3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Samskriti Sindhu: Merayakan Kebersamaan di Hari Meditasi Sedunia ke-2 di Anand Ashram Ubud

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
December 26, 2025
in Khas
Samskriti Sindhu: Merayakan Kebersamaan di Hari Meditasi Sedunia ke-2 di Anand Ashram Ubud

Solstis, Keheningan, dan Panggilan Kesadaran Global

Tanggal 21 Desember menandai winter solstice, saat malam mencapai puncak terpanjang dan siang berada pada titik terpendek. Dalam banyak tradisi kuno, momen ini dipandang bukan sebagai kemenangan kegelapan, melainkan sebagai rahim keheningan tempat cahaya baru dilahirkan. Dari kesenyapan terdalam, kesadaran justru menemukan jalannya kembali.

Makna kosmis inilah yang mengiringi penetapan 21 Desember sebagai Hari Meditasi Sedunia oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi A/RES/79/137, tahun 2024 lalu. Penetapan ini bukan kebetulan kalender, melainkan pernyataan simbolik yang kuat: dunia modern yang bising, cepat, dan terfragmentasi membutuhkan jeda batin—bukan sekadar solusi instan, tetapi transformasi kesadaran.

Meditasi sebagai Kejadian, Bukan Sekadar Duduk Diam

Meditasi kerap disalahpahami sebagai aktivitas fisik: duduk bersila, memejamkan mata, mengatur napas. Padahal, sebagaimana ditegaskan Guruji Anand Krishna, meditasi bukanlah sesuatu yang kita lakukan, melainkan sesuatu yang terjadi, sebuah kejadian, suatu keadaan. Ia bukan duduk diam berjam-jam tanpa gerakan, melainkan kejadian batin ketika pikiran berhenti berpikir dan kesadaran melampaui manomaya kosha, yang dimaknai Guruji sebagai gugusan pikiran dan perasaan dengan segala anak pinaknya seperti obsesi, memori, halusinasi dan sebagainya. Ini sejalan dengan ungkapan Osho (Bhagavan Shree Rajnesh): Meditation is beyond mind. No mind.

Bahkan, dalam sebuah model Yoga Sutra Patanjali yang sangat populer, angga atau bagian ke satu sampai ke enam: Yama, Niyama, Asana, Pranayama, Pratyahara dan Dharana, dikatakan sebagai: Thing you do, sedangkan bagian ke tujuh dan ke delapan yakni: Dhyan atau meditasi dan Samadhi dikatakan: Thing happens to you. Artinya Meditasi dan Samadhi sebagai hasil dari disiplin yang terjadi setelah melakoni keenam angga secara holistik, khususnya Yama dan Niyama sebagai pondasi utama. Bukan sekedar Asana, dan dengan mengantongi beberapa sertifikat, sudah menyebut diri seorang Yogi, serta kebelet ingin mengajar Yoga.

Dalam keadaan meditativeness ini, tindakan manusia tidak lagi lahir dari reaksi otomatis, ego, atau ambisi sempit. Ia mengalir selaras dengan alam dan kehidupan—yang oleh berbagai tradisi spiritual dipahami sebagai manifestasi dari Dia Hyang Satu adanya, Hyang hadir dalam segala sesuatu di atas bumi ini, flora, fauna, gunung, sungai, laut, dan seisi alam lainnya.

Karena itu, Hari Meditasi Sedunia bukan perayaan ritual biasa, melainkan perayaan kemungkinan manusia untuk hidup menggapai tujuan tertinggi, melalui jalan meniti ke dalam diri. Perayaan yang mengingatkan kita semua bahwa kebahagiaan itu sudah ada dalam diri, tetapi kita justeru mencarinya di luar diri. Inilah perayaan universal yang melampaui sekat keyakinan, kebangsaan, ideologi dan melampaui sekat negara. Perayaan Warga Bumi.

Anand Ashram dan Komitmen Sejak 1991

Dalam lanskap kesadaran global inilah Yayasan Anand Ashram menempati posisi penting. Sejak tahun 1991—tahun transformasi spiritual Guruji Anand Krishna—Anand Ashram berkomitmen menyebarkan meditasi sebagai gaya hidup, bukan ritual eksklusif, apalagi dogma keagamaan.

Meditasi bukan duduk diam, tarik napas perlahan, bukan pelarian dari dunia, melainkan cara hadir sepenuhnya di dalam dunia: bekerja dengan perhatian, berbicara dengan welas asih, dan bertindak tanpa kekerasan—baik terhadap sesama, alam, maupun diri sendiri. Melalui yayasan dan jaringan kegiatannya, Anand Ashram juga berkontribusi dalam ekosistem Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya pada isu perdamaian, pendidikan nilai, dan kesehatan holistik. Ini menegaskan meditasi sebagai praktik kemanusiaan universal.

Samskriti Sindhu: Merayakan Akar Peradaban Bersama

Minggu, 21 Desember 2025, Boddhicitta Hall di Anand Ashram Ubud dipenuhi lebih dari seratus peserta. Mereka datang dari berbagai penjuru Bali—Ubud, Denpasar, Kuta, Tabanan, Singaraja—bahkan dari Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia. Perayaan Hari Meditasi Sedunia ke-2 ini mengusung tema: Samskriti Sindhu. Sebuah perayaan kebersamaan warga bumi sebagai pewaris budaya Nusantara dan sekaligus peradaban agung Sunda Sindhu Saraswati.

Sebagaimana dijelaskan Guruji Anand Krishna dalam Sindhu Samskriti, Sindhu—yang jejaknya hadir dalam kata Shintuh, Shinto, Hindu, Indus, Indo, hingga Hindia—merupakan peradaban tertua di dunia yang masih hidup. Ia membentang dari Persia, Asia Selatan, Tibet, Asia Tenggara, hingga Nusantara. Lebih dari sekadar wilayah geografis, Sindhu adalah filsafat hidup atau Dharma yang bersifat Sanatana: langgeng dan universal.

Sebagai pewaris Sindhu, manusia diajak melampaui fanatisme, membebaskan diri dari rasa takut dan dogma, serta bertanggung jawab atas setiap perbuatan melalui hukum sebab-akibat. Dalam doa-doa Sindhu, yang dimohonkan bukan hanya keselamatan kelompok sendiri, tetapi kesejahteraan seluruh umat manusia, Sarve Bhavantu Sukinah.

Ritual sebagai Persembahan, Bukan Pertunjukan

Perayaan Samskriti Sindhu diisi dengan latihan meditasi, chanting, aarati, fire purification, musik, dan tari. Namun suasana yang terasa bukanlah pertunjukan satu arah. Setiap nyanyian dan gerak adalah persembahan kepada Dia Hyang Satu adanya, dengan nama apa pun Ia disapa.

Pengisi acara berasal dari berbagai kalangan: anak-anak One Earth School, peserta Anand Krishna Center Singaraja, Kuta dan Tabanan, serta para pemuda dari Youth Anand Ashram. Musik dan tarian yang ditampilkan merentang dari Sumatra hingga Papua, dari Nusantara hingga Persia dan India—sebuah penegasan bahwa keberagaman bukan pemisah, melainkan ekspresi dari satu sumber yang sama.

Dari Keheningan Menuju Tindakan Selaras

Perayaan ini ditutup dengan santap malam bersama—sebuah simbol sederhana namun bermakna tentang kebersamaan. Meditasi, dalam semangat Anand Ashram, tidak berhenti di ruang hening. Ia diuji justru ketika kita kembali ke kehidupan sehari-hari: di dapur, di kantor, di jalan raya, bahkan di ruang konflik.

Hari Meditasi Sedunia adalah pengingat bahwa krisis global berakar pada krisis kesadaran. Tanpa transformasi batin, perubahan struktural hanya akan mengulang pola lama dengan wajah baru. Meditasi sebagai kejadian kesadaran memungkinkan lahirnya tindakan yang tidak merusak, tidak rakus, dan tidak memaksa—tindakan yang selaras dengan hukum alam.

Satu Bumi, Satu Langit, Satu Kemanusiaan

Selain di Anand Ashram Ubud, perayaan Hari Meditasi Sedunia juga berlangsung di One Earth Yoga & Meditation Retreat Centre Ciawi Bogor serta Anand Krishna Centre Joglosemar, yang mewadahi Jogyakarta, Solo dan Semarang. Semua terhubung oleh satu visi: One Earth One Sky One Humankind  (Satu Bumi Satu Langit Satu Kemanusiaan), dan satu misi: Inner Peace Communal Love Global Harmony (Kedamaian Diri, Cinta Kasih Harmoni Global).

Maka, Hari Meditasi Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah undangan lembut untuk menjaga keadaan meditasi tetap hidup—bukan sekali setahun, tetapi setiap hari. Dalam cara kita berjalan, berbicara, memilih, dan bertindak. Dalam kesadaran bahwa kita semua berada dalam tarian kosmik yang sama. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: Anand Krishnameditasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Isn’t It a Pity: Ratapan Cinta dan Kesunyian Spiritual George Harrison

Next Post

Komunikasi Pasangan Suami-Istri: Sebuah Upaya Preventif dalam Dialektika Perkawinan

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails
Next Post
Mempertanyakan Cinta : Meniti Rasa, Menata Jiwa

Komunikasi Pasangan Suami-Istri: Sebuah Upaya Preventif dalam Dialektika Perkawinan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co