2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Oleh-oleh Minikino dari Prancis: Film Pendek Indonesia Makin Go Global!

tatkala by tatkala
February 9, 2026
in Panggung
Oleh-oleh Minikino dari Prancis: Film Pendek Indonesia Makin Go Global!

Clermont-Ferrand International Short Film Festival (CFISFF) 2026 di Prancis

SETELAH satu minggu penuh pertemuan, diskusi industri, dan pemutaran film di ajang Clermont-Ferrand International Short Film Festival (CFISFF) 2026 di Prancis, Fransiska Prihadi, Direktur Program Minikino Film Week, mendarat kembali dengan selamat di Bali pada Sabtu malam, 7 Februari 2026.

Kepulangannya bukan sekadar kembali dari perjalanan panjang di Eropa. Setelah menghadiri Vilnius Short Film Festival di Lithuania dan CFISFF di Prancis yang merupakan festival film pendek terbesar di dunia, yang dilakukan Minikino adalah mendorong pembentukan jejaring internasional yang semakin luas dan sekaligus membuka berbagai rencana baru bagi Minikino Film Week ke depan.

Kepulangannya bukan sekadar akhir dari perjalanan panjang di Eropa. Sebelum kembali ke Bali, Fransiska hadir Vilnius Short Film Festival di Lithuania dan berlanjut ke Clermont-Ferrand International Short Film Festival (CFISFF) di Prancis, festival film pendek terbesar di dunia. Minikino tidak hanya hadir sebagai peserta namun secara aktif membangun jejaring internasional yang lebih luas. Perjalanan panjang ini juga membuka berbagai kemungkinan dan rencana baru untuk pengembangan Minikino Film Week ke depan.

Film Pendek Indonesia Lagi Naik Level

Tahun ini jadi momen spesial karena Asia Tenggara untuk pertama kalinya menjadi fokus kawasan di Clermont-Ferrand. Selain itu, film-film pendek Indonesia juga hadir di kompetisi internasional, program fokus Asia Tenggara, hingga sesi pasar film, short film market Clermont Ferrand yang disebut-sebut sebagai yang terbesar di dunia.

Program Indonesian Entourage: A Sleeping Giant dalam sesi Market Screening menampilkan enam film pendek Indonesia yang menunjukkan keberanian, keberagaman cerita, dan kualitas produksi yang makin matang. Dan ini membuktikan satu hal penting, bahwa film pendek Indonesia bukan lagi “format kecil” yang cuma sekedar untuk tugas sekolah. Film pendek telah terbukti menjadi ruang eksplorasi seni, kolaborasi lintas negara, dan pintu masuk menuju industri film global.

Film-film pendek yang ditampilkan dalam market screening Indonesian Entourage: A Sleeping Giant bisa dilihat selengkapnya pada tautan https://minikino.org/indonesianentourage2026/. Fransiska Prihadi, Direktur Program Minikino Film Week, Bali International Short Film Festival, sebagai kurator program mempertimbangkan kualitas karya yang dinilai mampu merepresentasikan pencapaian terkini film pendek Indonesia. “Film-film yang terpilih memiliki nilai tawar yang relevan dan diminati oleh industri internasional. Sebagian film pendek yang terpilih merupakan karya yang diproduksi melalui program Layar Indonesiana yang diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia,” kata Fransiska.

Selain market screening, sebuah film pendek produksi Kawan Kawan Media berjudul “One Tropical Rain of Love and Guilt” terpilih masuk kompetisi internasional. Film ini ditulis dan disutradarai oleh Sein Lyan Tun (Myanmar), dan merupakan kolaborasi produksi lintas negara antara Indonesia, Myanmar, dan Thailand. Karya ini merupakan gambaran bahwa film pendek memiliki potensi kolaborasi produksi yang luas.

Clermont-Ferrand International Short Film Festival (CFISFF) 2026 di Prancis

Film pendek Indonesia juga hadir melalui sejumlah program non-kompetisi. Dalam FOCUS: South East Asia, terpilih film Basri dan Salma dalam Komedi yang Terus Berputar (Basri and Salma in a Never-Ending Comedy) karya sutradara Khozy Rizal, Prenjak (In the Year of Monkey) karya sutradara Wregas Bhanuteja, serta Ragadi Maparo (Where the Wild Frangipanis Grow) karya sutradara Bali, Nirartha Bas Dhiwangkara. Sementara itu, dalam program bertajuk BLOOD menampilkan film pendek Darah Ksatria (Knight of Blood) yang disutradarai oleh Widya Arafah dan Arjuna Asa. Film lain karya Khozy Rizal, Little Rebels Cinema Club, turut tampil dalam program Market Picks.

Indonesia berdiri bersama Asia Tenggara

Sebagai bagian dari Southeast Asian Festival Focus, CFISFF juga menampilkan seleksi film khusus yang menyoroti kawasan Asia Tenggara. Booth khusus Asia Tenggara juga untuk pertama kalinya didirikan dalam ruang pasar melalui kerja sama dengan The Asian Film Alliance Network (AFAN).

AFAN merupakan sebuah inisiatif jejaring yang mempertemukan badan-badan perfilman nasional di Asia untuk memperkuat kemitraan, pertukaran informasi, serta merayakan warisan budaya, cerita, dan sumber daya bersama di kawasan ini dan seterusnya. Saat ini, AFAN diikuti oleh lembaga perfilman nasional dari Korea Selatan (KOFIC), Indonesia (Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia), Malaysia (FINAS), Mongolia (MNFC), Filipina (FDCP), Singapura (IMDA/SFC), dan Taiwan (TAICCA).

AFAN pertama kali terbentuk pada perhelatan Cannes Film Festival 2023 atas inisiatif Korean Film Council, dan sejak itu terus mengembangkan jejaring lintas kawasan. Salah satu langkah penting yang sudah dilakukan adalah melakukan kemitraan dengan European Film Agency Directors Association pada Mei 2024,memperkuat kolaborasi Asia–Eropa. Pada Mei 2025, Thailand resmi bergabung dengan AFAN di Cannes Film Festival, menandai langkah penting selanjutnya dalam perluasan jejaring kawasan ini.

Bukan Cuma Putar Film, Tapi Membangun Jaringan

Selain pemutaran film, delegasi Indonesia juga aktif di forum industri, diskusi ekonomi film pendek, hingga platform pengembangan proyek seperti Talents Connexion. Semua ini membuka peluang baru, mulai dari sekedar berkenalan sampai ke kolaborasi produksi, distribusi festival, dan juga potensi kerja sama jangka panjang lintas negara.

Dukungan terhadap keberangkatan delegasi Indonesia diberikan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya.

Denpasar, Siap Jadi Tuan Rumah Dunia

Sepulang dari Prancis, Fransiska membawa pulang bukan hanya pengalaman, tetapi juga banyak rencana baru untuk memperkuat Minikino Film Week sebagai jembatan antara Indonesia dan dunia.

Melalui Minikino Film Week 12, Bali International Film Festival yang akan berlangsung pada 11–18 September 2026, Denpasar kembali bersiap menjadi ruang pertemuan utama para pembuat film, kurator, dan profesional industri internasional yang hadir langsung untuk berbagi gagasan dan pengalaman.

Yang penting untuk digaris bawahi juga adalah festival ini bukan hanya untuk filmmaker. Minikino mengajak seluruh masyarakat Bali untuk ikut menjadi tuan rumah. Generasi muda, komunitas, pelajar, pekerja kreatif, hingga penonton umum. Semua berperan penting.

Clermont-Ferrand International Short Film Festival (CFISFF) 2026 di Prancis

Industri film yang sehat tidak hanya dibentuk oleh para pembuatnya. Ia juga tumbuh dari penonton yang hadir, mencari tahu, bertanya, berdiskusi, dan berani bersuara dan bersikap kritis. Karena itu, festival ini dirancang agar ramah, terbuka, dan mudah diakses. Siapa pun bisa terlibat dan berkontribusi. Baik sebagai kreator, maupun sebagai penonton aktif dan kritis bersuara, yang ikut membentuk arah perkembangan sinema kita ke depan.

Kesempatan ini adalah ruang belajar bersama: menyaksikan karya dari berbagai negara, berdialog langsung dengan para ahli, serta memahami bagaimana film pendek Indonesia bergerak di level global.

Kenapa Film Pendek Penting?

Film pendek melahirkan banyak ide segar dan talenta baru di dunia film. Inilah salah satu kekuatan yang sangat khas dari film pendek. Banyak sutradara besar di Indonesia maupun di dunia memulai karirnya dari film pendek. Bahkan beberapa seniman audio visual memilih film pendek sebagai media utama untuk ekspresi mereka.

Di Indonesia dan Asia Tenggara, film pendek kini jadi tulang punggung gerakan sinema yang progresif, lebih lincah, lebih berani, dan penuh dengan energi baru. Film pendek mungkin bukan komoditi komersial, namun merupakan medium berkesenian yang lebih murni ketika melihat film sebagai sebuah karya seni.

Partisipasi di Clermont-Ferrand 2026 lebih mempertegas lagi bahwa film pendek Indonesia bukan sekadar pelengkap industri film. Ia adalah motor penggerak generasi baru perfilman Indonesia.

Dan sekarang, giliran Bali ikut bergerak bersama. [T]

Sumber: Siaran Pers Minikino
Editor: Adnyana Ole

Tags: filmfilm pendekMinikinoPrancis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Mlancaran Ka Sasak’, dari Novel ke Drama Bali Modern — Sanggar Nong Nong Kling Bersiap ‘Masolah’ di Bulan Bahasa Bali 2026

Next Post

Prof. Suka Yasa: Kembali Menekuni Sastra Lontar untuk Bangkitkan Taksu Manusia Bali

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Prof. Suka Yasa: Kembali Menekuni Sastra Lontar untuk Bangkitkan Taksu Manusia Bali

Prof. Suka Yasa: Kembali Menekuni Sastra Lontar untuk Bangkitkan Taksu Manusia Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co