3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Lilin hingga Dimsum: Gebyar Kreativitas Siswa pada Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan —Cerita Ujian Blok II SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Agus Suardiana Putra by Agus Suardiana Putra
December 5, 2025
in Khas
Dari Lilin hingga Dimsum: Gebyar Kreativitas Siswa pada Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan —Cerita Ujian Blok II SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Salah satu kelompok saat mempresentasikan produknya kepada kelompok lain│Foto: Agus Suardiana Putra

LIBUR Hari Raya Galungan dan Kuningan biasanya menjadi waktu para siswa beristirahat bersama keluarga. Namun hari itu, Rabu 26 November 2025, saya justru menyaksikan pemandangan berbeda di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (KESBAM). Suasana pagi berubah menjadi energi yang penuh antusias dari siswa kelas 11. Mereka datang bukan dengan wajah lelah karena libur terpotong, melainkan dengan semangat yang membuat saya ikut berdebar. Ruang-ruang kelas jurusan Teknologi Laboratorium Medik (TLM), Manajemen Perkantoran (MP) Rumah Sakit, Farmasi Klinis & Komunitas (FKK), hingga Keperawatan & Caregiving (KC) berubah menjadi ruang pameran yang ramai dan menggembirakan.

Hari itu adalah puncak ujian akhir semester (ujian blok) mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (sebelumnya dikenal PKWU). Setelah melewati berbagai pembelajaran, mereka kini menampilkan hasil karya yang telah mereka rancang, analisis, dan wujudkan. Sebagai guru pengampu, saya merasa bangga melihat bagaimana mata pelajaran yang dirancang untuk menumbuhkan jiwa wirausaha ini benar-benar menjelma menjadi karya nyata.

Sistem Blok yang Mengubah Iklim Belajar

Di KESBAM, kami menerapkan sistem blok ─ sebuah pendekatan yang membuat pembelajaran lebih fokus. Ujian tidak hanya dilakukan dua kali setahun seperti sekolah pada umumnya, tetapi dua kali dalam satu semester. Dalam setahun terdapat empat blok. Setiap tiga bulan, siswa menyelesaikan satu blok dan melaksanakan ujian.

Sistem ini telah berjalan lebih dari setahun dan diinisiasi oleh kepala sekolah kami, Komang Rika Adi Putra, M.Pd. Efeknya terasa jelas: siswa lebih fokus, waktu belajar tiap mata pelajaran lebih panjang, dan mereka bisa menyelesaikan proyek lebih matang. Bahkan meski berada di tengah libur besar, sekolah tetap produktif.

Ujian Blok II Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan│Foto: Agus Suardiana Putra

 

Sebagai pengajar, saya berupaya menerapkan prinsip pembelajaran mendalam ─ ‘berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan’. Di awal blok ini, saya mengajak siswa mempelajari hakikat kewirausahaan, kemudian mengenali peluang usaha, mendesain produk, hingga menyusun proposal yang mereka realisasikan dalam bentuk karya.

Saya melihat betul bagaimana mereka berkembang. Mereka mewawancarai pedagang di area kantin sekolah, mencari peluang usaha, lalu melakukan analisis SWOT agar mampu membaca kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari ide usaha mereka. Saya menyaksikan mereka mulai memahami peran seorang wirausaha, bukan hanya sebagai pencipta produk tetapi sebagai pemikir strategis.

Dalam pembelajaran ini saya menggunakan pendekatan Project Based Learning (PBL). Saya tidak bekerja sendiri. Guru Farmasi membantu siswa memanfaatkan laboratorium untuk praktik, sementara guru Matematika mendampingi hitungan biaya produksi, harga jual, hingga Break Even Point (BEP). Kolaborasi ini membuat pembelajaran terasa lebih utuh dan benar-benar terlihat hasilnya ketika ujian berlangsung.

Salah satu produk pada Ujian Blok II Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan│Foto: Agus Suardiana Putra

Karena sistem blok memberikan waktu yang cukup panjang untuk mendalami satu mata pelajaran, siswa dapat melakukan percobaan berulang. Saya melihat perjuangan mereka, kegagalan yang mereka hadapi, hingga bagaimana mereka memperbaiki formula demi formula.

Saya ingat saat kelompok Nirvahana yang membuat lilin aromaterapi datang kepada saya. Devi berkata, “Pak, kami membuat produk ini sampai tiga kali. Percobaan pertama dan kedua lilinnya masih cair. Tapi percobaan ketiga kami pakai glitter, akhirnya lilinnya mau nempel di wadahnya.” Saya pun tersenyum mendengarnya, proses trial and error seperti itulah yang membuat pembelajaran terasa lebih bermakna.

Ada pula kelompok Dimtop dari Manajemen Perkantoran Rumah Sakit, yang hanya butuh satu kali percobaan untuk membuat dimsum keju mereka. Namun ada juga kelompok Herby Gummy yang meski sudah mencoba tiga kali, masih menemukan beberapa permen jeli yang belum sempurna saat dinilai. Semua proses ini saya lihat sebagai bagian penting dari perjalanan belajar mereka.

Saat Ujian Berubah Menjadi Pameran

Mengampu empat kelas sekaligus membuat saya berpikir format ujian biasa tidak cukup memfasilitasi kreativitas mereka. Maka saya mengubahnya menjadi pameran produk. Satu kelas dinilai bergiliran, sementara kelas lain berkeliling mengunjungi stan teman-teman mereka. Suasananya begitu hidup. Tawa, komentar spontan, dan ekspresi bangga bertebaran di ruangan.

Saya masih ingat Nia dari kelompok Dimtop yang dengan muka setengah panik berkata pada saya, “Pak, setelah ini ada lagi kunjungan? Dimsum kami habis tadi diserbu pak, mau habis ini!” Kelas pun penuh dengan tawa, dan saya hanya menenangkan bahwa itu pertanda produk mereka bagus dan digemari.

Ujian Blok II Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan│Foto: Agus Suardiana Putra

Di kelas berikutnya, ketika saya bertanya, “apakah kalian puas dengan hasil kalian?” Ika langsung menjawab, “Puas!” dan teman-temannya menimpali, “Kami senang pak!”

Caca, dari kelas XI Laboratorium Medik, bahkan mendekati saya dengan semangat,
“Pak, kelas kami boleh tidak duluan kunjungan? Saya sudah tidak sabar ingin ke kelas berikutnya!”

Selain mencicipi produk, siswa juga membaca proposal yang dipajang. Saya melihat bagaimana mereka belajar dari karya temannya, sama antusiasnya dengan mempresentasikan karya sendiri.

Hari itu saya merasa, pembelajaran mendalam benar-benar terwujud:
‘Berkesadaran’ karena mereka memahami proses yang penuh tantangan,
‘Bermakna’ karena mereka membawa pulang ilmu yang bisa diterapkan di kehidupan nyata, serta ‘Menggembirakan’ karena mereka menjalani semuanya dengan antusias dan hati yang senang.

Dan, bagi saya pribadi, melihat kegembiraan, kebanggaan, dan hasil kerja keras mereka adalah kepuasan sebagai seorang pendidik. [T]

Penulis: Agus Suardiana Putra
Editor: Dede Putra Wiguna

Tags: KreativitasPendidikansiswaSMK Kesehatan Bali Medika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dinamika Sosial Bali di Balik Citra Harmoni

Next Post

Tiga Aktor, Satu Bencana

Agus Suardiana Putra

Agus Suardiana Putra

I Wayan Agus Suardiana Putra, S.Pd., M.Pd. Instagram @suardianaputra Facebook @Wayan Muncul

Related Posts

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

Tiga Aktor, Satu Bencana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co