4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Bara Logam ke Simbol Persatuan: Pengecoran Rupang Buddha Nusantara dalam Peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
in Khas
Dari Bara Logam ke Simbol Persatuan: Pengecoran Rupang Buddha Nusantara dalam Peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia

Pengecoran Rupang Buddha Nusantara dalam Peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia│Foto: Dok. Panpel

DI tengah lantunan paritta suci dan doa yang khidmat, logam-logam persembahan umat perlahan mencair. Dari bara api itulah sebuah rupang Buddha lahir ─ bukan sekadar patung, melainkan simbol persatuan umat Buddha Nusantara.

Hari itu, halaman Vihāra Buddha Sakyamuni, Denpasar dipenuhi nuansa putih dan kuning keemasan. Bendera-bendera Buddhis berkibar pelan di antara pepohonan, sementara para umat duduk bersila dalam keheningan. Di sisi lain halaman, para bhikkhu dari Saṅgha Theravāda Indonesia melantunkan paritta suci, mengiringi sebuah prosesi yang sarat makna: pengecoran Rupang Buddha Nusantara.

Upacara yang berlangsung pada 8 Maret 2026 itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia. Tahun ini, organisasi monastik tersebut memasuki usia 50 tahun, dengan mengusung tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri.”

Pengecoran Rupang Buddha Nusantara dalam Peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia│Foto: Dok. Panpel

Sebagai bagian dari perayaan itu, panitia nasional menggagas pembuatan Rupang Buddha Nusantara ─ sebuah rupang yang dicor di berbagai pulau di Indonesia sebagai simbol keberagaman sekaligus persatuan umat Buddha di tanah air.

Denpasar menjadi lokasi pengecoran ketiga, setelah sebelumnya dilaksanakan di Medan untuk wilayah Sumatra dan Samarinda untuk wilayah Kalimantan. Setelah Bali, prosesi serupa juga akan berlangsung di Palu, Surabaya, dan Daerah Khusus Jakarta. Setiap lokasi menjadi representasi pulau-pulau besar Nusantara.

Prosesi dimulai dengan doa-doa yang dipimpin 50 bhikkhu dari Saṅgha Theravāda Indonesia. Para umat yang hadir sebagian besar mengenakan pakaian putih, berlutut khidmat di hadapan para bhikkhu. Di meja-meja kecil berlapis kain merah, tampak logam-logam donasi umat yang akan dilebur.

Pengecoran Rupang Buddha Nusantara dalam Peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia│Foto: Dok. Panpel

Logam-logam itu bukan sekadar bahan baku. Mereka adalah simbol kebajikan dan partisipasi umat. Seluruh bahan logam yang digunakan dalam pengecoran rupang ini berasal dari donasi umat. Dengan cara itu, setiap orang dapat berpartisipasi dalam penciptaan rupang yang kelak akan menjadi simbol spiritual sekaligus sejarah.

Setelah doa selesai, prosesi memasuki tahap inti. Bara api menyala di tungku pengecoran. Para petugas mulai menuangkan logam cair ke dalam cetakan.

Di tengah kesibukan itu, para bhikkhu tetap melantunkan doa. Suasana terasa sakral.

Rupang Buddha Nusantara yang dibuat dalam rangka Tahun Kencana ini memiliki makna historis yang kuat. Prototipe rupang tersebut terinspirasi dari temuan arkeologis di Candi Sewu. Pada Mei 2025, sebuah rupang Buddha ditemukan di reruntuhan kompleks candi tersebut. Temuan itu kemudian dijadikan model dasar untuk pembuatan Rupang Buddha Nusantara.

Pengecoran Rupang Buddha Nusantara dalam Peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia│Foto: Dok. Panpel

Rupang ini menggunakan mudrā Bhūmisparsa ─ sikap tangan yang melambangkan saat Sang Buddha menyentuh bumi sebagai saksi pencapaian pencerahan-Nya. Mudra tersebut memiliki makna ‘bumi sebagai saksi dari kumpulan kebajikan’. Dengan memilih sikap tangan itu, panitia ingin menegaskan bahwa rupang yang dibuat bukan hanya karya seni, tetapi juga simbol kebajikan yang terhimpun dari partisipasi umat.

Proses pembuatannya sendiri dipercayakan kepada seniman dari Amertha Art Studio, Sugito Sutarmin.

Ketua Dewan Sesepuh Saṅgha Theravāda Indonesia, Bhikkhu Jotidhammo Mahāthera, menilai pembuatan Rupang Buddha Nusantara memiliki arti yang sangat penting bagi perjalanan Saṅgha Theravāda Indonesia.

“Rupang ini menandai perjalanan setengah abad Saṅgha Theravāda Indonesia sebagai sebuah karya yang berharga, monumental, sekaligus historis bagi umat Buddha di Indonesia,” ujarnya.

Peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia & peringatan Māgha Pūjā 2569 TB│Foto: Dok. Panpel

Rupang tersebut tidak hanya menjadi penanda usia organisasi, tetapi juga simbol perjalanan spiritual dan kontribusi Saṅgha dalam kehidupan berbangsa.

Pengecoran rupang di Denpasar juga bertepatan dengan peringatan Māgha Pūjā 2569 TB. Hari suci ini memperingati peristiwa penting dalam sejarah Buddhisme ketika Buddha Gotama menyampaikan Ovada-Pāṭimokkha kepada 1.250 muridnya yang telah mencapai kesucian. Peristiwa itu terjadi di Veluvana Ārāma, Rajgir, India, dan menjadi salah satu momen paling sakral dalam tradisi Buddhis.

Karena itu, pelaksanaan pengecoran rupang pada momen Māgha Pūjā memberi makna spiritual yang lebih dalam. Bagi umat yang hadir, kegiatan ini bukan sekadar perayaan organisasi, tetapi juga refleksi atas ajaran Buddha tentang moralitas, kebijaksanaan, dan kemurahan hati.

Pengecoran Rupang Buddha Nusantara dalam Peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia│Foto: Dok. Panpel

Setelah lama waktu berselang, prosesi pengecoran akhirnya rampung. Api tungku mulai mereda. Logam cair yang telah dituangkan perlahan mendingin di dalam cetakan.

Namun bagi umat yang hadir, makna prosesi ini jauh melampaui proses teknis pengecoran. Di balik logam yang melebur dan doa-doa yang dilantunkan, ada tekad kolektif untuk merawat kebajikan.

Dan dari bara api itulah lahir sebuah simbol baru ─ Rupang Buddha Nusantara ─ yang menjadi penanda perjalanan setengah abad Saṅgha Theravāda Indonesia, sekaligus pengingat bahwa persatuan dapat ditempa dari niat baik banyak orang. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: BuddhaBuddha NusantaraBuddhisme
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

Next Post

Jari Telunjuk Nakal —Cerita Inspiratif Seorang Dokter

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Jari Telunjuk Nakal —Cerita Inspiratif Seorang Dokter

Jari Telunjuk Nakal ---Cerita Inspiratif Seorang Dokter

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co