25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jari Telunjuk Nakal —Cerita Inspiratif Seorang Dokter

dr. Putu Sukedana, S.Ked. by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
March 13, 2026
in Khas
Jari Telunjuk Nakal —Cerita Inspiratif Seorang Dokter

Foto Ibu (Luh Sumintang), Almarhum Bapak (Wayan Budiarsana), dan adik pertamaku (Kadek Rina Puspita Widiarsini). Sumber: Dokumen pribadi

Nittt…Nitttt… Nittt! Suara monitor itu berbunyi di ruangan yang penuh aura kesedihan, harapan, tangisan, dan keikhlasan bercampur aduk. Kulitnya yang hitam legam itu terbaring di bed nomor 10 ICU Barat di rumah sakit pusat terbesar area Pulau Dewata. Sudah 4 hari dirawat di sana oleh guru-guru kami setelah mengalami kejang hebat pada 4 hari lalu saat subuh hari. “Sudah mati batang otak,” kata guruku yang seorang dokter spesialis bedah saraf.

Kulihat refleks kornea bapak sudah tidak ada, pupilnya juga melebar. Aku berdiskusi dan berdoa untuk menentukan langkah selanjutnya. Akankah ayahku terus menderita seperti ini dengan topangan monitor, obat, dan alat medis yang menempel di badannya? Akankah berhenti perjuangan ayahku selama ini dan pesannya sebelum meja operasi tak dapat aku penuhi? “Selamatang Bapak nah, Tu,” kata ayah sebelum masuk ruang operasi dan kulihat sendiri sebelum Bapak kejang lagi.

2 Maret 2017 jam 10 pagi ayah berpulang ke alam niskala. Siksaan batin, merasa bersalah, merasa disalahkan, capek badan, uang tidak ada, bercampur aduk. Syukurnya saat itu perawatan Bapak ditanggung asuransi KIS BPJS. Kami memang menerima bantuan saat itu, namun saya bersumpah saat saya tamat kedokteran akan membayar premi sendiri dan membalas kebaikan pemerintah Buleleng dan pusat. Ayah bersama sirine ambulans dari Denpasar menuju Singaraja. Ibu di samping jasad ayah dan bersamaku. Saat tiba di area Desa Satra, ibu mengidam buah labu, ingin dibuat jukut (sayur semacam lodeh). Saya berusaha memanggil pemilik kebun tapi tidak ada yang menyahut, alhasil saya mencurinya untuk Ibu yang sedang mengidam bersama jasad ayah.

Sesampai di rumah, sudah banyak pelayat datang dan mempersiapkan tempat jenazah. Ibu duduk sembari menunggu jukut matang dan menyantapnya. Beberapa hari kemudian beliau dilaksanakan upacara Ngaben di Desa Adat Kelampuak dengan dibarengi oleh seluruh krama (warga adat) di sana. Kami beruntung upacara Ngaben dilaksanakan secara gotong royong, setiap ada yang meninggal maka seluruh karma akan dana punia sesuai adat yang sudah ditentukan. Upacara Ngaben di desa kami sederhana dan ekonomis. Terima kasih warga Kelampuak.

Malam Mencekam Suara Genta

Seharian menjalani proses Ngaben, keluarga dan warga pun kelelahan. Mereka ada yang minum sambil bergurau dan ada pula yang tertidur pulas. Kamar saya berada di bagian barat area rumah, berdinding batako dan beralaskan semen. Ibu tidur bersama adik saya dan saya tidur sendirian. Tiba-tiba saya terbangun saat tengah malam. Bulu kuduk merinding dan terdengar sayup-sayup suara lonceng dari arah barat semakin jelas terdengar. Saya kira itu suara anjing dan gemericing kalungnya. Tirai biru saya sibakkan, tidak ada terlihat anjing namun suaranya semakin jelas.

Saya usap-usap mata, barangkali masih di dalam mimpi. Tapi suara itu mengitari rumah. Segera terperanjat dari tidur dan saya bangunkan Ibu serta adik dari tidurnya. Ibu juga merasakan hal yang sama dan kami berdua segera melafalkan Gayatri Mantram. Cukup lama suara itu terdengar, sekitar 30 menit. Adik yang masih tertidur tak merasakan pengalam itu. Ibu terus memeluk kami sambal kita terus berdoa. Apakah itu?

Telunjuk Nakal

Bapak ke Denpasar untuk menjalani pemeriksaan DSA (Digital Substraction Angiography) atau pemeriksaan untuk mengetahui pembuluh darah dalam otak karena bapak dicurigai mengalami penggelembungan pembuluh darah otak (aneurimsma pembuluh darah otak). Saat ke Denpasar Bapak bisa membawa motor supra warna hitam bersama Ibu. Tak ayal, banyak orang menyalahkanku atas kematian Bapak.

Ada yang berhitung bahwa jika Bapak tidak dioperasi maka Bapak pasti masih hidup. Ada lagi orang “pintar” yang memvonis sebenarnya kena cetik ceroncong polo (sejenis racun yang berguna menyerang otak dan melumpuhkan target sasaran). Bahkan ada yang mengatakan Bapak meninggal di usia 41 tahun karena tidak mau melanjutkan warisan spiritual kakek sebagai penekun pengobat tradisional atau Balian.

Foto Ibu (Luh Sumintang), Almarhum Bapak (Wayan Budiarsana), dan adik pertamaku (Kadek Rina Puspita Widiarsini). Sumber: Dokumen pribadi

Begitu banyak gunjingan di luar dan di dalam rumah. Ibu sendiri sangat menyalahkan saya karena prosedur yang kita ambil membuat Bapak meninggal. Padahal sudah berulangkali saya jelaskan bahwa penyakit Bapak lambat laun dan tinggal menunggu hari akan pecah pembuluh darahnya. Tidak ada satu orang dokter pun yang ingin membunuh pasiennya apalagi anak sendiri yang dibesarkan dengan jerih payah memanjat pohon kelapa ingin mencelakai ayahnya sendiri.

Saat seperti itu, saya merasa ingin bunuh diri dan merasa tidak berguna sebagai mahasiswa kedokteran stase akhir. Banyak orang kita bantu bersama senior, tapi kenapa ayah sendiri tidak bisa selamat? Bahkan bisa dibilang sangat tragis di saat ibu hamil 5 bulan mengandung adik kami, Komang.

Tangis sedih dari diri, tekanan dari Ibu dan adik, gunjingan dari orang lain serta biaya sekolah yang harus saya siapkan membuat semuanya menjadi cerita yang begitu sad ending. Dari segi ekonomi saya berusaha berjualan buah, nasi kuning, dan lain-lain kepada guru-guru di rumah sakit dan teman-teman. Tidak banyak namun cukup membantu untuk bekal makan.

Syukurnya saya bertemu orang-orang baik yang membantu beban pikiran, ekonomi yang ada. Saya bahkan belajar tiap hari dari Youtube, ialah Guruji Gde Prama yang mengisi tiap pagi, siang, dan malam. Mulai dari keikhlasan, kematian, compassion saya dengarkan dengan seksama. Belakangan saya belajar juga dengan Ajahn Brahmn dari buku-bukunya, Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya. Belum cukup, saya belajar metode AIR (Akui, Ijinkan, Relakan) sehingga beban psikis menjadi lebih ringan.

Almarhum Bapak (Wayan Budiarsana)

Puncaknya saya mendirikan Budiarsana Foundation untuk memberikan bantuan pendidikan kepada siswa/siswi belum beruntung secara ekonomi, warga dengan stroke, dan memberikan penyuluhan Bantuan Hidup Dasar/BHD gratis kepada sekolah-sekolah SD. Saat ini, saya bisa selamat dari ujian telunjuk-telunjuk nakal. Terima kasih guru-guru dan semuanya. Saya mengakui ada kekurangan dalam tubuh ini, dalam kemampuan ini. Saya ijinkan semua beban dari telunjuk nakal itu mengalir dalam tubuh. Saya relakan semua yang sudah terjadi sebagai buah karmaku. Bahagia di sana Bapak. AIR. [T]

Penulis: dr. Putu Sukedana
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis dr. PUTU SUKEDANA

Tags: cerita dokterKeluarga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Bara Logam ke Simbol Persatuan: Pengecoran Rupang Buddha Nusantara dalam Peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia

Next Post

Bali dan Intelektual yang Hanya Aktif di Media Sosial

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

Founder Budiarsana Foundation, Manager BMMC, Staff Managemen Pasien RSU Kertha Usada, Mahasiswa S2 Ilmu Managemen Pasca Sarjana Undiksha

Related Posts

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails
Next Post
Bali dan Intelektual yang Hanya Aktif di Media Sosial

Bali dan Intelektual yang Hanya Aktif di Media Sosial

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co