mengurangi kenyamanan pengguna jalan lainnya, bisa mengakibatkan kemacetan atau bahkan kecelakaan. Kita terlalu malas untuk memikirkan orang lain. Bahkan, untuk kepentingan diri kita saja, kita masih malas.

Kita malas mengenakan helm. Padahal penggunaan helm adalah murni untuk keselamatan diri kita. Yang terpaksa menggunakanpun, sering malas untuk mengunci talinya sesuai aturan “klik!”. Tanpa kunci tali pengaman, tentu penggunaan helm akan menjadi sia-sia. Saat terjadi kecelakaan, helm akan terlepas lebih dahulu, dan kepala kita tetap saja bertemu dengan lawan yang lebih keras. Tapi kita memang selalu malas memikirkan itu.

Kita malas menaati aturan. Perlu kita sadari bahwa sering kali kita menerobos lampu merah, bukan karena terburu-buru, atau harus mengejar waktu, tapi semata-mata karena kita malas berhenti. Meskipun sedang mengendarai matic yang untuk berhenti hanya tinggal pencet rem, dan untuk jalan hanya tinggal putar gas.

Jika untuk perkara sesimpel gas dan rem saja malas, wajar saja jika lebih malas lagi untuk lirik sepion, hidupkan seins sebelum pindah haluan, apa lagi untuk memindah ke lampu jarak dekat saat ada pengendara lain di depan kita. Masih banyak kemalasan-kemalasan lain disini. Di bangsa pemalas ini. Bangsa pemalas yang egois, yang tak pernah peduli nasib orang lain. Nasib pengendara lain. Nasib saya. Pengendara jantungan. (T)

Salam hangat,

Untuk pengendara Scoopy berlampu jarak jauh.

Tags: Indonesialalu lintastransportasi
Share40TweetSendShareSend
Previous Post

Pernik PPL Mahasiswa: Cinlok Bisa jadi Spesial, Cinta Lama jadi Sial

Next Post

“Sembah Puyung” dan “Puyung Maisi” – Puji pada Esensi Keheningan Diri

I Gusti Bagus Weda Sanjaya

I Gusti Bagus Weda Sanjaya

Pembelajar yang ditugaskan menemani pembelajar lain untuk belajar. Serupa guru. Lahir di Tabanan, lereng selatan Gunung Batukaru.

Related Posts

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

Read moreDetails

Toa Lagi Toa Lagi

by Khairul A. El Maliky
February 23, 2026
0
Perang Yarmuk: Legitimasi dan Produksi Ingatan

PENDAHULUAN Saat bulan Ramadhan tiba setiap tahunnya, suasana keislaman menyelimuti hampir setiap sudut kehidupan di Indonesia. Dari Sabang hingga Merauke,...

Read moreDetails

Dialektika Dua Wajah ‘Baper’: Antara Syahwat Kuasa dan Luka Integritas —Dari RDP IDG Palguna (MKMK) dengan Komisi III DPR

by I Gede Joni Suhartawan
February 19, 2026
0
Dialektika Dua Wajah ‘Baper’: Antara Syahwat Kuasa dan Luka Integritas —Dari RDP IDG Palguna (MKMK) dengan Komisi III DPR

SIDANG RDP (Rapat Dengar Pendapat) antara MKMK (Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi) yang digawangi I Dewa Gede Palguna dengan Komisi III...

Read moreDetails

Tanah Terlantar dan Krisis Ekologis: Mencari Arah Kebijakan Pertanahan Berkeadilan dengan Berlakunya PP 48/2025

by I Made Pria Dharsana
February 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Tanah bukan sekadar objek hak atau sertifikat, tetapi ruang hidup bersama yang menentukan masa depan keadilan sosial dan keberlanjutan ekologis...

Read moreDetails

Degradasi Moral Elite Politik dalam Perspektif Etika Demokrasi

by I Made Pria Dharsana
January 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

ETIKA politik di Indonesia dewasa ini menghadapi tantangan serius yang bersifat multidimensional. Krisis kepercayaan publik terhadap institusi politik, menguatnya pragmatisme...

Read moreDetails

Matinya Demokrasi Lokal: Kala Pemilihan Kepala Daerah Ditarik Kembali  ke DPRD

by I Made Pria Dharsana
January 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KETIKA hak memilih pemimpin daerah tidak lagi berada di tangan rakyat, di situlah demokrasi lokal mulai kehilangan maknanya. Wacana pengembalian...

Read moreDetails

Wacana Pilkada Lewat DPRD adalah Demokrasi yang Dipreteli atas Nama Konstitusi?

by Ruben Cornelius Siagian
January 16, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

WACANA pengembalian pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD kembali mengemuka, dengan dalih klasik, yaitu sah secara konstitusi, lebih efisien, dan...

Read moreDetails

Tanah dan Apartemen untuk Orang Asing di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
January 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

- kajian kritis atas berlakunya Omnibus Law PERKEMBANGAN globalisasi  adalah keniscayaan. Dengan kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi menyebabkan mobilisasi orang...

Read moreDetails

Mengapa Publik Bergantung Pada Validasi

by Ikrom F.
January 8, 2026
0
Mengapa Publik Bergantung Pada Validasi

Shinta Athaya Gadiza menulis opini berjudul Budaya Viral dan Krisis Kedalaman, Ketika Validasi Publik Menggeser Nalar Kritis yang dimuat di...

Read moreDetails

Dampak Perkawinan Campur antara WNI dengan WNA terhadap Status Hak Milik atas Tanah

by I Made Pria Dharsana
January 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dampak Perkawinan Campur antara WNI dengan WNAterhadap Status Hak Milik atas Tanah setelah berlakunyaKeputusan Mahkamah Konstitusi Nomor No. 69/PUU/XII/2015 dan...

Read moreDetails
Next Post

“Sembah Puyung” dan “Puyung Maisi” - Puji pada Esensi Keheningan Diri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co