6 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

Isran Kamal by Isran Kamal
April 27, 2026
in Esai
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Isran Kamal

SETIAP kali angka besar muncul di ruang publik, reaksi yang mengikuti hampir selalu serupa, yakni cepat, emosional, dan penuh kecurigaan. Belakangan, sorotan terhadap anggaran besar dalam program MBG yang dikelola BGN kembali memicu gelombang respons tersebut. Potongan angka beredar luas di media sosial, diikuti komentar tajam, kritik keras, hingga kesimpulan yang ditarik dengan sangat cepat bahkan sebelum banyak orang benar-benar memahami struktur dan konteks anggaran itu sendiri.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru, melainkan cerminan dari pola yang lebih dalam tentang bagaimana publik memproses informasi. Ketika berhadapan dengan sesuatu yang terasa besar dan kompleks, respons emosional sering kali muncul lebih cepat daripada upaya memahami secara utuh.

Namun demikian, penting untuk diakui bahwa reaksi publik dalam kasus ini tidak sepenuhnya tanpa dasar. Sejumlah pertanyaan terhadap besaran, struktur, dan prioritas anggaran memang layak diajukan. Dalam konteks ini, pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah anggaran tersebut tepat atau tidak, tetapi juga mengapa angka besar hampir selalu memicu reaksi yang begitu cepat dan intens.

Program MBG yang dikelola oleh BGN menjadi salah satu contoh paling aktual. Besaran anggaran yang beredar di ruang publik dengan cepat menjadi titik fokus utama, sering kali terlepas dari detail implementasi, tujuan program, maupun struktur pembiayaannya. Diskursus yang muncul pun cenderung berpusat pada satu hal yakni, angka yang dianggap terlalu besar, tanpa selalu diiringi upaya memahami bagaimana angka tersebut dibentuk dan dialokasikan.

Dalam banyak kasus, angka tersebut kemudian berfungsi sebagai simbol bukan hanya tentang besaran anggaran, tetapi juga tentang bagaimana publik memandang pengelolaan kebijakan secara keseluruhan.

Di sisi lain, reaksi publik terhadap besaran anggaran ini tidak bisa dilepaskan dari konteks yang lebih luas, yaitu adanya persepsi trade-off dalam penggunaan anggaran negara. Banyak masyarakat melihat bahwa peningkatan alokasi untuk program tertentu sering kali diiringi dengan penyesuaian atau bahkan pengurangan pada sektor lain yang juga dianggap mendesak, seperti pendidikan, kesehatan, atau layanan publik dasar.

Dalam kerangka ini, persoalan tidak lagi sekadar tentang angka yang besar, tetapi tentang prioritas. Ketika publik merasa bahwa alokasi tersebut tidak sejalan dengan urgensi kebutuhan yang mereka rasakan, respons emosional menjadi lebih kuat, dan ketidakpercayaan terhadap institusi pun semakin menguat.

Psikologi Reaksi Publik

Salah satu pemicu utama reaksi cepat terhadap isu anggaran adalah sifat angka itu sendiri. Ketika publik dihadapkan pada nominal yang sangat besar, respons yang muncul sering kali bukan pemahaman, melainkan emosi. Dalam psikologi kognitif, manusia cenderung kesulitan memproses angka dalam skala besar secara intuitif. Akibatnya, angka lebih sering “dirasakan” daripada benar-benar dipahami, terutama ketika dikaitkan dengan isu yang menyentuh kepentingan publik secara langsung.

Namun, emosi terhadap angka dan prioritas ini juga dipengaruhi oleh faktor yang lebih dalam, yaitu kepercayaan atau lebih tepatnya, ketidakpercayaan. Ketika tingkat trust terhadap institusi berada pada level rendah, setiap kebijakan baru cenderung dibaca dengan kacamata skeptis. Dalam kondisi seperti ini, anggaran besar tidak lagi dilihat semata sebagai kebutuhan program, tetapi sebagai sesuatu yang berpotensi bermasalah. Reaksi ini tidak sepenuhnya irasional, melainkan terbentuk dari akumulasi pengalaman kolektif yang membentuk ekspektasi publik terhadap bagaimana kebijakan dikelola.

Dalam situasi distrust, informasi yang belum lengkap cenderung langsung diarahkan pada asumsi terburuk, terutama ketika kebijakan tersebut menyentuh kebutuhan yang dianggap lebih mendesak oleh publik.

Selain itu, ada faktor kognitif lain yang tak kalah penting, yaitu ilusi memahami. Banyak orang merasa sudah cukup mengerti suatu isu hanya karena telah membaca beberapa potongan informasi, headline berita, cuplikan angka, atau opini di media sosial. Dalam psikologi, ini dikenal sebagai illusion of explanatory depth, yaitu keyakinan bahwa kita memahami sesuatu lebih dalam daripada yang sebenarnya kita pahami.

Kondisi ini membuat diskusi publik terasa penuh kepastian, meskipun sering kali belum ditopang oleh pemahaman yang utuh terhadap kompleksitas kebijakan.

Substansi Kebijakan dan Kualitas Respons Publik

Jika ditarik lebih dalam, polemik ini tidak bisa dilepaskan dari dua hal yang saling memiliki keterkaitan, yaitu, substansi kebijakan itu sendiri dan bagaimana publik meresponsnya. Dalam kasus seperti MBG, pertanyaan terhadap besaran anggaran, prioritas, serta dampaknya terhadap sektor lain merupakan hal yang wajar, bahkan diperlukan sebagai bagian dari fungsi kontrol publik. Reaksi keras yang muncul tidak lahir tanpa alasan, melainkan dari kekhawatiran yang cukup konkret tentang arah kebijakan.

Namun, di saat yang sama, kualitas respons publik turut menentukan apakah kritik tersebut mampu berkembang menjadi evaluasi yang konstruktif atau berhenti sebagai reaksi sesaat.

Dalam konteks ini, perdebatan sering kali bergeser dari evaluasi kebijakan menjadi persoalan kepercayaan. Ketika trust terhadap institusi rendah, setiap penjelasan cenderung dipandang dengan kecurigaan. Hal ini dapat dimengerti, terutama jika publik memiliki pengalaman sebelumnya yang membentuk ekspektasi negatif. Namun konsekuensinya, bahkan informasi yang valid sekalipun bisa sulit diterima jika tidak disertai dengan pemulihan kepercayaan yang memadai.

Di sinilah interaksi antara kualitas kebijakan dan kualitas respons publik menjadi penting. Kebijakan yang kurang transparan memperkuat kecurigaan, sementara respons yang terlalu reaktif dapat mengurangi ketajaman kritik itu sendiri.

Kritik atau Sinisme berbalut Sarkas?

Di tengah dinamika ini, penting untuk membedakan antara kritik yang sehat dan sinisme yang melelahkan. Dalam konteks kebijakan yang memang memunculkan pertanyaan dan kejanggalan, kritik publik bukan hanya wajar, tetapi juga diperlukan sebagai bagian dari fungsi kontrol terhadap kekuasaan. Kritik lahir dari kepedulian yang mendorong pertanyaan, menguji argumen, dan menuntut perbaikan dengan dasar yang jelas.

Namun, tidak semua bentuk kritik bergerak ke arah yang sama. Ketika kritik bergeser menjadi sinisme, ruang dialog mulai menyempit. Sinisme cenderung berangkat dari asumsi bahwa apa pun yang dilakukan pasti salah, sehingga fokusnya tidak lagi pada memahami, melainkan pada mengafirmasi kecurigaan.

Dalam jangka pendek, sikap ini mungkin terasa seperti kewaspadaan. Namun dalam jangka panjang, justru akan berisiko mengikis kemampuan untuk menilai secara jernih termasuk membedakan mana kritik yang kuat dan mana yang sekadar reaksi.

Kritik yang kuat tidak hanya ditentukan oleh keberanian untuk bersuara, tetapi juga oleh ketepatan dalam memahami apa yang dikritik.

Pada akhirnya, kualitas percakapan publik akan sangat menentukan arah kebijakan. Kritik yang tajam, proporsional, dan berbasis pemahaman tidak hanya menjaga akuntabilitas, tetapi juga memperkuat posisi publik itu sendiri. Tantangannya bukan pada apakah kita perlu bersuara, tetapi bagaimana memastikan suara tersebut benar-benar membawa kejelasan, bukan sekadar memperkuat kebisingan yang sudah ada. [T]

Tags: makanan bergiziPsikologi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Orang Bali Terpapar Jadi Pasukan Payuk Jakan & Cicing Borosan

Next Post

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

Isran Kamal

Isran Kamal

Dosen Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis

by Agung Sudarsa
August 6, 2026
0
Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis

Dampak Pembangunan Brutal dan Ugal-ugalan, Ledakan Kendaraan Tanpa Jeda, atau Buruknya Transportasi Umum? "Sanur makin macet, namun kenapa fasilitas wisata...

Read moreDetails

Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi

by Arief Rahzen
August 6, 2026
0
Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi

COBA hentikan sejenak geseran jempol Anda di atas layar gawai. Di luar sana, dunia hari ini bergerak dalam ritme yang...

Read moreDetails

Menjadi Lebih “Sakti” di Luar Jembrana

by Angga Wijaya
August 6, 2026
0
Menjadi Lebih “Sakti” di Luar Jembrana

KALIMAT itu masih saya ingat dengan jelas. Mendiang Bang D.S. Putra mengucapkannya suatu sore, ketika kami berbincang santai bersama beberapa...

Read moreDetails

Pertemuan Rutin, Agenda Lama: Pilkada Lewat DPRD, Lagi

by Luthfi Hasanal Bolqiah
August 5, 2026
0
Sepiring Nasi, Sekeping Legitimasi

PERTEMUAN itu seharusnya selesai sebagai berita protokoler. Pada Senin, 3 Agustus 2026, jajaran pimpinan MPR datang ke Istana Kepresidenan. Mereka...

Read moreDetails

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

by Sugi Lanus
August 4, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

Read moreDetails

Presiden di Dalam Kepala Saya

by Angga Wijaya
August 3, 2026
0
Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

Read moreDetails

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

by Chusmeru
August 3, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

Read moreDetails

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails
Next Post
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis
Esai

Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis

Dampak Pembangunan Brutal dan Ugal-ugalan, Ledakan Kendaraan Tanpa Jeda, atau Buruknya Transportasi Umum? "Sanur makin macet, namun kenapa fasilitas wisata...

by Agung Sudarsa
August 6, 2026
Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi
Esai

Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi

COBA hentikan sejenak geseran jempol Anda di atas layar gawai. Di luar sana, dunia hari ini bergerak dalam ritme yang...

by Arief Rahzen
August 6, 2026
Menjadi Lebih “Sakti” di Luar Jembrana
Esai

Menjadi Lebih “Sakti” di Luar Jembrana

KALIMAT itu masih saya ingat dengan jelas. Mendiang Bang D.S. Putra mengucapkannya suatu sore, ketika kami berbincang santai bersama beberapa...

by Angga Wijaya
August 6, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kencan Pertama di Kafe Pinggir Sungai

KENCAN pertama untuk sebagian besar orang dianggap sesuatu yang mendebarkan. Begitu pun yang dirasakan Heru Pambudi dan Tuty Rosdiana. Belum...

by Chusmeru
August 6, 2026
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur
Ulas Musik

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
Sepiring Nasi, Sekeping Legitimasi
Esai

Pertemuan Rutin, Agenda Lama: Pilkada Lewat DPRD, Lagi

PERTEMUAN itu seharusnya selesai sebagai berita protokoler. Pada Senin, 3 Agustus 2026, jajaran pimpinan MPR datang ke Istana Kepresidenan. Mereka...

by Luthfi Hasanal Bolqiah
August 5, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin
Khas

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co