3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
in Panggung
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

Pertunjukan Wayang Ental di Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Minggu 12 Juli 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih jalan yang berbeda. Boneka-boneka tiga dimensi setinggi sekitar satu meter hadir utuh di atas panggung, dimainkan secara langsung oleh dua dalang dalam sebuah teknik yang mengingatkan pada teater boneka Bunraku dari Jepang, tetapi tetap berakar kuat pada tradisi Bali.

Setiap tokoh digerakkan dengan presisi. Seorang dalang mengendalikan kepala dan kedua tangan, sementara dalang lainnya menghidupkan langkah kaki. Tubuh-tubuh boneka yang terbuat dari anyaman daun ental (lontar) itu bergerak lentur, seolah memiliki napas dan perasaan sendiri. Dari sinilah Wayang Ental menawarkan pengalaman menonton yang berbeda—bukan sekadar menyaksikan sebuah pertunjukan wayang, melainkan melihat sebuah bahasa tubuh yang puitis.

Pertunjukan Wayang Ental oleh Komunitas Kuta Kumara Agung di Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Minggu 12 Juli 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Pengalaman itulah yang memikat penonton dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Minggu 12 Juli 2026. Komunitas Kuta Kumara Agung mempersembahkan karya terbaru mereka, Prekuel Manu Tala: Nanti Dulu, sebuah pertunjukan yang mengolah kerinduan, penyesalan, dan kesempatan menjadi perjalanan emosional yang hening sekaligus menyentuh.

Alih-alih bertumpu pada dialog, kisah dibangun melalui gestur boneka yang menyerupai pantomim. Puisi, lagu, dan komposisi bunyi hadir sebagai lapisan emosional yang memperkuat suasana, tanpa pernah mengambil alih ruang tafsir penonton. Setiap gerak menjadi kalimat, setiap jeda menjadi makna.

Tokoh Manu dan Tala mengajak penonton menelusuri sebuah pertanyaan sederhana yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari: berapa banyak hal yang kita tunda karena merasa waktu masih tersedia? Pertunjukan ini tidak menawarkan jawaban, melainkan menghadirkan pengalaman batin tentang kesempatan yang perlahan menghilang sebelum sempat disadari.


Pertunjukan Wayang Ental oleh Komunitas Kuta Kumara Agung di Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Minggu 12 Juli 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Koordinator pementasan sekaligus pencipta Wayang Ental, Dr. I Gusti Dharma Putra, yang akrab disapa Gung Ade Dalang mengatakan, Manu Tala: Nanti Dulu lahir dari refleksi mengenai kecenderungan manusia menunda mengungkapkan perasaan atau melakukan sesuatu karena percaya masih ada hari esok.

“Mungkin penyesalan bukan lahir karena kehilangan, melainkan karena keyakinan bahwa masih ada waktu. Bahwa selalu ada hari lain untuk berkumpul, tertawa, dan saling hadir. Bahwa selalu ada nanti. Prekuel Manu Tala: Nanti Dulu adalah refleksi tentang kesempatan, membingkai momen yang dibiarkan menguap, hingga akhirnya kita menyadari bahwa yang paling fana bukanlah waktu, melainkan kesempatan,” paparnya.

Sejak pertama kali diperkenalkan dalam Festival Bali Jani tahun 2019, Wayang Ental terus mengalami perkembangan. Pementasan tahun ini menjadi penampilan keempat Komunitas Kuta Kumara Agung setelah sempat terhenti pada masa pandemi. Bagi Gung Ade Dalang, setiap kemunculan di Festival Bali Jani menjadi momentum untuk menghadirkan pembaruan, baik dari sisi medium, bahasa artistik, maupun pendekatan dramatik.


Pertunjukan Wayang Ental oleh Komunitas Kuta Kumara Agung di Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Minggu 12 Juli 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Perubahan paling mencolok tampak pada desain boneka yang kini dibuat lebih kecil, sehingga memungkinkan manipulasi gerak yang lebih realistis dan ekspresif. Sementara itu, struktur cerita bergeser dari pola sebab-akibat menuju eksplorasi psikologis tokoh. Fokus pertunjukan bukan lagi pada apa yang terjadi, melainkan bagaimana peristiwa itu dirasakan.

“Kami lebih tertarik mengeksplorasi perasaan manusia, terutama tentang kerinduan. Target capaian kami memang pengalaman emosional penonton,” ujar Gung Ade Dalang.

Pilihan menggunakan pendekatan nonverbal menjadi salah satu kekuatan artistik pertunjukan ini. Tanpa dialog yang menjelaskan alur secara gamblang, penonton diberi ruang untuk membangun makna melalui pengalaman pribadi masing-masing. Puisi dan musik hadir sebagai penanda suasana, bukan sebagai narator yang mengarahkan tafsir.

Untuk menjaga kualitas permainan, seluruh penggerak Wayang Ental berasal dari kalangan yang memiliki dasar seni pedalangan, mulai dari pelajar SMK Pedalangan, mahasiswa, hingga dalang profesional. Kepekaan mereka terhadap ritme, karakter, dan dramaturgi menjadi fondasi penting dalam menghidupkan setiap boneka.


Pertunjukan Wayang Ental oleh Komunitas Kuta Kumara Agung di Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Minggu 12 Juli 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Produksi berdurasi sekitar satu jam tersebut melibatkan sekitar 76 orang, mencakup pemain, penata musik, penata cahaya, tim artistik, hingga tim produksi. Tahun ini, Komunitas Kuta Kumara Agung juga memperkenalkan sepuluh boneka baru, sehingga kini Wayang Ental memiliki empat jenis bentuk, mulai dari boneka pipih, model Lego, berukuran manusia, hingga versi terbaru yang lebih kecil dan fleksibel.

Meski kisah Manu Tala: Nanti Dulu sepenuhnya merupakan karya fiksi, pengalaman emosional yang dibangunnya terasa begitu dekat dengan realitas kehidupan. Pesan yang diusung pun sederhana, tetapi mengena: jangan membiarkan kata “nanti” menjadi alasan yang merampas kesempatan untuk mengungkapkan kasih sayang, meminta maaf, atau sekadar hadir bagi orang-orang terdekat.

Kurator Festival Seni Bali Jani VIII, I Made Adnyana, menilai Wayang Ental merupakan salah satu contoh bagaimana tradisi dapat terus bertumbuh melalui kreativitas dan keberanian bereksperimen. Karya tersebut selaras dengan semangat Festival Bali Jani sebagai ruang bagi lahirnya bentuk-bentuk seni kontemporer yang berakar pada kebudayaan Bali.


Pertunjukan Wayang Ental oleh Komunitas Kuta Kumara Agung di Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Minggu 12 Juli 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Lebih dari sekadar menghadirkan bentuk wayang yang baru, Wayang Ental menawarkan cara pandang baru terhadap seni pertunjukan. Tradisi tidak diperlakukan sebagai sesuatu yang beku, melainkan sebagai sumber kemungkinan yang terus berkembang. Perpaduan boneka, gerak nonverbal, puisi, musik, tata cahaya, dan visual artistik melahirkan pengalaman estetis yang intim sekaligus reflektif.

Pada akhirnya, Prekuel Manu Tala: Nanti Dulu bukan hanya sebuah tontonan, melainkan sebuah pengingat. Bahwa yang paling mudah hilang bukanlah waktu, melainkan kesempatan. Sering kali, penyesalan lahir justru dari keyakinan bahwa selalu ada hari lain untuk mengatakan, melakukan, atau mencintai.

Di ruang pertunjukan itu, Wayang Ental berhasil mengubah “nanti dulu” menjadi sebuah renungan bersama yakni tentang hidup, tentang kerinduan, dan tentang keberanian untuk tidak lagi menunda.

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Festival Seni Bali Janifestival seni bali jani 2026Komunitas Kuta Kumara Agungwayang ental
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Next Post

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co