2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

I Wayan Tusti Adnyana Beber Gaya Kekebyaran Gong Abdi Budaya Banjar Anyar dalam Konser Gamelan “Meraya Matra Manawa”

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
December 17, 2025
in Khas
I Wayan Tusti Adnyana Beber Gaya Kekebyaran Gong Abdi Budaya Banjar Anyar dalam Konser Gamelan “Meraya Matra Manawa”

I Wayan Tusti Adnyana memberi penjelasan di depan penabuh

Konser Gamelan “Meraya Matra Manawa” yang digelar Institut Seni Indonesia (ISI) Bali dalam merayakan pengakuan UNESCO atas gamelan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia dimeriahkan dengan workshop bertajuk Paraga Artistika Kekebyaran Gong Abdi Budaya Banjar Anyar, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Mahasiswa ISI Bali yang menjadi peserta, diperkenalkan komposisi kebyar gaya Perean yang berlangsung di Studio Berata (ruang 1) ISI Bali, Selasa 16 Desember 2025.

Tampil sebagai narasumber, I Wayan Tusti Adnyana, S.Sn.,M.Pd, seniman yang juga pembina Sekaa Gong Abdi Budaya Banjar Anyar. Workhsop yang menjadi bagian dari kegiatan Konser Gamelan ISI Bali itu, Tusti – sapaan akrabnya mengawali dari pengenalan kekebyaran di Banjar Anyar, Desa Perean Kangin yang konon dimulai dengan gamelan bebarongan yang terdapat di Desa Pesanggaran.

Gamelan bebarongan tersebut pada zaman kolonialisme pernah dikubur untuk menghindari penjarahan oleh pihak Belanda. Kemudian gamelan bebarongan tersebut dibeli oleh para tokoh di Banjar Anyar, Perean Kangin dan dilebur menjadi gamelan Gong Kebyar. “Hanya saja instrumen gong itu tidak berani dilebur, karena masyarakat Banjar Anyar, meyakini gamelan tersebut memiliki kekuatan magis,” papar pria tamatan STSI Denpasar (kini ISI Bali) Karawitan tahun 1995.

I Wayan Tusti Adnyana memberi penjelasan di depan penabuh

Kekebyaran di Banjar Anyar, Perean Kangin masih lestari hingga sekarang. Warisan seni itu dilestarikan oleh Sekehe Gong Abdi Budaya. Pembina kekebyaran itu Gusti Bagus Suarsana dari Desa Bungkulan, Buleleng. Menariknya, kekebyaran di Banjar Anyar itu, pernah berkolaborasi dengan seniman Amerika Serikat bernama Wayne Vitale. Sampai saat, kekebyaran di Banjar Anyar tetap dihidupkan oleh Tusti didukung bersama anggota sekaa lainnya. “Saya yang didukung sekaa aktif merekontruksi dan melestarikan gending-gending kekebyaran gaya Banjar Anyar, Perean Kangin,” akunya polos.

Tusti yang penggiat seni itu, mengupas tuntas mengenai Gaya dan Keunikan Kekebyaran Gong Abdi Budaya, Perean Kangin. Di situ ia mendedahkan mengenai unikum vokabuler dalam gending-gending kekebyarannya. Disebutkan pula, keunikan gegenderan gending Abdi Budaya menyajikan polos pada angkep tinggi dan sangsihnya pada angkep rendah. “Dasar gegenderan adalah bentuk angkat-angkatan. Harmoni lebih banyak menggunakan tumbukan nada dengan jarak 1 nada yang lazimnya berjarak 2 nada,” paparnya.

Guru seni SMA Negeri 1 Baturiti dan Dosen Universitas Terbuka UPBJJ Denpasar itu, menegaskan setiap transisi selalu menggunakan bentuk kotekan dengan siklus pendek dengan tempo cepat. Secara kolotomis pada gegenderan menggunakan kempur pada pertengahan kalimat lagu.

Usai mengulas keunikan gending Abdi Budaya, Tusti yang tinggal di Br Babahan Kawan, Kecamatan Penebel, Tabanan itu juga membahas keuinikan gending Sapta Bhuana. Keunikannya terletak pada menggunakan teknik pola gineman dengan figurasi 1 sebagai awalan dan figurasi pukulan 3 dan 3. Pukulan 3 kali terakhir disajikan dengan volume keras disertai naiknya tempo. “Pola 1-3-3 ini merujuk pada jumlah tujuh yang merujuk pada arti kata sapta,” ungkapnya.

Tusti kemudian menjelaskan keunikan dari gending Merak Ngelo adalah kompilasi dari beberapa gending kreasi kekebyaran sebelumnya. Teknik Meramu menjadi kunci dari penyusunan gending kekebyaran Merak Ngelo. Ia juga memberikan informasi mengenai Kebyar Truna Jaya yang diwarisi oleh Abdi Budaya adalah kebyar keempat yang diciptakan oleh Gede Manik (Gabungan Trunajaya dan Wiranjaya).

I Wayan Tusti Adnyana memberi penjelasan di depan penabuh

Tusti kemudian mempratekan apa yang dijelaskannya itu. Pratek ini untuk meyakinkan para peserta mengetahui dan mengerti kekhasan dari gending tersebut. Pada sesi praktik mahasiswa Program Studi (Prodi) Seni Karawitan dan Prodi Seni Pedalangan (PSP) diajak untuk memainkan bagian gegenderan dan kotekan penyalit dari gending kekebyaran Abdi Budaya.

Dalam sesi ini mahasiswa diajak untuk menyelami cara kerja musikal gegenderan dan teknik kotekannya. Semua materi yang dituangkan itu, menjadi salah satu bentuk pelestarian kekayaan intelektual musikal gaya kekebyaran Gong Abdi Budaya, Banjar Anyar, Perean Kangin, Baturiti, Tabanan.

Merayakan pengakuan UNESCO

Konser Gamelan “Meraya Matra Manawa” berlangsung pada 15–21 Desember 2025 ini digelar di Taman Budaya (Art Centre) Provinsi Bali dan kampus ISI Bali. Konser yang diinisiasi Fakultas Seni Pertunjukan ISI Bali ini merupakan hasil kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Perayaan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi dan aktualisasi gamelan sebagai sumber pengetahuan, kreativitas, dan peradaban.

Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Bali, Prof. Dr. I Gede Yudarta, S.Skar., M.Si, menegaskan bahwa gamelan adalah adi karya intelektual para leluhur. “Gamelan merupakan artistika bunyi yang mencerminkan kecerdasan dan peradaban manusia. Ia bukan sekadar kekayaan budaya, tetapi manifestasi pemikiran yang hidup,” ujarnya.

Prof. Yudarta, struktur gending dalam gamelan memuat dialektika elemen musikal seperti melodi, ritme, dinamika, timbre, dan tempo yang tersusun dalam formulasi estetika-artistika. “Pencapaian intelektual inilah yang patut dirayakan melalui penciptaan dan perayaan cipta gending,” katanya.

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Seni Pertunjukan ISI Bali, I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn, menjelaskan bahwa konser ini melibatkan sivitas akademika ISI Bali bersama berbagai komunitas dan sekaa gamelan. Di antaranya Gamelan Nada Tujuh Kerambitan, Gamelan Puri Menara, Sanggar Seni Cudamani, Komunitas Seni Taksu Agung, Sekaa Gong Dharma Kusuma Banjar Pinda (Gianyar) termasuk Sekaa Gong Abdi Budaya Banjar Anyar (Tabanan).

Kegiatan workshop gamelan yang bersifat edukatif dan transformative juga menghadirkan workshop Pengolahan Sistem Saih pada Gamelan Semarandhana bersama Dewa Putu Berata, serta Workshop Komposisi Lelambatan Kekebyaran bersama Ketut Gde Asnawa. Sejumlah alumnus muda ISI Bali yang aktif di dunia karawitan turut ambil bagian. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa Perean KanginISI Balikarawitankarawitan bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengapa Desain ‘User Interface’ Aplikasi Meditasi Selalu Bernuansa Pastel?

Next Post

‘Scarborough Fair’: Kehidupan Fana dan Cinta Sejati

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
‘Scarborough Fair’: Kehidupan Fana dan Cinta Sejati

'Scarborough Fair': Kehidupan Fana dan Cinta Sejati

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co