7 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi Pasangan Suami-Istri: Sebuah Upaya Preventif dalam Dialektika Perkawinan

Wisnu Widjanarko by Wisnu Widjanarko
December 26, 2025
in Esai
Mempertanyakan Cinta : Meniti Rasa, Menata Jiwa

Wisnu Widjanarko

BELAKANGAN santer mengemuka di beranda media sosial kita tentang figur  yang sudah menjalankan ikatan perkawinan relatif cukup lama, tetiba tersiar kabar sedang diambang perceraian. Kita juga pernah disajikan kabar,  ada sosok yang relatif baru menikah, mendadak terdengar sudah mengajukan gugatan atau digugat cerai.  

Kemudian menjadi lebih heboh, karena justru riuh rendah hingar bingar ragam komentar warganet yang turut mengulasnya. Lepas dari itu semua, maka yang sesungguhnya menarik adalah tentang fenomena perpisahan itu sendiri. Mulai dari ada kisah yang seumur jagung menikah, hingga puluhan tahun bersama, tapi kemudian memilih berpisah. Sehingga, menjadi pertanyaan di dalam benak, apakah yang sesungguhnya terjadi?

Bukankah secara konseptual, perkawinan – bila terbentuk dari situasi yang normal alih-alih keterpaksaan – sesungguhnya berangkat dari cinta? Lalu bila bermula dari cinta dan pilihan yang diambil sendiri oleh keduanya, apa yang sesungguhnya melatarbelakangi pada akhirnya memilih opsi tersebut?  Tulisan ini mencoba memahami mengapa terjadinya fenomena tersebut dalam perspektif komunikasi keluarga. Sejauhmana komunikasi dapat berkontribusi untuk memampukan perkawinan menjadi langgeng hingga maut memisahkan

Ruang dan Waktu untuk Komunikasi

Bila merujuk pada Sternberg (1986), maka perkawinan bisa diterjemahkan sebagai puncak dari kesempurnaan cinta, yakni keterpaduan antara hasrat, keintiman, dan komitmen. Kesalingan untuk tertarik secara ragawi, kesediaan untuk saling berbagi, yang dipungkasi dengan kemauan untuk terikat satu sama lain seraya meniadakan kehadiran romansa lain di dalamnya. 

Perkawinan menjadi ruang dan waktu yang melatih kita untuk berkomunikasi dengan pasangan. Segrin & Flora (2019) mengungkapkan, bahwa di dalam perkawinan berlangsung proses keberbagian dalam relasi kuasa dan pengambilan keputusan. Sebagaimana Widjanarko (2025) juga menandaskan, bahwa dibutuhkan adaptasi untuk menyelaraskan diri masing-masing, karena setiap pasangan hakikatnya individu yang berbeda satu sama lain dengan kemungkinan dibesarkan dengan pola asuh serta budaya yang tidak sama.

Artinya, saat seseorang dengan sadar memilih untuk terikat dalam perkawinan dan menjalaninya, dia menyadari bahwa dia akan selalu berada dalam ruang negosiasi ide dan gagasan.  Artinya, terlepas dari potensi besar kegagalan dalam mengarungi bahtera perkawinan, seperti terjadinya perselingkuhan, adanya kekerasan di dalam rumahtangga atau ketidakamanan secara finansial, maka salah satu hal yang tidak boleh dikesampingkan adalah kemampuan mengelola komunikasi di antara pasangan suami istri. 

Sangat mungkin dari situasi yang mapan, terjadi kebosanan yang memantik tergodanya pasangan untuk beralih ke yang lain. Sangat mungkin dari rumah yang tidak lagi riuh oleh celoteh dan tingkah laku anak – karena mereka sudah di luar kota untuk kuliah, bekerja, atau menikah – terjadi kehampaan emosi.  Termasuk, sangat mungkin  selama dalam kurun waktu yang panjang, terdapat kekecewaan atau sesuatu yang tidak dikemukakan,  dan menjadi ‘meledak’ di kemudian hari. 

Pada konteks ini, ketidakcakapan dalam mengelola komunikasi menjadi faktor yang turut menyumbang terjadinya perpisahan pada perkawinan yang telah dijalani dalam rentang waktu yang lama.  Mengapa demikian? Karena naif sesungguhnya membaca perkawinan sebagai kisah yang melulu romansa. Sungguh sebuah kekeliruan bila melihat perkawinan adalah sesuatu yang statis atas nama ‘ikatan suci yang bahagia selamanya’ .

Hakikat Perkawinan

Hakikatnya perkawinan akan selalu bernuansa dialektis dan dinamis. Dia tumbuh dan berkembang sesuai konteks, merekam kebahagiaan dan kekecewaan secara bersamaan, mendialogkan harapan yang diinginkan dan realitas yang dihadapinya. Perkawinan sejatinya ruang kontestasi ide dan gagasan masing-masing pasangan, yang sama-sama merasionalisasinya atas dasar kebaikan bersama, meskipun realitasnya, setiap pasangan boleh jadi punya penerjemahan yang berbeda untuk memandang apa yang dianggap sebagai kebaikan bersama.

Perkawinan ibarat lari marathon, yang membutuhkan stamina tersendiri dan strategi khusus, untuk menata momentum, kapan dia harus menyelaraskan keinginan pasangan sebagaimana kapan dia harus mengemukakan pandangannya yang berbeda, termasuk bersepakat dalam ketidaksepakatan tanpa terjebak dengan sikap yang agitatif termasuk pasif-agresif.

Kesediaan mengelola ruang-ruang dialogis secara asertif dan konstruktif, dengan mempertimbangkan tradisi serta nilai-nilai yang dianut, sejatinya akan menghasilkan penghormatan dan menguatkan rasa cinta kepada pasangannya. Namun sebaliknya, ketika dikelola dengan nuansa  manipulatif,  maka cepat atau lambat, masing-masing pasangan akan mengalami degradasi afeksi dan penghormatan terhadap pasangan dan insitusi perkawinan yang dijalaninya.

Maka, sesungguhnya terdapat tiga pilar dalam komunikasi pasangan suami-istri yang dapat menjadikan perkawinan sebagai ruang dialektika yang konstruktif dalam bingkai cinta. Pertama, belajar memahami perspektif pasangan, menjadi sangat mendasar dan tidak bisa ditawar-tawar untuk selalu mencoba memahami apa yang menjadi harapan, kecemasan, dan mimpinya tentang perkawinan. Belajar untuk mengerti dan menghayati  dari sudut pandangnya yang sangat mungkin sangat berbeda dengan pasangan.  

Kedua, memupuk interaksi dengan kekaguman dan rasa sayang, mengekpresikan kebahagiaan sebagai pasangannya tanpa sungkan seraya senantiasa menyampaikan apa yang ada di dalam benak pikiran dan perasaan secara apa adanya namun dengan memilih diksi yang penuh empati.  Serta ketiga, menghargai setiap momen, mengupayakan sikap dan perilaku yang peduli atas apa yang diupayakan oleh pasangan, sesederhana apa pun itu, sekaligus menghindari ekspresi verbal dan non-verbal yang merendahkan upaya pasangan yang telah memperjuangkan sesuatu, meskipun masih jauh dari apa yang kita inginkan.  

Ketiga pilar ini memberi kesempatan kepada pasangan suami istri untuk meniscayakan perkawinan sebagai ruang dan waktu yang berharga untuk diyakini dapat menjadi pembelajaran dalam hidup dan kehidupan yang membahagiakan.  Memahami perspektif pasangan sesungguhnya cara sederhana untuk memuliakan pasangan. Memupuk interaksi dengan kekaguman dan rasa sayang, sejatinya bentuk ringkas dalam menjaga pasangan. Sebagaimana menghargai setiap momen, hakikatnya adalah menerjemahkan masing-masing pasangan adalah refleksi dari kehendak kita akan perkawinan itu sendiri

Tentu saja komunikasi bukanlah panasea, obat mujarab yang langsung menyelesaikan permasalahan dalam hubungan pasangan suami-istri. Kompleksitas problematika perkawinan, terlebih ketika berkaitan dengan kesetiaan, keamanan finansial, interaksi tanpa kekerasan dalam rumah tangga, jelas membutuhkan penanganan yang komprehensif. 

Namun demikian, komunikasi bisa menjadi opsi preventif sebelum terjadinya faktor-faktor pemicu problematika sebagaimana tersebut di atas. Tidak ada permasalahan yang tidak bisa ditemukan akar permasalahannya, yang kemudian akan dicari solusi yang paling tepat untuk menyelesaikannya.

Relasi pasangan suami-istri sama sekali bukan berarti sama sekali tanpa friksi atau pertengkaran. Hubungan diantara keduanya sangat mungkin diwarnai dan terwarnai dengan perbedaan, mulai dari yang terkesan sepele hingga yang substansial dan essensial adanya. Namun dengan komunikasi, interaksi pasangan suami-istri tidaklah sampai terjebak dengan ketegangan yang meresikokan semua yang telah dibina selama ini, hilang musnah sia-sia semuanya. [T]

Penulis: Wisnu Widjanarko
Editor: Adnyana Ole

Tags: komunikasiperkawinansuami istri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Samskriti Sindhu: Merayakan Kebersamaan di Hari Meditasi Sedunia ke-2 di Anand Ashram Ubud

Next Post

Disability Corner, Ruang Inklusif di Tengah Riuh Denpasar Festival 2025

Wisnu Widjanarko

Wisnu Widjanarko

Dosen Psikologi Komunikasi dan Komunikasi Keluarga pada Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails
Next Post
Disability Corner, Ruang Inklusif di Tengah Riuh Denpasar Festival 2025

Disability Corner, Ruang Inklusif di Tengah Riuh Denpasar Festival 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co