13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi Pasangan Suami-Istri: Sebuah Upaya Preventif dalam Dialektika Perkawinan

Wisnu Widjanarko by Wisnu Widjanarko
December 26, 2025
in Esai
Mempertanyakan Cinta : Meniti Rasa, Menata Jiwa

Wisnu Widjanarko

BELAKANGAN santer mengemuka di beranda media sosial kita tentang figur  yang sudah menjalankan ikatan perkawinan relatif cukup lama, tetiba tersiar kabar sedang diambang perceraian. Kita juga pernah disajikan kabar,  ada sosok yang relatif baru menikah, mendadak terdengar sudah mengajukan gugatan atau digugat cerai.  

Kemudian menjadi lebih heboh, karena justru riuh rendah hingar bingar ragam komentar warganet yang turut mengulasnya. Lepas dari itu semua, maka yang sesungguhnya menarik adalah tentang fenomena perpisahan itu sendiri. Mulai dari ada kisah yang seumur jagung menikah, hingga puluhan tahun bersama, tapi kemudian memilih berpisah. Sehingga, menjadi pertanyaan di dalam benak, apakah yang sesungguhnya terjadi?

Bukankah secara konseptual, perkawinan – bila terbentuk dari situasi yang normal alih-alih keterpaksaan – sesungguhnya berangkat dari cinta? Lalu bila bermula dari cinta dan pilihan yang diambil sendiri oleh keduanya, apa yang sesungguhnya melatarbelakangi pada akhirnya memilih opsi tersebut?  Tulisan ini mencoba memahami mengapa terjadinya fenomena tersebut dalam perspektif komunikasi keluarga. Sejauhmana komunikasi dapat berkontribusi untuk memampukan perkawinan menjadi langgeng hingga maut memisahkan

Ruang dan Waktu untuk Komunikasi

Bila merujuk pada Sternberg (1986), maka perkawinan bisa diterjemahkan sebagai puncak dari kesempurnaan cinta, yakni keterpaduan antara hasrat, keintiman, dan komitmen. Kesalingan untuk tertarik secara ragawi, kesediaan untuk saling berbagi, yang dipungkasi dengan kemauan untuk terikat satu sama lain seraya meniadakan kehadiran romansa lain di dalamnya. 

Perkawinan menjadi ruang dan waktu yang melatih kita untuk berkomunikasi dengan pasangan. Segrin & Flora (2019) mengungkapkan, bahwa di dalam perkawinan berlangsung proses keberbagian dalam relasi kuasa dan pengambilan keputusan. Sebagaimana Widjanarko (2025) juga menandaskan, bahwa dibutuhkan adaptasi untuk menyelaraskan diri masing-masing, karena setiap pasangan hakikatnya individu yang berbeda satu sama lain dengan kemungkinan dibesarkan dengan pola asuh serta budaya yang tidak sama.

Artinya, saat seseorang dengan sadar memilih untuk terikat dalam perkawinan dan menjalaninya, dia menyadari bahwa dia akan selalu berada dalam ruang negosiasi ide dan gagasan.  Artinya, terlepas dari potensi besar kegagalan dalam mengarungi bahtera perkawinan, seperti terjadinya perselingkuhan, adanya kekerasan di dalam rumahtangga atau ketidakamanan secara finansial, maka salah satu hal yang tidak boleh dikesampingkan adalah kemampuan mengelola komunikasi di antara pasangan suami istri. 

Sangat mungkin dari situasi yang mapan, terjadi kebosanan yang memantik tergodanya pasangan untuk beralih ke yang lain. Sangat mungkin dari rumah yang tidak lagi riuh oleh celoteh dan tingkah laku anak – karena mereka sudah di luar kota untuk kuliah, bekerja, atau menikah – terjadi kehampaan emosi.  Termasuk, sangat mungkin  selama dalam kurun waktu yang panjang, terdapat kekecewaan atau sesuatu yang tidak dikemukakan,  dan menjadi ‘meledak’ di kemudian hari. 

Pada konteks ini, ketidakcakapan dalam mengelola komunikasi menjadi faktor yang turut menyumbang terjadinya perpisahan pada perkawinan yang telah dijalani dalam rentang waktu yang lama.  Mengapa demikian? Karena naif sesungguhnya membaca perkawinan sebagai kisah yang melulu romansa. Sungguh sebuah kekeliruan bila melihat perkawinan adalah sesuatu yang statis atas nama ‘ikatan suci yang bahagia selamanya’ .

Hakikat Perkawinan

Hakikatnya perkawinan akan selalu bernuansa dialektis dan dinamis. Dia tumbuh dan berkembang sesuai konteks, merekam kebahagiaan dan kekecewaan secara bersamaan, mendialogkan harapan yang diinginkan dan realitas yang dihadapinya. Perkawinan sejatinya ruang kontestasi ide dan gagasan masing-masing pasangan, yang sama-sama merasionalisasinya atas dasar kebaikan bersama, meskipun realitasnya, setiap pasangan boleh jadi punya penerjemahan yang berbeda untuk memandang apa yang dianggap sebagai kebaikan bersama.

Perkawinan ibarat lari marathon, yang membutuhkan stamina tersendiri dan strategi khusus, untuk menata momentum, kapan dia harus menyelaraskan keinginan pasangan sebagaimana kapan dia harus mengemukakan pandangannya yang berbeda, termasuk bersepakat dalam ketidaksepakatan tanpa terjebak dengan sikap yang agitatif termasuk pasif-agresif.

Kesediaan mengelola ruang-ruang dialogis secara asertif dan konstruktif, dengan mempertimbangkan tradisi serta nilai-nilai yang dianut, sejatinya akan menghasilkan penghormatan dan menguatkan rasa cinta kepada pasangannya. Namun sebaliknya, ketika dikelola dengan nuansa  manipulatif,  maka cepat atau lambat, masing-masing pasangan akan mengalami degradasi afeksi dan penghormatan terhadap pasangan dan insitusi perkawinan yang dijalaninya.

Maka, sesungguhnya terdapat tiga pilar dalam komunikasi pasangan suami-istri yang dapat menjadikan perkawinan sebagai ruang dialektika yang konstruktif dalam bingkai cinta. Pertama, belajar memahami perspektif pasangan, menjadi sangat mendasar dan tidak bisa ditawar-tawar untuk selalu mencoba memahami apa yang menjadi harapan, kecemasan, dan mimpinya tentang perkawinan. Belajar untuk mengerti dan menghayati  dari sudut pandangnya yang sangat mungkin sangat berbeda dengan pasangan.  

Kedua, memupuk interaksi dengan kekaguman dan rasa sayang, mengekpresikan kebahagiaan sebagai pasangannya tanpa sungkan seraya senantiasa menyampaikan apa yang ada di dalam benak pikiran dan perasaan secara apa adanya namun dengan memilih diksi yang penuh empati.  Serta ketiga, menghargai setiap momen, mengupayakan sikap dan perilaku yang peduli atas apa yang diupayakan oleh pasangan, sesederhana apa pun itu, sekaligus menghindari ekspresi verbal dan non-verbal yang merendahkan upaya pasangan yang telah memperjuangkan sesuatu, meskipun masih jauh dari apa yang kita inginkan.  

Ketiga pilar ini memberi kesempatan kepada pasangan suami istri untuk meniscayakan perkawinan sebagai ruang dan waktu yang berharga untuk diyakini dapat menjadi pembelajaran dalam hidup dan kehidupan yang membahagiakan.  Memahami perspektif pasangan sesungguhnya cara sederhana untuk memuliakan pasangan. Memupuk interaksi dengan kekaguman dan rasa sayang, sejatinya bentuk ringkas dalam menjaga pasangan. Sebagaimana menghargai setiap momen, hakikatnya adalah menerjemahkan masing-masing pasangan adalah refleksi dari kehendak kita akan perkawinan itu sendiri

Tentu saja komunikasi bukanlah panasea, obat mujarab yang langsung menyelesaikan permasalahan dalam hubungan pasangan suami-istri. Kompleksitas problematika perkawinan, terlebih ketika berkaitan dengan kesetiaan, keamanan finansial, interaksi tanpa kekerasan dalam rumah tangga, jelas membutuhkan penanganan yang komprehensif. 

Namun demikian, komunikasi bisa menjadi opsi preventif sebelum terjadinya faktor-faktor pemicu problematika sebagaimana tersebut di atas. Tidak ada permasalahan yang tidak bisa ditemukan akar permasalahannya, yang kemudian akan dicari solusi yang paling tepat untuk menyelesaikannya.

Relasi pasangan suami-istri sama sekali bukan berarti sama sekali tanpa friksi atau pertengkaran. Hubungan diantara keduanya sangat mungkin diwarnai dan terwarnai dengan perbedaan, mulai dari yang terkesan sepele hingga yang substansial dan essensial adanya. Namun dengan komunikasi, interaksi pasangan suami-istri tidaklah sampai terjebak dengan ketegangan yang meresikokan semua yang telah dibina selama ini, hilang musnah sia-sia semuanya. [T]

Penulis: Wisnu Widjanarko
Editor: Adnyana Ole

Tags: komunikasiperkawinansuami istri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Samskriti Sindhu: Merayakan Kebersamaan di Hari Meditasi Sedunia ke-2 di Anand Ashram Ubud

Next Post

Disability Corner, Ruang Inklusif di Tengah Riuh Denpasar Festival 2025

Wisnu Widjanarko

Wisnu Widjanarko

Dosen Psikologi Komunikasi dan Komunikasi Keluarga pada Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Disability Corner, Ruang Inklusif di Tengah Riuh Denpasar Festival 2025

Disability Corner, Ruang Inklusif di Tengah Riuh Denpasar Festival 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co