14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

Radha Dwi Pradnyani by Radha Dwi Pradnyani
February 15, 2026
in Panggung
Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

Pergelaran seni pada BIRF 2025 | Foto: Dok. Sanggar Santi Budaya

DI tengah arus modernisasi dan industri hiburan yang masif, upaya pelestarian kesenian terus dihidupkan melalui berbagai ruang kolaborasi. Salah satunya melalui Buleleng International Rhythm Festival (BIRF)—festival yang menghadirkan pertukaran antar budaya lokal dan internasional. Kabupaten Buleleng kembali dipercaya oleh UNESCO dan juga IOV Indonesia untuk menyelenggarakan BIRF yang dijadwalkan akan berlangsung dari tanggal 10 Maret hingga 15 maret 2026. Kepercayaan internasional itu menjadi bukti bahwa Bali Utara semakin diakui sebagai panggung budaya internasional yang konsisten dalam pelestarian seni tradisi serta penguatan diplomasi budaya.

Festival ini akan diselenggarakan di Kabupaten Buleleng, dan tahun ini sudah memasuki penyelenggaraan ketiga, dan Buleleng International Rhythm Festival mendapatkan rekomendasi langsung dari UNESCO selama 3 tahun. Dimulai dari tahun 2025 hingga 2027. Festival ini mendatangkan delegasi grup antar negara yang tak hanya dari para seniman, namun juga akademisi.

“Akhirnya di tahun kemarin, baru bisa mendapatkan bentuk rekomendasi sehingga Buleleng bisa menjadi tuan rumah dari festival yang berada di bawah naungan UNESCO ini. Jadi suatu bentuk perjalanan yang cukup panjang, sehingga kita bisa diberikan bentuk rekomendasi selama tiga tahun sementara ini sampai tahun 2027,” jelas I Ngurah Eka Prasetya, selaku penanggung  jawab dari Buleleng International Rhythm Festival 2026. 

BIRF sepenuhnya adalah hasil kerjasama antara UNESCO bersama IOV Indonesia dan anggota dari UNESCO dari Bali yaitu Yayasan Sanggar Seni Santhi Budaya sebagai penggerak utama dari acara festival tersebut. Selama tiga kali penyelenggaraan, festival ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Puri Kanginan Buleleng yang secara konsisten memberikan support Yayasan Sanggar Seni Shanti Budaya dalam mengembangkan program budaya internasional di Bali Utara.

Tak hanya itu, festival ini juga didukung penuh oleh Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sebagai penyelenggara  program kegiatan, yang memperkuat nilai edukasi, riset, serta keterlibatan generasi muda dalam rangka menjaga dan mempromosikan budaya daerah.

Pergelaran seni pada BIRF 2025 | Foto: Dok. Sanggar Santi Budaya

Konsep kolaborasi budaya lintas negara menjadi salah satu kekuatan utama Buleleng International Rhythm Festival. Delegasi negara-negara tersebut berasal dari negara Polandia, Bulgaria, Korea Selatan, Taiwan, Thailand dan Filipina. Total terdapat 159 delegasi yang akan mengisi kegiatan festival tersebut. Delegasi ini sudah terpilih dan memiliki kredibilitas dari pihak panitia untuk benefit yang didapatkan.

“Tahun ini ada 6 negara akan hadir dalam mengikuti festival yang sudah kita pilah-pilah, mana kiranya grup-grup yang kira-kira yang memiliki benefit untuk perkembangan promosi yang ada di Kabupaten Buleleng,” tambah I Ngurah Eka Prasetya atau yang kerap disebut sebagai Gus Eka  di hadapan beberapa media.

Rangkaian kegiatan BIRF 2026 akan diawali dengan acara pembukaan yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik pada 11 Maret 2026. Pembukaan tersebut dijadwalkan dilakukan langsung oleh Bupati Buleleng. Selama festival berlangsung, parade budaya akan menjadi salah satu agenda utama yang digelar pada 13 Maret. Parade ini akan dimulai dari Pelantaran Puri Kangenan dan berakhir di Taman Bung Karno, sebelum dilanjutkan dengan pertunjukan seni pada malam harinya.

Selain parade budaya, festival ini juga menghadirkan UMKM sebagai bentuk kolaborasi dengan masyarakat, termasuk dari instansi pendidikan dan desa wisata dari berbagai daerah di Kabupaten Buleleng. Desa Wisata Kalibukbuk dilibatkan dalam festival ini melalui kegiatan pengenalan budaya Bali dan wisata watching dolphin. Sejumlah UMKM turut aktif berpartisipasi seperti UMKM Desa Panji dengan olahan sorgum serta UMKM Desa Tigawasa dengan produk ulatan bambu.

BIRF juga melakukan workshop pada instansi pendidikan yang berfokus pada hospitality tourism maupun budaya pendidikan instansi tersebut, seperti SMK Negeri 1 Sawan, SMA Negeri 1 Singaraja, SMP Negeri 1 Singaraja, PPLP Pansophia Singaraja, LPK Kencana Hospitality Bali, dan tentunya Universitas Pendidikan Ganesha atau lebih dikenal dengan Undiksha.

I Ngurah Eka Prasetya, selaku penanggung  jawab dari Buleleng International Rhythm Festival 2026 | Foto: tatkala.co/Son

Dengan workshop ini, delegasi bersama para siswa atau mahasiswa serta masyarakat akan saling mengenalkan kebudayaan masing-masing. Para delegasi akan memberitahu kebudayaan di negara mereka dan para siswa atau mahasiswa akan membagikan budaya dan keunikan tiap sekolah atau kampus. Sehingga tercipta sebuah pertukaran budaya yang bisa didiskusikan atau diimplementasi sesuai takaran masing-masing.

Pelibatan Desa Wisata, UMKM, sekolah komunitas lokal, dan generasi muda menjadi salah satu kekuatan utama BIRF. Dengan pengetahuan budaya yang melimpah, mampu membangun ruang belajar secara langsung mengenai budaya dan nilai-nilai tradisi turun-menurun.

Kolaborasi Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi

Gus Eka percaya bahwa selain dari segi promosi pariwisata, Buleleng International Rhythm Festival juga mendatangkan keuntungan dari segi ekonomi untuk daerah Bali. Ini disampaikan dengan jelas dalam konferensi pers yang diselenggarakan di tanggal 14 Februari 2026.

Delegasi menghadiri BIRF datang tanpa tangan kosong. Mereka tidak hanya para seniman, tetapi juga seorang diplomat informal dari UNESCO yang membiayai diri mereka sendiri. Sehingga BIRF tidak mengeluarkan dana kembali untuk mengundang ataupun memenuhi kebutuhan mereka selama sedang di Bali.

Menariknya, para delegasi dan partisipan internasional sudah mulai datang lebih awal dari jadwal festival yang sudah ditentukan, mereka sudah menyebar di berbagai wilayah dan melakukan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata yang tak hanya di Bali Utara, namun juga di Bali Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan festival sangat memberikan dampak nyata, tidak hanya untuk Bali Utara, namun juga bagi berbagai destinasi pariwisata lain di seluruh Bali.

Seniman dari berbagai negara pada BIRF 2025 | Foto: Dok. Sanggar Santi Budaya

Pada Buleleng International Rhythm Festival tahun 2025 lalu, para delegasi mampu mengeluarkan uang sebesar 300 juta selama 2-3 jam  berada di Krisna Oleh-Oleh. Aktivitas ekonomi tidak berhenti disana, para delegasi dengan antusias mendatangi pasar-pasar lokal untuk berbelanja.

Para delegasi juga diperkenalkan dengan produk-produk lokal yang membuat mereka menyukai produk-produk seperti produk Kopi Bali Banyuatis. Dan mereka melariskan UMKM lokal di Pura Maduwe Karang yang menjual produk buah-buahan lokal seperti buah durian dan buah kelapa muda. Para bule ini membeli buah-buah lokal dan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keseharian mereka.

Tak hanya dari produk barang, tapi produk jasa juga mendapatkan keuntungan. Hotel Sunari yang sudah menjadi media partnership dari BIRF selama penyelenggara festival mendapatkan keuntungan dari delegasi yang menginap di hotel tersebut. Terdapat 80 kamar hotel yang diisi  selama 5 malam. Jasa spa juga banyak dilirik delegasi, sehingga pemutaran ekonomi secara barang ataupun jasa sangat kencang selama festival berlangsung.

Berkaca dari festival tahun lalu, BIRF kembali membawakan UMKM lokal untuk membantu para pengusaha agar produk mereka lebih dikenal dan akan dibeli oleh banyak pihak. “Lalu keuntungan untuk Buleleng yang tadi saya sampaikan dari segi promosi, tentunya tamu delegasi ini tidak seniman maupun delegasi yang datang yang tidak membawa uang. Dari segi ekonomi kita sampaikan, makanya disana ada workshop tentang UMKM. Karena dari mereka dalam sela-sela waktu, mereka juga berbelanja, dan menghabiskan uang mereka,” kata I Gusti Eka Prasetya.

Walau begitu, BIRF belum bisa memastikan keuntungan secara statistik dari adanya festival ini karena  belum terdapat data resmi dari instansi statistik terkait besaran dampak ekonomi yang dihasilkan. Namun, berdasarkan informasi dari sektor perhotelan, peningkatan aktivitas sudah mulai terlihat.

Media Hiburan Gratis serta Promosi Bali Utara.

Sebagai festival terbuka untuk publik, BIRF 2026 tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan gratis, tetapi juga sebagai strategi promosi budaya dan pariwisata Bali Utara. Kehadiran festival ini mempertemukan masyarakat lokal, pelaku seni, dan wisatawan dalam satu ruang apresiasi yang sama.

Gus Eka berbicara, bahwa BIRF tidak berfokus pada pagelaran seni, tapi untuk media promosi dan memperkenalkan Buleleng lebih luas agar Buleleng dilirik oleh dunia internasional.

“Kami tidak menggunakan gerakan kepada pagelaran seni budayanya, tapi untuk mengawali tahun 2026, yang penting ada orang datang kemari untuk mengetahui buleleng. Karena tidak gampang mempromosikan Buleleng. Karena buleleng itu masih, sangat awam di telinga. ‘Itu dimananya bali? Buleleng kira-kira di mananya Badung? Di mananya Kuta?’’ cerita Gus Eka dibaluti tawa orang-orang.

Suasana jumpa pers BIRF 2026 di Puri Kanginan Buleleng | Foto: tatkala.co/Son

Diharapkan, Buleleng International Rhythm Festival mampu memberikan warna baru dalam sektor pariwisata, sekaligus menghadirkan jenis wisata yang lebih bermakna seperti wisata edukasi dan wisata konservasi budaya. BIRF membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat aktif, sehingga mereka semakin menghargai budaya yang dimiliki, terlebih ketika budaya tersebut dapat dinikmati dan diapresiasi oleh bangsa-bangsa lain.

Selain berdampak secara ekonomi melalui pergerakan wisatawan dan aktivitas kunjungan lintas wilayah, BIRF juga memberikan dampak sosial dan budaya yang signifikan, terutama dalam membangun kepercayaan diri masyarakat lokal bahwa budaya Buleleng dan Bali memiliki nilai tinggi di mata dunia.

Dengan semangat kolaborasi antara UNESCO, IOV Indonesia, Yayasan Sanggar Seni Santhi Budaya, Pemerintah Daerah, Puri Kanginan Buleleng, serta Universitas Pendidikan Ganesha, Buleleng International Rhythm Festival diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas Bali Utara sebagai pusat budaya dunia serta menjadikan Bali semakin dikenal melalui diplomasi seni yang berkelas dan berkelanjutan. [T]

Reporter: Son Lomri, Made Ayu Radha Dwi Pradnyani
Penulis: Made Ayu Radha Dwi Pradnyani
Editor: Adnyana Ole

Catatan: Artikel ini adalah hasil pelatihan menulis dalam program PKL atau magang siswa SMK TI Global di tatkala.co

Tags: bulelengBuleleng International Rhythm Festivalsanggar santi budaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menggali Kubur yang Telah Subur | Cerpen Safir Ahyanuddin

Next Post

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

Radha Dwi Pradnyani

Radha Dwi Pradnyani

Made Ayu Radha Dwi Pradnyani, siswa SMKTI Global, Singaraja

Related Posts

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
0
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

Read moreDetails

Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
0
Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

DESA Mengwi yang dulunya sebagai pusat kerajaan mewarisi berbagai kebudayaan, tradisi dan nilai-nilai luhur yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat...

Read moreDetails

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

Read moreDetails

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
0
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

Read moreDetails

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
0
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

Read moreDetails

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

Read moreDetails

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails
Next Post
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti ---Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co