4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jari Telunjuk Nakal —Cerita Inspiratif Seorang Dokter

dr. Putu Sukedana, S.Ked. by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
March 13, 2026
in Khas
Jari Telunjuk Nakal —Cerita Inspiratif Seorang Dokter

Foto Ibu (Luh Sumintang), Almarhum Bapak (Wayan Budiarsana), dan adik pertamaku (Kadek Rina Puspita Widiarsini). Sumber: Dokumen pribadi

Nittt…Nitttt… Nittt! Suara monitor itu berbunyi di ruangan yang penuh aura kesedihan, harapan, tangisan, dan keikhlasan bercampur aduk. Kulitnya yang hitam legam itu terbaring di bed nomor 10 ICU Barat di rumah sakit pusat terbesar area Pulau Dewata. Sudah 4 hari dirawat di sana oleh guru-guru kami setelah mengalami kejang hebat pada 4 hari lalu saat subuh hari. “Sudah mati batang otak,” kata guruku yang seorang dokter spesialis bedah saraf.

Kulihat refleks kornea bapak sudah tidak ada, pupilnya juga melebar. Aku berdiskusi dan berdoa untuk menentukan langkah selanjutnya. Akankah ayahku terus menderita seperti ini dengan topangan monitor, obat, dan alat medis yang menempel di badannya? Akankah berhenti perjuangan ayahku selama ini dan pesannya sebelum meja operasi tak dapat aku penuhi? “Selamatang Bapak nah, Tu,” kata ayah sebelum masuk ruang operasi dan kulihat sendiri sebelum Bapak kejang lagi.

2 Maret 2017 jam 10 pagi ayah berpulang ke alam niskala. Siksaan batin, merasa bersalah, merasa disalahkan, capek badan, uang tidak ada, bercampur aduk. Syukurnya saat itu perawatan Bapak ditanggung asuransi KIS BPJS. Kami memang menerima bantuan saat itu, namun saya bersumpah saat saya tamat kedokteran akan membayar premi sendiri dan membalas kebaikan pemerintah Buleleng dan pusat. Ayah bersama sirine ambulans dari Denpasar menuju Singaraja. Ibu di samping jasad ayah dan bersamaku. Saat tiba di area Desa Satra, ibu mengidam buah labu, ingin dibuat jukut (sayur semacam lodeh). Saya berusaha memanggil pemilik kebun tapi tidak ada yang menyahut, alhasil saya mencurinya untuk Ibu yang sedang mengidam bersama jasad ayah.

Sesampai di rumah, sudah banyak pelayat datang dan mempersiapkan tempat jenazah. Ibu duduk sembari menunggu jukut matang dan menyantapnya. Beberapa hari kemudian beliau dilaksanakan upacara Ngaben di Desa Adat Kelampuak dengan dibarengi oleh seluruh krama (warga adat) di sana. Kami beruntung upacara Ngaben dilaksanakan secara gotong royong, setiap ada yang meninggal maka seluruh karma akan dana punia sesuai adat yang sudah ditentukan. Upacara Ngaben di desa kami sederhana dan ekonomis. Terima kasih warga Kelampuak.

Malam Mencekam Suara Genta

Seharian menjalani proses Ngaben, keluarga dan warga pun kelelahan. Mereka ada yang minum sambil bergurau dan ada pula yang tertidur pulas. Kamar saya berada di bagian barat area rumah, berdinding batako dan beralaskan semen. Ibu tidur bersama adik saya dan saya tidur sendirian. Tiba-tiba saya terbangun saat tengah malam. Bulu kuduk merinding dan terdengar sayup-sayup suara lonceng dari arah barat semakin jelas terdengar. Saya kira itu suara anjing dan gemericing kalungnya. Tirai biru saya sibakkan, tidak ada terlihat anjing namun suaranya semakin jelas.

Saya usap-usap mata, barangkali masih di dalam mimpi. Tapi suara itu mengitari rumah. Segera terperanjat dari tidur dan saya bangunkan Ibu serta adik dari tidurnya. Ibu juga merasakan hal yang sama dan kami berdua segera melafalkan Gayatri Mantram. Cukup lama suara itu terdengar, sekitar 30 menit. Adik yang masih tertidur tak merasakan pengalam itu. Ibu terus memeluk kami sambal kita terus berdoa. Apakah itu?

Telunjuk Nakal

Bapak ke Denpasar untuk menjalani pemeriksaan DSA (Digital Substraction Angiography) atau pemeriksaan untuk mengetahui pembuluh darah dalam otak karena bapak dicurigai mengalami penggelembungan pembuluh darah otak (aneurimsma pembuluh darah otak). Saat ke Denpasar Bapak bisa membawa motor supra warna hitam bersama Ibu. Tak ayal, banyak orang menyalahkanku atas kematian Bapak.

Ada yang berhitung bahwa jika Bapak tidak dioperasi maka Bapak pasti masih hidup. Ada lagi orang “pintar” yang memvonis sebenarnya kena cetik ceroncong polo (sejenis racun yang berguna menyerang otak dan melumpuhkan target sasaran). Bahkan ada yang mengatakan Bapak meninggal di usia 41 tahun karena tidak mau melanjutkan warisan spiritual kakek sebagai penekun pengobat tradisional atau Balian.

Foto Ibu (Luh Sumintang), Almarhum Bapak (Wayan Budiarsana), dan adik pertamaku (Kadek Rina Puspita Widiarsini). Sumber: Dokumen pribadi

Begitu banyak gunjingan di luar dan di dalam rumah. Ibu sendiri sangat menyalahkan saya karena prosedur yang kita ambil membuat Bapak meninggal. Padahal sudah berulangkali saya jelaskan bahwa penyakit Bapak lambat laun dan tinggal menunggu hari akan pecah pembuluh darahnya. Tidak ada satu orang dokter pun yang ingin membunuh pasiennya apalagi anak sendiri yang dibesarkan dengan jerih payah memanjat pohon kelapa ingin mencelakai ayahnya sendiri.

Saat seperti itu, saya merasa ingin bunuh diri dan merasa tidak berguna sebagai mahasiswa kedokteran stase akhir. Banyak orang kita bantu bersama senior, tapi kenapa ayah sendiri tidak bisa selamat? Bahkan bisa dibilang sangat tragis di saat ibu hamil 5 bulan mengandung adik kami, Komang.

Tangis sedih dari diri, tekanan dari Ibu dan adik, gunjingan dari orang lain serta biaya sekolah yang harus saya siapkan membuat semuanya menjadi cerita yang begitu sad ending. Dari segi ekonomi saya berusaha berjualan buah, nasi kuning, dan lain-lain kepada guru-guru di rumah sakit dan teman-teman. Tidak banyak namun cukup membantu untuk bekal makan.

Syukurnya saya bertemu orang-orang baik yang membantu beban pikiran, ekonomi yang ada. Saya bahkan belajar tiap hari dari Youtube, ialah Guruji Gde Prama yang mengisi tiap pagi, siang, dan malam. Mulai dari keikhlasan, kematian, compassion saya dengarkan dengan seksama. Belakangan saya belajar juga dengan Ajahn Brahmn dari buku-bukunya, Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya. Belum cukup, saya belajar metode AIR (Akui, Ijinkan, Relakan) sehingga beban psikis menjadi lebih ringan.

Almarhum Bapak (Wayan Budiarsana)

Puncaknya saya mendirikan Budiarsana Foundation untuk memberikan bantuan pendidikan kepada siswa/siswi belum beruntung secara ekonomi, warga dengan stroke, dan memberikan penyuluhan Bantuan Hidup Dasar/BHD gratis kepada sekolah-sekolah SD. Saat ini, saya bisa selamat dari ujian telunjuk-telunjuk nakal. Terima kasih guru-guru dan semuanya. Saya mengakui ada kekurangan dalam tubuh ini, dalam kemampuan ini. Saya ijinkan semua beban dari telunjuk nakal itu mengalir dalam tubuh. Saya relakan semua yang sudah terjadi sebagai buah karmaku. Bahagia di sana Bapak. AIR. [T]

Penulis: dr. Putu Sukedana
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis dr. PUTU SUKEDANA

Tags: cerita dokterKeluarga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Bara Logam ke Simbol Persatuan: Pengecoran Rupang Buddha Nusantara dalam Peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia

Next Post

Bali dan Intelektual yang Hanya Aktif di Media Sosial

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

Founder Budiarsana Foundation, Manager BMMC, Staff Managemen Pasien RSU Kertha Usada, Mahasiswa S2 Ilmu Managemen Pasca Sarjana Undiksha

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Bali dan Intelektual yang Hanya Aktif di Media Sosial

Bali dan Intelektual yang Hanya Aktif di Media Sosial

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co