23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

I Wayan Tusti Adnyana Beber Gaya Kekebyaran Gong Abdi Budaya Banjar Anyar dalam Konser Gamelan “Meraya Matra Manawa”

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
December 17, 2025
in Khas
I Wayan Tusti Adnyana Beber Gaya Kekebyaran Gong Abdi Budaya Banjar Anyar dalam Konser Gamelan “Meraya Matra Manawa”

I Wayan Tusti Adnyana memberi penjelasan di depan penabuh

Konser Gamelan “Meraya Matra Manawa” yang digelar Institut Seni Indonesia (ISI) Bali dalam merayakan pengakuan UNESCO atas gamelan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia dimeriahkan dengan workshop bertajuk Paraga Artistika Kekebyaran Gong Abdi Budaya Banjar Anyar, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Mahasiswa ISI Bali yang menjadi peserta, diperkenalkan komposisi kebyar gaya Perean yang berlangsung di Studio Berata (ruang 1) ISI Bali, Selasa 16 Desember 2025.

Tampil sebagai narasumber, I Wayan Tusti Adnyana, S.Sn.,M.Pd, seniman yang juga pembina Sekaa Gong Abdi Budaya Banjar Anyar. Workhsop yang menjadi bagian dari kegiatan Konser Gamelan ISI Bali itu, Tusti – sapaan akrabnya mengawali dari pengenalan kekebyaran di Banjar Anyar, Desa Perean Kangin yang konon dimulai dengan gamelan bebarongan yang terdapat di Desa Pesanggaran.

Gamelan bebarongan tersebut pada zaman kolonialisme pernah dikubur untuk menghindari penjarahan oleh pihak Belanda. Kemudian gamelan bebarongan tersebut dibeli oleh para tokoh di Banjar Anyar, Perean Kangin dan dilebur menjadi gamelan Gong Kebyar. “Hanya saja instrumen gong itu tidak berani dilebur, karena masyarakat Banjar Anyar, meyakini gamelan tersebut memiliki kekuatan magis,” papar pria tamatan STSI Denpasar (kini ISI Bali) Karawitan tahun 1995.

I Wayan Tusti Adnyana memberi penjelasan di depan penabuh

Kekebyaran di Banjar Anyar, Perean Kangin masih lestari hingga sekarang. Warisan seni itu dilestarikan oleh Sekehe Gong Abdi Budaya. Pembina kekebyaran itu Gusti Bagus Suarsana dari Desa Bungkulan, Buleleng. Menariknya, kekebyaran di Banjar Anyar itu, pernah berkolaborasi dengan seniman Amerika Serikat bernama Wayne Vitale. Sampai saat, kekebyaran di Banjar Anyar tetap dihidupkan oleh Tusti didukung bersama anggota sekaa lainnya. “Saya yang didukung sekaa aktif merekontruksi dan melestarikan gending-gending kekebyaran gaya Banjar Anyar, Perean Kangin,” akunya polos.

Tusti yang penggiat seni itu, mengupas tuntas mengenai Gaya dan Keunikan Kekebyaran Gong Abdi Budaya, Perean Kangin. Di situ ia mendedahkan mengenai unikum vokabuler dalam gending-gending kekebyarannya. Disebutkan pula, keunikan gegenderan gending Abdi Budaya menyajikan polos pada angkep tinggi dan sangsihnya pada angkep rendah. “Dasar gegenderan adalah bentuk angkat-angkatan. Harmoni lebih banyak menggunakan tumbukan nada dengan jarak 1 nada yang lazimnya berjarak 2 nada,” paparnya.

Guru seni SMA Negeri 1 Baturiti dan Dosen Universitas Terbuka UPBJJ Denpasar itu, menegaskan setiap transisi selalu menggunakan bentuk kotekan dengan siklus pendek dengan tempo cepat. Secara kolotomis pada gegenderan menggunakan kempur pada pertengahan kalimat lagu.

Usai mengulas keunikan gending Abdi Budaya, Tusti yang tinggal di Br Babahan Kawan, Kecamatan Penebel, Tabanan itu juga membahas keuinikan gending Sapta Bhuana. Keunikannya terletak pada menggunakan teknik pola gineman dengan figurasi 1 sebagai awalan dan figurasi pukulan 3 dan 3. Pukulan 3 kali terakhir disajikan dengan volume keras disertai naiknya tempo. “Pola 1-3-3 ini merujuk pada jumlah tujuh yang merujuk pada arti kata sapta,” ungkapnya.

Tusti kemudian menjelaskan keunikan dari gending Merak Ngelo adalah kompilasi dari beberapa gending kreasi kekebyaran sebelumnya. Teknik Meramu menjadi kunci dari penyusunan gending kekebyaran Merak Ngelo. Ia juga memberikan informasi mengenai Kebyar Truna Jaya yang diwarisi oleh Abdi Budaya adalah kebyar keempat yang diciptakan oleh Gede Manik (Gabungan Trunajaya dan Wiranjaya).

I Wayan Tusti Adnyana memberi penjelasan di depan penabuh

Tusti kemudian mempratekan apa yang dijelaskannya itu. Pratek ini untuk meyakinkan para peserta mengetahui dan mengerti kekhasan dari gending tersebut. Pada sesi praktik mahasiswa Program Studi (Prodi) Seni Karawitan dan Prodi Seni Pedalangan (PSP) diajak untuk memainkan bagian gegenderan dan kotekan penyalit dari gending kekebyaran Abdi Budaya.

Dalam sesi ini mahasiswa diajak untuk menyelami cara kerja musikal gegenderan dan teknik kotekannya. Semua materi yang dituangkan itu, menjadi salah satu bentuk pelestarian kekayaan intelektual musikal gaya kekebyaran Gong Abdi Budaya, Banjar Anyar, Perean Kangin, Baturiti, Tabanan.

Merayakan pengakuan UNESCO

Konser Gamelan “Meraya Matra Manawa” berlangsung pada 15–21 Desember 2025 ini digelar di Taman Budaya (Art Centre) Provinsi Bali dan kampus ISI Bali. Konser yang diinisiasi Fakultas Seni Pertunjukan ISI Bali ini merupakan hasil kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Perayaan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi dan aktualisasi gamelan sebagai sumber pengetahuan, kreativitas, dan peradaban.

Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Bali, Prof. Dr. I Gede Yudarta, S.Skar., M.Si, menegaskan bahwa gamelan adalah adi karya intelektual para leluhur. “Gamelan merupakan artistika bunyi yang mencerminkan kecerdasan dan peradaban manusia. Ia bukan sekadar kekayaan budaya, tetapi manifestasi pemikiran yang hidup,” ujarnya.

Prof. Yudarta, struktur gending dalam gamelan memuat dialektika elemen musikal seperti melodi, ritme, dinamika, timbre, dan tempo yang tersusun dalam formulasi estetika-artistika. “Pencapaian intelektual inilah yang patut dirayakan melalui penciptaan dan perayaan cipta gending,” katanya.

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Seni Pertunjukan ISI Bali, I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn, menjelaskan bahwa konser ini melibatkan sivitas akademika ISI Bali bersama berbagai komunitas dan sekaa gamelan. Di antaranya Gamelan Nada Tujuh Kerambitan, Gamelan Puri Menara, Sanggar Seni Cudamani, Komunitas Seni Taksu Agung, Sekaa Gong Dharma Kusuma Banjar Pinda (Gianyar) termasuk Sekaa Gong Abdi Budaya Banjar Anyar (Tabanan).

Kegiatan workshop gamelan yang bersifat edukatif dan transformative juga menghadirkan workshop Pengolahan Sistem Saih pada Gamelan Semarandhana bersama Dewa Putu Berata, serta Workshop Komposisi Lelambatan Kekebyaran bersama Ketut Gde Asnawa. Sejumlah alumnus muda ISI Bali yang aktif di dunia karawitan turut ambil bagian. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa Perean KanginISI Balikarawitankarawitan bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengapa Desain ‘User Interface’ Aplikasi Meditasi Selalu Bernuansa Pastel?

Next Post

‘Scarborough Fair’: Kehidupan Fana dan Cinta Sejati

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails
Next Post
‘Scarborough Fair’: Kehidupan Fana dan Cinta Sejati

'Scarborough Fair': Kehidupan Fana dan Cinta Sejati

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co