23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Laklak Gede” Isi Pisang di Pasar Penebel, Namanya Laklak Biu Men Bayu

Wayan Junaedy by Wayan Junaedy
May 8, 2019
in Khas
“Laklak Gede” Isi Pisang di Pasar Penebel, Namanya Laklak Biu Men Bayu

Laklak gede berisi pisang di Pasar Penebel, Tabanan, Bali

Kalau pas melintas di Pasar Penebel, di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, mampirlah sebentar ke sebuah warung kecil. Lokasinya di utara pasar, tepatnya sebelah barat jalan.

Mencari Pasar Penebel tidaklah sulit. Dari kota Tabanan luruslah kea rah utara, lewat Tuakilang, lalu Wanasari, lalu Desa Buruan, lurus terus ke utara, bertemulah Pasar Penebel. Pasar Penebel biasa juga dilewati para pelancaong jika hendak ke obyek wisata lJatiluwih via Desa Babahan.  

Atau jika ingin ke obyek Yeh Panes Belumbang, di Pasar Penebel bisa belok kiri, Tapi sebelum menuju obyek-obyek terkenal itu, singahlah ke Pasar Penebel, tepatnya di utara pasar, di sebelah barat jalan.

Di situ ada sebuah warung kecil menjual laklak pisang yang enak, dengan bentuk yang unik dan  rasa yang khas. Namanya warung Laklak Biu Men Bayu. Laklak yang hangat, cocok ketika menemani secangkir kopi. Pemandangan orang yang ngantre membeli laklak sudah biasa di warung itu.

Laklak yang legit, dengan pisang manis dan parutan kelapa. Rasanya pas. Kuliner khas Bali yang digemari. Di warung itu tersedia dua kompor gerabah, yang menyerupai bungut paon, kompor tradisonal Bali kuno. Bahan bakarnya dari dahan kayu.

Proses pembuatan laklak biu Men Bayu

Ada beberapa alasan kenapa Men Bayu tidak menggunakan kompor modern untuk membuat laklak pisang itu. Dengan menggunakan kayu bakar, rasa laklak terasa lebih enak, beda dan khas. Ternyata bahan bakar yang digunakan mempengaruhi cita rasa kue.

Men Bayu dan suaminya konsisten menekuni bisnis kecil laklak pisang itu selama sepuluh tahun. Mereka memulai usaha sejak tahun 2009, dengan modal kecil. November 2012 untuk pertama kali diundang, diberi kesempatan pameran  kuliner pada acara HUT kota Tabanan.

Kemudian berlanjut tiap tahun ikut pameran kuliner sampai tahun 2016. Sampai saat ini, dari bisnis kecil ini Pan Bayu bisa membeli mobil tua, sebagai satu-satunya armada untuk membeli pisang ke pasar. UKM dengan modal kecil, kalau ditekuni bisa menghasilkan uang lumayan.

Laklak adalah kuliner khas Bali. Jadi harus dilestarikan, agar bisa sejajar dengan kuliner-kuliner dari daerah lain. Sebenarnya rasanya juga tak kalah dengan kue-kue impor yang sudah punya branding. Pemda setempat berperan memfasilitasi, melakukan promosi kuliner khas Bali ini ke tingkat nasional.

Men Bayu nomer dua dari kanan, saat mendapat kesempatan pameran kuliner di Taman Mini Indonesia Indah

Men Bayu dan Pan Bayu pernah diboyong oleh dinas terkait di Pemkab Tabanan, untuk diterbangkan ke Jakarta mengikuti pameran kuliner di Taman Mini Indonesia Indah. Mereka memperkenalkan laklak pisang dan juga jaje kelepon yang dibuat oleh pedagang lain. Foto mereka di depan Monas terpasang rapi di tembok warung Men Bayu, bagaikan kertas sertifikasi sebagai bukti pengakuan jaminan mutu laklak pisang yang dia buat sehari-hari.

Di warungnya yang kecil, dengan beberapa kursi plastik dan kursi kayu, kadang memang tidak bisa menampung pelanggan. Para pelanggan harus sabar menunggu proses pembuatan. Seperti membuat nasi goreng, laklak juga baru dibikin saat dipesan, untuk menjaga kehangatannya.

Lebih Besar

Pertama kali saya mencicipi laklak pisang Men Bayu ini, langsung jatuh cinta dengan rasanya. Rasa yang khas. Saya ketagihan. Setiap kali lewat di Penebel untuk urusan kerja, pasti saya mampir di warung Men Bayu ini. Membeli beberapa laklak pisang, dibungkus untuk oleh-oleh pulang. Anak-anak dan istri juga suka.

Beda dengan laklak biasa, bentuk laklak biu ini lebih besar. Harga per biji Rp 2.000.  Bedanya lagi, jika laklak biasa membutuhkan gula aren cair sebagai pemanis, laklak pisang ini tidak membutuhkan gula. Rasa manis didapat dari pisang yang diiris tipis-tipis dan ditaburi parutan kelapa. Rasa manis yang alami. Ini juga kue yang bagus untuk penderita diabetes.

Kalau kita bedah isinya, laklak pisang mengandung nutrisi yang sangat baik. Tepung sebagai bahan utama  mengandung karbohidrat. Pisang adalah buah yang mengandung banyak nutrisi, sejumlah vitamin dan potasium, dan juga serat yang baik untuk pencernaan. Pisang adalah makanan wajib untuk atlit sebelum bertanding. Itulah kenapa seorang atlit bulutangkis dunia memakan pisang saat istirahat sebentar sebelum memasuki rubber set yang melelahkan.

Pernah juga saya lihat seorang atlit sepeda Tour de Indonesia yang memakan pisang sambil tetap bersepeda. Sedangkan kelapa parut yang ditaburi pada laklak pisang juga tak kalah bergizinya. Pernah saya baca, satu sendok makan kelapa parut mengandung 1 gram protein. Jadi, lumayan kan kandungan nutrisi pada selembar laklak pisang ini. Maaf, saya pakai saja istilah selembar, karena bentuknya seperti lembaran…hehehe

Bupati Tabanan Eka Wiryastuti dan Wabup Gede Sanjaya di stand laklak biu Men Bayu

Setiap hari minggu, pelanggan yang datang lebih banyak lagi. Para pesepeda yang kebetulan lewat gowes, mampir ke warung Men Bayu. Pemandangan sepeda yang parkir di sana-sini pun terlihat memenuhi warungnya yang kecil. Pelanggan laklak Men Bayu dari berbagai lapisan masyarakat. Beberapa pegawai pemda sering memesan laklak pisang untuk sebuah acara penting di kantor. Kadang-kadang Men Bayu dan suaminya harus buka pagi-pagi pukul 5, karena memenuhi pesanan yang akan diambil pukul 7 pagi.

Men Bayu dan suaminya sudah semakin tua. Pan Bayu sudah memasuki usia 71 tahun. Men Bayu juga sering sakit. Kadang Pan Bayu sendirian di warungnya melayani pelanggan, karena istrinya butuh istirahat untuk menurunkan tensi. Seperti siang itu, saya hanya bertemu Pan Bayu saat mengambil beberapa foto sambil wawancara.

Agaknya anak-anaknya tidak tertarik melanjutkan usaha kuliner itu. Padahal kalau anaknya mau, mereka bisa menata warung itu agar kelihatan lebih rapi, keren dan artistik. Bisa saja warung kecil itu ditata seperti kafe kopi. Menyediakan laklak pisang sebagai menu utama, dan kopi khas Bali sebagai pendamping menu.

Bukankah banyak kopi khas Bali yang bisa diperkenalkan, jebis robusta atau arabika. Seperti kopi Banyuatis itu, yang sudah melanglang buana ke mana-mana. Ada sebuah warung kecil di jantung kota Tabanan, yang setiap hari dikerubuti puluhan bahkan mungkin ratusan pelanggan setianya. Pemilik warung sukses hanya dengan berjualan kopi sebagai menu utama.

Sedikit menghayal, barangkali suatu ketika kuliner khas Bali seperti: laklak biu, jaje kelepon, jaje gadang, bisa go internasional seperti kue-kue impor yang menjajah kita selama ini. Semoga! [T]

Tags: kue tradisonalkulinerpasarPenebeltabanan
Share266TweetSendShareSend
Previous Post

Pesta Dansa

Next Post

“Harusnya Drama Gong Ne!” – Ulasan Kecil Pementasan Drama Musikal Pan Balang Tamak

Wayan Junaedy

Wayan Junaedy

Lahir dan tinggal di kawasan Taman Margarana, Marga, Tabanan. Suka gowes, suka menulis, suka berteman

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
“Harusnya Drama Gong Ne!” – Ulasan Kecil Pementasan Drama Musikal Pan Balang Tamak

“Harusnya Drama Gong Ne!” - Ulasan Kecil Pementasan Drama Musikal Pan Balang Tamak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co