4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

Radha Dwi Pradnyani by Radha Dwi Pradnyani
February 15, 2026
in Panggung
Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

Pergelaran seni pada BIRF 2025 | Foto: Dok. Sanggar Santi Budaya

DI tengah arus modernisasi dan industri hiburan yang masif, upaya pelestarian kesenian terus dihidupkan melalui berbagai ruang kolaborasi. Salah satunya melalui Buleleng International Rhythm Festival (BIRF)—festival yang menghadirkan pertukaran antar budaya lokal dan internasional. Kabupaten Buleleng kembali dipercaya oleh UNESCO dan juga IOV Indonesia untuk menyelenggarakan BIRF yang dijadwalkan akan berlangsung dari tanggal 10 Maret hingga 15 maret 2026. Kepercayaan internasional itu menjadi bukti bahwa Bali Utara semakin diakui sebagai panggung budaya internasional yang konsisten dalam pelestarian seni tradisi serta penguatan diplomasi budaya.

Festival ini akan diselenggarakan di Kabupaten Buleleng, dan tahun ini sudah memasuki penyelenggaraan ketiga, dan Buleleng International Rhythm Festival mendapatkan rekomendasi langsung dari UNESCO selama 3 tahun. Dimulai dari tahun 2025 hingga 2027. Festival ini mendatangkan delegasi grup antar negara yang tak hanya dari para seniman, namun juga akademisi.

“Akhirnya di tahun kemarin, baru bisa mendapatkan bentuk rekomendasi sehingga Buleleng bisa menjadi tuan rumah dari festival yang berada di bawah naungan UNESCO ini. Jadi suatu bentuk perjalanan yang cukup panjang, sehingga kita bisa diberikan bentuk rekomendasi selama tiga tahun sementara ini sampai tahun 2027,” jelas I Ngurah Eka Prasetya, selaku penanggung  jawab dari Buleleng International Rhythm Festival 2026. 

BIRF sepenuhnya adalah hasil kerjasama antara UNESCO bersama IOV Indonesia dan anggota dari UNESCO dari Bali yaitu Yayasan Sanggar Seni Santhi Budaya sebagai penggerak utama dari acara festival tersebut. Selama tiga kali penyelenggaraan, festival ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Puri Kanginan Buleleng yang secara konsisten memberikan support Yayasan Sanggar Seni Shanti Budaya dalam mengembangkan program budaya internasional di Bali Utara.

Tak hanya itu, festival ini juga didukung penuh oleh Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sebagai penyelenggara  program kegiatan, yang memperkuat nilai edukasi, riset, serta keterlibatan generasi muda dalam rangka menjaga dan mempromosikan budaya daerah.

Pergelaran seni pada BIRF 2025 | Foto: Dok. Sanggar Santi Budaya

Konsep kolaborasi budaya lintas negara menjadi salah satu kekuatan utama Buleleng International Rhythm Festival. Delegasi negara-negara tersebut berasal dari negara Polandia, Bulgaria, Korea Selatan, Taiwan, Thailand dan Filipina. Total terdapat 159 delegasi yang akan mengisi kegiatan festival tersebut. Delegasi ini sudah terpilih dan memiliki kredibilitas dari pihak panitia untuk benefit yang didapatkan.

“Tahun ini ada 6 negara akan hadir dalam mengikuti festival yang sudah kita pilah-pilah, mana kiranya grup-grup yang kira-kira yang memiliki benefit untuk perkembangan promosi yang ada di Kabupaten Buleleng,” tambah I Ngurah Eka Prasetya atau yang kerap disebut sebagai Gus Eka  di hadapan beberapa media.

Rangkaian kegiatan BIRF 2026 akan diawali dengan acara pembukaan yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik pada 11 Maret 2026. Pembukaan tersebut dijadwalkan dilakukan langsung oleh Bupati Buleleng. Selama festival berlangsung, parade budaya akan menjadi salah satu agenda utama yang digelar pada 13 Maret. Parade ini akan dimulai dari Pelantaran Puri Kangenan dan berakhir di Taman Bung Karno, sebelum dilanjutkan dengan pertunjukan seni pada malam harinya.

Selain parade budaya, festival ini juga menghadirkan UMKM sebagai bentuk kolaborasi dengan masyarakat, termasuk dari instansi pendidikan dan desa wisata dari berbagai daerah di Kabupaten Buleleng. Desa Wisata Kalibukbuk dilibatkan dalam festival ini melalui kegiatan pengenalan budaya Bali dan wisata watching dolphin. Sejumlah UMKM turut aktif berpartisipasi seperti UMKM Desa Panji dengan olahan sorgum serta UMKM Desa Tigawasa dengan produk ulatan bambu.

BIRF juga melakukan workshop pada instansi pendidikan yang berfokus pada hospitality tourism maupun budaya pendidikan instansi tersebut, seperti SMK Negeri 1 Sawan, SMA Negeri 1 Singaraja, SMP Negeri 1 Singaraja, PPLP Pansophia Singaraja, LPK Kencana Hospitality Bali, dan tentunya Universitas Pendidikan Ganesha atau lebih dikenal dengan Undiksha.

I Ngurah Eka Prasetya, selaku penanggung  jawab dari Buleleng International Rhythm Festival 2026 | Foto: tatkala.co/Son

Dengan workshop ini, delegasi bersama para siswa atau mahasiswa serta masyarakat akan saling mengenalkan kebudayaan masing-masing. Para delegasi akan memberitahu kebudayaan di negara mereka dan para siswa atau mahasiswa akan membagikan budaya dan keunikan tiap sekolah atau kampus. Sehingga tercipta sebuah pertukaran budaya yang bisa didiskusikan atau diimplementasi sesuai takaran masing-masing.

Pelibatan Desa Wisata, UMKM, sekolah komunitas lokal, dan generasi muda menjadi salah satu kekuatan utama BIRF. Dengan pengetahuan budaya yang melimpah, mampu membangun ruang belajar secara langsung mengenai budaya dan nilai-nilai tradisi turun-menurun.

Kolaborasi Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi

Gus Eka percaya bahwa selain dari segi promosi pariwisata, Buleleng International Rhythm Festival juga mendatangkan keuntungan dari segi ekonomi untuk daerah Bali. Ini disampaikan dengan jelas dalam konferensi pers yang diselenggarakan di tanggal 14 Februari 2026.

Delegasi menghadiri BIRF datang tanpa tangan kosong. Mereka tidak hanya para seniman, tetapi juga seorang diplomat informal dari UNESCO yang membiayai diri mereka sendiri. Sehingga BIRF tidak mengeluarkan dana kembali untuk mengundang ataupun memenuhi kebutuhan mereka selama sedang di Bali.

Menariknya, para delegasi dan partisipan internasional sudah mulai datang lebih awal dari jadwal festival yang sudah ditentukan, mereka sudah menyebar di berbagai wilayah dan melakukan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata yang tak hanya di Bali Utara, namun juga di Bali Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan festival sangat memberikan dampak nyata, tidak hanya untuk Bali Utara, namun juga bagi berbagai destinasi pariwisata lain di seluruh Bali.

Seniman dari berbagai negara pada BIRF 2025 | Foto: Dok. Sanggar Santi Budaya

Pada Buleleng International Rhythm Festival tahun 2025 lalu, para delegasi mampu mengeluarkan uang sebesar 300 juta selama 2-3 jam  berada di Krisna Oleh-Oleh. Aktivitas ekonomi tidak berhenti disana, para delegasi dengan antusias mendatangi pasar-pasar lokal untuk berbelanja.

Para delegasi juga diperkenalkan dengan produk-produk lokal yang membuat mereka menyukai produk-produk seperti produk Kopi Bali Banyuatis. Dan mereka melariskan UMKM lokal di Pura Maduwe Karang yang menjual produk buah-buahan lokal seperti buah durian dan buah kelapa muda. Para bule ini membeli buah-buah lokal dan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keseharian mereka.

Tak hanya dari produk barang, tapi produk jasa juga mendapatkan keuntungan. Hotel Sunari yang sudah menjadi media partnership dari BIRF selama penyelenggara festival mendapatkan keuntungan dari delegasi yang menginap di hotel tersebut. Terdapat 80 kamar hotel yang diisi  selama 5 malam. Jasa spa juga banyak dilirik delegasi, sehingga pemutaran ekonomi secara barang ataupun jasa sangat kencang selama festival berlangsung.

Berkaca dari festival tahun lalu, BIRF kembali membawakan UMKM lokal untuk membantu para pengusaha agar produk mereka lebih dikenal dan akan dibeli oleh banyak pihak. “Lalu keuntungan untuk Buleleng yang tadi saya sampaikan dari segi promosi, tentunya tamu delegasi ini tidak seniman maupun delegasi yang datang yang tidak membawa uang. Dari segi ekonomi kita sampaikan, makanya disana ada workshop tentang UMKM. Karena dari mereka dalam sela-sela waktu, mereka juga berbelanja, dan menghabiskan uang mereka,” kata I Gusti Eka Prasetya.

Walau begitu, BIRF belum bisa memastikan keuntungan secara statistik dari adanya festival ini karena  belum terdapat data resmi dari instansi statistik terkait besaran dampak ekonomi yang dihasilkan. Namun, berdasarkan informasi dari sektor perhotelan, peningkatan aktivitas sudah mulai terlihat.

Media Hiburan Gratis serta Promosi Bali Utara.

Sebagai festival terbuka untuk publik, BIRF 2026 tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan gratis, tetapi juga sebagai strategi promosi budaya dan pariwisata Bali Utara. Kehadiran festival ini mempertemukan masyarakat lokal, pelaku seni, dan wisatawan dalam satu ruang apresiasi yang sama.

Gus Eka berbicara, bahwa BIRF tidak berfokus pada pagelaran seni, tapi untuk media promosi dan memperkenalkan Buleleng lebih luas agar Buleleng dilirik oleh dunia internasional.

“Kami tidak menggunakan gerakan kepada pagelaran seni budayanya, tapi untuk mengawali tahun 2026, yang penting ada orang datang kemari untuk mengetahui buleleng. Karena tidak gampang mempromosikan Buleleng. Karena buleleng itu masih, sangat awam di telinga. ‘Itu dimananya bali? Buleleng kira-kira di mananya Badung? Di mananya Kuta?’’ cerita Gus Eka dibaluti tawa orang-orang.

Suasana jumpa pers BIRF 2026 di Puri Kanginan Buleleng | Foto: tatkala.co/Son

Diharapkan, Buleleng International Rhythm Festival mampu memberikan warna baru dalam sektor pariwisata, sekaligus menghadirkan jenis wisata yang lebih bermakna seperti wisata edukasi dan wisata konservasi budaya. BIRF membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat aktif, sehingga mereka semakin menghargai budaya yang dimiliki, terlebih ketika budaya tersebut dapat dinikmati dan diapresiasi oleh bangsa-bangsa lain.

Selain berdampak secara ekonomi melalui pergerakan wisatawan dan aktivitas kunjungan lintas wilayah, BIRF juga memberikan dampak sosial dan budaya yang signifikan, terutama dalam membangun kepercayaan diri masyarakat lokal bahwa budaya Buleleng dan Bali memiliki nilai tinggi di mata dunia.

Dengan semangat kolaborasi antara UNESCO, IOV Indonesia, Yayasan Sanggar Seni Santhi Budaya, Pemerintah Daerah, Puri Kanginan Buleleng, serta Universitas Pendidikan Ganesha, Buleleng International Rhythm Festival diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas Bali Utara sebagai pusat budaya dunia serta menjadikan Bali semakin dikenal melalui diplomasi seni yang berkelas dan berkelanjutan. [T]

Reporter: Son Lomri, Made Ayu Radha Dwi Pradnyani
Penulis: Made Ayu Radha Dwi Pradnyani
Editor: Adnyana Ole

Catatan: Artikel ini adalah hasil pelatihan menulis dalam program PKL atau magang siswa SMK TI Global di tatkala.co

Tags: bulelengBuleleng International Rhythm Festivalsanggar santi budaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menggali Kubur yang Telah Subur | Cerpen Safir Ahyanuddin

Next Post

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

Radha Dwi Pradnyani

Radha Dwi Pradnyani

Made Ayu Radha Dwi Pradnyani, siswa SMKTI Global, Singaraja

Related Posts

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

by Komang Sujana
June 3, 2026
0
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

Read moreDetails

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
0
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

Read moreDetails

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
0
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

Read moreDetails

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

Read moreDetails

Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

MALAM baru saja turun di Taman Kuliner Ubud, Kamis, 28 Mei 2026. Di hadapan para tamu undangan, pelaku industri kuliner,...

Read moreDetails

Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

MEMASUKI tahun kesebelas penyelenggaraannya, Ubud Food Festival kembali digelar di Taman Kuliner Ubud dengan mengusung tema “Farmers: Guardians of Land...

Read moreDetails

Dilatih Prof. Dibia, Mahasiswa Korea Siap Pentaskan Kecak di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
May 28, 2026
0
Dilatih Prof. Dibia, Mahasiswa Korea Siap Pentaskan Kecak di Pesta Kesenian Bali 2026

SEKITAR 40 mahasiswa dari Korea, laki-laki dan perempuan, bersiap mementaskan kecak di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII-2026. Cak cak cak…...

Read moreDetails

Bumi Bajra : Ruang Tumbuh yang Menubuh

by Made Chandra
May 25, 2026
0
Bumi Bajra : Ruang Tumbuh yang Menubuh

DI sudut gang yang dari luar tampak tak sepenuhnya meyakinkan, tampak sebuah ruang yang terasa begitu hangat karena dipeluk tertawaan...

Read moreDetails

Janger Pegok, Janger Tua di Bali: Dokumentasi Video Ditemukan di Jerman, Kini Dipentaskan di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
May 25, 2026
0
Janger Pegok, Janger Tua di Bali: Dokumentasi Video Ditemukan di Jerman, Kini Dipentaskan di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA suasana hening dari masyarakat dan para undangan, tabuh mulai dimainkan. Muda-mudi yang didominasi para remaja itu menari lepas tanpa...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Janger Beringkit

by IGP Weda Adi Wangsa
May 23, 2026
0
Catatan Perjalanan Janger Beringkit

JIKA menuju Tabanan dari arah Denpasar tentu akan melewati Desa Adat Beringkit di Kawasan Kecamatan Mengwi, Badung. Ketika mendengar Beringkit,...

Read moreDetails
Next Post
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti ---Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co