2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Samskriti Sindhu: Merayakan Kebersamaan di Hari Meditasi Sedunia ke-2 di Anand Ashram Ubud

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
December 26, 2025
in Khas
Samskriti Sindhu: Merayakan Kebersamaan di Hari Meditasi Sedunia ke-2 di Anand Ashram Ubud

Solstis, Keheningan, dan Panggilan Kesadaran Global

Tanggal 21 Desember menandai winter solstice, saat malam mencapai puncak terpanjang dan siang berada pada titik terpendek. Dalam banyak tradisi kuno, momen ini dipandang bukan sebagai kemenangan kegelapan, melainkan sebagai rahim keheningan tempat cahaya baru dilahirkan. Dari kesenyapan terdalam, kesadaran justru menemukan jalannya kembali.

Makna kosmis inilah yang mengiringi penetapan 21 Desember sebagai Hari Meditasi Sedunia oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi A/RES/79/137, tahun 2024 lalu. Penetapan ini bukan kebetulan kalender, melainkan pernyataan simbolik yang kuat: dunia modern yang bising, cepat, dan terfragmentasi membutuhkan jeda batin—bukan sekadar solusi instan, tetapi transformasi kesadaran.

Meditasi sebagai Kejadian, Bukan Sekadar Duduk Diam

Meditasi kerap disalahpahami sebagai aktivitas fisik: duduk bersila, memejamkan mata, mengatur napas. Padahal, sebagaimana ditegaskan Guruji Anand Krishna, meditasi bukanlah sesuatu yang kita lakukan, melainkan sesuatu yang terjadi, sebuah kejadian, suatu keadaan. Ia bukan duduk diam berjam-jam tanpa gerakan, melainkan kejadian batin ketika pikiran berhenti berpikir dan kesadaran melampaui manomaya kosha, yang dimaknai Guruji sebagai gugusan pikiran dan perasaan dengan segala anak pinaknya seperti obsesi, memori, halusinasi dan sebagainya. Ini sejalan dengan ungkapan Osho (Bhagavan Shree Rajnesh): Meditation is beyond mind. No mind.

Bahkan, dalam sebuah model Yoga Sutra Patanjali yang sangat populer, angga atau bagian ke satu sampai ke enam: Yama, Niyama, Asana, Pranayama, Pratyahara dan Dharana, dikatakan sebagai: Thing you do, sedangkan bagian ke tujuh dan ke delapan yakni: Dhyan atau meditasi dan Samadhi dikatakan: Thing happens to you. Artinya Meditasi dan Samadhi sebagai hasil dari disiplin yang terjadi setelah melakoni keenam angga secara holistik, khususnya Yama dan Niyama sebagai pondasi utama. Bukan sekedar Asana, dan dengan mengantongi beberapa sertifikat, sudah menyebut diri seorang Yogi, serta kebelet ingin mengajar Yoga.

Dalam keadaan meditativeness ini, tindakan manusia tidak lagi lahir dari reaksi otomatis, ego, atau ambisi sempit. Ia mengalir selaras dengan alam dan kehidupan—yang oleh berbagai tradisi spiritual dipahami sebagai manifestasi dari Dia Hyang Satu adanya, Hyang hadir dalam segala sesuatu di atas bumi ini, flora, fauna, gunung, sungai, laut, dan seisi alam lainnya.

Karena itu, Hari Meditasi Sedunia bukan perayaan ritual biasa, melainkan perayaan kemungkinan manusia untuk hidup menggapai tujuan tertinggi, melalui jalan meniti ke dalam diri. Perayaan yang mengingatkan kita semua bahwa kebahagiaan itu sudah ada dalam diri, tetapi kita justeru mencarinya di luar diri. Inilah perayaan universal yang melampaui sekat keyakinan, kebangsaan, ideologi dan melampaui sekat negara. Perayaan Warga Bumi.

Anand Ashram dan Komitmen Sejak 1991

Dalam lanskap kesadaran global inilah Yayasan Anand Ashram menempati posisi penting. Sejak tahun 1991—tahun transformasi spiritual Guruji Anand Krishna—Anand Ashram berkomitmen menyebarkan meditasi sebagai gaya hidup, bukan ritual eksklusif, apalagi dogma keagamaan.

Meditasi bukan duduk diam, tarik napas perlahan, bukan pelarian dari dunia, melainkan cara hadir sepenuhnya di dalam dunia: bekerja dengan perhatian, berbicara dengan welas asih, dan bertindak tanpa kekerasan—baik terhadap sesama, alam, maupun diri sendiri. Melalui yayasan dan jaringan kegiatannya, Anand Ashram juga berkontribusi dalam ekosistem Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya pada isu perdamaian, pendidikan nilai, dan kesehatan holistik. Ini menegaskan meditasi sebagai praktik kemanusiaan universal.

Samskriti Sindhu: Merayakan Akar Peradaban Bersama

Minggu, 21 Desember 2025, Boddhicitta Hall di Anand Ashram Ubud dipenuhi lebih dari seratus peserta. Mereka datang dari berbagai penjuru Bali—Ubud, Denpasar, Kuta, Tabanan, Singaraja—bahkan dari Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia. Perayaan Hari Meditasi Sedunia ke-2 ini mengusung tema: Samskriti Sindhu. Sebuah perayaan kebersamaan warga bumi sebagai pewaris budaya Nusantara dan sekaligus peradaban agung Sunda Sindhu Saraswati.

Sebagaimana dijelaskan Guruji Anand Krishna dalam Sindhu Samskriti, Sindhu—yang jejaknya hadir dalam kata Shintuh, Shinto, Hindu, Indus, Indo, hingga Hindia—merupakan peradaban tertua di dunia yang masih hidup. Ia membentang dari Persia, Asia Selatan, Tibet, Asia Tenggara, hingga Nusantara. Lebih dari sekadar wilayah geografis, Sindhu adalah filsafat hidup atau Dharma yang bersifat Sanatana: langgeng dan universal.

Sebagai pewaris Sindhu, manusia diajak melampaui fanatisme, membebaskan diri dari rasa takut dan dogma, serta bertanggung jawab atas setiap perbuatan melalui hukum sebab-akibat. Dalam doa-doa Sindhu, yang dimohonkan bukan hanya keselamatan kelompok sendiri, tetapi kesejahteraan seluruh umat manusia, Sarve Bhavantu Sukinah.

Ritual sebagai Persembahan, Bukan Pertunjukan

Perayaan Samskriti Sindhu diisi dengan latihan meditasi, chanting, aarati, fire purification, musik, dan tari. Namun suasana yang terasa bukanlah pertunjukan satu arah. Setiap nyanyian dan gerak adalah persembahan kepada Dia Hyang Satu adanya, dengan nama apa pun Ia disapa.

Pengisi acara berasal dari berbagai kalangan: anak-anak One Earth School, peserta Anand Krishna Center Singaraja, Kuta dan Tabanan, serta para pemuda dari Youth Anand Ashram. Musik dan tarian yang ditampilkan merentang dari Sumatra hingga Papua, dari Nusantara hingga Persia dan India—sebuah penegasan bahwa keberagaman bukan pemisah, melainkan ekspresi dari satu sumber yang sama.

Dari Keheningan Menuju Tindakan Selaras

Perayaan ini ditutup dengan santap malam bersama—sebuah simbol sederhana namun bermakna tentang kebersamaan. Meditasi, dalam semangat Anand Ashram, tidak berhenti di ruang hening. Ia diuji justru ketika kita kembali ke kehidupan sehari-hari: di dapur, di kantor, di jalan raya, bahkan di ruang konflik.

Hari Meditasi Sedunia adalah pengingat bahwa krisis global berakar pada krisis kesadaran. Tanpa transformasi batin, perubahan struktural hanya akan mengulang pola lama dengan wajah baru. Meditasi sebagai kejadian kesadaran memungkinkan lahirnya tindakan yang tidak merusak, tidak rakus, dan tidak memaksa—tindakan yang selaras dengan hukum alam.

Satu Bumi, Satu Langit, Satu Kemanusiaan

Selain di Anand Ashram Ubud, perayaan Hari Meditasi Sedunia juga berlangsung di One Earth Yoga & Meditation Retreat Centre Ciawi Bogor serta Anand Krishna Centre Joglosemar, yang mewadahi Jogyakarta, Solo dan Semarang. Semua terhubung oleh satu visi: One Earth One Sky One Humankind  (Satu Bumi Satu Langit Satu Kemanusiaan), dan satu misi: Inner Peace Communal Love Global Harmony (Kedamaian Diri, Cinta Kasih Harmoni Global).

Maka, Hari Meditasi Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah undangan lembut untuk menjaga keadaan meditasi tetap hidup—bukan sekali setahun, tetapi setiap hari. Dalam cara kita berjalan, berbicara, memilih, dan bertindak. Dalam kesadaran bahwa kita semua berada dalam tarian kosmik yang sama. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: Anand Krishnameditasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Isn’t It a Pity: Ratapan Cinta dan Kesunyian Spiritual George Harrison

Next Post

Komunikasi Pasangan Suami-Istri: Sebuah Upaya Preventif dalam Dialektika Perkawinan

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Mempertanyakan Cinta : Meniti Rasa, Menata Jiwa

Komunikasi Pasangan Suami-Istri: Sebuah Upaya Preventif dalam Dialektika Perkawinan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co