12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

Radha Dwi Pradnyani by Radha Dwi Pradnyani
February 15, 2026
in Panggung
Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

Pergelaran seni pada BIRF 2025 | Foto: Dok. Sanggar Santi Budaya

DI tengah arus modernisasi dan industri hiburan yang masif, upaya pelestarian kesenian terus dihidupkan melalui berbagai ruang kolaborasi. Salah satunya melalui Buleleng International Rhythm Festival (BIRF)—festival yang menghadirkan pertukaran antar budaya lokal dan internasional. Kabupaten Buleleng kembali dipercaya oleh UNESCO dan juga IOV Indonesia untuk menyelenggarakan BIRF yang dijadwalkan akan berlangsung dari tanggal 10 Maret hingga 15 maret 2026. Kepercayaan internasional itu menjadi bukti bahwa Bali Utara semakin diakui sebagai panggung budaya internasional yang konsisten dalam pelestarian seni tradisi serta penguatan diplomasi budaya.

Festival ini akan diselenggarakan di Kabupaten Buleleng, dan tahun ini sudah memasuki penyelenggaraan ketiga, dan Buleleng International Rhythm Festival mendapatkan rekomendasi langsung dari UNESCO selama 3 tahun. Dimulai dari tahun 2025 hingga 2027. Festival ini mendatangkan delegasi grup antar negara yang tak hanya dari para seniman, namun juga akademisi.

“Akhirnya di tahun kemarin, baru bisa mendapatkan bentuk rekomendasi sehingga Buleleng bisa menjadi tuan rumah dari festival yang berada di bawah naungan UNESCO ini. Jadi suatu bentuk perjalanan yang cukup panjang, sehingga kita bisa diberikan bentuk rekomendasi selama tiga tahun sementara ini sampai tahun 2027,” jelas I Ngurah Eka Prasetya, selaku penanggung  jawab dari Buleleng International Rhythm Festival 2026. 

BIRF sepenuhnya adalah hasil kerjasama antara UNESCO bersama IOV Indonesia dan anggota dari UNESCO dari Bali yaitu Yayasan Sanggar Seni Santhi Budaya sebagai penggerak utama dari acara festival tersebut. Selama tiga kali penyelenggaraan, festival ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Puri Kanginan Buleleng yang secara konsisten memberikan support Yayasan Sanggar Seni Shanti Budaya dalam mengembangkan program budaya internasional di Bali Utara.

Tak hanya itu, festival ini juga didukung penuh oleh Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sebagai penyelenggara  program kegiatan, yang memperkuat nilai edukasi, riset, serta keterlibatan generasi muda dalam rangka menjaga dan mempromosikan budaya daerah.

Pergelaran seni pada BIRF 2025 | Foto: Dok. Sanggar Santi Budaya

Konsep kolaborasi budaya lintas negara menjadi salah satu kekuatan utama Buleleng International Rhythm Festival. Delegasi negara-negara tersebut berasal dari negara Polandia, Bulgaria, Korea Selatan, Taiwan, Thailand dan Filipina. Total terdapat 159 delegasi yang akan mengisi kegiatan festival tersebut. Delegasi ini sudah terpilih dan memiliki kredibilitas dari pihak panitia untuk benefit yang didapatkan.

“Tahun ini ada 6 negara akan hadir dalam mengikuti festival yang sudah kita pilah-pilah, mana kiranya grup-grup yang kira-kira yang memiliki benefit untuk perkembangan promosi yang ada di Kabupaten Buleleng,” tambah I Ngurah Eka Prasetya atau yang kerap disebut sebagai Gus Eka  di hadapan beberapa media.

Rangkaian kegiatan BIRF 2026 akan diawali dengan acara pembukaan yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik pada 11 Maret 2026. Pembukaan tersebut dijadwalkan dilakukan langsung oleh Bupati Buleleng. Selama festival berlangsung, parade budaya akan menjadi salah satu agenda utama yang digelar pada 13 Maret. Parade ini akan dimulai dari Pelantaran Puri Kangenan dan berakhir di Taman Bung Karno, sebelum dilanjutkan dengan pertunjukan seni pada malam harinya.

Selain parade budaya, festival ini juga menghadirkan UMKM sebagai bentuk kolaborasi dengan masyarakat, termasuk dari instansi pendidikan dan desa wisata dari berbagai daerah di Kabupaten Buleleng. Desa Wisata Kalibukbuk dilibatkan dalam festival ini melalui kegiatan pengenalan budaya Bali dan wisata watching dolphin. Sejumlah UMKM turut aktif berpartisipasi seperti UMKM Desa Panji dengan olahan sorgum serta UMKM Desa Tigawasa dengan produk ulatan bambu.

BIRF juga melakukan workshop pada instansi pendidikan yang berfokus pada hospitality tourism maupun budaya pendidikan instansi tersebut, seperti SMK Negeri 1 Sawan, SMA Negeri 1 Singaraja, SMP Negeri 1 Singaraja, PPLP Pansophia Singaraja, LPK Kencana Hospitality Bali, dan tentunya Universitas Pendidikan Ganesha atau lebih dikenal dengan Undiksha.

I Ngurah Eka Prasetya, selaku penanggung  jawab dari Buleleng International Rhythm Festival 2026 | Foto: tatkala.co/Son

Dengan workshop ini, delegasi bersama para siswa atau mahasiswa serta masyarakat akan saling mengenalkan kebudayaan masing-masing. Para delegasi akan memberitahu kebudayaan di negara mereka dan para siswa atau mahasiswa akan membagikan budaya dan keunikan tiap sekolah atau kampus. Sehingga tercipta sebuah pertukaran budaya yang bisa didiskusikan atau diimplementasi sesuai takaran masing-masing.

Pelibatan Desa Wisata, UMKM, sekolah komunitas lokal, dan generasi muda menjadi salah satu kekuatan utama BIRF. Dengan pengetahuan budaya yang melimpah, mampu membangun ruang belajar secara langsung mengenai budaya dan nilai-nilai tradisi turun-menurun.

Kolaborasi Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi

Gus Eka percaya bahwa selain dari segi promosi pariwisata, Buleleng International Rhythm Festival juga mendatangkan keuntungan dari segi ekonomi untuk daerah Bali. Ini disampaikan dengan jelas dalam konferensi pers yang diselenggarakan di tanggal 14 Februari 2026.

Delegasi menghadiri BIRF datang tanpa tangan kosong. Mereka tidak hanya para seniman, tetapi juga seorang diplomat informal dari UNESCO yang membiayai diri mereka sendiri. Sehingga BIRF tidak mengeluarkan dana kembali untuk mengundang ataupun memenuhi kebutuhan mereka selama sedang di Bali.

Menariknya, para delegasi dan partisipan internasional sudah mulai datang lebih awal dari jadwal festival yang sudah ditentukan, mereka sudah menyebar di berbagai wilayah dan melakukan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata yang tak hanya di Bali Utara, namun juga di Bali Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan festival sangat memberikan dampak nyata, tidak hanya untuk Bali Utara, namun juga bagi berbagai destinasi pariwisata lain di seluruh Bali.

Seniman dari berbagai negara pada BIRF 2025 | Foto: Dok. Sanggar Santi Budaya

Pada Buleleng International Rhythm Festival tahun 2025 lalu, para delegasi mampu mengeluarkan uang sebesar 300 juta selama 2-3 jam  berada di Krisna Oleh-Oleh. Aktivitas ekonomi tidak berhenti disana, para delegasi dengan antusias mendatangi pasar-pasar lokal untuk berbelanja.

Para delegasi juga diperkenalkan dengan produk-produk lokal yang membuat mereka menyukai produk-produk seperti produk Kopi Bali Banyuatis. Dan mereka melariskan UMKM lokal di Pura Maduwe Karang yang menjual produk buah-buahan lokal seperti buah durian dan buah kelapa muda. Para bule ini membeli buah-buah lokal dan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keseharian mereka.

Tak hanya dari produk barang, tapi produk jasa juga mendapatkan keuntungan. Hotel Sunari yang sudah menjadi media partnership dari BIRF selama penyelenggara festival mendapatkan keuntungan dari delegasi yang menginap di hotel tersebut. Terdapat 80 kamar hotel yang diisi  selama 5 malam. Jasa spa juga banyak dilirik delegasi, sehingga pemutaran ekonomi secara barang ataupun jasa sangat kencang selama festival berlangsung.

Berkaca dari festival tahun lalu, BIRF kembali membawakan UMKM lokal untuk membantu para pengusaha agar produk mereka lebih dikenal dan akan dibeli oleh banyak pihak. “Lalu keuntungan untuk Buleleng yang tadi saya sampaikan dari segi promosi, tentunya tamu delegasi ini tidak seniman maupun delegasi yang datang yang tidak membawa uang. Dari segi ekonomi kita sampaikan, makanya disana ada workshop tentang UMKM. Karena dari mereka dalam sela-sela waktu, mereka juga berbelanja, dan menghabiskan uang mereka,” kata I Gusti Eka Prasetya.

Walau begitu, BIRF belum bisa memastikan keuntungan secara statistik dari adanya festival ini karena  belum terdapat data resmi dari instansi statistik terkait besaran dampak ekonomi yang dihasilkan. Namun, berdasarkan informasi dari sektor perhotelan, peningkatan aktivitas sudah mulai terlihat.

Media Hiburan Gratis serta Promosi Bali Utara.

Sebagai festival terbuka untuk publik, BIRF 2026 tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan gratis, tetapi juga sebagai strategi promosi budaya dan pariwisata Bali Utara. Kehadiran festival ini mempertemukan masyarakat lokal, pelaku seni, dan wisatawan dalam satu ruang apresiasi yang sama.

Gus Eka berbicara, bahwa BIRF tidak berfokus pada pagelaran seni, tapi untuk media promosi dan memperkenalkan Buleleng lebih luas agar Buleleng dilirik oleh dunia internasional.

“Kami tidak menggunakan gerakan kepada pagelaran seni budayanya, tapi untuk mengawali tahun 2026, yang penting ada orang datang kemari untuk mengetahui buleleng. Karena tidak gampang mempromosikan Buleleng. Karena buleleng itu masih, sangat awam di telinga. ‘Itu dimananya bali? Buleleng kira-kira di mananya Badung? Di mananya Kuta?’’ cerita Gus Eka dibaluti tawa orang-orang.

Suasana jumpa pers BIRF 2026 di Puri Kanginan Buleleng | Foto: tatkala.co/Son

Diharapkan, Buleleng International Rhythm Festival mampu memberikan warna baru dalam sektor pariwisata, sekaligus menghadirkan jenis wisata yang lebih bermakna seperti wisata edukasi dan wisata konservasi budaya. BIRF membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat aktif, sehingga mereka semakin menghargai budaya yang dimiliki, terlebih ketika budaya tersebut dapat dinikmati dan diapresiasi oleh bangsa-bangsa lain.

Selain berdampak secara ekonomi melalui pergerakan wisatawan dan aktivitas kunjungan lintas wilayah, BIRF juga memberikan dampak sosial dan budaya yang signifikan, terutama dalam membangun kepercayaan diri masyarakat lokal bahwa budaya Buleleng dan Bali memiliki nilai tinggi di mata dunia.

Dengan semangat kolaborasi antara UNESCO, IOV Indonesia, Yayasan Sanggar Seni Santhi Budaya, Pemerintah Daerah, Puri Kanginan Buleleng, serta Universitas Pendidikan Ganesha, Buleleng International Rhythm Festival diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas Bali Utara sebagai pusat budaya dunia serta menjadikan Bali semakin dikenal melalui diplomasi seni yang berkelas dan berkelanjutan. [T]

Reporter: Son Lomri, Made Ayu Radha Dwi Pradnyani
Penulis: Made Ayu Radha Dwi Pradnyani
Editor: Adnyana Ole

Catatan: Artikel ini adalah hasil pelatihan menulis dalam program PKL atau magang siswa SMK TI Global di tatkala.co

Tags: bulelengBuleleng International Rhythm Festivalsanggar santi budaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menggali Kubur yang Telah Subur | Cerpen Safir Ahyanuddin

Next Post

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

Radha Dwi Pradnyani

Radha Dwi Pradnyani

Made Ayu Radha Dwi Pradnyani, siswa SMKTI Global, Singaraja

Related Posts

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails
Next Post
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti ---Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co