24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

I Wayan Tusti Adnyana Beber Gaya Kekebyaran Gong Abdi Budaya Banjar Anyar dalam Konser Gamelan “Meraya Matra Manawa”

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
December 17, 2025
in Khas
I Wayan Tusti Adnyana Beber Gaya Kekebyaran Gong Abdi Budaya Banjar Anyar dalam Konser Gamelan “Meraya Matra Manawa”

I Wayan Tusti Adnyana memberi penjelasan di depan penabuh

Konser Gamelan “Meraya Matra Manawa” yang digelar Institut Seni Indonesia (ISI) Bali dalam merayakan pengakuan UNESCO atas gamelan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia dimeriahkan dengan workshop bertajuk Paraga Artistika Kekebyaran Gong Abdi Budaya Banjar Anyar, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Mahasiswa ISI Bali yang menjadi peserta, diperkenalkan komposisi kebyar gaya Perean yang berlangsung di Studio Berata (ruang 1) ISI Bali, Selasa 16 Desember 2025.

Tampil sebagai narasumber, I Wayan Tusti Adnyana, S.Sn.,M.Pd, seniman yang juga pembina Sekaa Gong Abdi Budaya Banjar Anyar. Workhsop yang menjadi bagian dari kegiatan Konser Gamelan ISI Bali itu, Tusti – sapaan akrabnya mengawali dari pengenalan kekebyaran di Banjar Anyar, Desa Perean Kangin yang konon dimulai dengan gamelan bebarongan yang terdapat di Desa Pesanggaran.

Gamelan bebarongan tersebut pada zaman kolonialisme pernah dikubur untuk menghindari penjarahan oleh pihak Belanda. Kemudian gamelan bebarongan tersebut dibeli oleh para tokoh di Banjar Anyar, Perean Kangin dan dilebur menjadi gamelan Gong Kebyar. “Hanya saja instrumen gong itu tidak berani dilebur, karena masyarakat Banjar Anyar, meyakini gamelan tersebut memiliki kekuatan magis,” papar pria tamatan STSI Denpasar (kini ISI Bali) Karawitan tahun 1995.

I Wayan Tusti Adnyana memberi penjelasan di depan penabuh

Kekebyaran di Banjar Anyar, Perean Kangin masih lestari hingga sekarang. Warisan seni itu dilestarikan oleh Sekehe Gong Abdi Budaya. Pembina kekebyaran itu Gusti Bagus Suarsana dari Desa Bungkulan, Buleleng. Menariknya, kekebyaran di Banjar Anyar itu, pernah berkolaborasi dengan seniman Amerika Serikat bernama Wayne Vitale. Sampai saat, kekebyaran di Banjar Anyar tetap dihidupkan oleh Tusti didukung bersama anggota sekaa lainnya. “Saya yang didukung sekaa aktif merekontruksi dan melestarikan gending-gending kekebyaran gaya Banjar Anyar, Perean Kangin,” akunya polos.

Tusti yang penggiat seni itu, mengupas tuntas mengenai Gaya dan Keunikan Kekebyaran Gong Abdi Budaya, Perean Kangin. Di situ ia mendedahkan mengenai unikum vokabuler dalam gending-gending kekebyarannya. Disebutkan pula, keunikan gegenderan gending Abdi Budaya menyajikan polos pada angkep tinggi dan sangsihnya pada angkep rendah. “Dasar gegenderan adalah bentuk angkat-angkatan. Harmoni lebih banyak menggunakan tumbukan nada dengan jarak 1 nada yang lazimnya berjarak 2 nada,” paparnya.

Guru seni SMA Negeri 1 Baturiti dan Dosen Universitas Terbuka UPBJJ Denpasar itu, menegaskan setiap transisi selalu menggunakan bentuk kotekan dengan siklus pendek dengan tempo cepat. Secara kolotomis pada gegenderan menggunakan kempur pada pertengahan kalimat lagu.

Usai mengulas keunikan gending Abdi Budaya, Tusti yang tinggal di Br Babahan Kawan, Kecamatan Penebel, Tabanan itu juga membahas keuinikan gending Sapta Bhuana. Keunikannya terletak pada menggunakan teknik pola gineman dengan figurasi 1 sebagai awalan dan figurasi pukulan 3 dan 3. Pukulan 3 kali terakhir disajikan dengan volume keras disertai naiknya tempo. “Pola 1-3-3 ini merujuk pada jumlah tujuh yang merujuk pada arti kata sapta,” ungkapnya.

Tusti kemudian menjelaskan keunikan dari gending Merak Ngelo adalah kompilasi dari beberapa gending kreasi kekebyaran sebelumnya. Teknik Meramu menjadi kunci dari penyusunan gending kekebyaran Merak Ngelo. Ia juga memberikan informasi mengenai Kebyar Truna Jaya yang diwarisi oleh Abdi Budaya adalah kebyar keempat yang diciptakan oleh Gede Manik (Gabungan Trunajaya dan Wiranjaya).

I Wayan Tusti Adnyana memberi penjelasan di depan penabuh

Tusti kemudian mempratekan apa yang dijelaskannya itu. Pratek ini untuk meyakinkan para peserta mengetahui dan mengerti kekhasan dari gending tersebut. Pada sesi praktik mahasiswa Program Studi (Prodi) Seni Karawitan dan Prodi Seni Pedalangan (PSP) diajak untuk memainkan bagian gegenderan dan kotekan penyalit dari gending kekebyaran Abdi Budaya.

Dalam sesi ini mahasiswa diajak untuk menyelami cara kerja musikal gegenderan dan teknik kotekannya. Semua materi yang dituangkan itu, menjadi salah satu bentuk pelestarian kekayaan intelektual musikal gaya kekebyaran Gong Abdi Budaya, Banjar Anyar, Perean Kangin, Baturiti, Tabanan.

Merayakan pengakuan UNESCO

Konser Gamelan “Meraya Matra Manawa” berlangsung pada 15–21 Desember 2025 ini digelar di Taman Budaya (Art Centre) Provinsi Bali dan kampus ISI Bali. Konser yang diinisiasi Fakultas Seni Pertunjukan ISI Bali ini merupakan hasil kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Perayaan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi dan aktualisasi gamelan sebagai sumber pengetahuan, kreativitas, dan peradaban.

Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Bali, Prof. Dr. I Gede Yudarta, S.Skar., M.Si, menegaskan bahwa gamelan adalah adi karya intelektual para leluhur. “Gamelan merupakan artistika bunyi yang mencerminkan kecerdasan dan peradaban manusia. Ia bukan sekadar kekayaan budaya, tetapi manifestasi pemikiran yang hidup,” ujarnya.

Prof. Yudarta, struktur gending dalam gamelan memuat dialektika elemen musikal seperti melodi, ritme, dinamika, timbre, dan tempo yang tersusun dalam formulasi estetika-artistika. “Pencapaian intelektual inilah yang patut dirayakan melalui penciptaan dan perayaan cipta gending,” katanya.

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Seni Pertunjukan ISI Bali, I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn, menjelaskan bahwa konser ini melibatkan sivitas akademika ISI Bali bersama berbagai komunitas dan sekaa gamelan. Di antaranya Gamelan Nada Tujuh Kerambitan, Gamelan Puri Menara, Sanggar Seni Cudamani, Komunitas Seni Taksu Agung, Sekaa Gong Dharma Kusuma Banjar Pinda (Gianyar) termasuk Sekaa Gong Abdi Budaya Banjar Anyar (Tabanan).

Kegiatan workshop gamelan yang bersifat edukatif dan transformative juga menghadirkan workshop Pengolahan Sistem Saih pada Gamelan Semarandhana bersama Dewa Putu Berata, serta Workshop Komposisi Lelambatan Kekebyaran bersama Ketut Gde Asnawa. Sejumlah alumnus muda ISI Bali yang aktif di dunia karawitan turut ambil bagian. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa Perean KanginISI Balikarawitankarawitan bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengapa Desain ‘User Interface’ Aplikasi Meditasi Selalu Bernuansa Pastel?

Next Post

‘Scarborough Fair’: Kehidupan Fana dan Cinta Sejati

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
‘Scarborough Fair’: Kehidupan Fana dan Cinta Sejati

'Scarborough Fair': Kehidupan Fana dan Cinta Sejati

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co