2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
December 30, 2025
in Tualang
Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

PERJALANAN di penghujung tahun 2025 kemarin, saya menaruh Ipoh di Negeri Perak Malaysia sebagai destinasi setelah Singapura. Mengambil jalur darat dari Golden Mile Tower, Singapura, menuju Ipoh Bus Terminal Station. Perjalanan kali ini tepat jam 12.00, tengah malam. Waktu perjalanan kurang lebih 12 jam. Jarak tempuh kurang lebih sama dengan pengalaman naik bus jalur Singaraja-Surabaya. Berhenti sebanyak dua kali.

Selama perjalanan saya sempat tertidur. Dan ketika saya bangun, sopir menyebut Berjaya Time Square. Itu artinya “bagi yang mau ke Kuala Lumpur waktunya untuk turun”. Dari tempat ini bus akan melaju lagi kurang lebih 3 jam menuju Ipoh.

Saya ingat, bulan ini tepat empat tahun silam saya berkunjung ke Cameron Highland, sebuah dataran tinggi yang dekat dengan wilayah Ipoh—dengan perkebunan teh dan udara sejuknya, seperti di Bedugul, Bali. Tapi waktu itu saya tidak sempat mampir ke Ipoh. Akhirnya tahun ini kesampaian juga, meski sebenarnya hanya singgah sebentar sebelum beranjak ke Penang.

Tetapi Ipoh bukan hanya tempat transit. Ipoh adalah white coffee. Brand “Old Town White Coffee” begitu kuat dan melegenda di Ipoh. Ya, Ipoh identik dengan kopi putih (white coffee), minuman khas dari Ipoh yang terkenal karena biji kopinya disangrai dengan margarin minyak sawit dan disajikan dengan susu kental manis, menciptakan rasa kaya, lembut, dan sedikit karamel, bukan berwarna putih pucat seperti namanya, melainkan cokelat keemasan pekat.

***

Bus sampai tepat pukul 8.30 pagi.  Saya bergegas ke tempat menginap. Nasi kandar dan teh tarik adalah sambutan pertama sebelum menyingkap Ipoh di sore hari. Seperti kota-kota lain di Melaka, Ipoh juga mempunyai old gown heritage yang menarik. Saya memutuskan untuk berkunjung ke sana.

Dan wah, sejumlah bangunan tua tampak seperti lukisan yang menunjukan Ipoh lama. Ada bacaan Ipoh dan pastinya white coffee. Tampak juga beberapa pedagang ice cendol dengan aneka varian rasa. Juga sudah barang tentu dengan duriannya.

Saya berkeliling menyusuri setiap sudut Kota Tua Ipoh hingga lapangan umum yang merupakan peninggalan bersejarah zaman invasi Jepun—seperti yang tertera di sana. Ya, Jepun, maksudnya Negeri Jepang yang juga pernah menjajah Indonesia.

Satu hal yang sama dari semua kota tua di Malaysia adalah bagaimana komplek bagunan tua diatur sedemikian rupa. Maksudnya dibangun dengan aturan jelas. Di luar tampak persis tidak boleh berubah. Sedang di dalam diatur dengan ketat—meski bisa dipermak kalau disetujui pemerintah, setidaknya begitu obrolan singkat saya dengan penjaga coffee shop di sana.

***

Ipoh adalah ibu kota negara bagian Perak, Malaysia, yang terkenal dengan perpaduan keindahan alam (pegunungan batu kapur, gua) dan warisan budaya, termasuk bangunan tua yang bersejarah, mural seni jalanan, dan kuliner khas seperti Ipoh White Coffee dan Ikan Pekasam, menjadikannya destinasi menarik di Malaysia Barat.

Berdasarkan pencarian, Negeri Perak berasal dari kilauan perak yang memang banyak di temukan di negeri itu.  Secara geografis, di Ipoh memang banyak berdiri bukit dan gua. Mungkin saja  tambangnya di sana, dulu, pikir saya. Untuk itu, saya berkunjung ke Tasik Cermin, destinasi wisata alam populer yang terletak di tengah perbukitan kapur Ipoh.

Sesuai namanya, Tasik Cermin, danau ini dikenal karena permukaan airnya yang tenang dan jernih sehingga mampu memantulkan bayangan pegunungan di sekitarnya seperti cermin. Mirror Lake, begitu nama terkenalnya di kalangan pelancong. Mirror Lake terletak di tengah gua dan di kelilingi karst.

Pengunjung tampak berkerumun di tengah panas yang hampir menyentuh 38 derajat Celcius. Ipoh hari itu kebanjiran pengunjung lomak dan manca negara. Konektivitas dari Kuala Lumpur dan juga dekat dengan Penang serta susksesnya branding white coffee yang melegenda adalah faktor utamanya.

Berbeda dengan di Bali. Banyak orang berpikir melakukan perjalanan dari Denpasar ke Singaraja. Bukan saja karena jaraknya, tapi juga kepastian mengenai jam kedatangan dan keberangkatan angkutan umum dari Denpasar-Singaraja. Di tambah lagi bagi orang yang pertama kali berkunjung pasti akan bingung seribu kali.

Untuk kesekian kalinya saya membuktikan branding itu perlu dihidupkan, seperti white coffee Ipoh—meski saya bertanya-tanya di mana perkebunan kopinya? Kata driver online yang kendaraannya saya tumpangi, itu rahasia dan saya juga tidak tahu. Hanya tahu pabriknya saja. Dan saya beruntung diantar sampai ke depan pintu pabtiknya yang penuh CCTV dan sangat luas.

Bali brandingnya seni-budaya, kopi punya, danau ada, goa ada, pantai banyak, terus apa yang salah? Mungkin saja literasi wisata kita rendah, hanya menunggu tamu yang datang, tak memikirkan inovasi. Belum lagi urusan transportasi yang selalu amburadul tak berujung pangkal—angkutan online, offline, pada akhirnya kita akan offside mungkin, karena kebanyakan istilah tanpa aksi yang nyata.[T]

Penulis dan Foto-foto: Nyoman Nadiana
Editor: Jaswanto

Tags: brandingIpohKotaMalaysia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tahun Baru dan Malam Panjang Ketakutan Anabul

Next Post

Mengenal Neck Deep dan Mengurai ‘December’ ─ Pop-Punk yang Menolak Tenggelam dalam Nostalgia

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails
Next Post
Mengenal Neck Deep dan Mengurai ‘December’ ─ Pop-Punk yang Menolak Tenggelam dalam Nostalgia

Mengenal Neck Deep dan Mengurai ‘December’ ─ Pop-Punk yang Menolak Tenggelam dalam Nostalgia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co