24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
in Panggung
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

Pertunjukan Wayang Ental di Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Minggu 12 Juli 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih jalan yang berbeda. Boneka-boneka tiga dimensi setinggi sekitar satu meter hadir utuh di atas panggung, dimainkan secara langsung oleh dua dalang dalam sebuah teknik yang mengingatkan pada teater boneka Bunraku dari Jepang, tetapi tetap berakar kuat pada tradisi Bali.

Setiap tokoh digerakkan dengan presisi. Seorang dalang mengendalikan kepala dan kedua tangan, sementara dalang lainnya menghidupkan langkah kaki. Tubuh-tubuh boneka yang terbuat dari anyaman daun ental (lontar) itu bergerak lentur, seolah memiliki napas dan perasaan sendiri. Dari sinilah Wayang Ental menawarkan pengalaman menonton yang berbeda—bukan sekadar menyaksikan sebuah pertunjukan wayang, melainkan melihat sebuah bahasa tubuh yang puitis.

Pertunjukan Wayang Ental oleh Komunitas Kuta Kumara Agung di Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Minggu 12 Juli 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Pengalaman itulah yang memikat penonton dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Minggu 12 Juli 2026. Komunitas Kuta Kumara Agung mempersembahkan karya terbaru mereka, Prekuel Manu Tala: Nanti Dulu, sebuah pertunjukan yang mengolah kerinduan, penyesalan, dan kesempatan menjadi perjalanan emosional yang hening sekaligus menyentuh.

Alih-alih bertumpu pada dialog, kisah dibangun melalui gestur boneka yang menyerupai pantomim. Puisi, lagu, dan komposisi bunyi hadir sebagai lapisan emosional yang memperkuat suasana, tanpa pernah mengambil alih ruang tafsir penonton. Setiap gerak menjadi kalimat, setiap jeda menjadi makna.

Tokoh Manu dan Tala mengajak penonton menelusuri sebuah pertanyaan sederhana yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari: berapa banyak hal yang kita tunda karena merasa waktu masih tersedia? Pertunjukan ini tidak menawarkan jawaban, melainkan menghadirkan pengalaman batin tentang kesempatan yang perlahan menghilang sebelum sempat disadari.


Pertunjukan Wayang Ental oleh Komunitas Kuta Kumara Agung di Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Minggu 12 Juli 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Koordinator pementasan sekaligus pencipta Wayang Ental, Dr. I Gusti Dharma Putra, yang akrab disapa Gung Ade Dalang mengatakan, Manu Tala: Nanti Dulu lahir dari refleksi mengenai kecenderungan manusia menunda mengungkapkan perasaan atau melakukan sesuatu karena percaya masih ada hari esok.

“Mungkin penyesalan bukan lahir karena kehilangan, melainkan karena keyakinan bahwa masih ada waktu. Bahwa selalu ada hari lain untuk berkumpul, tertawa, dan saling hadir. Bahwa selalu ada nanti. Prekuel Manu Tala: Nanti Dulu adalah refleksi tentang kesempatan, membingkai momen yang dibiarkan menguap, hingga akhirnya kita menyadari bahwa yang paling fana bukanlah waktu, melainkan kesempatan,” paparnya.

Sejak pertama kali diperkenalkan dalam Festival Bali Jani tahun 2019, Wayang Ental terus mengalami perkembangan. Pementasan tahun ini menjadi penampilan keempat Komunitas Kuta Kumara Agung setelah sempat terhenti pada masa pandemi. Bagi Gung Ade Dalang, setiap kemunculan di Festival Bali Jani menjadi momentum untuk menghadirkan pembaruan, baik dari sisi medium, bahasa artistik, maupun pendekatan dramatik.


Pertunjukan Wayang Ental oleh Komunitas Kuta Kumara Agung di Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Minggu 12 Juli 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Perubahan paling mencolok tampak pada desain boneka yang kini dibuat lebih kecil, sehingga memungkinkan manipulasi gerak yang lebih realistis dan ekspresif. Sementara itu, struktur cerita bergeser dari pola sebab-akibat menuju eksplorasi psikologis tokoh. Fokus pertunjukan bukan lagi pada apa yang terjadi, melainkan bagaimana peristiwa itu dirasakan.

“Kami lebih tertarik mengeksplorasi perasaan manusia, terutama tentang kerinduan. Target capaian kami memang pengalaman emosional penonton,” ujar Gung Ade Dalang.

Pilihan menggunakan pendekatan nonverbal menjadi salah satu kekuatan artistik pertunjukan ini. Tanpa dialog yang menjelaskan alur secara gamblang, penonton diberi ruang untuk membangun makna melalui pengalaman pribadi masing-masing. Puisi dan musik hadir sebagai penanda suasana, bukan sebagai narator yang mengarahkan tafsir.

Untuk menjaga kualitas permainan, seluruh penggerak Wayang Ental berasal dari kalangan yang memiliki dasar seni pedalangan, mulai dari pelajar SMK Pedalangan, mahasiswa, hingga dalang profesional. Kepekaan mereka terhadap ritme, karakter, dan dramaturgi menjadi fondasi penting dalam menghidupkan setiap boneka.


Pertunjukan Wayang Ental oleh Komunitas Kuta Kumara Agung di Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Minggu 12 Juli 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Produksi berdurasi sekitar satu jam tersebut melibatkan sekitar 76 orang, mencakup pemain, penata musik, penata cahaya, tim artistik, hingga tim produksi. Tahun ini, Komunitas Kuta Kumara Agung juga memperkenalkan sepuluh boneka baru, sehingga kini Wayang Ental memiliki empat jenis bentuk, mulai dari boneka pipih, model Lego, berukuran manusia, hingga versi terbaru yang lebih kecil dan fleksibel.

Meski kisah Manu Tala: Nanti Dulu sepenuhnya merupakan karya fiksi, pengalaman emosional yang dibangunnya terasa begitu dekat dengan realitas kehidupan. Pesan yang diusung pun sederhana, tetapi mengena: jangan membiarkan kata “nanti” menjadi alasan yang merampas kesempatan untuk mengungkapkan kasih sayang, meminta maaf, atau sekadar hadir bagi orang-orang terdekat.

Kurator Festival Seni Bali Jani VIII, I Made Adnyana, menilai Wayang Ental merupakan salah satu contoh bagaimana tradisi dapat terus bertumbuh melalui kreativitas dan keberanian bereksperimen. Karya tersebut selaras dengan semangat Festival Bali Jani sebagai ruang bagi lahirnya bentuk-bentuk seni kontemporer yang berakar pada kebudayaan Bali.


Pertunjukan Wayang Ental oleh Komunitas Kuta Kumara Agung di Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Minggu 12 Juli 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Lebih dari sekadar menghadirkan bentuk wayang yang baru, Wayang Ental menawarkan cara pandang baru terhadap seni pertunjukan. Tradisi tidak diperlakukan sebagai sesuatu yang beku, melainkan sebagai sumber kemungkinan yang terus berkembang. Perpaduan boneka, gerak nonverbal, puisi, musik, tata cahaya, dan visual artistik melahirkan pengalaman estetis yang intim sekaligus reflektif.

Pada akhirnya, Prekuel Manu Tala: Nanti Dulu bukan hanya sebuah tontonan, melainkan sebuah pengingat. Bahwa yang paling mudah hilang bukanlah waktu, melainkan kesempatan. Sering kali, penyesalan lahir justru dari keyakinan bahwa selalu ada hari lain untuk mengatakan, melakukan, atau mencintai.

Di ruang pertunjukan itu, Wayang Ental berhasil mengubah “nanti dulu” menjadi sebuah renungan bersama yakni tentang hidup, tentang kerinduan, dan tentang keberanian untuk tidak lagi menunda.

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Festival Seni Bali Janifestival seni bali jani 2026Komunitas Kuta Kumara Agungwayang ental
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Next Post

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co