23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Si Gemuk yang Masih Belum Bernama | Cerpen I Made Dwipayana

I Made Dwipayana by I Made Dwipayana
January 16, 2026
in Cerpen
Si Gemuk yang Masih Belum Bernama | Cerpen I Made Dwipayana

Ilustrasi tatkala.co | Dibuat dengan Canva

“Kamu nggak lupa jas hujan kan?” tanyaku.

Dengan gaya khasnya yang tergesa-gesa, Satria mengambil dua jas hujan, warna biru untuknya, yang warna pink untukku. Di seberang, nampak dua orang pria wanita, mungkin adik-kakak, mungkin suami-istri, dan kucing gemuk yang cepat-cepat mereka terlantarkan.

Mereka bertindak gesit sekali, tak lebih dari 10 detik. Si kucing gemuk itu bergeming, dan entah kenapa ia menatap kami dengan tajam. Kami saling memandang, tapi aku tidak lagi berpikir panjang, Si gemuk itu aku angkut, aku mengangguk ke Satria, ia membalas anggukanku.

Sebenarnya bulan lalu kami sudah berencana mengadopsi anabul, namun karena bukan suatu prioritas, wishlist itu selalu kami tunda. Sekarang, kami resmi mengadopsi anabul gemuk ini. Setelah beres-beres, kami keringkan Si Gemuk. Sudah sebulan hanya kami yang meramaikan rumah ini, sekarang kami punya anggota keluarga baru.

Aku berterima kasih pada kucing ini karena ia bisa dijadikan alasan menunda punya momongan. “Kita bisa latihan mengasuh anak kucing dulu kan?” kataku.

“Aku ikut saja!” Satria membalas dengan santai, sambil mengambil cemilan yang kami beli tadi dan membuatkanku teh untuk bertarung dengan dinginnya malam.

Walau terlihat seperti kucing ras mahal, tingkahnya berkata sebaliknya. Ia susah sekali diatur, kadang ia bermain dengan bola kesayangannya di sofa, kadang ia ke sana kemari mencari tikus. Untungnya, ia tak pernah keluar rumah, Aku merasa tak perlu khawatir dan fokus dengan kerjaan mendesain yang banyak revisinya. Biasanya aku merasa kesepian bekerja di rumah dan tak sabar ketika jam sudah hampir mendekati jam 4, ketika Satria membuka pintu dan memberi kecupan singkat.

Oh iya, aku lupa memberikan si kucing ini nama, kesabaranku bertemu Satria jadi lebih menipis karena ada hal yang perlu kita bicarakan. Untung saja hari ini lebih banyak revisi yang masuk, sehingga waktu berjalan jauh lebih cepat. Sejenak aku pantau Si Gemuk tertidur pulas di atas sofa, kami juga akan membicarakan rencana membelikan Si Gemuk tempat tidur besar, yang bisa cukup muat untuk badannya berbaring bersama bola kesayangannya.

Satria mengetuk pintu, dan segera membuka pintu, aku mengecup pipinya dan membantu membawakan barang-barang. Sekilas kuintip isi tas, lega karena Satria tak lupa membeli makanan kucing.

“Aku punya hadiah nih, kamu bisa nebak apa?” tanya Satria sambil membuka isi tasnya.

“Es krim!?” Kali ini aku pasti benar.

Seperti biasa, tiap hari Jumat kami menyempatkan menonton film. Aku hanya ikut saja, Kurasa memilih film adalah satu-satunya hal ketika Satria mengambil keputusan sendiri, sisanya ia selalu melibatkanku. Malam ini kami habiskan di film. Lagi-lagi kami melupakan menamai Si Gemuk.

Terakhir aku lihat bola kesayangan Si Gemuk masih terlihat seperti bola, sekarang entah seperti apa bentuknya, lebih seperti rempeyek karena terlalu sering digigitnya. Tak terbayang kalau harus menyetok bola tiap minggunya.  Hari ini mungkin menjadi hari ter-hectic-ku karena ada 4 desain sekaligus, biasanya aku mendapatkan 1-2 tiap hari. Salah satunya membuat design system untuk brand makanan anjing.

Mata dan jari-jemariku seolah tak perlu berkoordinasi, mereka sudah otomatis bergerak satu sama lain. Kali ini, aku mendesainnya dengan tersenyum karena foto-foto anabul di layar. Oh iya, aku lupa memberikan Si Gemuk nama. Padahal kami sudah merencanakan dan mencoba memberikannya nama, namun belum ada kata sepakat.

Seperti biasanya, selalu ada terbesit rasa muak menunggu Satria pulang. Anabul kami yang tak kunjung mempunyai nama mengingatkanku pada Satria, ia selalu punya cara membuatku nyaman dan aman. Aku sayang seutuhnya, yang berarti aku juga akan selalu menerima betapa payahnya ia mengambil keputusan. Kata keterlibatan sudah menjadi mantra baginya. Ia selalu menceramahiku pentingnya melibatkanku dalam hal apapun. Namun aku juga sudah kadung percaya, jadi aku ingin juga merasa dipaksa memilih pilihannya. Itu juga yang membuatnya susahnya kami menentukan nama untuk Si Gemuk. Ia membuka ruang diskusi seluasnya, sedangkan aku menunggu apapun pilihannya.

Hembusan angin yang kencang di luar diikuti sedikit gerimis sukses membuat malam ini lebih terasa dramatis. Di dapur, aku menyiapkan makan malam. Satria asyik menonton acara kompetisi memasak kesukaannya.

Seketika Satria berdiri dan menengok ke jendela. “Kenapa ya banyak anjing menggonggong di luar?”

Aku juga bertanya yang sama. Makan malam sudah siap, kami makan bersama di ruang tamu.

“Aku belum sempat lihat Si Gemuk, di mana dia?” Satria bertanya, matanya terpaku ke TV.

“Mungkin di halaman belakang, lagi bermain,” sahutku.

Satria bergegas mencari Si Gemuk, tadi siang aku kabari kalau ia sudah dimandikan, Satria pasti tak sabar mencium wangi Si Gemuk. Aku juga mencarinya setelah beres-beres karena aku kalah suit dengan Satria.

Suara kucing samar-samar terdengar di luar, seberang rumah. Kami dengan tergesa-gesa melihat apa yang terjadi. Jangan-jangan anjing di luar menggonggong karena kehadiran Si Gemuk.

Kami berdua kaget setengah mati karena Si Gemuk ternyata di atas genteng rumah tetangga sebelah. 3-4 anjing memaku pandangannya ke Si Gemuk.

“Ayo, sini turun!” teriakku, ditimpali dengan Satria. Suasananya kikuk, memanggil tanpa nama, kadang kami menggunakan nama serampangan yang berbeda-beda.

Kami berdua berteriak memanggil Si Gemuk. Si Gemuk bergeming, melihat sebentar ke arah kami dan memalingkan pandangannya ke anjing-anjing. Ia pasti ngambek karena belum juga punya nama.

Si Gemuk seketika hilang dari pandangan, anjing-anjing perlahan pergi kebingungan mencari Si Gemuk. Ditemani senter, kami mencari-cari Si Gemuk. Seketika naluriku menuntun untuk melihat ke atas genteng kami. Benar saja, ia duduk santai sambil menjilat-jilat badannya, dari gerak-geriknya aku tahu ia pasti meledek kami.

Di antara gerimis, kami saling menatap. Aku tak tahu apa yang dipikirkan Satria saat ini. Sambil menatap Si Gemuk yang tiba-tiba jadi rebel itu, aku berharap ia segera punya nama, nama yang datang dari ketegasan Satria. [T]

Penulis: I Made Dwipayana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Hal-Hal Kecil yang Menyebut Namamu

Next Post

Wacana Pilkada Lewat DPRD adalah Demokrasi yang Dipreteli atas Nama Konstitusi?

I Made Dwipayana

I Made Dwipayana

Lahir dan besar di Badung, menyukai apa saja yang menantang pikiran.

Related Posts

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

by Hidayatul Ulum
May 30, 2026
0
Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

PRIA-PRIA yang kau semayamkan di awan kita, tak satu pun Mas kenal—awalnya. Setelah Mas membaca jejak hatimu yang kau tinggalkan...

Read moreDetails

Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
May 29, 2026
0
Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

JAM menunjukkan pukul 05.15 pagi ketika kaki renta Pak Syukur mulai menyusuri gang sempit menuju pinggir jalan raya. Embun belum...

Read moreDetails
Next Post
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

Wacana Pilkada Lewat DPRD adalah Demokrasi yang Dipreteli atas Nama Konstitusi?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co