17 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Orang Bali Terpapar Jadi Pasukan Payuk Jakan & Cicing Borosan

Sugi Lanus by Sugi Lanus
April 27, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus


— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 April 2027

Lihatlah berbagai kejadian orang Bali cekcok, adu mulut terbuka, saling berhadapan-hadapan, berkelahi sangat menyedikan, semua gara-gara investor.

Peristiwa ini adalah jerit suara alarm karena kompas moral di Bali telah menghadapi stagnasi.

Masih banyak orang Bali bergeleng tidak percaya, penuh penyangkalan, berpikir yang cekcok dan berhadap-hadapan demi perut itu mungkin bukan orang Bali. Penyangkalan ini berbahaya.

Pasukan Payuk Jakan: Siap Berkelahi dengan Nyama (Saudara Sendiri) Demi Isi Perut

“Payuk Jakan” secara harfiah adalah “periuk” (payuk) dan “jakan” (penanak nasi) atau alat masak nasi orang Bali. Pasukan Payuk Jakan adalah ungkapan untuk menggambarkan sekelompok orang yang bergerak, beraksi, atau mendukung satu pihak atau kepentingan tertentu semata-mata karena didorong oleh kebutuhan perut atau uang (materi).

Mungkin karena kepepet kebutuhan atau demi bertahan hidup, atau bisa jadi memang hatinya sudah bebal. Pasukan Payuk Jakan adalah kelompok yang memilih posisi jadi pembela kepentingan demi uang atau penghasilan tidak didasarkan pada logika, wiweka (kebijaksanaan/hati nurani), atau kecintaan pada tanah kelahiran. Bagi mereka, “Tri Hita Karana” atau “Sadkrtih” hanyalah slogan, sementara “isi payuk jakan” adalah kenyataan. Jika ada investor yang memberi suap atau bayaran, mereka akan membela, meski investor tersebut merusak tatanan adat dan lingkungan alam Bali.

Cicing Borosan: Anjing Penggonggong Tanpa Nurani

Senada dengan itu, ada ungkapan yang lebih kasar namun terasa lebih mewakili situasi kekinian Bali: “Cicing Borosan”. Ini artinya “anjing berburu” yang menyalak dan menggonggong demi jatah makan pemberian majikan.

Bayangkan seekor anjing peliharaan yang disuruh menyalak dan mengejar sasaran oleh majikannya. Anjing tersebut tidak peduli siapa yang dikejar, apakah itu benar atau salah. Anjing itu bergerak hanya karena terikat, tunduk, dan demi makanan harian yang diberikan pemajikannya.

Cicing borosan adalah simbol manuver kelompok yang menyerang pihak-pihak yang kritis terhadap perusakan lingkungan hidup. Mereka juga adalah para membela pejabat yang tidak berpihak pada rakyat kecil, asalkan mendapat imbalan harian dari pemodal. Mereka adalah “alat” yang hilang hati nuraninya.

“Cicing borosan” ini bekerja di alam nyata sebagai sosok yang pasang badan di tengah proyek besar, atau mereka yang menjadi buzzer siluman di alam sosmed yang kerjanya membela pejabat atau penguasa tanpa peduli benar atau salah sepak terjang penguasa yang dibelanya. Dalilnya sederhana: “Serang dan bela. Yang penting transfer masuk. Benar atau salah yang dibela tidak perlu dipikirkan”.

Pragmatisme di Tengah Krisis Lingkungan Bali

Kerumitan dan makin kompleksnya situasi sosial-politik dan investasi di Bali saat ini menunjukkan betapa dua ungkapan dalam masyarakat Bali tersebut mewujud nyata, muncul kelompok Pasukan Payuk Jakan dan Cicing Borosan.

Di saat alih fungsi lahan terjadi masif, bukit-bukit dikeruk untuk villa, air tanah dieksploitasi, dan pantai-pantai ditutup oleh pembangunan ilegal, banyak warga/krama Bali yang pikir pendek dan pragmatis justru “pasang badan” untuk investor asing yang merusak lingkungan maupun pejabat yang korup berjualan ijin dan melegalkan konversi sawah dan menyerobot sempadan sungai dan muara, serta otak-atik tanah pelaba dan hutan lindung demi investor luar.

1.⁠ ⁠Membela yang Salah Demi CSR/Uang:

Krama Bali yang seharusnya vokal menolak perusakan alam di desanya, justru menjadi pemandu sorak investor karena iming-iming dana CSR atau pekerjaan, padahal dampak kerusakan lingkungan jauh lebih besar.

2.⁠ ⁠Konflik Tenurial:

Seringkali terjadi konflik antara krama Bali yang sadar lingkungan dengan kelompok Cicing Borosan yang disewa untuk mengintimidasi warga yang menolak pembangunan.

3.⁠ ⁠Pelanggaran Investor WNA:

Fenomena WNA yang berbisnis ilegal di Bali (seperti sewa kendaraan atau vila) seringkali dilindungi oleh oknum lokal yang menjadi Pasukan Payuk Jakan, demi mendapatkan bagi hasil keuntungan ilegal tersebut.

Pakeling Leluhur Bali

Ungkapan tajam “Pasukan Payuk Jakan” dan “Cicing Borosan” adalah sebuah pengingat (pakeling) bagi masyarakat Bali yang sudah diturunkan bergenerasi dari leluhur Bali.

Ini peringatan serius: Ketika kepentingan pragmatisme mengalahkan wiweka dan hati nurani, sesungguhnya Bali sedang dijual oleh warganya sendiri.

Krama Bali sekarang tidak bisa lagi membela dan menyelamatkan Bali denga cara-cara lama yang sentimental, seperti mengajak damai atau mengutip ayat-ayat kearifan lokal seperti Tri Hita Karana atau Sadhkrtih. Perlu ketegasan sikap untuk berbaris sesama krama Bali yang sadar dan tindih, jengah bersama melawan arus “cicing borosan” dan kembali pada akar budaya yang menghormati alam, demi keberlangsungan kehidupan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang, bukan sekadar pragmastis cari isi perut untuk hari ini.

Bali memang perlu menyelamatkan payuk-jakan tetapi secara bersama, bukan kepentingan kelompok tertentu. Payuk jakan kita bersama harus diselamatkan dari tangan-tangan asing yang mau menguasai Bali demi diri mereka dan kelompok mereka. Mereka merebut dan menjauhkan masyarakat Bali dari alam Bali dan mengambil alih pulau Bali sehingga sampai semua krama Bali di masa depan hanya bekerja tidak lebih sebatas “cicing borosan” mereka, yang manut dan bergantung makanan harian yang mereka bagikan sebagai jatah ransum, yang membuat sesama krama Bali gontok-gontokan.

Banyak kasus sudah terjadi, gara-gara investor: Mesiat petuturu nyama Bali. Ini adalah tanda-tanda dan “ceciren” mulainya keruntuhan moralitas di tengah peradaban Bali. [T]

Tags: baliinvestororang balipariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

Next Post

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
0
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

Read moreDetails

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails
Next Post
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co