4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Si Gemuk yang Masih Belum Bernama | Cerpen I Made Dwipayana

I Made Dwipayana by I Made Dwipayana
January 16, 2026
in Cerpen
Si Gemuk yang Masih Belum Bernama | Cerpen I Made Dwipayana

Ilustrasi tatkala.co | Dibuat dengan Canva

“Kamu nggak lupa jas hujan kan?” tanyaku.

Dengan gaya khasnya yang tergesa-gesa, Satria mengambil dua jas hujan, warna biru untuknya, yang warna pink untukku. Di seberang, nampak dua orang pria wanita, mungkin adik-kakak, mungkin suami-istri, dan kucing gemuk yang cepat-cepat mereka terlantarkan.

Mereka bertindak gesit sekali, tak lebih dari 10 detik. Si kucing gemuk itu bergeming, dan entah kenapa ia menatap kami dengan tajam. Kami saling memandang, tapi aku tidak lagi berpikir panjang, Si gemuk itu aku angkut, aku mengangguk ke Satria, ia membalas anggukanku.

Sebenarnya bulan lalu kami sudah berencana mengadopsi anabul, namun karena bukan suatu prioritas, wishlist itu selalu kami tunda. Sekarang, kami resmi mengadopsi anabul gemuk ini. Setelah beres-beres, kami keringkan Si Gemuk. Sudah sebulan hanya kami yang meramaikan rumah ini, sekarang kami punya anggota keluarga baru.

Aku berterima kasih pada kucing ini karena ia bisa dijadikan alasan menunda punya momongan. “Kita bisa latihan mengasuh anak kucing dulu kan?” kataku.

“Aku ikut saja!” Satria membalas dengan santai, sambil mengambil cemilan yang kami beli tadi dan membuatkanku teh untuk bertarung dengan dinginnya malam.

Walau terlihat seperti kucing ras mahal, tingkahnya berkata sebaliknya. Ia susah sekali diatur, kadang ia bermain dengan bola kesayangannya di sofa, kadang ia ke sana kemari mencari tikus. Untungnya, ia tak pernah keluar rumah, Aku merasa tak perlu khawatir dan fokus dengan kerjaan mendesain yang banyak revisinya. Biasanya aku merasa kesepian bekerja di rumah dan tak sabar ketika jam sudah hampir mendekati jam 4, ketika Satria membuka pintu dan memberi kecupan singkat.

Oh iya, aku lupa memberikan si kucing ini nama, kesabaranku bertemu Satria jadi lebih menipis karena ada hal yang perlu kita bicarakan. Untung saja hari ini lebih banyak revisi yang masuk, sehingga waktu berjalan jauh lebih cepat. Sejenak aku pantau Si Gemuk tertidur pulas di atas sofa, kami juga akan membicarakan rencana membelikan Si Gemuk tempat tidur besar, yang bisa cukup muat untuk badannya berbaring bersama bola kesayangannya.

Satria mengetuk pintu, dan segera membuka pintu, aku mengecup pipinya dan membantu membawakan barang-barang. Sekilas kuintip isi tas, lega karena Satria tak lupa membeli makanan kucing.

“Aku punya hadiah nih, kamu bisa nebak apa?” tanya Satria sambil membuka isi tasnya.

“Es krim!?” Kali ini aku pasti benar.

Seperti biasa, tiap hari Jumat kami menyempatkan menonton film. Aku hanya ikut saja, Kurasa memilih film adalah satu-satunya hal ketika Satria mengambil keputusan sendiri, sisanya ia selalu melibatkanku. Malam ini kami habiskan di film. Lagi-lagi kami melupakan menamai Si Gemuk.

Terakhir aku lihat bola kesayangan Si Gemuk masih terlihat seperti bola, sekarang entah seperti apa bentuknya, lebih seperti rempeyek karena terlalu sering digigitnya. Tak terbayang kalau harus menyetok bola tiap minggunya.  Hari ini mungkin menjadi hari ter-hectic-ku karena ada 4 desain sekaligus, biasanya aku mendapatkan 1-2 tiap hari. Salah satunya membuat design system untuk brand makanan anjing.

Mata dan jari-jemariku seolah tak perlu berkoordinasi, mereka sudah otomatis bergerak satu sama lain. Kali ini, aku mendesainnya dengan tersenyum karena foto-foto anabul di layar. Oh iya, aku lupa memberikan Si Gemuk nama. Padahal kami sudah merencanakan dan mencoba memberikannya nama, namun belum ada kata sepakat.

Seperti biasanya, selalu ada terbesit rasa muak menunggu Satria pulang. Anabul kami yang tak kunjung mempunyai nama mengingatkanku pada Satria, ia selalu punya cara membuatku nyaman dan aman. Aku sayang seutuhnya, yang berarti aku juga akan selalu menerima betapa payahnya ia mengambil keputusan. Kata keterlibatan sudah menjadi mantra baginya. Ia selalu menceramahiku pentingnya melibatkanku dalam hal apapun. Namun aku juga sudah kadung percaya, jadi aku ingin juga merasa dipaksa memilih pilihannya. Itu juga yang membuatnya susahnya kami menentukan nama untuk Si Gemuk. Ia membuka ruang diskusi seluasnya, sedangkan aku menunggu apapun pilihannya.

Hembusan angin yang kencang di luar diikuti sedikit gerimis sukses membuat malam ini lebih terasa dramatis. Di dapur, aku menyiapkan makan malam. Satria asyik menonton acara kompetisi memasak kesukaannya.

Seketika Satria berdiri dan menengok ke jendela. “Kenapa ya banyak anjing menggonggong di luar?”

Aku juga bertanya yang sama. Makan malam sudah siap, kami makan bersama di ruang tamu.

“Aku belum sempat lihat Si Gemuk, di mana dia?” Satria bertanya, matanya terpaku ke TV.

“Mungkin di halaman belakang, lagi bermain,” sahutku.

Satria bergegas mencari Si Gemuk, tadi siang aku kabari kalau ia sudah dimandikan, Satria pasti tak sabar mencium wangi Si Gemuk. Aku juga mencarinya setelah beres-beres karena aku kalah suit dengan Satria.

Suara kucing samar-samar terdengar di luar, seberang rumah. Kami dengan tergesa-gesa melihat apa yang terjadi. Jangan-jangan anjing di luar menggonggong karena kehadiran Si Gemuk.

Kami berdua kaget setengah mati karena Si Gemuk ternyata di atas genteng rumah tetangga sebelah. 3-4 anjing memaku pandangannya ke Si Gemuk.

“Ayo, sini turun!” teriakku, ditimpali dengan Satria. Suasananya kikuk, memanggil tanpa nama, kadang kami menggunakan nama serampangan yang berbeda-beda.

Kami berdua berteriak memanggil Si Gemuk. Si Gemuk bergeming, melihat sebentar ke arah kami dan memalingkan pandangannya ke anjing-anjing. Ia pasti ngambek karena belum juga punya nama.

Si Gemuk seketika hilang dari pandangan, anjing-anjing perlahan pergi kebingungan mencari Si Gemuk. Ditemani senter, kami mencari-cari Si Gemuk. Seketika naluriku menuntun untuk melihat ke atas genteng kami. Benar saja, ia duduk santai sambil menjilat-jilat badannya, dari gerak-geriknya aku tahu ia pasti meledek kami.

Di antara gerimis, kami saling menatap. Aku tak tahu apa yang dipikirkan Satria saat ini. Sambil menatap Si Gemuk yang tiba-tiba jadi rebel itu, aku berharap ia segera punya nama, nama yang datang dari ketegasan Satria. [T]

Penulis: I Made Dwipayana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Hal-Hal Kecil yang Menyebut Namamu

Next Post

Wacana Pilkada Lewat DPRD adalah Demokrasi yang Dipreteli atas Nama Konstitusi?

I Made Dwipayana

I Made Dwipayana

Lahir dan besar di Badung, menyukai apa saja yang menantang pikiran.

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails
Next Post
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

Wacana Pilkada Lewat DPRD adalah Demokrasi yang Dipreteli atas Nama Konstitusi?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co