23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Si Gemuk yang Masih Belum Bernama | Cerpen I Made Dwipayana

I Made Dwipayana by I Made Dwipayana
January 16, 2026
in Cerpen
Si Gemuk yang Masih Belum Bernama | Cerpen I Made Dwipayana

Ilustrasi tatkala.co | Dibuat dengan Canva

“Kamu nggak lupa jas hujan kan?” tanyaku.

Dengan gaya khasnya yang tergesa-gesa, Satria mengambil dua jas hujan, warna biru untuknya, yang warna pink untukku. Di seberang, nampak dua orang pria wanita, mungkin adik-kakak, mungkin suami-istri, dan kucing gemuk yang cepat-cepat mereka terlantarkan.

Mereka bertindak gesit sekali, tak lebih dari 10 detik. Si kucing gemuk itu bergeming, dan entah kenapa ia menatap kami dengan tajam. Kami saling memandang, tapi aku tidak lagi berpikir panjang, Si gemuk itu aku angkut, aku mengangguk ke Satria, ia membalas anggukanku.

Sebenarnya bulan lalu kami sudah berencana mengadopsi anabul, namun karena bukan suatu prioritas, wishlist itu selalu kami tunda. Sekarang, kami resmi mengadopsi anabul gemuk ini. Setelah beres-beres, kami keringkan Si Gemuk. Sudah sebulan hanya kami yang meramaikan rumah ini, sekarang kami punya anggota keluarga baru.

Aku berterima kasih pada kucing ini karena ia bisa dijadikan alasan menunda punya momongan. “Kita bisa latihan mengasuh anak kucing dulu kan?” kataku.

“Aku ikut saja!” Satria membalas dengan santai, sambil mengambil cemilan yang kami beli tadi dan membuatkanku teh untuk bertarung dengan dinginnya malam.

Walau terlihat seperti kucing ras mahal, tingkahnya berkata sebaliknya. Ia susah sekali diatur, kadang ia bermain dengan bola kesayangannya di sofa, kadang ia ke sana kemari mencari tikus. Untungnya, ia tak pernah keluar rumah, Aku merasa tak perlu khawatir dan fokus dengan kerjaan mendesain yang banyak revisinya. Biasanya aku merasa kesepian bekerja di rumah dan tak sabar ketika jam sudah hampir mendekati jam 4, ketika Satria membuka pintu dan memberi kecupan singkat.

Oh iya, aku lupa memberikan si kucing ini nama, kesabaranku bertemu Satria jadi lebih menipis karena ada hal yang perlu kita bicarakan. Untung saja hari ini lebih banyak revisi yang masuk, sehingga waktu berjalan jauh lebih cepat. Sejenak aku pantau Si Gemuk tertidur pulas di atas sofa, kami juga akan membicarakan rencana membelikan Si Gemuk tempat tidur besar, yang bisa cukup muat untuk badannya berbaring bersama bola kesayangannya.

Satria mengetuk pintu, dan segera membuka pintu, aku mengecup pipinya dan membantu membawakan barang-barang. Sekilas kuintip isi tas, lega karena Satria tak lupa membeli makanan kucing.

“Aku punya hadiah nih, kamu bisa nebak apa?” tanya Satria sambil membuka isi tasnya.

“Es krim!?” Kali ini aku pasti benar.

Seperti biasa, tiap hari Jumat kami menyempatkan menonton film. Aku hanya ikut saja, Kurasa memilih film adalah satu-satunya hal ketika Satria mengambil keputusan sendiri, sisanya ia selalu melibatkanku. Malam ini kami habiskan di film. Lagi-lagi kami melupakan menamai Si Gemuk.

Terakhir aku lihat bola kesayangan Si Gemuk masih terlihat seperti bola, sekarang entah seperti apa bentuknya, lebih seperti rempeyek karena terlalu sering digigitnya. Tak terbayang kalau harus menyetok bola tiap minggunya.  Hari ini mungkin menjadi hari ter-hectic-ku karena ada 4 desain sekaligus, biasanya aku mendapatkan 1-2 tiap hari. Salah satunya membuat design system untuk brand makanan anjing.

Mata dan jari-jemariku seolah tak perlu berkoordinasi, mereka sudah otomatis bergerak satu sama lain. Kali ini, aku mendesainnya dengan tersenyum karena foto-foto anabul di layar. Oh iya, aku lupa memberikan Si Gemuk nama. Padahal kami sudah merencanakan dan mencoba memberikannya nama, namun belum ada kata sepakat.

Seperti biasanya, selalu ada terbesit rasa muak menunggu Satria pulang. Anabul kami yang tak kunjung mempunyai nama mengingatkanku pada Satria, ia selalu punya cara membuatku nyaman dan aman. Aku sayang seutuhnya, yang berarti aku juga akan selalu menerima betapa payahnya ia mengambil keputusan. Kata keterlibatan sudah menjadi mantra baginya. Ia selalu menceramahiku pentingnya melibatkanku dalam hal apapun. Namun aku juga sudah kadung percaya, jadi aku ingin juga merasa dipaksa memilih pilihannya. Itu juga yang membuatnya susahnya kami menentukan nama untuk Si Gemuk. Ia membuka ruang diskusi seluasnya, sedangkan aku menunggu apapun pilihannya.

Hembusan angin yang kencang di luar diikuti sedikit gerimis sukses membuat malam ini lebih terasa dramatis. Di dapur, aku menyiapkan makan malam. Satria asyik menonton acara kompetisi memasak kesukaannya.

Seketika Satria berdiri dan menengok ke jendela. “Kenapa ya banyak anjing menggonggong di luar?”

Aku juga bertanya yang sama. Makan malam sudah siap, kami makan bersama di ruang tamu.

“Aku belum sempat lihat Si Gemuk, di mana dia?” Satria bertanya, matanya terpaku ke TV.

“Mungkin di halaman belakang, lagi bermain,” sahutku.

Satria bergegas mencari Si Gemuk, tadi siang aku kabari kalau ia sudah dimandikan, Satria pasti tak sabar mencium wangi Si Gemuk. Aku juga mencarinya setelah beres-beres karena aku kalah suit dengan Satria.

Suara kucing samar-samar terdengar di luar, seberang rumah. Kami dengan tergesa-gesa melihat apa yang terjadi. Jangan-jangan anjing di luar menggonggong karena kehadiran Si Gemuk.

Kami berdua kaget setengah mati karena Si Gemuk ternyata di atas genteng rumah tetangga sebelah. 3-4 anjing memaku pandangannya ke Si Gemuk.

“Ayo, sini turun!” teriakku, ditimpali dengan Satria. Suasananya kikuk, memanggil tanpa nama, kadang kami menggunakan nama serampangan yang berbeda-beda.

Kami berdua berteriak memanggil Si Gemuk. Si Gemuk bergeming, melihat sebentar ke arah kami dan memalingkan pandangannya ke anjing-anjing. Ia pasti ngambek karena belum juga punya nama.

Si Gemuk seketika hilang dari pandangan, anjing-anjing perlahan pergi kebingungan mencari Si Gemuk. Ditemani senter, kami mencari-cari Si Gemuk. Seketika naluriku menuntun untuk melihat ke atas genteng kami. Benar saja, ia duduk santai sambil menjilat-jilat badannya, dari gerak-geriknya aku tahu ia pasti meledek kami.

Di antara gerimis, kami saling menatap. Aku tak tahu apa yang dipikirkan Satria saat ini. Sambil menatap Si Gemuk yang tiba-tiba jadi rebel itu, aku berharap ia segera punya nama, nama yang datang dari ketegasan Satria. [T]

Penulis: I Made Dwipayana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Hal-Hal Kecil yang Menyebut Namamu

Next Post

Wacana Pilkada Lewat DPRD adalah Demokrasi yang Dipreteli atas Nama Konstitusi?

I Made Dwipayana

I Made Dwipayana

Lahir dan besar di Badung, menyukai apa saja yang menantang pikiran.

Related Posts

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails
Next Post
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

Wacana Pilkada Lewat DPRD adalah Demokrasi yang Dipreteli atas Nama Konstitusi?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co