2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pendidikan Indonesia Naik Gojek, Ke Mana Arahnya?

Safitri Saraswati by Safitri Saraswati
November 22, 2019
in Esai
Pendidikan Indonesia Naik Gojek, Ke Mana Arahnya?

Foto ilustrasi Google

Saya senang sekali mendengar kabar bahwa Nadiem Makarim diberi mandat sebagai Menteri Pendidikan Indonesia. Keputusan Bapak Presiden Jokowi ada benarnya juga. Indonesia butuh pemimpin yang mampu berinovasi, keluar dari lingkup dan aturan lama, pemimpin yang segar dan sudah terbukti mampu menciptakan suatu perubahan besar bagi negeri ini.

Ketika kita mendengar nama Nadiem Makarim, tentu yang kita pikirkan adalah Gojek. Sebuah aplikasi yang kini mewabah dan sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat tak hanya di perkotaan namun juga mulai merambah ke daerah-daerah pelosok.

Teringat kemudian bagaimana saya memanfaatkan jasa Gojek untuk mengirim kerajinan tangan lontar dari Desa Bona, Gianyar ke sebuah artshop di Kerobokan, Badung. Gojek  luar biasa menghemat waktu, mempermudah dan mempersingkat segalanya, meski masih terdapat begitu banyak hal yang perlu dibenahi secara sistem namun menurut saya hal yang paling banyak perlu pembenahan adalah pada SDM alias sumber manusianya.

Tentu tidak jarang kita sebagai pengguna mendapat sikap yang kurang menyenangkan dari driver, driver yang sesungguhnya kedudukannya sebagai mitra namun kerap kali berperilaku seperti karyawan dengan melakukan demo dan beragam permasalahan lain yang tentu memberikan bumbu bagi khazanah per-digital-an di Indonesia.

Era saat ini adalah era yang baru bagi kita. Bahwa hampir seluruh rakyat Indonesia hari ini boleh dikatakan sudah melek teknologi meskipun masih bisa kita temui anak-anak yang buta huruf dan belum mampu mengenyam pendidikan namun presentasenya sudah amat jauh berkurang dibandingkan satu atau dua dekade silam.

Dan apabila saya boleh memikirkan, dalam alam pikiran saya, pendidikan di Indonesia bukannya jelek atau tidak efektif namun hanya kurang tepat guna. Sebagai contoh, dengan adanya silabus, RPP dan kawan-kawannya para siswa dan guru terkadang dibuat seperti berlomba untuk menuntaskan tiap materi ajar yang diberikan tenggat waktu hanya 1 tahun (2 semester).

Pernahkah terpikirkan oleh kita apakah para siswa benar-benar mengerti dengan segala yang diajarkan selama 2 semester tersebut? Apa makna pendidikan di negeri ini sebenarnya?

Apakah hanya mengejar selembar kertas yang disebut ijazah lalu ketika dilepas ke dunia kerja alih-alih mampu bersaing yang terjadi justru semua berlomba menghalalkan segala cara demi mendapat pekerjaan di pemerintahan hanya karena iming-iming kepastian kerja dan pengeluaran SK yang akhirnya nanti bisa digadaikan bila sewaktu-waktu nanti membutuhkan dana segar?

Alam pikiran saya kembali bergejolak, saya memikirkan bahwa sekolah seharusnya adalah tempat belajar, tempat mendidik. Tempat siswa memperoleh pengajaran dari hati oleh tenaga tenaga pendidik yang juga bekerja dari hati, tak perlu risau perihal uang dapur karena pemerintah akan mencukupkan semua asal tidak meninggikan standar hidup seperti mengharapkan gaji guru supaya bisa beli apartment mewah..kalau begitu tidak usah jadi guru lah, cari saja pekerjaan lain yang kiranya bisa memenuhi standar keinginan tersebut.

Juga semakin kesini semakin saya lihat degradasi moral yang menukik jauh ke bawah dari para generasi kekinian. Bila dulu menghormati guru kita lakukan dari hati (atau bisa juga karena takut) tapi setidaknya tertanam dalam benak para siswa bahwa guru adalah sosok yang wajib dihormati tapi apa yang terjadi saat ini, begitu banyak kasus-kasus kekerasan yang dilakukan murid pada guru dan juga sebaliknya. Hal tersebut tentu merupakan hal yang sangat darurat dan membutuhkan penanganan segera.

Kembali lagi pada alam pikiran saya, bagaimana jika putra – putri Indonesia diberikan healing atau penyembuhan dari akar, dari dasar. Orang tua diharapkan dapat mempercayakan putra-putrinya untuk dididik dan dibentuk di Lembaga sekolah. Sehingga tidak ada lagi orang tua – orang tua yang mencak-mencak bila anak-anaknya diberi sanksi oleh guru.

Juga perihal sistem pendidikan, bagaimana jika anak umur 3 – 10 tahun bersekolah dimana dalam kurun waktu tersebut mereka diberikan pengajaran moral. Hanya pengajaran moral. Bisa dibuatkan juga silabus dan RPP-nya, seperti cara menghormati orang yang lebih tua, cara mengantri, cara berbicara di depan umum, cara memandang perbedaan dalam kehidupan kebhinekaan sehingga kelak tidak ada tercetak generasi yang menulis sumpah serapah di sosial media, dibaca jutaan orang dan ditujukan kepada seseorang yang mungkin tidak mereka kenal, atau tidak ada lagi putra-putri Indonesia yang mudah tercuci otak dan pikirannya sehingga melakukan suatu tindakan keji meledakkan bom dengan iming-iming surga.

Pendidikan moral yang kuat yang seharusnya menjadi dasar dari segala dasar bagi tiap putra-putri bangsa sehingga nanti ketika mereka telah menginjak usia 12 tahun mereka bisa memilih ilmu apa yang mereka sukai dan ingin kuasai dan mereka bisa belajar selama kurang lebih 8 tahun, sehingga tidak ada lagi kisah lulusan dokter yang menentang orang tua lalu kemudian menjadi pelukis atau lulusan sarjana hukum yang menjadi tukang parkir.

Yang pasti di usia 20 tahun mereka bisa menjadi ahli-ahli muda yang telah dibekali dengan Pendidikan moral dan juga keahlian akan sesuatu yang mereka pilih sendiri untuk kemudian keahlian tersebut dapat mereka gunakan untuk membangun bangsa ini. Sungguh saya teramat setuju dengan wacana Revolusi Mental yang didengung-dengungkan Bapak Presiden Jokowi, moral generasi penerus kita betul-betul memang perlu digembleng dan diubah total.

Melayang jauh alam pikiran saya, namun tiba-tiba saya tersentak. Rupanya itu suara anak saya, ia meminta bantuan saya untuk mengerjakan PR-nya, kelas 4 SD, materi Bangun Ruang dan Bangun Datar.

Namun kembali alam pikiran saya menyeret saya begitu jauh membayangkan seandainya anak saya yang baru berumur 9 tahun ini lebih banyak belajar tentang bagaimana cara ia seharusnya membangun mimpi, tanpa banyak memedulikan cemoohan cemoohan orang atau opini-opini miring di luar sana dan kelak bila ia sudah berusia 12 tahun ia bisa memilih ilmu apa yang hendak ia pelajari. Kira-kira ilmu apa yang akan ia pilih? Ilmu Bumi, Ilmu Hayat?

Kembali lamunan saya buyar, ia merengek meminta saya yang mengerjakan PR nya, sementara anak saya malah log in ke aplikasi Gojek. Mau pesan terang bulan keju, katanya. [T]

Tags: gojekPendidikan
Share30TweetSendShareSend
Previous Post

Tatkala Facebook Masuk Kampung Halaman Saya

Next Post

Menerawang Literasi Mengambang di Pohon Jamblang

Safitri Saraswati

Safitri Saraswati

Lahir di Denpasar, 17 Juni 1989. Menulis puisi yang dimuat di berbagai buku antologi puisi, antara lain Puisi “Cinta” diterbitkan dalam antologi Puisi Makna Dalam Kata. Juga menulis artikel/konten pada website seperti Kamantara, Hipwee, Babe.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Menerawang Literasi Mengambang di Pohon Jamblang

Menerawang Literasi Mengambang di Pohon Jamblang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co