4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pasar Seni Rupa Asia Mutakhir – Sebuah Catatan Kecil

Wayan Kun Adnyana by Wayan Kun Adnyana
April 10, 2019
in Opini

Foto: Eka Prasetya

Sekilas MEA

ASEAN sebagai pasar tunggal kemudian disebut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), seperti dimuat pada laman Kementerian Luar Negeri RI (www.kemlu.go.id), Selasa 17 Maret 2015, hanya menyangkut lima elemen utama, yaitu (i) aliran bebas barang, (ii) aliran bebas jasa, (iii) aliran bebas investasi, (iv) aliran modal yang lebih bebas, serta (v) aliran bebas tenaga kerja terampil. Disamping itu, pasar tunggal dan basis produksi juga mencakup dua komponen penting lainnya, yaitu Priority Integration Services (PIS) dan kerja sama bidang pangan, pertanian, dan kehutanan.

Bila kemudian membaca rincian masing-masing dari lima elemen utama tadi, ternyata tidak satu pun secara langsung berhubungan dengan aliran bebas bidang seni, kecuali untuk sektor kerajinan (lihat laman Kementerian Perdagangan RI, pada Warta Ekspor, Edisi Januari 2015), terutama dalam strategi penguatan UKM (Usaha Kecil, dan Menengah), yang di dalam MEA dimasukkan ke poin Pengembangan Ekonomi Setara.

Sementara untuk elemen aliran bebas tenaga kerja terampil saja, yang diakomodasi merujuk pada 8 sektor jasa , yaitu: jasa engineering, keperawatan, arsitektur, surveying qualification, profesional bidang pariwisata, jasa akutansi, praktisi medis, dan praktisi kedokteran gigi.     Secara sekilas dapat disarikan, bahwa MEA memang belum mengakomodasi aliran bebas Asean dalam bidang baik distribusi jasa seni, maupun secara khusus menyangkut produk seni (seperti lukisan, patung, fotografi, desain, dan seni pertunjukan).

Tetapi, keberadaan MEA sebagai sistem persekutuan ekonomi, tentu saja memiliki dampak domino, seperti adanya aliran bebas tenaga kerja terampil, seperti taruhlah tentang lalu lintas profesional pariwisata, selevel general manager, memungkinkan mereka itu sebagai pangsa pasar seni. General Manager hotel kelas bintang lima bisa datang dari negara manapun, sesuai kecakapan profesional mereka dapat bekerja dengan mudah di kota-kota penting di Indonesia, mereka itu bisa saja tertarik untuk mengoleksi karya seni. Tentu saja, perlu strategi tata kelola seni untuk kemudian dapat menjadikan peluang ini sebagai target pasar.    

Pasar Seni Rupa Asia = Berkaca pada Kekuatan Tiongkok

Mengurai peta pasar seni rupa Asia, mau tidak mau harus mengarahkan pandangan ke Tiongkok (China). Boleh dibilang dalam dua dekade terakhir pasar seni rupa Asia, digerakkan oleh pasar seni di China. Tumbuhnya China sebagai raksasa ekonomi sangat mempengaruhi animo pemilik modal untuk melirik karya seni rupa sebagai lahan investasi.     Kondisi ini melahirkan balai lelang, galeri, dealer, dan museum yang begitu banyak. Lelang karya seni berlangsung meriah, dengan tingkat hammer price yang mengguncang, dan juga kuantitas karya yang melimpah. Gelar atau even seni rupa berlangsung antusiastik, dari pameran biasa, biennale, dan yang paling popular hadirnya banyak art fair.

Sebuah laporan Art Market in 2014 oleh lembaga Artprice kerjasama dengan Art Market Monitor of Artron (AMMA) menerangkan karya seni rupa yang terjual melalui balai lelang di China di tahun 2014, mencapai nilai jual terbesar di dunia, yakni 35 % dari total jumlah nilai lelang pasar seni global sebesar $15,2 milyar. Peringkat kedua Amerika Serikat sebesar 32,1 % yakni sebesar $ 4,88 milyar. Sisanya pasar transaksi di pasar lelang di negara-negara Eropa.

Pada laporan yang sama diterangkan, bahwa 2 pelukis China masuk 10 besar nilai jual tertinggi atas karya-karyanya di pasar lelang, yakni Qi Baishi (1864-1957) peringkat 7 dengan nilai total $ 206,245,348, dalam 719 lot karya, nama berikut Zhang Daqian (1899-1983) beringkat 9 nilai total $193,242,992 dalam 817 lot. Sementara peringkat pertama diduduki perupa Amerika Serikat, Andy Warhol (1928-1987) dengan nilai total $ 569,507,083, dalam 1.394 lot.

Adapun pelukis Indonesia Affandi (1907-1990) berada di peringkat 211, dengan nilai total $ 8,778,382, dalam 49 lot, pelukis Lee Man Fong (1913-1988) peringkat 217 nilai total $ 8,494,019, dalam 61 lot, S. Sudjojono (1913/14-1985) peringkat 248 nilai total $ 7,522,442, dalam 13 lot. Di samping itu juga diterangkan karya seni rupa yang paling terserap dalam pasar lelang meliputi lukisan (cat minyak) 86,58 %, selebihnya karya printing (etsa, cetak saring dan lain-lain), fotografi, karya gambar dan cat air, patung, dan mixed media.

Kota-kota pasar seni yang penting di Asia menurut laporan itu, meliputi Beijing, Hongkong, Shanghai, Guangzhou, Nanjing, Taipei, dan sepertinya tidak berlebihan jika ditambah dengan Singapore dan Jakarta, sebagaimana dalam perkembangan mutakhir begitu banyak even seni dan juga pasar lelang berlangsung di sini.    

Yang Mutakhir dari Indonesia

Sekiranya dapat ditambahkan pandangan-pandangan baru, dari pengamatan atas beberapa kondisi mutakhir di Indonesia, terutama yang terjadi di Jakarta, Yogyakarta, dan Bali. Beberapa waktu lalu di Jakarta berlangsung nyaris berbarengan dua even pasar seni rupa, yaitu Art Stage Jakarta yang merupakan ekspansi dari Art Stage Singapura, dan Bazaar Art Jakarta.

Kedua artfair ini menyertakan berbagai galeri baik dari tanah air dan dunia, terutama dari negara kelompok Asean. Walau belum ada hitungan kuantitatif, namun secara kualitatif dapat kita baca bahwa di kedua even ini terlihat mulai ada gairah pasar kembali; tanda merah yang menunjukkan karya yang dipamerkan di beberapa booth memperlihatkan indikasi tersebut.

ArtJog yang diselenggarakan tiap tahun di Yogyakarta juga menunjukkan kegairahan itu, walau di tahun ini ada kontroversi tentang hadirnya PT Freeport sebagai salah satu sponsor even. Terlihat animo pengunjung yang sampai ribuan jumlahnya, menjadi indikator penting bagaimana perhelatan seni menjadi bagian dari selera berkebudayaan masyarakat banyak, tentu ini sebuah keberhasilan dari praktik ilmu seni untuk publik.

  • Baca tulisan Kun yang lain:
  • Peta dan Wacana Ihwal Tubuh: Seni Rupa Bali Dasa Warsa Terakhir

Sementara di Bali, tepatnya di Ubud, 21 Agustus 2016, berlangsung lelang karya lukisan oleh Balai Lelang Larasati, dengan hasil transaksi yang menggembirakan bagi apresiasi pasar seni rupa Bali. Karya Anak Agung Gde Anom Sukawati (kelahiran Ubud, 1966) berjudul Mengarak Jero Gede, ukuran 75X135 Cm, akrilik di kanvas, 2003, terjual dengan harga Rp 280 juta, jauh melebihi harga estimasi antara Rp 160- 190 juta. Karya Ida Bagus Togog berjudul Story of Dukuh Siladri, 108X136 Cm, akrilik di kanvas, 1950-an, terjual seharga Rp 350 juta, sebagai nilai jual karya termahal dalam lelang tersebut.

Rekor jual yang dicapai kedua karya tersebut tentu indikasi yang sangat positif dalam konteks melihat pasar seni lukis Bali ke depan. Ketiga peristiwa yang berlangsung di tiga kota di tanah air ini, menjadi catatan tambahan bagaimana gairah pasar seni rupa Asia juga berlangsung di tanah air, termasuk di Bali. Kondisi ini menunjuk pada upaya lanjutan yang semestinya datang dari perguruan tinggi seni, baik pembacaan diarahkan kepada praktik penciptaan seni, strategi tata kelola seni, atau pun kajian atas pasar seni. (T)

Catatan:

Artikel pendek ini telah dipaparkan untuk Seminar Mahasiswa ISI Denpasar bertajuk Kreativitas Berbasis Seni Budaya dalam Menghadapi MEA, Jumat, 23 September 2016,

Daftar Rujukan:

Ehrmann, Thierry. & Wan Fie. (2015), Art Market in 2014, Artprice & AMMA, Prancis.

Balai Lelang Larasati. (2016), Traditional, Modern & Contemporary Art (sebuah katalog lelang), Jakarta.

www.kemlu.go.id

www.mendag.go.id

Tags: aseanekonomiMEASeni Rupa
Share46TweetSendShareSend
Previous Post

Belajar dari Perempuan – Ulasan Dua Buku Cerpen Made Suarsa

Next Post

Siapa Dalam Kotak Kosong Pilkada Buleleng? Politisi Hantu atau Kaum Golput

Wayan Kun Adnyana

Wayan Kun Adnyana

Doktor bidang Pengkajian Seni Rupa/Dosen FSRD ISI Denpasar. Banyak menulis esai seni rupa di media nasional seperti di Kompas

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post

Siapa Dalam Kotak Kosong Pilkada Buleleng? Politisi Hantu atau Kaum Golput

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co