4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jari Telunjuk Nakal —Cerita Inspiratif Seorang Dokter

dr. Putu Sukedana, S.Ked. by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
March 13, 2026
in Khas
Jari Telunjuk Nakal —Cerita Inspiratif Seorang Dokter

Foto Ibu (Luh Sumintang), Almarhum Bapak (Wayan Budiarsana), dan adik pertamaku (Kadek Rina Puspita Widiarsini). Sumber: Dokumen pribadi

Nittt…Nitttt… Nittt! Suara monitor itu berbunyi di ruangan yang penuh aura kesedihan, harapan, tangisan, dan keikhlasan bercampur aduk. Kulitnya yang hitam legam itu terbaring di bed nomor 10 ICU Barat di rumah sakit pusat terbesar area Pulau Dewata. Sudah 4 hari dirawat di sana oleh guru-guru kami setelah mengalami kejang hebat pada 4 hari lalu saat subuh hari. “Sudah mati batang otak,” kata guruku yang seorang dokter spesialis bedah saraf.

Kulihat refleks kornea bapak sudah tidak ada, pupilnya juga melebar. Aku berdiskusi dan berdoa untuk menentukan langkah selanjutnya. Akankah ayahku terus menderita seperti ini dengan topangan monitor, obat, dan alat medis yang menempel di badannya? Akankah berhenti perjuangan ayahku selama ini dan pesannya sebelum meja operasi tak dapat aku penuhi? “Selamatang Bapak nah, Tu,” kata ayah sebelum masuk ruang operasi dan kulihat sendiri sebelum Bapak kejang lagi.

2 Maret 2017 jam 10 pagi ayah berpulang ke alam niskala. Siksaan batin, merasa bersalah, merasa disalahkan, capek badan, uang tidak ada, bercampur aduk. Syukurnya saat itu perawatan Bapak ditanggung asuransi KIS BPJS. Kami memang menerima bantuan saat itu, namun saya bersumpah saat saya tamat kedokteran akan membayar premi sendiri dan membalas kebaikan pemerintah Buleleng dan pusat. Ayah bersama sirine ambulans dari Denpasar menuju Singaraja. Ibu di samping jasad ayah dan bersamaku. Saat tiba di area Desa Satra, ibu mengidam buah labu, ingin dibuat jukut (sayur semacam lodeh). Saya berusaha memanggil pemilik kebun tapi tidak ada yang menyahut, alhasil saya mencurinya untuk Ibu yang sedang mengidam bersama jasad ayah.

Sesampai di rumah, sudah banyak pelayat datang dan mempersiapkan tempat jenazah. Ibu duduk sembari menunggu jukut matang dan menyantapnya. Beberapa hari kemudian beliau dilaksanakan upacara Ngaben di Desa Adat Kelampuak dengan dibarengi oleh seluruh krama (warga adat) di sana. Kami beruntung upacara Ngaben dilaksanakan secara gotong royong, setiap ada yang meninggal maka seluruh karma akan dana punia sesuai adat yang sudah ditentukan. Upacara Ngaben di desa kami sederhana dan ekonomis. Terima kasih warga Kelampuak.

Malam Mencekam Suara Genta

Seharian menjalani proses Ngaben, keluarga dan warga pun kelelahan. Mereka ada yang minum sambil bergurau dan ada pula yang tertidur pulas. Kamar saya berada di bagian barat area rumah, berdinding batako dan beralaskan semen. Ibu tidur bersama adik saya dan saya tidur sendirian. Tiba-tiba saya terbangun saat tengah malam. Bulu kuduk merinding dan terdengar sayup-sayup suara lonceng dari arah barat semakin jelas terdengar. Saya kira itu suara anjing dan gemericing kalungnya. Tirai biru saya sibakkan, tidak ada terlihat anjing namun suaranya semakin jelas.

Saya usap-usap mata, barangkali masih di dalam mimpi. Tapi suara itu mengitari rumah. Segera terperanjat dari tidur dan saya bangunkan Ibu serta adik dari tidurnya. Ibu juga merasakan hal yang sama dan kami berdua segera melafalkan Gayatri Mantram. Cukup lama suara itu terdengar, sekitar 30 menit. Adik yang masih tertidur tak merasakan pengalam itu. Ibu terus memeluk kami sambal kita terus berdoa. Apakah itu?

Telunjuk Nakal

Bapak ke Denpasar untuk menjalani pemeriksaan DSA (Digital Substraction Angiography) atau pemeriksaan untuk mengetahui pembuluh darah dalam otak karena bapak dicurigai mengalami penggelembungan pembuluh darah otak (aneurimsma pembuluh darah otak). Saat ke Denpasar Bapak bisa membawa motor supra warna hitam bersama Ibu. Tak ayal, banyak orang menyalahkanku atas kematian Bapak.

Ada yang berhitung bahwa jika Bapak tidak dioperasi maka Bapak pasti masih hidup. Ada lagi orang “pintar” yang memvonis sebenarnya kena cetik ceroncong polo (sejenis racun yang berguna menyerang otak dan melumpuhkan target sasaran). Bahkan ada yang mengatakan Bapak meninggal di usia 41 tahun karena tidak mau melanjutkan warisan spiritual kakek sebagai penekun pengobat tradisional atau Balian.

Foto Ibu (Luh Sumintang), Almarhum Bapak (Wayan Budiarsana), dan adik pertamaku (Kadek Rina Puspita Widiarsini). Sumber: Dokumen pribadi

Begitu banyak gunjingan di luar dan di dalam rumah. Ibu sendiri sangat menyalahkan saya karena prosedur yang kita ambil membuat Bapak meninggal. Padahal sudah berulangkali saya jelaskan bahwa penyakit Bapak lambat laun dan tinggal menunggu hari akan pecah pembuluh darahnya. Tidak ada satu orang dokter pun yang ingin membunuh pasiennya apalagi anak sendiri yang dibesarkan dengan jerih payah memanjat pohon kelapa ingin mencelakai ayahnya sendiri.

Saat seperti itu, saya merasa ingin bunuh diri dan merasa tidak berguna sebagai mahasiswa kedokteran stase akhir. Banyak orang kita bantu bersama senior, tapi kenapa ayah sendiri tidak bisa selamat? Bahkan bisa dibilang sangat tragis di saat ibu hamil 5 bulan mengandung adik kami, Komang.

Tangis sedih dari diri, tekanan dari Ibu dan adik, gunjingan dari orang lain serta biaya sekolah yang harus saya siapkan membuat semuanya menjadi cerita yang begitu sad ending. Dari segi ekonomi saya berusaha berjualan buah, nasi kuning, dan lain-lain kepada guru-guru di rumah sakit dan teman-teman. Tidak banyak namun cukup membantu untuk bekal makan.

Syukurnya saya bertemu orang-orang baik yang membantu beban pikiran, ekonomi yang ada. Saya bahkan belajar tiap hari dari Youtube, ialah Guruji Gde Prama yang mengisi tiap pagi, siang, dan malam. Mulai dari keikhlasan, kematian, compassion saya dengarkan dengan seksama. Belakangan saya belajar juga dengan Ajahn Brahmn dari buku-bukunya, Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya. Belum cukup, saya belajar metode AIR (Akui, Ijinkan, Relakan) sehingga beban psikis menjadi lebih ringan.

Almarhum Bapak (Wayan Budiarsana)

Puncaknya saya mendirikan Budiarsana Foundation untuk memberikan bantuan pendidikan kepada siswa/siswi belum beruntung secara ekonomi, warga dengan stroke, dan memberikan penyuluhan Bantuan Hidup Dasar/BHD gratis kepada sekolah-sekolah SD. Saat ini, saya bisa selamat dari ujian telunjuk-telunjuk nakal. Terima kasih guru-guru dan semuanya. Saya mengakui ada kekurangan dalam tubuh ini, dalam kemampuan ini. Saya ijinkan semua beban dari telunjuk nakal itu mengalir dalam tubuh. Saya relakan semua yang sudah terjadi sebagai buah karmaku. Bahagia di sana Bapak. AIR. [T]

Penulis: dr. Putu Sukedana
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis dr. PUTU SUKEDANA

Tags: cerita dokterKeluarga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Bara Logam ke Simbol Persatuan: Pengecoran Rupang Buddha Nusantara dalam Peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia

Next Post

Bali dan Intelektual yang Hanya Aktif di Media Sosial

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

Founder Budiarsana Foundation, Manager BMMC, Staff Managemen Pasien RSU Kertha Usada, Mahasiswa S2 Ilmu Managemen Pasca Sarjana Undiksha

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Bali dan Intelektual yang Hanya Aktif di Media Sosial

Bali dan Intelektual yang Hanya Aktif di Media Sosial

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co