23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Lilin hingga Dimsum: Gebyar Kreativitas Siswa pada Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan —Cerita Ujian Blok II SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Agus Suardiana Putra by Agus Suardiana Putra
December 5, 2025
in Khas
Dari Lilin hingga Dimsum: Gebyar Kreativitas Siswa pada Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan —Cerita Ujian Blok II SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Salah satu kelompok saat mempresentasikan produknya kepada kelompok lain│Foto: Agus Suardiana Putra

LIBUR Hari Raya Galungan dan Kuningan biasanya menjadi waktu para siswa beristirahat bersama keluarga. Namun hari itu, Rabu 26 November 2025, saya justru menyaksikan pemandangan berbeda di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (KESBAM). Suasana pagi berubah menjadi energi yang penuh antusias dari siswa kelas 11. Mereka datang bukan dengan wajah lelah karena libur terpotong, melainkan dengan semangat yang membuat saya ikut berdebar. Ruang-ruang kelas jurusan Teknologi Laboratorium Medik (TLM), Manajemen Perkantoran (MP) Rumah Sakit, Farmasi Klinis & Komunitas (FKK), hingga Keperawatan & Caregiving (KC) berubah menjadi ruang pameran yang ramai dan menggembirakan.

Hari itu adalah puncak ujian akhir semester (ujian blok) mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (sebelumnya dikenal PKWU). Setelah melewati berbagai pembelajaran, mereka kini menampilkan hasil karya yang telah mereka rancang, analisis, dan wujudkan. Sebagai guru pengampu, saya merasa bangga melihat bagaimana mata pelajaran yang dirancang untuk menumbuhkan jiwa wirausaha ini benar-benar menjelma menjadi karya nyata.

Sistem Blok yang Mengubah Iklim Belajar

Di KESBAM, kami menerapkan sistem blok ─ sebuah pendekatan yang membuat pembelajaran lebih fokus. Ujian tidak hanya dilakukan dua kali setahun seperti sekolah pada umumnya, tetapi dua kali dalam satu semester. Dalam setahun terdapat empat blok. Setiap tiga bulan, siswa menyelesaikan satu blok dan melaksanakan ujian.

Sistem ini telah berjalan lebih dari setahun dan diinisiasi oleh kepala sekolah kami, Komang Rika Adi Putra, M.Pd. Efeknya terasa jelas: siswa lebih fokus, waktu belajar tiap mata pelajaran lebih panjang, dan mereka bisa menyelesaikan proyek lebih matang. Bahkan meski berada di tengah libur besar, sekolah tetap produktif.

Ujian Blok II Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan│Foto: Agus Suardiana Putra

 

Sebagai pengajar, saya berupaya menerapkan prinsip pembelajaran mendalam ─ ‘berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan’. Di awal blok ini, saya mengajak siswa mempelajari hakikat kewirausahaan, kemudian mengenali peluang usaha, mendesain produk, hingga menyusun proposal yang mereka realisasikan dalam bentuk karya.

Saya melihat betul bagaimana mereka berkembang. Mereka mewawancarai pedagang di area kantin sekolah, mencari peluang usaha, lalu melakukan analisis SWOT agar mampu membaca kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari ide usaha mereka. Saya menyaksikan mereka mulai memahami peran seorang wirausaha, bukan hanya sebagai pencipta produk tetapi sebagai pemikir strategis.

Dalam pembelajaran ini saya menggunakan pendekatan Project Based Learning (PBL). Saya tidak bekerja sendiri. Guru Farmasi membantu siswa memanfaatkan laboratorium untuk praktik, sementara guru Matematika mendampingi hitungan biaya produksi, harga jual, hingga Break Even Point (BEP). Kolaborasi ini membuat pembelajaran terasa lebih utuh dan benar-benar terlihat hasilnya ketika ujian berlangsung.

Salah satu produk pada Ujian Blok II Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan│Foto: Agus Suardiana Putra

Karena sistem blok memberikan waktu yang cukup panjang untuk mendalami satu mata pelajaran, siswa dapat melakukan percobaan berulang. Saya melihat perjuangan mereka, kegagalan yang mereka hadapi, hingga bagaimana mereka memperbaiki formula demi formula.

Saya ingat saat kelompok Nirvahana yang membuat lilin aromaterapi datang kepada saya. Devi berkata, “Pak, kami membuat produk ini sampai tiga kali. Percobaan pertama dan kedua lilinnya masih cair. Tapi percobaan ketiga kami pakai glitter, akhirnya lilinnya mau nempel di wadahnya.” Saya pun tersenyum mendengarnya, proses trial and error seperti itulah yang membuat pembelajaran terasa lebih bermakna.

Ada pula kelompok Dimtop dari Manajemen Perkantoran Rumah Sakit, yang hanya butuh satu kali percobaan untuk membuat dimsum keju mereka. Namun ada juga kelompok Herby Gummy yang meski sudah mencoba tiga kali, masih menemukan beberapa permen jeli yang belum sempurna saat dinilai. Semua proses ini saya lihat sebagai bagian penting dari perjalanan belajar mereka.

Saat Ujian Berubah Menjadi Pameran

Mengampu empat kelas sekaligus membuat saya berpikir format ujian biasa tidak cukup memfasilitasi kreativitas mereka. Maka saya mengubahnya menjadi pameran produk. Satu kelas dinilai bergiliran, sementara kelas lain berkeliling mengunjungi stan teman-teman mereka. Suasananya begitu hidup. Tawa, komentar spontan, dan ekspresi bangga bertebaran di ruangan.

Saya masih ingat Nia dari kelompok Dimtop yang dengan muka setengah panik berkata pada saya, “Pak, setelah ini ada lagi kunjungan? Dimsum kami habis tadi diserbu pak, mau habis ini!” Kelas pun penuh dengan tawa, dan saya hanya menenangkan bahwa itu pertanda produk mereka bagus dan digemari.

Ujian Blok II Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan│Foto: Agus Suardiana Putra

Di kelas berikutnya, ketika saya bertanya, “apakah kalian puas dengan hasil kalian?” Ika langsung menjawab, “Puas!” dan teman-temannya menimpali, “Kami senang pak!”

Caca, dari kelas XI Laboratorium Medik, bahkan mendekati saya dengan semangat,
“Pak, kelas kami boleh tidak duluan kunjungan? Saya sudah tidak sabar ingin ke kelas berikutnya!”

Selain mencicipi produk, siswa juga membaca proposal yang dipajang. Saya melihat bagaimana mereka belajar dari karya temannya, sama antusiasnya dengan mempresentasikan karya sendiri.

Hari itu saya merasa, pembelajaran mendalam benar-benar terwujud:
‘Berkesadaran’ karena mereka memahami proses yang penuh tantangan,
‘Bermakna’ karena mereka membawa pulang ilmu yang bisa diterapkan di kehidupan nyata, serta ‘Menggembirakan’ karena mereka menjalani semuanya dengan antusias dan hati yang senang.

Dan, bagi saya pribadi, melihat kegembiraan, kebanggaan, dan hasil kerja keras mereka adalah kepuasan sebagai seorang pendidik. [T]

Penulis: Agus Suardiana Putra
Editor: Dede Putra Wiguna

Tags: KreativitasPendidikansiswaSMK Kesehatan Bali Medika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dinamika Sosial Bali di Balik Citra Harmoni

Next Post

Tiga Aktor, Satu Bencana

Agus Suardiana Putra

Agus Suardiana Putra

I Wayan Agus Suardiana Putra, S.Pd., M.Pd. Instagram @suardianaputra Facebook @Wayan Muncul

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

Tiga Aktor, Satu Bencana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co