13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
in Khas
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Buku Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku di museum setempat. Keempat buku tersebut adalah karya tiga putra pematung Wayan Pendet, ketiganya profesor. Mereka menulis dengan co-author masing-masing.

Keempat buku yang mereka tulis adalah: (1) Patung Gaya Pendet – di mata tiga Profesor [Prof. Dr. I Wayan P. Windia, S.H., M.Si.; Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M. Kes.; dan Prof. Dr. I Ketut Muka Pendet, M.Si.]; (2) Tutur Parikrama – Banjar Bali Museum Pendet oleh Prof. Dr. I Wayan P. Windia, S.H., M.Si. dan Dr. I Ketut Sudantra, S.H.; (3) Kedokteran Spiritual oleh Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M. Kes. dan Prof. Dr. dr. Tjok G.A. Senapathi, Sp.An.KAR.; (4) Ngulik Awig-awig Hukum Adat Bali dari “Kampus Bali” oleh Prof. Dr. I Wayan P. Windia, S.H., M.Si.

Panitia, narasumber, dan undangan utama menerima bingkisan dari Museum Pendet

Acara peringatan HUT berlangsung meriah, akrab, sederhana, dan penuh sukacita. Hadir antara lain Anggota DPD RI Bali Dr. Ida Bagus Rai Mantra, Rektor Unhi Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si., para guru besar, seniman, maestro lukis, pengamat seni, warga asing, dan anggota ‘Banjar Bali’, komunitas yang dulu sering berdiskusi di Museum Pendet.

Juga hadir dan ditunjuk sebagai pembedah buku adalah Anak Agung Gde Rai ARMA dan Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., Koprodi S3 Kajian Budaya Unud. Acara peluncuran dan bedah buku dimoderatori oleh seniman Dr. Kadek Suartaya, dosen ISI Bali.

Tiga Profesor

Buku yang berkaitan langsung dengan Museum Pendet adalah Patung Gaya Pendet – di mata tiga Profesor. Ketiga profesor penulis itu:Prof. Dr. I Wayan P. Windia, S.H., M.Si.; Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M. Kes.; dan Prof. Dr. I Ketut Muka Pendet, M.Si. adalah anak kandung pematung Wayan Pendet. Merekalah leader atau lokomotif (penarik) gerbong kereta api seni keluarga Pendet untuk mendirikan Museum Pendet. Museum ini mengoleksi patung dan lukisan orang tua mereka, Wayan Pendet (1936–17 November 1988). Museum kini dikelola oleh putra Pendet yaitu Ir. Made Saduarsa, seorang insinyur yang juga memiliki darah seni.

“Semoga museum ini menjadi inspirasi bagi generasi Nyuhkuning untuk berkarya, menjadi seniman patung seperti para pendahulu,” ujar Saduarsa.

Patung dan lukisan Wayan Pendet, jenaka ciri khasnya

Di Museum Pendet terkoleksi 85 patung kayu dan 34 lukisan Pendet. Dalam buku Patung Gaya Pendet, dibahas gaya seni rupa Pendet oleh tiga profesor, yaitu anak kandungnya, masing-masing ahli hukum adat, farmakologi, dan guru besar seni. Sudut pandang mereka tentang patung gaya ayahnya agak unik, menggunakan pisau bedah sesuai latar belakang pendidikan masing-masing.

Prof. Windia yang dikenal sebagai ahli hukum adat Bali, alumnus Prodi Doktor Kajian Budaya Unud, membahas aspek “Guna Gina Sesana Manut Linggih” karya patung Pendet; dokter ahli farmakologi Prof. Jawi membahas karya patung Pendet dari segi seni sebagai sumber hiburan untuk “Kebugaran Jiwa Raga”, dan Prof. Ketut Muka membahas “Patung Pendet Potret Bali Orang Bali” dengan fokus proses kreatif dan kekhasan karya patung dan seni lukis Pendet.

Museum Pendet, perayaan HUT dan pameran lukisan

Polos dan Pleasure

Ketika membahas buku Patung Gaya Pendet, Prof. Darma Putra mengapresiasi tulisan ketiga putra profesor Pendet. “Kekhasan patung Pendet adalah gayanya yang polos dan menghibur, alias pleasure,” ujar Darma Putra. Polos karena patung Pendet itu sederhana, tidak halus dan warna-warni seperti patung seniman lain. Tidak perlu amplas. Dalam berkarya, menurut Darma sambil mengutip pendapat kritikus seni dari Belanda Duco van Werre, Pendet membentuk patung berdasarkan ‘keinginan kayu/material’.

Prof. Darma Putra dan moderator Dr. Kadek Suartaya

Karya Pendet bertolak dari tiga hal jika dikaitkan dengan material: biarkan material berkata (bentuk apa yang diinginkan), apresiasi struktur kayu yang hendak dijadikan patung, dan mendengarkan bunyi dari warna (material). Jika disederhanakan, Pendet mengambil inspirasi patung yang hendak dibuat dari bahan baku di depan mata. Jika kayunya pendek, dijadikan patung manusia berperut buncit seeprti punakawan, jika kayunya lebih lebar dijadikan patung babi beranak-pinak, jika kayu panjang dijadikan patung ‘Astagina’ (delapan tangan simbol pekerjaan). Kesederhanaan bentuk dan hasil akhir menjadi kekhasan patung-patung Pendet.

Karena bekerja dengan inspirasi material, Pendet tidak pernah bisa membuat patung banyak. Beda dengan pematung lain, yang membuat banyak, tapi menciptakan sedikit. Kalau Pendet, membuat sedikit, tapi menciptakan (patung khas) yang banyak. “Whoever produces a lot that mean little, in the end find himself empty handed,” ujar Darma mengutip tulisan Duco. Yang membuat atau memproduksi banyak akan berarti sedikit dan pada akhirnya menemukan dirinya kosong.

Soal karakteristik pleasure, Darma menerangkan hal itu terletak pada kesan keriangan yang dipancarkan patung-patung Pendet. Patun-patungnya sederhana, jenaka, menghibur. Tidak ada keruwetan terpancar dari patung-patung Pendet. Patung nenek tua disajikan tersenyum walau gigi ompong: tinggal dua. Siapa pun menatap patung Pendet akan terhibur karena patungnya jenaka. Penikmat akan merasakan keriangan, pleasure. Dari sudut pandang kesehatan, seperti disampaikan Prof. Jawi, seni yang menghibur adalah sumber bahagia, dan bahagia adalah pilar kesehatan.

Prof. Darma memuji ulasan Prof. Jawi yang mengaitkan seni patung dengan kesehatan atau kebugara jiwa (wellness, well being). “Sakit tidak hanya dapat diobati dengan obat, tablet dan resep, tapi juga rasa senang,” ujar Darma menirukan pendapat Prof. Jawi.

Peserta bedah buku

Patung Kayu dan Patung Ibu

Dalam kajiannya membedah buku, Prof. Darma melontarkan pandangan yang agak bergurau tapi cukup kontekstual dan kiasan. Dia membedakan dua jenis patung karya Pendet yang luput dari pengkajian ketiga profesor. Yang dibahas oleh ketiga profesor adalah patung kayu karya Pendet yang jumlah terkoleksi di Museum Pendet adalah 85 buah. Seolah tidak ada patung lain. Menurut Prof. Darma, justru ada karya petung Pendet yang lain.

Menurut Prof. Darma, Pendet juga menciptakan delapan patung lain, yaitu “patung ibu”. Hadirin terperangah, apa gerangan maksud ‘patung ibu’. Darma menjelaskan bahwa patung itu adalah anak-anak ciptaan Pendet yang dilahirkan oleh istrinya, yang menjadi ibu anak-anaknya. Pendet memiliki delapan anak alias ‘delapan patung’, yang dimaksud Darma sebagai ‘patung ibu’. Jika patung ibu ini dihitung, maka jumlah koleksi karya Wayan Pendet bertambah dari 85 + 8 menjadi 93 patung.

Kedelapan ‘patung ibu’ karya Pendet juga memiliki karakteristik sama dengan 85 ‘patung kayu’. Kedelapannya polos dan memiliki profesi yang mengagumkan, setidaknya tiga profesor, satu insinyur, dan satu kartunis Gun Gun. Kalau patung kayu Pendet polos, jenaka, sederhana, maka ciri sama juga terasa pada ‘patung ibu’. Anak-anak Pendet, yang profesor atau yang insinyur, atau yang kartunis, semuanya polos dan jenaka, sederhana, walau sudah 40 tahun menjadi dokter, tapi merendah hati abadi.

Patung Astagina (1975) dan Tritunggal (mungkin ini kemudian khayalan yang menjadi kenyataan Pendet memiliki tiga anak profesor)

Dalam satu patung kayu, Pendet menciptakan patung berjudul ‘Astagina’, yaitu patung tangan-tangan yang memegang pulpen, pahat, dan sebagainya yang menyimbolkan pekerjaan (gina/geginaan). Patung ‘Astagina’ yang dibahas oleh Prof. Windia dengan pendekatan Hukum Adat Bali, memiliki makna yang dalam, tentang bagaimana tanggung jawab orang tua (ayah dan ibu) untuk mendewasakan anak-anak mereka agar berguna dan bergina di masyarakat.

Setelah berbicara tentang ‘patung kayu’ dan ‘patung ibu’, Darma Putra meneruskan bahwa dalam pembahasan oleh tiga profesor, pembahasan tentang IBU absen sepenuhnya. “Padahal itu tak hanya simbol produksi tetapi juga inspirasi. Tanpa istri atau ibu anak-anaknya, Pendet mungkin tidak menciptakan apa yang dia ciptakan dalam wujud patung kayu,” ujar Darma Putra. Pendengar hening, lalu seperti membenarkan.

Suasana perayaan HUT Museum Pendet

Usai seminar-bedah buku, Direktur Museum Pendet yaitu Ir. Made Saduarsa, berterima kasih atas ide mengingatkan IBU. “Pada perayaan 100 Tahun Wayan Pendet, pemuliaan IBU akan diutamakan,” ujar Sadu, berterima kasih kepada Prof. Darma atas ilham yang diberikan [T].

Tags: BukuMuseum Pendetpatungseni patungSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi dan Ikhtiar Merawat Luka Sosial

Next Post

Lomba Lagu Pop Bali Tingkat SMA/SMK Bulan Bahasa Bali 2026: Pengunjung Terpesona

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails
Next Post
Lomba Lagu Pop Bali Tingkat SMA/SMK Bulan Bahasa Bali 2026: Pengunjung Terpesona

Lomba Lagu Pop Bali Tingkat SMA/SMK Bulan Bahasa Bali 2026: Pengunjung Terpesona

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co