2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

LPD, Sahabatnya Orang Desa

I Nengah Suarmanayasa by I Nengah Suarmanayasa
February 12, 2020
in Esai
LPD, Sahabatnya Orang Desa

Foto ilustrasi: LPD Desa Adat Beraban, Tabanan. [Foto buletindewata.com]

Strategi membangun desa tidak terlepas dari upaya mengatasi permasalahan mendasar yang dialami komunitas desa diantaranya kemiskinan, kurangnya potensi sumber daya manusia akibat urbanisasi dan kurangnya aksesibilitas (Wrigley, 1973; Chamber, 1983).

Bahkan, keterbatasan akses terhadap modal (kredit) diidentifikasi sebagai salah satu faktor penyebab kemiskinan. Survey rumah tangga yang dilakukan oleh World Bank (2011) menunjukkan bahwa dari sisi akses pinjaman (kredit), sebesar 40 persen masyarakat tidak bisa meminjam, 17 persen pembiayaan dari bank dan 36 persen meminjam dari lembaga keuangan informal.

Artinya, sebesar 76 persen masyarakat Indonesia tidak dapat mengakses lembaga keuangan formal.

Banyak pihak meyakini Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan lembaga sejenis dapat menjadi alat untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan di desa. Banyak peneliti yang menemukan bahwa LPD memiliki dampak positif  terhadap keberhasilan pembangunan desa di Bali. Kinerja LPD tercermin dari adanya peningkatan jumlah simpanan dan jumlah kredit, serta peningkatan jumlah laba.

Peningkatan jumlah kredit yang disalurkan kepada masyarakat akan dapat membantu peningkatan produktivitas masyarakat perdesaan. Peningkatan produktivitas mencerminkan adanya potensi peningkatan pendapatan masyarakat. Bank Dunia menyatakan, bahwa peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat akan mempermudah akses masyarakat terhadap pendidikan dan layanan kesehatan.

Peningkatan jumlah kredit LPD mencerminkan peningkatan kemampuan ekonomi dan peningkatan kemampuan diri masyarakat perdesaan. Kemampuan diri  disini  diartikan  peningkatan  kemampuan  masyarakat  melihat  peluang dan peningkatan  kemampuan  dalam  memanfaatkan  potensi  yang  ada  di  sekitar.

Artinya, kredit yang dipinjam oleh masyarakat dipergunakan untuk kegiatan produktif dalam meningkatkan pendapatan. Peningkatan pendapatan sebagai cerminan peningkatan kesejahteraan. Ketika jumlah kredit di LPD meningkat berarti kepercayaan LPD semakin baik kepada nasabah LPD. Peningkatan kepercayaan LPD terhadap nasabah biasanya didasarkan atas ketaatan membayar angsuran dengan tepat waktu.

Ketaatan dalam membayar angsuran sangat ditentukan oleh kemampuan keuangan nasabah. Data menunjukkan bahwa jumlah kredit LPD terus meningkat yang dapat pula diartikan kemampuan ekonomi nasabah semakin baik. Bila kondisi ini terus terjadi maka laba LPD akan semakin meningkat. Kredit LPD juga digunakan untuk biaya pendidikan anak. Kondisi ini mengindikasikan bahwa dengan pencapaian kinerja LPD yang baik akan mempercepat   pencapaian   keberhasilan   pembangunan perdesaan di Provinsi Bali.

Cerita dari Grameen Bank menginspirasi betapa LPD bisa berbuat lebih banyak dalam pembangunan perdesaan utamanya dalam pengentasan kemiskinan. Kontribusi LPD dalam pengentasan kemiskinan diyakini sangat nyata. Salah satu diantaranya adalah memberantas sistem ijon, perlahan tapi pasti sistem rente yang mencekik kehidupan perekonomian   di   desa   semakin   berkurang.  

LPD  hadir menjadi sahabatnya orang desa. LPD tumbuh   sebagai   sumber pendanaan bagi usaha kecil di desa. Berkembangnya usaha kecil secara otomatis membuka peluang kerja dan ujung-ujungnya adalah angka kemiskinan diharapkan akan dapat diatasi. Tumbuh dan berkembangnya ekonomi kreatif di desa salah satu diantaranya adalah andil LPD.

Bank BPD Bali menyebutkan empat dampak positif LPD bagi pembangunan desa, yaitu:

1) dengan adanya LPD, desa adat telah mendapatkan sumber biaya pembangunan sebesar 20 persen dari laba bersih, sedangkan untuk kepentingan lainnya bersumber dari dana sosial yang besarnya 5 persen;

2) LPD telah ikut serta menunjang program pemerintah dalam hal pengentasan kemiskinan, serta memperluas kesempatan kerja. Ada dua jalur yang ditempuh LPD dalam penanggulangan kemiskinan di Provinsi Bali. Jalur pertama LPD membiayai usaha kecil, jalur berikutnya adalah usaha kecil membuka lapangan kerja sekaligus menanggulangi kemiskinan;

3) ikut mendorong laju pertumbuhan industri kecil di desa sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat desa semakin baik;  

4) dengan keberhasilan yang dicapai, LPD juga berperan sebagai objek penelitian tentang pemberdayaan ekonomi rakyat.

Kontribusi LPD dalam penanggulangan kemiskinan sangat tergantung dari laba LPD yang bersangkutan. Secara konseptual menurut Perda No. 3 tahun 2017 pembagian sisa hasil usaha (laba) LPD lebih banyak dinikmati oleh krama desa adat yang bersangkutan. Peningkatan persentase keuntungan LPD dapat mengakibatkan penurunan angka kemiskinan di desa.

Di lapangan menunjukkan bahwa setiap tahun keuntungan LPD (20 persen dari keuntungan bersih LPD) dibagikan kepada desa adat selaku pemilik. Berdasarkan  informasi  diketahui  bahwa  dari  tahun  2008  sampai dengan tahun 2015 jumlah laba LPD Bali terus mengalami peningkatan. Peningkatan  laba  LPD  otomatis  akan  meningkatkan  kontribusi  LPD  terhadap keberhasilan pembangunan desa, dikarenakan jumlah yang di kembalikan ke krama adat juga akan meningkat.

Dalam kurun waktu 8 tahun, LPD Bali telah menggelontorkan dana untuk pembangunan desa sebanyak Rp 442,46 milyar, dan angka ini akan meningkat apabila ditambah dengan alokasi dana LPD untuk dana sosial (5% dari total laba). Rata-rata kontribusi LPD dalam pembangunan desa sebesar Rp 55,31 milyar per tahun.

Persentase laba yang dikembalikan tersebut akan mengurangi beban masyarakat desa dalam membayar iuran ke desa adat. Seperti diketahui masyarakat desa adat setiap tahunnya akan membayar iuran kepada desa adat. Kontribusi nyata lain yang berhasil disumbangkan LPD adalah dalam hal meringankan biaya upacara.

Ada beberapa LPD yang menyelenggarakan program Iuran Dana Ngaben. Masyarakat sangat antusias menyambut program ini  karena dirasakan bermanfaat sekali. Masyarakat menjadi ringan bebannya sehingga bisa menciptakan keheningan dan kesucian dalam melaksanakan upacara tanpa harus memikirkan beban biaya.

Berkurangnya beban masyarakat dari iuran dan biaya upacara ngaben  membuat  krama  dapat mengalokasikan  pendapatannya untuk  memenuhi kebutuhan hidup yang lain seperti untuk biaya pendidikan anak serta untuk kesehatan keluarga.   Disini   LPD   benar-benar hadir sebagai mitra strategis orang desa.

LPD secara   langsung   dapat   membantu   dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan desa, yakni dalam hal mengurangi rumah tangga miskin, meningkatkan rata-rata lama sekolah dan meningkatkan angka harapan hidup. Terima kasih LPD. LPD adalah sahabatnya orang desa. [T]

Tags: balidesadesa adatLPD
Share17TweetSendShareSend
Previous Post

Reuni

Next Post

Melawat ke Flores [4]: Enam Jam di Atas Motor

I Nengah Suarmanayasa

I Nengah Suarmanayasa

Staf pengajar di FE Undiksha-Singaraja

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Melawat ke Flores [4]: Enam Jam di Atas Motor

Melawat ke Flores [4]: Enam Jam di Atas Motor

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co