2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengapa Desain ‘User Interface’ Aplikasi Meditasi Selalu Bernuansa Pastel?

Muhammad Syahrul Wafda by Muhammad Syahrul Wafda
December 17, 2025
in Esai
Mengapa Desain ‘User Interface’ Aplikasi Meditasi Selalu Bernuansa Pastel?

Muhammad Syahrul Wafda

MELIHAT era revolusi industri 4.0 saat ini, salah satu perubahan yang saya rasakan yaitu masifnya penggunaan media digital. Hal tersebut dilandasi dengan perkembangan zaman dari media konvensional menuju digital, di mana semua orang bisa sangat mudah untuk melakukan sesuatu dengan bantuan aplikasi yang ada di perangkat seperti smartphone.

Tak bisa dikesampingkan hal tersebut sangat membantu kebutuhan sehari-hari kita. Dengan digitalisasi saat ini tentu ada beberapa penyesuaian dari cara berkomunikasi kita, yang awalnya perlu bertemu secara langsung (face to face) sekarang bisa menggunakan sebuah aplikasi.

Salah satu contohnya konsultasi mengenai kesehatan mental ke praktisi spiritualis tidak perlu lagi datang menemui langsung, bisa diakses menggunakan aplikasi meditasi. Hal ini tentu dapat dimanfaatkan bagi orang yang tidak sempat konsultasi secara langsung karena mungkin terlalu sibuk dengan pekerjaannya, sehingga tidak memiliki waktu luang yang cukup banyak.

Dalam aplikasi tentu hal yang sangat penting dalam desain yaitu mengenai user interface (UI). Ini bertujuan untuk membuat interaksi menjadi mudah, efisien, dan menyenangkan, atau sering disebut juga sebagai antarmuka pengguna. Dalam kesatuan desain biasa disebut sebagai hierarki visual, meliputi tipografi, warna, gambar (ilustrasi) dan tata letak (layout).

 Dari keempat unsur tersebut saling mempengaruhi agar desain yang dibuat menjadi harmoni (kesatuan) dengan pemilihan tipografi dan warna yang pas, gambar atau ilustrasi yang pendukung, serta pembuatan layout user interface aplikasi yang mudah untuk digunakan. Seperti aplikasi meditasi yang selalu menggunakan warna pastel dan UI yang disajikan juga terkesan simple dan minimalis. Dibalik semua itu tentu ada korelasinya, seperti meditasi itu sendiri ditujukan untuk orang yang ingin mencari terapi ketenangan jiwa. Agar user experience lebih mengena lagi pemilihan warna menjadi hal yang penting.

Psikologi Warna Pastel

Berbicara mengenai warna, warna pastel memang sangat cocok digunakan untuk aplikasi meditasi. Warna pastel itu sendiri meliputi merah muda (baby pink, dusty pink), biru muda (baby blue, sky blue), hijau mint, ungu muda (lavender, lilac), kuning lembut (butter yellow), oranye muda (peach, salmon), dan warna netral (beige, krem, abu-abu muda).

Semuanya memiliki karakteristik warna yang cenderung hangat (warm color), bisa memberikan kesan kalem dan menenangkan bagi pengguna. Hal ini selaras dengan tujuan dari meditasi itu sendiri untuk mencari ketenangan. Efek tersebut bisa masuk ke dalam psikologi warna untuk relaksasi, karena dapat memberikan hal positif seperti menenangkan dan meredakan. Jadi intinya, keseimbangan elemen seperti warna, tipografi, ilustrasi dan layout dalam kesatuan desain memiliki nilai yang sangat penting baik itu dari segi estetika maupun dari segi penyampaian pesannya.

Desain sebagai Alat Komunikasi Visual

Ketika saya membaca buku “DEKAVE” karya Sumbo Tinarbuko dari Dosen Desain Komunikasi Visual ISI Yogyakarta, Beliau mengutip statemen seperti ini: “Desain Komunikasi Visual senantiasa berhubungan dengan penampilan rupa yang dapat diserap orang banyak dengan pikiran maupun perasaannya. Rupa yang mengandung pengertian atau makna, karakter serta suasana, yang mampu dipahami (diraba dan dirasakan) oleh khalayak umum atau terbatas” (T. Sutanto (2005:15-16).

Dari kutipan tersebut saya memiliki kesimpulan bahwa desain tidak bisa lepas dari makna yang ingin disampaikan oleh desainer (komunikator), karena desain itu sendiri bisa digunakan untuk menyampaikan pesan dalam bentuk verbal dan visual kepada khalayak (komunikan). Karena pada suatu desain ada juga yang tidak hanya menampilkan secara gambar atau ilustrasi saja tetapi dengan penjelasan verbal seperti tulisan, seperti contoh desain infografis dan user interface. Karena selain menyajikan sesuatu yang infromatif, perlu juga menampilkan sesuatu yang menarik dari segi visual.

Kaitannya dengan Psikologi Komunikasi

Kemudian dalam buku Psikologi Komunikasi karya Jalaluddin Rakhmat dalam proses berfikir, kata “persepsi” memiliki arti hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Dalam konteks ini pesan yang dimaksud berupa desain sebagai alat komunikasi visual.

Tentu melalui tahap sensai terlebih dahulu yang ditangkap oleh mata (indera visual) kemudian disalurkan menuju otak kita untuk berfikir mencari tahu apa maksud dan tujuan dari pesan visual yang ditampilkan. Tentu ini bisa mempengaruhi psikologi kita dalam merespon atau menyimpulkan hal tersebut.

Seperti contoh diatas desain user interface pada aplikasi meditasi harus dibuat menyesuaikan dengan unsur-unsur meditasi, salah satunya warna pastel yang merepresentasikan nuansa relax dan santai. Supaya pengguna bisa seakan-akan merasakan ketenangan yang sama seperti praktik langsung dengan praktisi spiritual, walaupun hanya menggunakan smartphone sebagai alat praktiknya. Hal tersebut ada kaitannya dengan stimuli, yang mempengaruhi persepsi kita saat menggunakan aplikasi. Kurang lebih seperti itu cara kerja psikologi warna dalam suatu desain.

Kesimpulan

Jadi, kesimpulan dari saya warna pastel dalam desain user interface aplikasi meditasi bukan sekadar soal estetika yang “lagi tren”. Pilihan visual ini berangkat dari kebutuhan psikologis pengguna yang datang ke aplikasi meditasi dengan kondisi pikiran yang lelah, penuh distraksi, atau bahkan cemas.

Warna pastel bekerja sebagai penenang visual tidak mengintimidasi, tenang, dan minim kontras yang tajam. Ia memberi ruang bagi pengguna untuk bernapas, memperlambat ritme, dan fokus pada pengalaman batin mereka. Ini menjadi bentuk komunikasi diam-diam antara aplikasi dan penggunanya: bahwa di sini tidak ada tekanan, tidak ada kompetisi, hanya ruang aman untuk berhenti sejenak.

Maka, nuansa pastel dalam UI aplikasi meditasi bisa dipahami sebagai strategi komunikasi visual yang selaras dengan tujuan utama meditasi itu sendiri menciptakan ketenangan dan keseimbangan di tengah hingar-bingar dunia digital. [T]

Penulis: Muhammad Syahrul Wafda
Editor: Adnyana Ole

Tags: desainmeditasiPsikologi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Awas Banjir Hoaks, Banjir Medsos

Next Post

I Wayan Tusti Adnyana Beber Gaya Kekebyaran Gong Abdi Budaya Banjar Anyar dalam Konser Gamelan “Meraya Matra Manawa”

Muhammad Syahrul Wafda

Muhammad Syahrul Wafda

Mahasiswa Prodi S2 Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah UIN SAIZU Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
I Wayan Tusti Adnyana Beber Gaya Kekebyaran Gong Abdi Budaya Banjar Anyar dalam Konser Gamelan “Meraya Matra Manawa”

I Wayan Tusti Adnyana Beber Gaya Kekebyaran Gong Abdi Budaya Banjar Anyar dalam Konser Gamelan “Meraya Matra Manawa”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co