6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026
in Esai
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

Ilustrasi tatkala.co | Canva

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan Indonesia, melalui release beritanya, Kemendikdasmen Abdul Mu’ti pada 1 April 2026, menetapkan April sebagai  Bulan  Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan. Dalam release-nya, Kemendikdasmen menyebutkan Bulan Pemberdayaan Perempuan adalah gerakan kolaboratif yang dicanangkan dengan mengambil semangat perjuangan Kartini berfokus pada penguatan kesetaraan gender, pendidikan, dan peningkatan literasi untuk membekali perempuan agar mampu berpartisipasi penuh dalam berbagai bidang pembangunan.

Dengan menjadikan April sebagai Bulan Pemberdayaan Perempuan, makin lengkaplah jejak Menteri sebelumnya yang menetapkan Mei sebagai Bulan Pendidikan oleh Anies Baswedan dan Bulan Merdeka Belajar oleh Nadiem Makarim. Sebelumnya, pada zaman Orde Baru, Mei juga ditetapkan sebagai Bulan Buku Nasional. Makin banyak pula ritual kebangsaan dari April menuju Mei. Kita membentangkan karpet merah untuk para pejabat melakukan serimonial. Kadang-kadang serimonial yang formalitas sering menutup substansi yang sesungguhnya. Serimonial menjadi panggung para pejabat, sedangkan substansi ada di ruang sunyi sepi tanpa tepi. Kadang-kadang tidak terlihat, lebih-lebih di dunia Pendidikan yang tidak menjanjikan rujak yang pedasnya langsung dirasakan begitu digigit. Pendidikan adalah investasi jangka panjang, bukan investasi lalah tabia.

Dalam konteks Pendidikan, menjadikan April sebagai Bulan Pemberdayaan Perempuan adalah strategi literasi yang perlu terus diasah dan digemakan. Karpet merah untuk mendorong penerbitan buku karya perempuan atau tema perempuan adalah sebuah kebutuhan. Target keterwakilan 30 % perempuan di lembaga pemerintah perlu terus didorong.

Dalam konteks Bali, peran strategis perempuan sudah mulai sejak dulu. Indikatornya, peran laki-laki sudah banyak diambil alih perempuan Bali, misalnya Sekaa Gong dan Sekaa Shanti. Kini, urusan  ngelawar, mencari bahan, membuat banten, ngaturang banten, ngayah mangigel juga sudah biasa dilakukan perempuan Bali. Pidan mapayas ? Tidak pernah terlewatkan dalam setiap momen. Perempuan Bali kini tetap tampil modis merawat tubuh, di tengah kesibukannya. Tanda mereka cerdas berbudaya di tengah tekanan dan himpitan hidup.

Semua itu mengingatkan saya pada puisi, “Perempuan-Perempuan Perkasa” karya Hartoyo Andangjaya. Bait terakhir dari tiga bait puisinya, ia menulis : “…Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta/siapakah mereka…/Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa/akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota…/Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa…//

Jika melihat dari posisi Hartojo Andangdjaya sebagai tokoh Angkatan 66 dalam Sastra Indonesia, maka Bulan Pemberdayaan Perempuan yang dicanangkan Abdul Mu’ti pada 1 April 2026 terasa hambar. Tanpa diformalkan dengan nama Bulan Pemberdayaan Perempuan, perempuan-perempuan desa sudah memberdayakan diri untuk anak dan keluarga, demi sesuap nasi. Perempuan-perempuan desa tidak perlu karpet merah untuk bisa bergerak. Badan otomatisnya bergerak mengeja hidup yang berakar di tanah tandus. Namun, cinta kasihnya bergerak melampaui desanya sendiri. Cinta kasihnya tak terhingga merawat anak negeri di tengah segala keterbatasan.

Bulan Pemberdayaan Perempuan sesungguhnya terhubung dengan Bulan  Pendidikan/Bulan Merdeka Belajar sepanjang bulan Mei. Jika diandaikan Raden Ajeng Kartini sebagai seorang ibu bagi anak negeri, ialah pendidik pertama dan utama dalam pemerolehan bahasa sebagai jembatan komunikasi. Dalam konteks ini, komunikasi tidak saja terhubung secara sosial (fungsi fatik Bahasa), tetapi juga dengan asupan spirit individu untuk mengisi diri secara memadai membangun kepekaan rasa. Tugas ibu negara dengan inspirasi Kartini sudah diperkuat oleh Chairil Anwar yang wafatnya pada 28 April 1949. Kita tak bisa melupakan Chairil Anwar ketika Bulan Pemberdayaan Perempuan digelar. Chairil Anwar menyiapkan sarana komunikasi dengan puisi-puisi berjiwa untuk penyemangat perjuangan perempuan tetapi tidak lupa mohon restu pada Tuhan, “Di pintu-Mu aku mengetuk”.

Chairil Anwar memuliakan kaum perempuan melalui puisi-puisinya, antara lain Sajak Putih : Buat Tunanganku Mirat, Dengan Mirat, Mirat Muda, Chairil Muda, Hampa (kepada Sri yang selalu sangsi), Senja di Pelabuhan Kecil (buat Sri Ayati),  Ida, Kenangan (untuk Karinah Moordjono), Dari Dia (buat K), Cerita Buat Dian Tamaela, Tuti Artic, Ina Mia, Buat Gadis Rasyid, Buat Nyonya N.

Puisi sebagai alat perjuangan bagi Chairil Anwar telah memberikan asupan kosa kata yang memadai bagi kaum perempuan. Perempuan pembaca puisi Chairil Anwar dapat merenungkan bagai mana cinta berlabuh sebagai laut yang tidak mudah ditaklukkan. Ada permainan, keceriaan, tetapi juga ada ketakutan dan bahaya ombak yang menggulung. Kepada Chairil Anwar, perempuan berguru bagaimana kata-kata liar dijinakkan lalu diringkas menjadi puisi. Namun, kaum laki bisa berguru kepada Kartini menemukan titik terang di goa gelap (dark continent) sebagaimana dicetuskan Sigmund Freud terhadap perempuan.

Dengan menjadikan puisi-puisi Chairil Anwar sebagai penyemangat bagi perjuangan perempuan, sesungguhnya Bulan Pemberdayaan Perempuan sepanjang April dapat diperkuat kembali melalui  Bulan Pendidikan/Bulan Merdeka Belajar/Bulan Buku Nasional sepanjang Mei. Beranalogi pada pendekatan pembelajaran mendalam, pemanggungan perempuan sepanjang April adalah hal yang menyenangkan dilakukan dengan penuh kesadaran dan bermakna. Pada Bulan Pendidikan dengan Merdeka Belajar diperdalam melalui kajian sesuai dengan semangat Bulan Buku Nasional, dengan puncaknya pada Hari Buku Nasional setiap 17 Mei. Penguatan literasi tiada henti walaupun pemimpin berubah. Program Literasi tidak boleh goyah karena dari situlah cikal bakal kecerdasan disemaikan.

Dengan hadirnya Bulan Pemberdayaan Perempuan dilanjutkan dengan Bulan Pendidikan, seyogyanya pemahaman arti Pendidikan dalam memanusiakan manusia makin bermutu, dengan pondasi kuat di keluarga berkat didikan cinta kasih ibu ditopang kekuatan sang ayah. Di sekolah, pendidikan bermutu untuk semua dilakukan secara berkelanjutan. Ki Hadjar Dewantara menyebut kontinuitas dalam ajaran Trikonnya. [T]

Tags: PendidikanPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

Next Post

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails
Next Post
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co