7 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026
in Esai
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

Ilustrasi tatkala.co | Canva

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan Indonesia, melalui release beritanya, Kemendikdasmen Abdul Mu’ti pada 1 April 2026, menetapkan April sebagai  Bulan  Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan. Dalam release-nya, Kemendikdasmen menyebutkan Bulan Pemberdayaan Perempuan adalah gerakan kolaboratif yang dicanangkan dengan mengambil semangat perjuangan Kartini berfokus pada penguatan kesetaraan gender, pendidikan, dan peningkatan literasi untuk membekali perempuan agar mampu berpartisipasi penuh dalam berbagai bidang pembangunan.

Dengan menjadikan April sebagai Bulan Pemberdayaan Perempuan, makin lengkaplah jejak Menteri sebelumnya yang menetapkan Mei sebagai Bulan Pendidikan oleh Anies Baswedan dan Bulan Merdeka Belajar oleh Nadiem Makarim. Sebelumnya, pada zaman Orde Baru, Mei juga ditetapkan sebagai Bulan Buku Nasional. Makin banyak pula ritual kebangsaan dari April menuju Mei. Kita membentangkan karpet merah untuk para pejabat melakukan serimonial. Kadang-kadang serimonial yang formalitas sering menutup substansi yang sesungguhnya. Serimonial menjadi panggung para pejabat, sedangkan substansi ada di ruang sunyi sepi tanpa tepi. Kadang-kadang tidak terlihat, lebih-lebih di dunia Pendidikan yang tidak menjanjikan rujak yang pedasnya langsung dirasakan begitu digigit. Pendidikan adalah investasi jangka panjang, bukan investasi lalah tabia.

Dalam konteks Pendidikan, menjadikan April sebagai Bulan Pemberdayaan Perempuan adalah strategi literasi yang perlu terus diasah dan digemakan. Karpet merah untuk mendorong penerbitan buku karya perempuan atau tema perempuan adalah sebuah kebutuhan. Target keterwakilan 30 % perempuan di lembaga pemerintah perlu terus didorong.

Dalam konteks Bali, peran strategis perempuan sudah mulai sejak dulu. Indikatornya, peran laki-laki sudah banyak diambil alih perempuan Bali, misalnya Sekaa Gong dan Sekaa Shanti. Kini, urusan  ngelawar, mencari bahan, membuat banten, ngaturang banten, ngayah mangigel juga sudah biasa dilakukan perempuan Bali. Pidan mapayas ? Tidak pernah terlewatkan dalam setiap momen. Perempuan Bali kini tetap tampil modis merawat tubuh, di tengah kesibukannya. Tanda mereka cerdas berbudaya di tengah tekanan dan himpitan hidup.

Semua itu mengingatkan saya pada puisi, “Perempuan-Perempuan Perkasa” karya Hartoyo Andangjaya. Bait terakhir dari tiga bait puisinya, ia menulis : “…Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta/siapakah mereka…/Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa/akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota…/Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa…//

Jika melihat dari posisi Hartojo Andangdjaya sebagai tokoh Angkatan 66 dalam Sastra Indonesia, maka Bulan Pemberdayaan Perempuan yang dicanangkan Abdul Mu’ti pada 1 April 2026 terasa hambar. Tanpa diformalkan dengan nama Bulan Pemberdayaan Perempuan, perempuan-perempuan desa sudah memberdayakan diri untuk anak dan keluarga, demi sesuap nasi. Perempuan-perempuan desa tidak perlu karpet merah untuk bisa bergerak. Badan otomatisnya bergerak mengeja hidup yang berakar di tanah tandus. Namun, cinta kasihnya bergerak melampaui desanya sendiri. Cinta kasihnya tak terhingga merawat anak negeri di tengah segala keterbatasan.

Bulan Pemberdayaan Perempuan sesungguhnya terhubung dengan Bulan  Pendidikan/Bulan Merdeka Belajar sepanjang bulan Mei. Jika diandaikan Raden Ajeng Kartini sebagai seorang ibu bagi anak negeri, ialah pendidik pertama dan utama dalam pemerolehan bahasa sebagai jembatan komunikasi. Dalam konteks ini, komunikasi tidak saja terhubung secara sosial (fungsi fatik Bahasa), tetapi juga dengan asupan spirit individu untuk mengisi diri secara memadai membangun kepekaan rasa. Tugas ibu negara dengan inspirasi Kartini sudah diperkuat oleh Chairil Anwar yang wafatnya pada 28 April 1949. Kita tak bisa melupakan Chairil Anwar ketika Bulan Pemberdayaan Perempuan digelar. Chairil Anwar menyiapkan sarana komunikasi dengan puisi-puisi berjiwa untuk penyemangat perjuangan perempuan tetapi tidak lupa mohon restu pada Tuhan, “Di pintu-Mu aku mengetuk”.

Chairil Anwar memuliakan kaum perempuan melalui puisi-puisinya, antara lain Sajak Putih : Buat Tunanganku Mirat, Dengan Mirat, Mirat Muda, Chairil Muda, Hampa (kepada Sri yang selalu sangsi), Senja di Pelabuhan Kecil (buat Sri Ayati),  Ida, Kenangan (untuk Karinah Moordjono), Dari Dia (buat K), Cerita Buat Dian Tamaela, Tuti Artic, Ina Mia, Buat Gadis Rasyid, Buat Nyonya N.

Puisi sebagai alat perjuangan bagi Chairil Anwar telah memberikan asupan kosa kata yang memadai bagi kaum perempuan. Perempuan pembaca puisi Chairil Anwar dapat merenungkan bagai mana cinta berlabuh sebagai laut yang tidak mudah ditaklukkan. Ada permainan, keceriaan, tetapi juga ada ketakutan dan bahaya ombak yang menggulung. Kepada Chairil Anwar, perempuan berguru bagaimana kata-kata liar dijinakkan lalu diringkas menjadi puisi. Namun, kaum laki bisa berguru kepada Kartini menemukan titik terang di goa gelap (dark continent) sebagaimana dicetuskan Sigmund Freud terhadap perempuan.

Dengan menjadikan puisi-puisi Chairil Anwar sebagai penyemangat bagi perjuangan perempuan, sesungguhnya Bulan Pemberdayaan Perempuan sepanjang April dapat diperkuat kembali melalui  Bulan Pendidikan/Bulan Merdeka Belajar/Bulan Buku Nasional sepanjang Mei. Beranalogi pada pendekatan pembelajaran mendalam, pemanggungan perempuan sepanjang April adalah hal yang menyenangkan dilakukan dengan penuh kesadaran dan bermakna. Pada Bulan Pendidikan dengan Merdeka Belajar diperdalam melalui kajian sesuai dengan semangat Bulan Buku Nasional, dengan puncaknya pada Hari Buku Nasional setiap 17 Mei. Penguatan literasi tiada henti walaupun pemimpin berubah. Program Literasi tidak boleh goyah karena dari situlah cikal bakal kecerdasan disemaikan.

Dengan hadirnya Bulan Pemberdayaan Perempuan dilanjutkan dengan Bulan Pendidikan, seyogyanya pemahaman arti Pendidikan dalam memanusiakan manusia makin bermutu, dengan pondasi kuat di keluarga berkat didikan cinta kasih ibu ditopang kekuatan sang ayah. Di sekolah, pendidikan bermutu untuk semua dilakukan secara berkelanjutan. Ki Hadjar Dewantara menyebut kontinuitas dalam ajaran Trikonnya. [T]

Tags: PendidikanPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

Next Post

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain —Mengapa Begitu?

by I Gede Janitra Rad Winatha
June 6, 2026
0
Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain —Mengapa Begitu?

JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan...

Read moreDetails

Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 

by I Nyoman Tingkat
June 6, 2026
0
Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 

ANTARA Bung Karnodan Chairil Anwar adalah Bung Sjahrir. Chairil Anwar sebagai pengarang berhasil mengintip dan menguntit Bung Sjahrir untuk mengorek...

Read moreDetails

Niels Bohr, Spiritualitas, dan Pancakosha: Ketika Fisika Kuantum Bertemu Kebijaksanaan Timur

by Agung Sudarsa
June 6, 2026
0
Niels Bohr, Spiritualitas, dan Pancakosha: Ketika Fisika Kuantum Bertemu Kebijaksanaan Timur

Niels Bohr dan Kerendahan Hati di Hadapan Misteri DALAM sejarah sains modern, nama Niels Bohr sering dikaitkan dengan lahirnya mekanika...

Read moreDetails

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

by I Wayan Artika
June 5, 2026
0
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Di tengah gempuran media sosial,  kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu...

Read moreDetails

Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

by Agung Sudarsa
June 5, 2026
0
Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

Matematikawan yang Menolak Realitas Sekadar Mesin Roger Penrose bukan sekadar fisikawan biasa. Ia adalah salah satu ilmuwan yang berani melampaui...

Read moreDetails

Menonton Pemimpin yang ‘Adigang, Adigung, Adiguna’

by Chusmeru
June 5, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

GAMBARAN sosok pemimpin dari masa ke masa selalu berubah seiring dengan dinamika masyarakatnya. Dahulu kala, pemimpin di Indonesia sarat dengan...

Read moreDetails

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
0
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

Read moreDetails

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

by Angga Wijaya
June 4, 2026
0
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

Read moreDetails

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails
Next Post
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga
Puisi

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

by Angga Wijaya
June 6, 2026
Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali
Lingkungan

Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan bersama WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, CTI-CFF, Coral Triangle Center, Yayasan Pesisir Lestari, dan Coca-Cola Europacific...

by Nyoman Budarsana
June 6, 2026
Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain —Mengapa Begitu?
Esai

Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain —Mengapa Begitu?

JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan...

by I Gede Janitra Rad Winatha
June 6, 2026
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA
Khas

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
Pameran Tabula Rasa Vol 3, Ruang Tumbuh yang Menjaga Nyala Kreativitas Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UPMI Bali
Pameran

Pameran Tabula Rasa Vol 3, Ruang Tumbuh yang Menjaga Nyala Kreativitas Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UPMI Bali

DI salah satu sudut ruang pamer lantai dasar gedung Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali, sebuah lukisan terpajang dalam bingkai...

by Dede Putra Wiguna
June 6, 2026
Talkshow Virtual YLAI dan Penerbit Pelangi: Literasi Lingkungan Anak, Peduli Bumi Sejak Dini
Pendidikan

Talkshow Virtual YLAI dan Penerbit Pelangi: Literasi Lingkungan Anak, Peduli Bumi Sejak Dini

PERINGATAN Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan anak di Indonesia. Melalui kolaborasi antara Yayasan...

by tatkala
June 6, 2026
Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 
Esai

Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 

ANTARA Bung Karnodan Chairil Anwar adalah Bung Sjahrir. Chairil Anwar sebagai pengarang berhasil mengintip dan menguntit Bung Sjahrir untuk mengorek...

by I Nyoman Tingkat
June 6, 2026
‘Temurun Warsa’, Tradisi Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu yang Menjelma dalam Tabuh Kreasi Baleganjur
Panggung

‘Temurun Warsa’, Tradisi Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu yang Menjelma dalam Tabuh Kreasi Baleganjur

DI Desa Adat Pecatu, hujan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa alam. Ia adalah harapan, doa, sekaligus sumber kehidupan yang dinantikan...

by Dede Putra Wiguna
June 6, 2026
Cerita Rakyat Sebagai Identitas
Khas

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

by I Wayan Artika
June 6, 2026
Niels Bohr, Spiritualitas, dan Pancakosha: Ketika Fisika Kuantum Bertemu Kebijaksanaan Timur
Esai

Niels Bohr, Spiritualitas, dan Pancakosha: Ketika Fisika Kuantum Bertemu Kebijaksanaan Timur

Niels Bohr dan Kerendahan Hati di Hadapan Misteri DALAM sejarah sains modern, nama Niels Bohr sering dikaitkan dengan lahirnya mekanika...

by Agung Sudarsa
June 6, 2026
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane
Cerpen

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co