25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pasar Seni Rupa Asia Mutakhir – Sebuah Catatan Kecil

Wayan Kun Adnyana by Wayan Kun Adnyana
April 10, 2019
in Opini

Foto: Eka Prasetya

Sekilas MEA

ASEAN sebagai pasar tunggal kemudian disebut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), seperti dimuat pada laman Kementerian Luar Negeri RI (www.kemlu.go.id), Selasa 17 Maret 2015, hanya menyangkut lima elemen utama, yaitu (i) aliran bebas barang, (ii) aliran bebas jasa, (iii) aliran bebas investasi, (iv) aliran modal yang lebih bebas, serta (v) aliran bebas tenaga kerja terampil. Disamping itu, pasar tunggal dan basis produksi juga mencakup dua komponen penting lainnya, yaitu Priority Integration Services (PIS) dan kerja sama bidang pangan, pertanian, dan kehutanan.

Bila kemudian membaca rincian masing-masing dari lima elemen utama tadi, ternyata tidak satu pun secara langsung berhubungan dengan aliran bebas bidang seni, kecuali untuk sektor kerajinan (lihat laman Kementerian Perdagangan RI, pada Warta Ekspor, Edisi Januari 2015), terutama dalam strategi penguatan UKM (Usaha Kecil, dan Menengah), yang di dalam MEA dimasukkan ke poin Pengembangan Ekonomi Setara.

Sementara untuk elemen aliran bebas tenaga kerja terampil saja, yang diakomodasi merujuk pada 8 sektor jasa , yaitu: jasa engineering, keperawatan, arsitektur, surveying qualification, profesional bidang pariwisata, jasa akutansi, praktisi medis, dan praktisi kedokteran gigi.     Secara sekilas dapat disarikan, bahwa MEA memang belum mengakomodasi aliran bebas Asean dalam bidang baik distribusi jasa seni, maupun secara khusus menyangkut produk seni (seperti lukisan, patung, fotografi, desain, dan seni pertunjukan).

Tetapi, keberadaan MEA sebagai sistem persekutuan ekonomi, tentu saja memiliki dampak domino, seperti adanya aliran bebas tenaga kerja terampil, seperti taruhlah tentang lalu lintas profesional pariwisata, selevel general manager, memungkinkan mereka itu sebagai pangsa pasar seni. General Manager hotel kelas bintang lima bisa datang dari negara manapun, sesuai kecakapan profesional mereka dapat bekerja dengan mudah di kota-kota penting di Indonesia, mereka itu bisa saja tertarik untuk mengoleksi karya seni. Tentu saja, perlu strategi tata kelola seni untuk kemudian dapat menjadikan peluang ini sebagai target pasar.    

Pasar Seni Rupa Asia = Berkaca pada Kekuatan Tiongkok

Mengurai peta pasar seni rupa Asia, mau tidak mau harus mengarahkan pandangan ke Tiongkok (China). Boleh dibilang dalam dua dekade terakhir pasar seni rupa Asia, digerakkan oleh pasar seni di China. Tumbuhnya China sebagai raksasa ekonomi sangat mempengaruhi animo pemilik modal untuk melirik karya seni rupa sebagai lahan investasi.     Kondisi ini melahirkan balai lelang, galeri, dealer, dan museum yang begitu banyak. Lelang karya seni berlangsung meriah, dengan tingkat hammer price yang mengguncang, dan juga kuantitas karya yang melimpah. Gelar atau even seni rupa berlangsung antusiastik, dari pameran biasa, biennale, dan yang paling popular hadirnya banyak art fair.

Sebuah laporan Art Market in 2014 oleh lembaga Artprice kerjasama dengan Art Market Monitor of Artron (AMMA) menerangkan karya seni rupa yang terjual melalui balai lelang di China di tahun 2014, mencapai nilai jual terbesar di dunia, yakni 35 % dari total jumlah nilai lelang pasar seni global sebesar $15,2 milyar. Peringkat kedua Amerika Serikat sebesar 32,1 % yakni sebesar $ 4,88 milyar. Sisanya pasar transaksi di pasar lelang di negara-negara Eropa.

Pada laporan yang sama diterangkan, bahwa 2 pelukis China masuk 10 besar nilai jual tertinggi atas karya-karyanya di pasar lelang, yakni Qi Baishi (1864-1957) peringkat 7 dengan nilai total $ 206,245,348, dalam 719 lot karya, nama berikut Zhang Daqian (1899-1983) beringkat 9 nilai total $193,242,992 dalam 817 lot. Sementara peringkat pertama diduduki perupa Amerika Serikat, Andy Warhol (1928-1987) dengan nilai total $ 569,507,083, dalam 1.394 lot.

Adapun pelukis Indonesia Affandi (1907-1990) berada di peringkat 211, dengan nilai total $ 8,778,382, dalam 49 lot, pelukis Lee Man Fong (1913-1988) peringkat 217 nilai total $ 8,494,019, dalam 61 lot, S. Sudjojono (1913/14-1985) peringkat 248 nilai total $ 7,522,442, dalam 13 lot. Di samping itu juga diterangkan karya seni rupa yang paling terserap dalam pasar lelang meliputi lukisan (cat minyak) 86,58 %, selebihnya karya printing (etsa, cetak saring dan lain-lain), fotografi, karya gambar dan cat air, patung, dan mixed media.

Kota-kota pasar seni yang penting di Asia menurut laporan itu, meliputi Beijing, Hongkong, Shanghai, Guangzhou, Nanjing, Taipei, dan sepertinya tidak berlebihan jika ditambah dengan Singapore dan Jakarta, sebagaimana dalam perkembangan mutakhir begitu banyak even seni dan juga pasar lelang berlangsung di sini.    

Yang Mutakhir dari Indonesia

Sekiranya dapat ditambahkan pandangan-pandangan baru, dari pengamatan atas beberapa kondisi mutakhir di Indonesia, terutama yang terjadi di Jakarta, Yogyakarta, dan Bali. Beberapa waktu lalu di Jakarta berlangsung nyaris berbarengan dua even pasar seni rupa, yaitu Art Stage Jakarta yang merupakan ekspansi dari Art Stage Singapura, dan Bazaar Art Jakarta.

Kedua artfair ini menyertakan berbagai galeri baik dari tanah air dan dunia, terutama dari negara kelompok Asean. Walau belum ada hitungan kuantitatif, namun secara kualitatif dapat kita baca bahwa di kedua even ini terlihat mulai ada gairah pasar kembali; tanda merah yang menunjukkan karya yang dipamerkan di beberapa booth memperlihatkan indikasi tersebut.

ArtJog yang diselenggarakan tiap tahun di Yogyakarta juga menunjukkan kegairahan itu, walau di tahun ini ada kontroversi tentang hadirnya PT Freeport sebagai salah satu sponsor even. Terlihat animo pengunjung yang sampai ribuan jumlahnya, menjadi indikator penting bagaimana perhelatan seni menjadi bagian dari selera berkebudayaan masyarakat banyak, tentu ini sebuah keberhasilan dari praktik ilmu seni untuk publik.

  • Baca tulisan Kun yang lain:
  • Peta dan Wacana Ihwal Tubuh: Seni Rupa Bali Dasa Warsa Terakhir

Sementara di Bali, tepatnya di Ubud, 21 Agustus 2016, berlangsung lelang karya lukisan oleh Balai Lelang Larasati, dengan hasil transaksi yang menggembirakan bagi apresiasi pasar seni rupa Bali. Karya Anak Agung Gde Anom Sukawati (kelahiran Ubud, 1966) berjudul Mengarak Jero Gede, ukuran 75X135 Cm, akrilik di kanvas, 2003, terjual dengan harga Rp 280 juta, jauh melebihi harga estimasi antara Rp 160- 190 juta. Karya Ida Bagus Togog berjudul Story of Dukuh Siladri, 108X136 Cm, akrilik di kanvas, 1950-an, terjual seharga Rp 350 juta, sebagai nilai jual karya termahal dalam lelang tersebut.

Rekor jual yang dicapai kedua karya tersebut tentu indikasi yang sangat positif dalam konteks melihat pasar seni lukis Bali ke depan. Ketiga peristiwa yang berlangsung di tiga kota di tanah air ini, menjadi catatan tambahan bagaimana gairah pasar seni rupa Asia juga berlangsung di tanah air, termasuk di Bali. Kondisi ini menunjuk pada upaya lanjutan yang semestinya datang dari perguruan tinggi seni, baik pembacaan diarahkan kepada praktik penciptaan seni, strategi tata kelola seni, atau pun kajian atas pasar seni. (T)

Catatan:

Artikel pendek ini telah dipaparkan untuk Seminar Mahasiswa ISI Denpasar bertajuk Kreativitas Berbasis Seni Budaya dalam Menghadapi MEA, Jumat, 23 September 2016,

Daftar Rujukan:

Ehrmann, Thierry. & Wan Fie. (2015), Art Market in 2014, Artprice & AMMA, Prancis.

Balai Lelang Larasati. (2016), Traditional, Modern & Contemporary Art (sebuah katalog lelang), Jakarta.

www.kemlu.go.id

www.mendag.go.id

Tags: aseanekonomiMEASeni Rupa
Share46TweetSendShareSend
Previous Post

Belajar dari Perempuan – Ulasan Dua Buku Cerpen Made Suarsa

Next Post

Siapa Dalam Kotak Kosong Pilkada Buleleng? Politisi Hantu atau Kaum Golput

Wayan Kun Adnyana

Wayan Kun Adnyana

Doktor bidang Pengkajian Seni Rupa/Dosen FSRD ISI Denpasar. Banyak menulis esai seni rupa di media nasional seperti di Kompas

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post

Siapa Dalam Kotak Kosong Pilkada Buleleng? Politisi Hantu atau Kaum Golput

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co