6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Melawat ke Flores [4]: Enam Jam di Atas Motor

I Komang Gde Subagia by I Komang Gde Subagia
February 21, 2020
in Tualang
Melawat ke Flores [4]: Enam Jam di Atas Motor

Perjalanan Naik Motor Selama Enam Jam Bersama Leonardus Jalo [Foto: IK Gde Subagia]

Baca juga:

  • Melawat ke Flores [1] : Perjalanan Dimulai Dari Labuan Bajo
  • Melawat ke Flores [2]: Mengarungi Perairan Komodo
  • Melawat ke Flores [3] : Masih di Perairan Komodo

Sudah beberapa hari terakhir ini saya berada di Labuan Bajo. Waktunya untuk melanjutkan perjalanan. Tujuan saya berikutnya adalah Ruteng. Tapi, sebelum sampai di Ruteng saya akan ke Wae Rebo, sebuah kampung tradisional di Manggarai.

Teman Baru

Namanya Leonardus Jalo. Panggilannya Leon. Lelaki 23 tahun ini berasal dari Ruteng, Manggarai. Ia pegawai hostel tempat saya menginap. Hari terakhir di Labuan Bajo, saya meminjam motornya untuk keliling-keliling cari makan.


Saya (penulis) bersama Leon

Saya mengajaknya pergi ke Wae Rebo. Lokasinya dekat dengan Satarmese, kampung halamannya. Sebagai orang asli Manggarai, ia belum pernah ke sana. Kebetulan ia akan libur dua hari ke depan. Dan ia bersedia ikut.

Bergerak ke Timur

Jam lima pagi di hari berikutnya, Leon sudah siap. Bensin di motornya sudah penuh. Helm untuk saya pun dibawakannya. Kami kemudian berangkat, saat pagi belum terang benar.

Keluar kota Labuan Bajo ke arah timur. Menyusuri Jalan Raya Trans Flores. Yang tak ramai. Yang berkelok-kelok. Mendaki dan menuruni bukit. Makin lama udara makin dingin.


Pegunungan di Manggarai yang Lebat Membuat Sungai-sungainya Mengalirkan Air Sepanjang Musim [Foto: IK Gde Subagia]

Kondisi Flores ke arah timur sungguh berbeda. Jika di Labuan Bajo kering dan gersang, ke arah timur justru hijau dan sejuk. Perbukitan tak lagi ditumbuhi padang ilalang. Berganti menjadi pepohonan hutan yang rapat.

Jembatan-jembatan yang saya lalui sungainya mengalirkan air. Rasanya, banyak sumber mata air di bukit-bukit ini. Maka tak salah, ada air mineral produk Manggarai yanng mendapatkan airnya dari sini. Namanya Ruteng. Nama produk yang sama dengan nama ibukotanya.

Insiden Pecah Ban

Ban motor bagian belakang tiba-tiba bocor. Pantas saja dari tadi oleng. Kami berhenti. Melihat kondisinya. Bocor total. Motor tak bisa dinaiki berdua. Kalaupun dinaiki sendiri, agak dipaksa dan pelan-pelan.

Saya turun. Leon menuntun motornya. Kondisi di jalan sepi. Rasanya akan susah mendapatkan bengkel tambal ban. Di sekitar kami hutan, ladang, dan sawah. Sesekali rumah-rumah penduduk. Wilayah ini namanya Mbliling. Karena ada sekolah negeri dengan papan namanya yang saya lewati.

Leon saya minta mengendarai motornya saja. Mencari tukang tambal ban di depan. Saya akan berjalan menyusulnya di bekakang. Ada sekitar dua kilometer saya berjalan kaki. Long march. Sampai akhirnya menyetop seorang pengendara motor. Ia saya boncengi menyusul Leon.

Akhirnya saya melihat Leon di sebuah bengkel tambal ban. Di pinggir jalan yang sepi. Di sebuah pertigaan jalan yang akan menuju ke Danau Sano Nggoang. Tapi bengkelnya tutup. Sial. Beberapa pengendara motor yang bannya bocor juga saya lihat kebingungan.

Tiga puluh menit menunggu tukang bengkel yang tak kunjung datang, Leon akhirnya lanjut mencari bengkel. Saya menunggu saja di depan bengkel yang sudah tutup ini.

Sambil menunggu, saya sempatkan menulis. Juga mengirimkan kabar ke istri. Tentang kondisi dan posisi. Mumpung ada sinyal internet.

Di banyak titik di Flores, sinyal internet sangat susah didapatkan. Saya masih setia memakai kartu provider warisan tempat kerja saya dulu. Walaupun jangkauannya di Flores terbatas. Kalau kartu provider lain, sepertinya jangkauannya lebih luas.

Dari Lembor ke Nanga Lili

Sejam menunggu, akhirnya Leon datang. Motor sudah normal kembali. Perjalanan pun dilanjutkan. Kami sampai di sebuah kota kecamatan, Lembor. Di sini kami istirahat makan. Sudah lapar. Tadi pagi saya hanya sarapan roti tawar dan air putih saja.

Kami akan menuju Denge. Sebuah kampung terakhir yang bisa diakses kendaraan bermotor, sebelum ke Kampung Wae Rebo. Jalur umum menuju Denge adalah melalui Kota Ruteng. Tapi Leon mengajak lewat Nanga Lili saja.

Nanga Lili adalah desa yang lokasinya tak jauh dari pesisir selatan Pulau Flores. Daerahnya kering dan panas. Di beberapa garis pantai, banyak ada perahu nelayan. Juga ikan-ikan yang sedang dijemur.


Salah Satu Pemukiman di Nanga Lili [Foto: IK Gde Subagia]

Selalu Berjumpa Otokol

Jalan yang kami tempuh sepi. Hanya satu dua kendaraan melintas. Salah satunya adalah otokol. Atau oto kayu. Kendaraan penumpang khas di Flores. Berupa truk yang bak belakangnya dimodifikasi dengan tempat duduk.

Yang unik, hampir semua otokol memutar musik dengan kencang. Bahkan ada yang saya lihat memiliki loudspeaker yang arah suaranya keluar. Dari jauh, musiknya sudah terdengar. Saya selalu menebak, ini pasti otokol.

Otokol, Moda Transportasi yang Umum Dijumpai di Flores [Foto: IK Gde Subagia]

Menyusuri Pantai Selatan

Setelah melewati Nanga Lili, tibalah kami di pesisir selatan. Deburan ombak sudah terlihat dan terdengar jelas. Jalan menuju Denge akan menyusuri pantai ke arah timur.

Kondisi jalan tak begitu baik. Karena jalan adalah jalan pedesaan. Udara bertambah panas khas pesisir. Angin bertiup kencang.


Leon dan motornya [Foto: IK Gde Subagia]
Setelah Melewati Desa Nanga Lili, Jalan Menuju Dintor Menyusuri Pantai Selatan [Foto: IK Gde Subagia]

Pemandangan di pesisir selatan ini membuat perjalanan kami tak membosankan. Pantai berpasir atau berkerikil dengan deburan ombak. Kadang berganti menjadi terjal dengan ombak-ombak yang ganas.

Di seberang lautan, ada satu pulau. Namanya Pulau Mules. Pulau dengan hamparan bukit berbatu, padang rumput, dan pepohonan dataran rendah.

Leon sepertinya senang. Sebagai orang Manggarai asli, ia tak pernah lewat sini. Hanya dengar cerita dari temannya yang pernah ke sini. Yang bersepeda motor di pesisir pantai dengan pemandangan indah.


Pemandangan di Pesisir Selatan Flores. Tampak di Kejauhan Pulau Mulas [IK Gde Subagia]

Dari Dintor ke Denge

Akhirnya kami sampai di Desa Dintor. Tempat persimpangan jalan yang akan ke Denge atau ke Ruteng. Jika ke Denge, jalan mendaki ke utara. Jika ke Ruteng, maka tinggal meneruskannya ke timur, berlanjut menyusuri pantai.

Jauh di utara, pegunungan menghijau tertutup kabut tebal. Juga mendung. Kami tetap memacu motor ke atas. Hingga tiba di Denge, kampung terakhir sebelum Wae Rebo.

Setelah sampai di Denge, kami memutuskan memacu motor terus. Menuju ujung aspalnya yang terakhir. Tak ada pemukiman yang dilewati lagi. Hutan semua. Jalan menanjak berkelok-kelok.


Ujung Jalan Aspal Kampung Denge Berupa Jembatan, yang Susah Dilalui Kendaraan Bermotor [Foto: IK Gde Subagia]

Kabut makin tebal. Mendung membuat hari makin gelap dan muram. Untuk ke Wae Rebo, kami harus mendaki. Berjalan kaki. Menyusuri hutan. Di jalan setapak berupa tanah dan bebatuan. Selama dua sampai tiga jam ke depan.

Melihat alam yang menampakan wajah tak bersahabat, Leon terlihat ragu. Saya membebaskannya. Terserah ia saja. Mau ikut mendaki ke Wae Rebo, boleh. Mau kembali ke Labuan Bajo, juga saya persilahkan. Dalam hati, saya berharap ia ikut. Setidaknya ada yang menemani saya dalam perjalanan ke atas.

Sementara itu, gerimis mulai turun. [T]

Manggarai, Juni 2019


BACA SELANJUTNYA:

  • Melawat ke Flores [5] : Singgah ke Wae Rebo
Tags: FloresIndonesia TimurLabuan Bajoperjalanan
Share7TweetSendShareSend
Previous Post

LPD, Sahabatnya Orang Desa

Next Post

Mari Pelihara Babi Hitam Agar Kembali Jadi Tuan Rumah di Bali

I Komang Gde Subagia

I Komang Gde Subagia

Biasa dipanggil Gejor. Suka menulis. Suka memotret. Suka jalan-jalan. Suka tidur. Tinggal di Denpasar.

Related Posts

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

by Kadek Surya Jayadi
February 18, 2026
0
Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

SINAR mentari pagi menyambut dengan hangat, menghiasi perjalanan Keluarga Besar Prodi Sejarah Universitas Udayana menuju Desa Bodhakeling. Bus Universitas Udayana...

Read moreDetails

Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

by Chusmeru
February 1, 2026
0
Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

GOMBONG merupakan satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kecamatan ini memiliki lokasi yang strategis, karena dilewati oleh...

Read moreDetails

Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 27, 2026
0
Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

KATOWICE, kota tempat saya menjalankan exchange di Polandia, menawarkan kesibukan layaknya kota modern pada umumnya. Namun, hanya satu jam dari...

Read moreDetails

Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 22, 2026
0
Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

Dzień dobry! Nama saya Nadia Pranasiwi Justie Dewantari, mahasiswi kedokteran Universitas Gadjah Mada, Indonesia. Pada bulan Agustus 2025, saya mengikuti...

Read moreDetails

Jejak Sunyi di Negeri Sakura

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
January 8, 2026
0
Jejak Sunyi di Negeri Sakura

JEPANG kerap dijuluki sebagai negeri Sakura yang disinari matahari terang, sebuah citra yang terpatri kuat melalui benderanya: lingkaran merah di...

Read moreDetails

Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

by Doni Sugiarto Wijaya
January 6, 2026
0
Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

DI kabupaten Tabanan, tepatnya tak jauh dari lokasi Pantai Nyanyi, Desa  Beraban, ada tempat wisata bernama Nuanu. Nuanu dikenal sebagai...

Read moreDetails

Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

by Nyoman Nadiana
December 30, 2025
0
Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

PERJALANAN di penghujung tahun 2025 kemarin, saya menaruh Ipoh di Negeri Perak Malaysia sebagai destinasi setelah Singapura. Mengambil jalur darat...

Read moreDetails
Next Post
Mari Pelihara Babi Hitam Agar Kembali Jadi Tuan Rumah di Bali

Mari Pelihara Babi Hitam Agar Kembali Jadi Tuan Rumah di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co