23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menerawang Literasi Mengambang di Pohon Jamblang

Wayan Paing by Wayan Paing
November 24, 2019
in Khas
Menerawang Literasi Mengambang di Pohon Jamblang

Literasi di atas dan di bawah pohon jamblang di Bukit Gulinten, Karangasem, Bali

Di Banjar Gulinten, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem, terdapat gerakan literasi sederhana untuk anak-anak, yakni menulis dan membaca buku sembari memanjat pohon jamblang. Ini kegiatan sederhana, di sebuah lokasi perbukitan yang indah, dengan pemandangan yang menarik. Bagaimana kegiatan itu terjadi?


Membaca buku di perbukitan di bawah pohon-pohon, di Gulinten, Bunutan, Abang, Karangasem, Bali

Pohon Jamblang

Pohon  jamblang. Pohon yang  mempunyai buah dengan rasa  asam sepat ini, di Bali dikenal dengan nama juwet. Tumbuhan yang bisa berkembang biak dengan biji atau pun cangkok ini, semakin lama semakin langka.

Setidaknya ada dua penyebabnya menjadi langka. Pertama, terkenal sebagai tanaman liar dan kurang produktif, menjadikannya kurang mendapat perhatian dan kurang populer untuk dikembangbiakkan. Kedua, kayunya lebih banyak digunakan sebagai kayu bakar karena kurang baik dijadikan bahan bangunan.

Pada saat kekurangan kayu bakar, jamblang dijadikan sasaran pertama. Kalau tidak ditebang, dahan dan rantingnya dipangkas dan menunggu tumbuh di tahun berikutnya. Tujuannya sama: dipangkas lagi dan dijadikan kayu bakar. Begitu seterusnya, sehingga pertumbuhannya kurang baik untuk menghasilkan buah yang bagus.

Padahal di Filipina, pohon yang buahnya kaya vitamin A dan C ini dijadikan anggur dan dibudidayakan untuk tujuan komersial. Sedangkan bagian-bagian dari pohonnya, dari kulit, daun, dan buah, banyak digunakan sebagai bahan obat. Baik secara tradisional maupun ekstaksi.

Buah jamblang biasa dimakan segar, kadang ditambahkan garam dan gula, lalu dikocok dalam wadah tertutup agar menjadi lunak dan sepatnya berkurang.

Buah yang diistilahkan dengan tahi ayam yang tergantung itu, tidak pernah kehilangan masa untuk tetap digemari. Bukan hanya anak-anak, tapi juga semua lapisan umur. Tentu saja takarannya adalah tempat-tempat di pedesaan maupun di pegunungan atau lebih rendah, di perbukitan.

Buahnya yang mulai lebat di ujung kemarau membuat jamblang menjadi penawar dahaga bagi masyarakat yang sedang mencari runmput atau kayu bakar di lereng-lereng perbukitan yang jarang terdapat sumber mata air. Rasanya yang beragam, manis dan sedikit asem, bahkan ada beberapa yang sangat asem, dan selalu meninggalkan warna ungu di lidah sehabis menyantapnya, menjadi penawar haus dan lapar di tengah aktivitas yang jauh meningggalkan rumah tanpa membawa perbekalan.

Memanjat pohon dan memilih buah yang benar-benar matang, menjadi sensasi tersendiri. Terutama bagi anak-anak dan remaja. Semilir angin yang membuai, seakan menyuruh kita untuk berlama-lama berada di tempat itu. Tapi, bagi masyarakat yang sudah terbiasa menjalani aktivitas itu di sela pekerjaan pokok mencari rumput atau kayu bakar, sudah paham betul. Mencari jamblang dengan rayuan angin semilir, jangan sampai mengeringkan keringat. Keringat yang mengucur saat bekerja, lalu istirahat sampai keringat itu kering, akan menyisakan satu hal yang seakan sudah pasti:mengantuk.


Membaca di lapak pohon, asyiknya….

Literasi

Untuk mengingat kembali masa-masa “kejayaan” jamblang yang mulai pudar, tidak ada salahnya mengajak anak-anak untuk berteduh di bawah pohonnya sambil membawa beberapa koleksi buku yang ada atau dimiliki oleh anak-anak yang kita ajak.

Kegiatan yang kemudian dipadukan dengan kegiatan lain, seperti: bercerita, melukis, atau menulis dan membaca puisi boleh jadi menjadi kegiatan yang akan “memanggil” mereka untuk melakukannya di musim-musim mendatang. Menggali cerita-cerita yang menghiasi jamblang seperti kejadian orang terjatuh dari pohonnya atau kisah penjual jamblang di sekolah, tentu akan membangkitkan memori untuk mengungkapkan kisah-kisah masa kecil lainnya. Masa kecil yang seakan tidak akan bisa terulang pada generasi selanjutnya akibat tergerus jaman saat ini.

Tugas kita yang sebenarnya adalah mengarahkan mereka dan diri kita sendiri untuk mau menuliskan itu semua sebagai suatu kegiatan literasi untuk “menyelamatkan” masa-masa yang tidak akan terulang tersebut. Disinilah peran sebagai pegiat literasi akan terlihat, apakah mampu dan mau mengambil bagian pada kegiatan-kegiatan “yang tidak keren” tersebut.

Jika dikreasikan dengan baik, musim jamblang tentu dapat dijadikan ajang kegiatan literasi agar lebih membumi. Begitu juga halnya, temapt-tempat lain yang jauh lebih keren dengan buah lokal yang lebih keren, tentu menyediakan wadah untuk kegiatan yang lebih keren pula.

Literasi di kebun durian, di kebun rambutan, atau mangga, tentu akan menumbuhkan kreasi yang semakin beragam. Begitu pula, kegiatan literasi sambil berburu kopi luwak, bisa jadi dapat dipadukan dengan berbagai materi pelajaran yang relevan, sehingga tidak mengurangi waktu efektif anak belajar di rumah.


Awas jatuh

Demikian halnya berbagai kegiatan seni dan olahraga yang rutin dilaksanakan, kegiatan literasi akan tampak elegan untuk disisipkan. Pengurus sanggar-sanggar tari, perkumpulan olahraga beladiri, dan sebagainya dapat menyediakan berbagai bahan literasi untuk disajikan pada saat-saat istirahat.

Kalaupun selama ini belum banyak yang mampu dan mau melakukannya pada kedua aktivitas di atas, setidaknya, kita, yang bersepakat untuk mengabdikan diri sebagai pegiat literasi, mulai mengarahkan pandangan mata dan sasaran kegiatan ke tempat-tempat tersebut.

Tergantung kesiapan insan penggerak untuk memulai dan melaksanakannya sekaligus menjaga keajegan pelaksanaannya. Sehingga literasi yang sudah digalakkan tidak menjadi gerakan hangat-hangat tahi ayam. Apalagi tahi ayam yang tergantung seperti istilah bagi buah jamblang. Dalam posisi tergantung, tahi ayam yang hangat pasti lebih cepat dingin dan tentu saja menjadi terkatung-katung. [T]

Tags: alamkarangasemLiterasi
Share75TweetSendShareSend
Previous Post

Pendidikan Indonesia Naik Gojek, Ke Mana Arahnya?

Next Post

W.Adu.An – Konflik dan Beban Sejarah di Tubuh Perempuan

Wayan Paing

Wayan Paing

Lahir di Gulinten, 6 April 1983. Menjadi guru di Ababi, Abang, Karangasem. Saat mahasiswa suka sastra dan teater yang kini ingin ditekuninya kembali

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
W.Adu.An – Konflik dan Beban Sejarah di Tubuh Perempuan

W.Adu.An - Konflik dan Beban Sejarah di Tubuh Perempuan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co