23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Melawat ke Flores [4]: Enam Jam di Atas Motor

I Komang Gde Subagia by I Komang Gde Subagia
February 21, 2020
in Tualang
Melawat ke Flores [4]: Enam Jam di Atas Motor

Perjalanan Naik Motor Selama Enam Jam Bersama Leonardus Jalo [Foto: IK Gde Subagia]

Baca juga:

  • Melawat ke Flores [1] : Perjalanan Dimulai Dari Labuan Bajo
  • Melawat ke Flores [2]: Mengarungi Perairan Komodo
  • Melawat ke Flores [3] : Masih di Perairan Komodo

Sudah beberapa hari terakhir ini saya berada di Labuan Bajo. Waktunya untuk melanjutkan perjalanan. Tujuan saya berikutnya adalah Ruteng. Tapi, sebelum sampai di Ruteng saya akan ke Wae Rebo, sebuah kampung tradisional di Manggarai.

Teman Baru

Namanya Leonardus Jalo. Panggilannya Leon. Lelaki 23 tahun ini berasal dari Ruteng, Manggarai. Ia pegawai hostel tempat saya menginap. Hari terakhir di Labuan Bajo, saya meminjam motornya untuk keliling-keliling cari makan.


Saya (penulis) bersama Leon

Saya mengajaknya pergi ke Wae Rebo. Lokasinya dekat dengan Satarmese, kampung halamannya. Sebagai orang asli Manggarai, ia belum pernah ke sana. Kebetulan ia akan libur dua hari ke depan. Dan ia bersedia ikut.

Bergerak ke Timur

Jam lima pagi di hari berikutnya, Leon sudah siap. Bensin di motornya sudah penuh. Helm untuk saya pun dibawakannya. Kami kemudian berangkat, saat pagi belum terang benar.

Keluar kota Labuan Bajo ke arah timur. Menyusuri Jalan Raya Trans Flores. Yang tak ramai. Yang berkelok-kelok. Mendaki dan menuruni bukit. Makin lama udara makin dingin.


Pegunungan di Manggarai yang Lebat Membuat Sungai-sungainya Mengalirkan Air Sepanjang Musim [Foto: IK Gde Subagia]

Kondisi Flores ke arah timur sungguh berbeda. Jika di Labuan Bajo kering dan gersang, ke arah timur justru hijau dan sejuk. Perbukitan tak lagi ditumbuhi padang ilalang. Berganti menjadi pepohonan hutan yang rapat.

Jembatan-jembatan yang saya lalui sungainya mengalirkan air. Rasanya, banyak sumber mata air di bukit-bukit ini. Maka tak salah, ada air mineral produk Manggarai yanng mendapatkan airnya dari sini. Namanya Ruteng. Nama produk yang sama dengan nama ibukotanya.

Insiden Pecah Ban

Ban motor bagian belakang tiba-tiba bocor. Pantas saja dari tadi oleng. Kami berhenti. Melihat kondisinya. Bocor total. Motor tak bisa dinaiki berdua. Kalaupun dinaiki sendiri, agak dipaksa dan pelan-pelan.

Saya turun. Leon menuntun motornya. Kondisi di jalan sepi. Rasanya akan susah mendapatkan bengkel tambal ban. Di sekitar kami hutan, ladang, dan sawah. Sesekali rumah-rumah penduduk. Wilayah ini namanya Mbliling. Karena ada sekolah negeri dengan papan namanya yang saya lewati.

Leon saya minta mengendarai motornya saja. Mencari tukang tambal ban di depan. Saya akan berjalan menyusulnya di bekakang. Ada sekitar dua kilometer saya berjalan kaki. Long march. Sampai akhirnya menyetop seorang pengendara motor. Ia saya boncengi menyusul Leon.

Akhirnya saya melihat Leon di sebuah bengkel tambal ban. Di pinggir jalan yang sepi. Di sebuah pertigaan jalan yang akan menuju ke Danau Sano Nggoang. Tapi bengkelnya tutup. Sial. Beberapa pengendara motor yang bannya bocor juga saya lihat kebingungan.

Tiga puluh menit menunggu tukang bengkel yang tak kunjung datang, Leon akhirnya lanjut mencari bengkel. Saya menunggu saja di depan bengkel yang sudah tutup ini.

Sambil menunggu, saya sempatkan menulis. Juga mengirimkan kabar ke istri. Tentang kondisi dan posisi. Mumpung ada sinyal internet.

Di banyak titik di Flores, sinyal internet sangat susah didapatkan. Saya masih setia memakai kartu provider warisan tempat kerja saya dulu. Walaupun jangkauannya di Flores terbatas. Kalau kartu provider lain, sepertinya jangkauannya lebih luas.

Dari Lembor ke Nanga Lili

Sejam menunggu, akhirnya Leon datang. Motor sudah normal kembali. Perjalanan pun dilanjutkan. Kami sampai di sebuah kota kecamatan, Lembor. Di sini kami istirahat makan. Sudah lapar. Tadi pagi saya hanya sarapan roti tawar dan air putih saja.

Kami akan menuju Denge. Sebuah kampung terakhir yang bisa diakses kendaraan bermotor, sebelum ke Kampung Wae Rebo. Jalur umum menuju Denge adalah melalui Kota Ruteng. Tapi Leon mengajak lewat Nanga Lili saja.

Nanga Lili adalah desa yang lokasinya tak jauh dari pesisir selatan Pulau Flores. Daerahnya kering dan panas. Di beberapa garis pantai, banyak ada perahu nelayan. Juga ikan-ikan yang sedang dijemur.


Salah Satu Pemukiman di Nanga Lili [Foto: IK Gde Subagia]

Selalu Berjumpa Otokol

Jalan yang kami tempuh sepi. Hanya satu dua kendaraan melintas. Salah satunya adalah otokol. Atau oto kayu. Kendaraan penumpang khas di Flores. Berupa truk yang bak belakangnya dimodifikasi dengan tempat duduk.

Yang unik, hampir semua otokol memutar musik dengan kencang. Bahkan ada yang saya lihat memiliki loudspeaker yang arah suaranya keluar. Dari jauh, musiknya sudah terdengar. Saya selalu menebak, ini pasti otokol.

Otokol, Moda Transportasi yang Umum Dijumpai di Flores [Foto: IK Gde Subagia]

Menyusuri Pantai Selatan

Setelah melewati Nanga Lili, tibalah kami di pesisir selatan. Deburan ombak sudah terlihat dan terdengar jelas. Jalan menuju Denge akan menyusuri pantai ke arah timur.

Kondisi jalan tak begitu baik. Karena jalan adalah jalan pedesaan. Udara bertambah panas khas pesisir. Angin bertiup kencang.


Leon dan motornya [Foto: IK Gde Subagia]
Setelah Melewati Desa Nanga Lili, Jalan Menuju Dintor Menyusuri Pantai Selatan [Foto: IK Gde Subagia]

Pemandangan di pesisir selatan ini membuat perjalanan kami tak membosankan. Pantai berpasir atau berkerikil dengan deburan ombak. Kadang berganti menjadi terjal dengan ombak-ombak yang ganas.

Di seberang lautan, ada satu pulau. Namanya Pulau Mules. Pulau dengan hamparan bukit berbatu, padang rumput, dan pepohonan dataran rendah.

Leon sepertinya senang. Sebagai orang Manggarai asli, ia tak pernah lewat sini. Hanya dengar cerita dari temannya yang pernah ke sini. Yang bersepeda motor di pesisir pantai dengan pemandangan indah.


Pemandangan di Pesisir Selatan Flores. Tampak di Kejauhan Pulau Mulas [IK Gde Subagia]

Dari Dintor ke Denge

Akhirnya kami sampai di Desa Dintor. Tempat persimpangan jalan yang akan ke Denge atau ke Ruteng. Jika ke Denge, jalan mendaki ke utara. Jika ke Ruteng, maka tinggal meneruskannya ke timur, berlanjut menyusuri pantai.

Jauh di utara, pegunungan menghijau tertutup kabut tebal. Juga mendung. Kami tetap memacu motor ke atas. Hingga tiba di Denge, kampung terakhir sebelum Wae Rebo.

Setelah sampai di Denge, kami memutuskan memacu motor terus. Menuju ujung aspalnya yang terakhir. Tak ada pemukiman yang dilewati lagi. Hutan semua. Jalan menanjak berkelok-kelok.


Ujung Jalan Aspal Kampung Denge Berupa Jembatan, yang Susah Dilalui Kendaraan Bermotor [Foto: IK Gde Subagia]

Kabut makin tebal. Mendung membuat hari makin gelap dan muram. Untuk ke Wae Rebo, kami harus mendaki. Berjalan kaki. Menyusuri hutan. Di jalan setapak berupa tanah dan bebatuan. Selama dua sampai tiga jam ke depan.

Melihat alam yang menampakan wajah tak bersahabat, Leon terlihat ragu. Saya membebaskannya. Terserah ia saja. Mau ikut mendaki ke Wae Rebo, boleh. Mau kembali ke Labuan Bajo, juga saya persilahkan. Dalam hati, saya berharap ia ikut. Setidaknya ada yang menemani saya dalam perjalanan ke atas.

Sementara itu, gerimis mulai turun. [T]

Manggarai, Juni 2019


BACA SELANJUTNYA:

  • Melawat ke Flores [5] : Singgah ke Wae Rebo
Tags: FloresIndonesia TimurLabuan Bajoperjalanan
Share7TweetSendShareSend
Previous Post

LPD, Sahabatnya Orang Desa

Next Post

Mari Pelihara Babi Hitam Agar Kembali Jadi Tuan Rumah di Bali

I Komang Gde Subagia

I Komang Gde Subagia

Biasa dipanggil Gejor. Suka menulis. Suka memotret. Suka jalan-jalan. Suka tidur. Tinggal di Denpasar.

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails
Next Post
Mari Pelihara Babi Hitam Agar Kembali Jadi Tuan Rumah di Bali

Mari Pelihara Babi Hitam Agar Kembali Jadi Tuan Rumah di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co