4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pasar Seni Rupa Asia Mutakhir – Sebuah Catatan Kecil

Wayan Kun Adnyana by Wayan Kun Adnyana
April 10, 2019
in Opini

Foto: Eka Prasetya

Sekilas MEA

ASEAN sebagai pasar tunggal kemudian disebut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), seperti dimuat pada laman Kementerian Luar Negeri RI (www.kemlu.go.id), Selasa 17 Maret 2015, hanya menyangkut lima elemen utama, yaitu (i) aliran bebas barang, (ii) aliran bebas jasa, (iii) aliran bebas investasi, (iv) aliran modal yang lebih bebas, serta (v) aliran bebas tenaga kerja terampil. Disamping itu, pasar tunggal dan basis produksi juga mencakup dua komponen penting lainnya, yaitu Priority Integration Services (PIS) dan kerja sama bidang pangan, pertanian, dan kehutanan.

Bila kemudian membaca rincian masing-masing dari lima elemen utama tadi, ternyata tidak satu pun secara langsung berhubungan dengan aliran bebas bidang seni, kecuali untuk sektor kerajinan (lihat laman Kementerian Perdagangan RI, pada Warta Ekspor, Edisi Januari 2015), terutama dalam strategi penguatan UKM (Usaha Kecil, dan Menengah), yang di dalam MEA dimasukkan ke poin Pengembangan Ekonomi Setara.

Sementara untuk elemen aliran bebas tenaga kerja terampil saja, yang diakomodasi merujuk pada 8 sektor jasa , yaitu: jasa engineering, keperawatan, arsitektur, surveying qualification, profesional bidang pariwisata, jasa akutansi, praktisi medis, dan praktisi kedokteran gigi.     Secara sekilas dapat disarikan, bahwa MEA memang belum mengakomodasi aliran bebas Asean dalam bidang baik distribusi jasa seni, maupun secara khusus menyangkut produk seni (seperti lukisan, patung, fotografi, desain, dan seni pertunjukan).

Tetapi, keberadaan MEA sebagai sistem persekutuan ekonomi, tentu saja memiliki dampak domino, seperti adanya aliran bebas tenaga kerja terampil, seperti taruhlah tentang lalu lintas profesional pariwisata, selevel general manager, memungkinkan mereka itu sebagai pangsa pasar seni. General Manager hotel kelas bintang lima bisa datang dari negara manapun, sesuai kecakapan profesional mereka dapat bekerja dengan mudah di kota-kota penting di Indonesia, mereka itu bisa saja tertarik untuk mengoleksi karya seni. Tentu saja, perlu strategi tata kelola seni untuk kemudian dapat menjadikan peluang ini sebagai target pasar.    

Pasar Seni Rupa Asia = Berkaca pada Kekuatan Tiongkok

Mengurai peta pasar seni rupa Asia, mau tidak mau harus mengarahkan pandangan ke Tiongkok (China). Boleh dibilang dalam dua dekade terakhir pasar seni rupa Asia, digerakkan oleh pasar seni di China. Tumbuhnya China sebagai raksasa ekonomi sangat mempengaruhi animo pemilik modal untuk melirik karya seni rupa sebagai lahan investasi.     Kondisi ini melahirkan balai lelang, galeri, dealer, dan museum yang begitu banyak. Lelang karya seni berlangsung meriah, dengan tingkat hammer price yang mengguncang, dan juga kuantitas karya yang melimpah. Gelar atau even seni rupa berlangsung antusiastik, dari pameran biasa, biennale, dan yang paling popular hadirnya banyak art fair.

Sebuah laporan Art Market in 2014 oleh lembaga Artprice kerjasama dengan Art Market Monitor of Artron (AMMA) menerangkan karya seni rupa yang terjual melalui balai lelang di China di tahun 2014, mencapai nilai jual terbesar di dunia, yakni 35 % dari total jumlah nilai lelang pasar seni global sebesar $15,2 milyar. Peringkat kedua Amerika Serikat sebesar 32,1 % yakni sebesar $ 4,88 milyar. Sisanya pasar transaksi di pasar lelang di negara-negara Eropa.

Pada laporan yang sama diterangkan, bahwa 2 pelukis China masuk 10 besar nilai jual tertinggi atas karya-karyanya di pasar lelang, yakni Qi Baishi (1864-1957) peringkat 7 dengan nilai total $ 206,245,348, dalam 719 lot karya, nama berikut Zhang Daqian (1899-1983) beringkat 9 nilai total $193,242,992 dalam 817 lot. Sementara peringkat pertama diduduki perupa Amerika Serikat, Andy Warhol (1928-1987) dengan nilai total $ 569,507,083, dalam 1.394 lot.

Adapun pelukis Indonesia Affandi (1907-1990) berada di peringkat 211, dengan nilai total $ 8,778,382, dalam 49 lot, pelukis Lee Man Fong (1913-1988) peringkat 217 nilai total $ 8,494,019, dalam 61 lot, S. Sudjojono (1913/14-1985) peringkat 248 nilai total $ 7,522,442, dalam 13 lot. Di samping itu juga diterangkan karya seni rupa yang paling terserap dalam pasar lelang meliputi lukisan (cat minyak) 86,58 %, selebihnya karya printing (etsa, cetak saring dan lain-lain), fotografi, karya gambar dan cat air, patung, dan mixed media.

Kota-kota pasar seni yang penting di Asia menurut laporan itu, meliputi Beijing, Hongkong, Shanghai, Guangzhou, Nanjing, Taipei, dan sepertinya tidak berlebihan jika ditambah dengan Singapore dan Jakarta, sebagaimana dalam perkembangan mutakhir begitu banyak even seni dan juga pasar lelang berlangsung di sini.    

Yang Mutakhir dari Indonesia

Sekiranya dapat ditambahkan pandangan-pandangan baru, dari pengamatan atas beberapa kondisi mutakhir di Indonesia, terutama yang terjadi di Jakarta, Yogyakarta, dan Bali. Beberapa waktu lalu di Jakarta berlangsung nyaris berbarengan dua even pasar seni rupa, yaitu Art Stage Jakarta yang merupakan ekspansi dari Art Stage Singapura, dan Bazaar Art Jakarta.

Kedua artfair ini menyertakan berbagai galeri baik dari tanah air dan dunia, terutama dari negara kelompok Asean. Walau belum ada hitungan kuantitatif, namun secara kualitatif dapat kita baca bahwa di kedua even ini terlihat mulai ada gairah pasar kembali; tanda merah yang menunjukkan karya yang dipamerkan di beberapa booth memperlihatkan indikasi tersebut.

ArtJog yang diselenggarakan tiap tahun di Yogyakarta juga menunjukkan kegairahan itu, walau di tahun ini ada kontroversi tentang hadirnya PT Freeport sebagai salah satu sponsor even. Terlihat animo pengunjung yang sampai ribuan jumlahnya, menjadi indikator penting bagaimana perhelatan seni menjadi bagian dari selera berkebudayaan masyarakat banyak, tentu ini sebuah keberhasilan dari praktik ilmu seni untuk publik.

  • Baca tulisan Kun yang lain:
  • Peta dan Wacana Ihwal Tubuh: Seni Rupa Bali Dasa Warsa Terakhir

Sementara di Bali, tepatnya di Ubud, 21 Agustus 2016, berlangsung lelang karya lukisan oleh Balai Lelang Larasati, dengan hasil transaksi yang menggembirakan bagi apresiasi pasar seni rupa Bali. Karya Anak Agung Gde Anom Sukawati (kelahiran Ubud, 1966) berjudul Mengarak Jero Gede, ukuran 75X135 Cm, akrilik di kanvas, 2003, terjual dengan harga Rp 280 juta, jauh melebihi harga estimasi antara Rp 160- 190 juta. Karya Ida Bagus Togog berjudul Story of Dukuh Siladri, 108X136 Cm, akrilik di kanvas, 1950-an, terjual seharga Rp 350 juta, sebagai nilai jual karya termahal dalam lelang tersebut.

Rekor jual yang dicapai kedua karya tersebut tentu indikasi yang sangat positif dalam konteks melihat pasar seni lukis Bali ke depan. Ketiga peristiwa yang berlangsung di tiga kota di tanah air ini, menjadi catatan tambahan bagaimana gairah pasar seni rupa Asia juga berlangsung di tanah air, termasuk di Bali. Kondisi ini menunjuk pada upaya lanjutan yang semestinya datang dari perguruan tinggi seni, baik pembacaan diarahkan kepada praktik penciptaan seni, strategi tata kelola seni, atau pun kajian atas pasar seni. (T)

Catatan:

Artikel pendek ini telah dipaparkan untuk Seminar Mahasiswa ISI Denpasar bertajuk Kreativitas Berbasis Seni Budaya dalam Menghadapi MEA, Jumat, 23 September 2016,

Daftar Rujukan:

Ehrmann, Thierry. & Wan Fie. (2015), Art Market in 2014, Artprice & AMMA, Prancis.

Balai Lelang Larasati. (2016), Traditional, Modern & Contemporary Art (sebuah katalog lelang), Jakarta.

www.kemlu.go.id

www.mendag.go.id

Tags: aseanekonomiMEASeni Rupa
Share46TweetSendShareSend
Previous Post

Belajar dari Perempuan – Ulasan Dua Buku Cerpen Made Suarsa

Next Post

Siapa Dalam Kotak Kosong Pilkada Buleleng? Politisi Hantu atau Kaum Golput

Wayan Kun Adnyana

Wayan Kun Adnyana

Doktor bidang Pengkajian Seni Rupa/Dosen FSRD ISI Denpasar. Banyak menulis esai seni rupa di media nasional seperti di Kompas

Related Posts

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails
Next Post

Siapa Dalam Kotak Kosong Pilkada Buleleng? Politisi Hantu atau Kaum Golput

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co