23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Oleh-oleh Minikino dari Prancis: Film Pendek Indonesia Makin Go Global!

tatkala by tatkala
February 9, 2026
in Panggung
Oleh-oleh Minikino dari Prancis: Film Pendek Indonesia Makin Go Global!

Clermont-Ferrand International Short Film Festival (CFISFF) 2026 di Prancis

SETELAH satu minggu penuh pertemuan, diskusi industri, dan pemutaran film di ajang Clermont-Ferrand International Short Film Festival (CFISFF) 2026 di Prancis, Fransiska Prihadi, Direktur Program Minikino Film Week, mendarat kembali dengan selamat di Bali pada Sabtu malam, 7 Februari 2026.

Kepulangannya bukan sekadar kembali dari perjalanan panjang di Eropa. Setelah menghadiri Vilnius Short Film Festival di Lithuania dan CFISFF di Prancis yang merupakan festival film pendek terbesar di dunia, yang dilakukan Minikino adalah mendorong pembentukan jejaring internasional yang semakin luas dan sekaligus membuka berbagai rencana baru bagi Minikino Film Week ke depan.

Kepulangannya bukan sekadar akhir dari perjalanan panjang di Eropa. Sebelum kembali ke Bali, Fransiska hadir Vilnius Short Film Festival di Lithuania dan berlanjut ke Clermont-Ferrand International Short Film Festival (CFISFF) di Prancis, festival film pendek terbesar di dunia. Minikino tidak hanya hadir sebagai peserta namun secara aktif membangun jejaring internasional yang lebih luas. Perjalanan panjang ini juga membuka berbagai kemungkinan dan rencana baru untuk pengembangan Minikino Film Week ke depan.

Film Pendek Indonesia Lagi Naik Level

Tahun ini jadi momen spesial karena Asia Tenggara untuk pertama kalinya menjadi fokus kawasan di Clermont-Ferrand. Selain itu, film-film pendek Indonesia juga hadir di kompetisi internasional, program fokus Asia Tenggara, hingga sesi pasar film, short film market Clermont Ferrand yang disebut-sebut sebagai yang terbesar di dunia.

Program Indonesian Entourage: A Sleeping Giant dalam sesi Market Screening menampilkan enam film pendek Indonesia yang menunjukkan keberanian, keberagaman cerita, dan kualitas produksi yang makin matang. Dan ini membuktikan satu hal penting, bahwa film pendek Indonesia bukan lagi “format kecil” yang cuma sekedar untuk tugas sekolah. Film pendek telah terbukti menjadi ruang eksplorasi seni, kolaborasi lintas negara, dan pintu masuk menuju industri film global.

Film-film pendek yang ditampilkan dalam market screening Indonesian Entourage: A Sleeping Giant bisa dilihat selengkapnya pada tautan https://minikino.org/indonesianentourage2026/. Fransiska Prihadi, Direktur Program Minikino Film Week, Bali International Short Film Festival, sebagai kurator program mempertimbangkan kualitas karya yang dinilai mampu merepresentasikan pencapaian terkini film pendek Indonesia. “Film-film yang terpilih memiliki nilai tawar yang relevan dan diminati oleh industri internasional. Sebagian film pendek yang terpilih merupakan karya yang diproduksi melalui program Layar Indonesiana yang diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia,” kata Fransiska.

Selain market screening, sebuah film pendek produksi Kawan Kawan Media berjudul “One Tropical Rain of Love and Guilt” terpilih masuk kompetisi internasional. Film ini ditulis dan disutradarai oleh Sein Lyan Tun (Myanmar), dan merupakan kolaborasi produksi lintas negara antara Indonesia, Myanmar, dan Thailand. Karya ini merupakan gambaran bahwa film pendek memiliki potensi kolaborasi produksi yang luas.

Clermont-Ferrand International Short Film Festival (CFISFF) 2026 di Prancis

Film pendek Indonesia juga hadir melalui sejumlah program non-kompetisi. Dalam FOCUS: South East Asia, terpilih film Basri dan Salma dalam Komedi yang Terus Berputar (Basri and Salma in a Never-Ending Comedy) karya sutradara Khozy Rizal, Prenjak (In the Year of Monkey) karya sutradara Wregas Bhanuteja, serta Ragadi Maparo (Where the Wild Frangipanis Grow) karya sutradara Bali, Nirartha Bas Dhiwangkara. Sementara itu, dalam program bertajuk BLOOD menampilkan film pendek Darah Ksatria (Knight of Blood) yang disutradarai oleh Widya Arafah dan Arjuna Asa. Film lain karya Khozy Rizal, Little Rebels Cinema Club, turut tampil dalam program Market Picks.

Indonesia berdiri bersama Asia Tenggara

Sebagai bagian dari Southeast Asian Festival Focus, CFISFF juga menampilkan seleksi film khusus yang menyoroti kawasan Asia Tenggara. Booth khusus Asia Tenggara juga untuk pertama kalinya didirikan dalam ruang pasar melalui kerja sama dengan The Asian Film Alliance Network (AFAN).

AFAN merupakan sebuah inisiatif jejaring yang mempertemukan badan-badan perfilman nasional di Asia untuk memperkuat kemitraan, pertukaran informasi, serta merayakan warisan budaya, cerita, dan sumber daya bersama di kawasan ini dan seterusnya. Saat ini, AFAN diikuti oleh lembaga perfilman nasional dari Korea Selatan (KOFIC), Indonesia (Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia), Malaysia (FINAS), Mongolia (MNFC), Filipina (FDCP), Singapura (IMDA/SFC), dan Taiwan (TAICCA).

AFAN pertama kali terbentuk pada perhelatan Cannes Film Festival 2023 atas inisiatif Korean Film Council, dan sejak itu terus mengembangkan jejaring lintas kawasan. Salah satu langkah penting yang sudah dilakukan adalah melakukan kemitraan dengan European Film Agency Directors Association pada Mei 2024,memperkuat kolaborasi Asia–Eropa. Pada Mei 2025, Thailand resmi bergabung dengan AFAN di Cannes Film Festival, menandai langkah penting selanjutnya dalam perluasan jejaring kawasan ini.

Bukan Cuma Putar Film, Tapi Membangun Jaringan

Selain pemutaran film, delegasi Indonesia juga aktif di forum industri, diskusi ekonomi film pendek, hingga platform pengembangan proyek seperti Talents Connexion. Semua ini membuka peluang baru, mulai dari sekedar berkenalan sampai ke kolaborasi produksi, distribusi festival, dan juga potensi kerja sama jangka panjang lintas negara.

Dukungan terhadap keberangkatan delegasi Indonesia diberikan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya.

Denpasar, Siap Jadi Tuan Rumah Dunia

Sepulang dari Prancis, Fransiska membawa pulang bukan hanya pengalaman, tetapi juga banyak rencana baru untuk memperkuat Minikino Film Week sebagai jembatan antara Indonesia dan dunia.

Melalui Minikino Film Week 12, Bali International Film Festival yang akan berlangsung pada 11–18 September 2026, Denpasar kembali bersiap menjadi ruang pertemuan utama para pembuat film, kurator, dan profesional industri internasional yang hadir langsung untuk berbagi gagasan dan pengalaman.

Yang penting untuk digaris bawahi juga adalah festival ini bukan hanya untuk filmmaker. Minikino mengajak seluruh masyarakat Bali untuk ikut menjadi tuan rumah. Generasi muda, komunitas, pelajar, pekerja kreatif, hingga penonton umum. Semua berperan penting.

Clermont-Ferrand International Short Film Festival (CFISFF) 2026 di Prancis

Industri film yang sehat tidak hanya dibentuk oleh para pembuatnya. Ia juga tumbuh dari penonton yang hadir, mencari tahu, bertanya, berdiskusi, dan berani bersuara dan bersikap kritis. Karena itu, festival ini dirancang agar ramah, terbuka, dan mudah diakses. Siapa pun bisa terlibat dan berkontribusi. Baik sebagai kreator, maupun sebagai penonton aktif dan kritis bersuara, yang ikut membentuk arah perkembangan sinema kita ke depan.

Kesempatan ini adalah ruang belajar bersama: menyaksikan karya dari berbagai negara, berdialog langsung dengan para ahli, serta memahami bagaimana film pendek Indonesia bergerak di level global.

Kenapa Film Pendek Penting?

Film pendek melahirkan banyak ide segar dan talenta baru di dunia film. Inilah salah satu kekuatan yang sangat khas dari film pendek. Banyak sutradara besar di Indonesia maupun di dunia memulai karirnya dari film pendek. Bahkan beberapa seniman audio visual memilih film pendek sebagai media utama untuk ekspresi mereka.

Di Indonesia dan Asia Tenggara, film pendek kini jadi tulang punggung gerakan sinema yang progresif, lebih lincah, lebih berani, dan penuh dengan energi baru. Film pendek mungkin bukan komoditi komersial, namun merupakan medium berkesenian yang lebih murni ketika melihat film sebagai sebuah karya seni.

Partisipasi di Clermont-Ferrand 2026 lebih mempertegas lagi bahwa film pendek Indonesia bukan sekadar pelengkap industri film. Ia adalah motor penggerak generasi baru perfilman Indonesia.

Dan sekarang, giliran Bali ikut bergerak bersama. [T]

Sumber: Siaran Pers Minikino
Editor: Adnyana Ole

Tags: filmfilm pendekMinikinoPrancis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Mlancaran Ka Sasak’, dari Novel ke Drama Bali Modern — Sanggar Nong Nong Kling Bersiap ‘Masolah’ di Bulan Bahasa Bali 2026

Next Post

Prof. Suka Yasa: Kembali Menekuni Sastra Lontar untuk Bangkitkan Taksu Manusia Bali

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

Read moreDetails

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
0
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

Read moreDetails
Next Post
Prof. Suka Yasa: Kembali Menekuni Sastra Lontar untuk Bangkitkan Taksu Manusia Bali

Prof. Suka Yasa: Kembali Menekuni Sastra Lontar untuk Bangkitkan Taksu Manusia Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co