6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pasar Seni Rupa Asia Mutakhir – Sebuah Catatan Kecil

Wayan Kun Adnyana by Wayan Kun Adnyana
April 10, 2019
in Opini

Foto: Eka Prasetya

Sekilas MEA

ASEAN sebagai pasar tunggal kemudian disebut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), seperti dimuat pada laman Kementerian Luar Negeri RI (www.kemlu.go.id), Selasa 17 Maret 2015, hanya menyangkut lima elemen utama, yaitu (i) aliran bebas barang, (ii) aliran bebas jasa, (iii) aliran bebas investasi, (iv) aliran modal yang lebih bebas, serta (v) aliran bebas tenaga kerja terampil. Disamping itu, pasar tunggal dan basis produksi juga mencakup dua komponen penting lainnya, yaitu Priority Integration Services (PIS) dan kerja sama bidang pangan, pertanian, dan kehutanan.

Bila kemudian membaca rincian masing-masing dari lima elemen utama tadi, ternyata tidak satu pun secara langsung berhubungan dengan aliran bebas bidang seni, kecuali untuk sektor kerajinan (lihat laman Kementerian Perdagangan RI, pada Warta Ekspor, Edisi Januari 2015), terutama dalam strategi penguatan UKM (Usaha Kecil, dan Menengah), yang di dalam MEA dimasukkan ke poin Pengembangan Ekonomi Setara.

Sementara untuk elemen aliran bebas tenaga kerja terampil saja, yang diakomodasi merujuk pada 8 sektor jasa , yaitu: jasa engineering, keperawatan, arsitektur, surveying qualification, profesional bidang pariwisata, jasa akutansi, praktisi medis, dan praktisi kedokteran gigi.     Secara sekilas dapat disarikan, bahwa MEA memang belum mengakomodasi aliran bebas Asean dalam bidang baik distribusi jasa seni, maupun secara khusus menyangkut produk seni (seperti lukisan, patung, fotografi, desain, dan seni pertunjukan).

Tetapi, keberadaan MEA sebagai sistem persekutuan ekonomi, tentu saja memiliki dampak domino, seperti adanya aliran bebas tenaga kerja terampil, seperti taruhlah tentang lalu lintas profesional pariwisata, selevel general manager, memungkinkan mereka itu sebagai pangsa pasar seni. General Manager hotel kelas bintang lima bisa datang dari negara manapun, sesuai kecakapan profesional mereka dapat bekerja dengan mudah di kota-kota penting di Indonesia, mereka itu bisa saja tertarik untuk mengoleksi karya seni. Tentu saja, perlu strategi tata kelola seni untuk kemudian dapat menjadikan peluang ini sebagai target pasar.    

Pasar Seni Rupa Asia = Berkaca pada Kekuatan Tiongkok

Mengurai peta pasar seni rupa Asia, mau tidak mau harus mengarahkan pandangan ke Tiongkok (China). Boleh dibilang dalam dua dekade terakhir pasar seni rupa Asia, digerakkan oleh pasar seni di China. Tumbuhnya China sebagai raksasa ekonomi sangat mempengaruhi animo pemilik modal untuk melirik karya seni rupa sebagai lahan investasi.     Kondisi ini melahirkan balai lelang, galeri, dealer, dan museum yang begitu banyak. Lelang karya seni berlangsung meriah, dengan tingkat hammer price yang mengguncang, dan juga kuantitas karya yang melimpah. Gelar atau even seni rupa berlangsung antusiastik, dari pameran biasa, biennale, dan yang paling popular hadirnya banyak art fair.

Sebuah laporan Art Market in 2014 oleh lembaga Artprice kerjasama dengan Art Market Monitor of Artron (AMMA) menerangkan karya seni rupa yang terjual melalui balai lelang di China di tahun 2014, mencapai nilai jual terbesar di dunia, yakni 35 % dari total jumlah nilai lelang pasar seni global sebesar $15,2 milyar. Peringkat kedua Amerika Serikat sebesar 32,1 % yakni sebesar $ 4,88 milyar. Sisanya pasar transaksi di pasar lelang di negara-negara Eropa.

Pada laporan yang sama diterangkan, bahwa 2 pelukis China masuk 10 besar nilai jual tertinggi atas karya-karyanya di pasar lelang, yakni Qi Baishi (1864-1957) peringkat 7 dengan nilai total $ 206,245,348, dalam 719 lot karya, nama berikut Zhang Daqian (1899-1983) beringkat 9 nilai total $193,242,992 dalam 817 lot. Sementara peringkat pertama diduduki perupa Amerika Serikat, Andy Warhol (1928-1987) dengan nilai total $ 569,507,083, dalam 1.394 lot.

Adapun pelukis Indonesia Affandi (1907-1990) berada di peringkat 211, dengan nilai total $ 8,778,382, dalam 49 lot, pelukis Lee Man Fong (1913-1988) peringkat 217 nilai total $ 8,494,019, dalam 61 lot, S. Sudjojono (1913/14-1985) peringkat 248 nilai total $ 7,522,442, dalam 13 lot. Di samping itu juga diterangkan karya seni rupa yang paling terserap dalam pasar lelang meliputi lukisan (cat minyak) 86,58 %, selebihnya karya printing (etsa, cetak saring dan lain-lain), fotografi, karya gambar dan cat air, patung, dan mixed media.

Kota-kota pasar seni yang penting di Asia menurut laporan itu, meliputi Beijing, Hongkong, Shanghai, Guangzhou, Nanjing, Taipei, dan sepertinya tidak berlebihan jika ditambah dengan Singapore dan Jakarta, sebagaimana dalam perkembangan mutakhir begitu banyak even seni dan juga pasar lelang berlangsung di sini.    

Yang Mutakhir dari Indonesia

Sekiranya dapat ditambahkan pandangan-pandangan baru, dari pengamatan atas beberapa kondisi mutakhir di Indonesia, terutama yang terjadi di Jakarta, Yogyakarta, dan Bali. Beberapa waktu lalu di Jakarta berlangsung nyaris berbarengan dua even pasar seni rupa, yaitu Art Stage Jakarta yang merupakan ekspansi dari Art Stage Singapura, dan Bazaar Art Jakarta.

Kedua artfair ini menyertakan berbagai galeri baik dari tanah air dan dunia, terutama dari negara kelompok Asean. Walau belum ada hitungan kuantitatif, namun secara kualitatif dapat kita baca bahwa di kedua even ini terlihat mulai ada gairah pasar kembali; tanda merah yang menunjukkan karya yang dipamerkan di beberapa booth memperlihatkan indikasi tersebut.

ArtJog yang diselenggarakan tiap tahun di Yogyakarta juga menunjukkan kegairahan itu, walau di tahun ini ada kontroversi tentang hadirnya PT Freeport sebagai salah satu sponsor even. Terlihat animo pengunjung yang sampai ribuan jumlahnya, menjadi indikator penting bagaimana perhelatan seni menjadi bagian dari selera berkebudayaan masyarakat banyak, tentu ini sebuah keberhasilan dari praktik ilmu seni untuk publik.

  • Baca tulisan Kun yang lain:
  • Peta dan Wacana Ihwal Tubuh: Seni Rupa Bali Dasa Warsa Terakhir

Sementara di Bali, tepatnya di Ubud, 21 Agustus 2016, berlangsung lelang karya lukisan oleh Balai Lelang Larasati, dengan hasil transaksi yang menggembirakan bagi apresiasi pasar seni rupa Bali. Karya Anak Agung Gde Anom Sukawati (kelahiran Ubud, 1966) berjudul Mengarak Jero Gede, ukuran 75X135 Cm, akrilik di kanvas, 2003, terjual dengan harga Rp 280 juta, jauh melebihi harga estimasi antara Rp 160- 190 juta. Karya Ida Bagus Togog berjudul Story of Dukuh Siladri, 108X136 Cm, akrilik di kanvas, 1950-an, terjual seharga Rp 350 juta, sebagai nilai jual karya termahal dalam lelang tersebut.

Rekor jual yang dicapai kedua karya tersebut tentu indikasi yang sangat positif dalam konteks melihat pasar seni lukis Bali ke depan. Ketiga peristiwa yang berlangsung di tiga kota di tanah air ini, menjadi catatan tambahan bagaimana gairah pasar seni rupa Asia juga berlangsung di tanah air, termasuk di Bali. Kondisi ini menunjuk pada upaya lanjutan yang semestinya datang dari perguruan tinggi seni, baik pembacaan diarahkan kepada praktik penciptaan seni, strategi tata kelola seni, atau pun kajian atas pasar seni. (T)

Catatan:

Artikel pendek ini telah dipaparkan untuk Seminar Mahasiswa ISI Denpasar bertajuk Kreativitas Berbasis Seni Budaya dalam Menghadapi MEA, Jumat, 23 September 2016,

Daftar Rujukan:

Ehrmann, Thierry. & Wan Fie. (2015), Art Market in 2014, Artprice & AMMA, Prancis.

Balai Lelang Larasati. (2016), Traditional, Modern & Contemporary Art (sebuah katalog lelang), Jakarta.

www.kemlu.go.id

www.mendag.go.id

Tags: aseanekonomiMEASeni Rupa
Share46TweetSendShareSend
Previous Post

Belajar dari Perempuan – Ulasan Dua Buku Cerpen Made Suarsa

Next Post

Siapa Dalam Kotak Kosong Pilkada Buleleng? Politisi Hantu atau Kaum Golput

Wayan Kun Adnyana

Wayan Kun Adnyana

Doktor bidang Pengkajian Seni Rupa/Dosen FSRD ISI Denpasar. Banyak menulis esai seni rupa di media nasional seperti di Kompas

Related Posts

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

Read moreDetails

Toa Lagi Toa Lagi

by Khairul A. El Maliky
February 23, 2026
0
Perang Yarmuk: Legitimasi dan Produksi Ingatan

PENDAHULUAN Saat bulan Ramadhan tiba setiap tahunnya, suasana keislaman menyelimuti hampir setiap sudut kehidupan di Indonesia. Dari Sabang hingga Merauke,...

Read moreDetails

Dialektika Dua Wajah ‘Baper’: Antara Syahwat Kuasa dan Luka Integritas —Dari RDP IDG Palguna (MKMK) dengan Komisi III DPR

by I Gede Joni Suhartawan
February 19, 2026
0
Dialektika Dua Wajah ‘Baper’: Antara Syahwat Kuasa dan Luka Integritas —Dari RDP IDG Palguna (MKMK) dengan Komisi III DPR

SIDANG RDP (Rapat Dengar Pendapat) antara MKMK (Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi) yang digawangi I Dewa Gede Palguna dengan Komisi III...

Read moreDetails

Tanah Terlantar dan Krisis Ekologis: Mencari Arah Kebijakan Pertanahan Berkeadilan dengan Berlakunya PP 48/2025

by I Made Pria Dharsana
February 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Tanah bukan sekadar objek hak atau sertifikat, tetapi ruang hidup bersama yang menentukan masa depan keadilan sosial dan keberlanjutan ekologis...

Read moreDetails

Degradasi Moral Elite Politik dalam Perspektif Etika Demokrasi

by I Made Pria Dharsana
January 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

ETIKA politik di Indonesia dewasa ini menghadapi tantangan serius yang bersifat multidimensional. Krisis kepercayaan publik terhadap institusi politik, menguatnya pragmatisme...

Read moreDetails

Matinya Demokrasi Lokal: Kala Pemilihan Kepala Daerah Ditarik Kembali  ke DPRD

by I Made Pria Dharsana
January 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KETIKA hak memilih pemimpin daerah tidak lagi berada di tangan rakyat, di situlah demokrasi lokal mulai kehilangan maknanya. Wacana pengembalian...

Read moreDetails

Wacana Pilkada Lewat DPRD adalah Demokrasi yang Dipreteli atas Nama Konstitusi?

by Ruben Cornelius Siagian
January 16, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

WACANA pengembalian pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD kembali mengemuka, dengan dalih klasik, yaitu sah secara konstitusi, lebih efisien, dan...

Read moreDetails

Tanah dan Apartemen untuk Orang Asing di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
January 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

- kajian kritis atas berlakunya Omnibus Law PERKEMBANGAN globalisasi  adalah keniscayaan. Dengan kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi menyebabkan mobilisasi orang...

Read moreDetails

Mengapa Publik Bergantung Pada Validasi

by Ikrom F.
January 8, 2026
0
Mengapa Publik Bergantung Pada Validasi

Shinta Athaya Gadiza menulis opini berjudul Budaya Viral dan Krisis Kedalaman, Ketika Validasi Publik Menggeser Nalar Kritis yang dimuat di...

Read moreDetails

Dampak Perkawinan Campur antara WNI dengan WNA terhadap Status Hak Milik atas Tanah

by I Made Pria Dharsana
January 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dampak Perkawinan Campur antara WNI dengan WNAterhadap Status Hak Milik atas Tanah setelah berlakunyaKeputusan Mahkamah Konstitusi Nomor No. 69/PUU/XII/2015 dan...

Read moreDetails
Next Post

Siapa Dalam Kotak Kosong Pilkada Buleleng? Politisi Hantu atau Kaum Golput

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co