12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Lilin hingga Dimsum: Gebyar Kreativitas Siswa pada Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan —Cerita Ujian Blok II SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Agus Suardiana Putra by Agus Suardiana Putra
December 5, 2025
in Khas
Dari Lilin hingga Dimsum: Gebyar Kreativitas Siswa pada Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan —Cerita Ujian Blok II SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Salah satu kelompok saat mempresentasikan produknya kepada kelompok lain│Foto: Agus Suardiana Putra

LIBUR Hari Raya Galungan dan Kuningan biasanya menjadi waktu para siswa beristirahat bersama keluarga. Namun hari itu, Rabu 26 November 2025, saya justru menyaksikan pemandangan berbeda di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (KESBAM). Suasana pagi berubah menjadi energi yang penuh antusias dari siswa kelas 11. Mereka datang bukan dengan wajah lelah karena libur terpotong, melainkan dengan semangat yang membuat saya ikut berdebar. Ruang-ruang kelas jurusan Teknologi Laboratorium Medik (TLM), Manajemen Perkantoran (MP) Rumah Sakit, Farmasi Klinis & Komunitas (FKK), hingga Keperawatan & Caregiving (KC) berubah menjadi ruang pameran yang ramai dan menggembirakan.

Hari itu adalah puncak ujian akhir semester (ujian blok) mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (sebelumnya dikenal PKWU). Setelah melewati berbagai pembelajaran, mereka kini menampilkan hasil karya yang telah mereka rancang, analisis, dan wujudkan. Sebagai guru pengampu, saya merasa bangga melihat bagaimana mata pelajaran yang dirancang untuk menumbuhkan jiwa wirausaha ini benar-benar menjelma menjadi karya nyata.

Sistem Blok yang Mengubah Iklim Belajar

Di KESBAM, kami menerapkan sistem blok ─ sebuah pendekatan yang membuat pembelajaran lebih fokus. Ujian tidak hanya dilakukan dua kali setahun seperti sekolah pada umumnya, tetapi dua kali dalam satu semester. Dalam setahun terdapat empat blok. Setiap tiga bulan, siswa menyelesaikan satu blok dan melaksanakan ujian.

Sistem ini telah berjalan lebih dari setahun dan diinisiasi oleh kepala sekolah kami, Komang Rika Adi Putra, M.Pd. Efeknya terasa jelas: siswa lebih fokus, waktu belajar tiap mata pelajaran lebih panjang, dan mereka bisa menyelesaikan proyek lebih matang. Bahkan meski berada di tengah libur besar, sekolah tetap produktif.

Ujian Blok II Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan│Foto: Agus Suardiana Putra

 

Sebagai pengajar, saya berupaya menerapkan prinsip pembelajaran mendalam ─ ‘berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan’. Di awal blok ini, saya mengajak siswa mempelajari hakikat kewirausahaan, kemudian mengenali peluang usaha, mendesain produk, hingga menyusun proposal yang mereka realisasikan dalam bentuk karya.

Saya melihat betul bagaimana mereka berkembang. Mereka mewawancarai pedagang di area kantin sekolah, mencari peluang usaha, lalu melakukan analisis SWOT agar mampu membaca kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari ide usaha mereka. Saya menyaksikan mereka mulai memahami peran seorang wirausaha, bukan hanya sebagai pencipta produk tetapi sebagai pemikir strategis.

Dalam pembelajaran ini saya menggunakan pendekatan Project Based Learning (PBL). Saya tidak bekerja sendiri. Guru Farmasi membantu siswa memanfaatkan laboratorium untuk praktik, sementara guru Matematika mendampingi hitungan biaya produksi, harga jual, hingga Break Even Point (BEP). Kolaborasi ini membuat pembelajaran terasa lebih utuh dan benar-benar terlihat hasilnya ketika ujian berlangsung.

Salah satu produk pada Ujian Blok II Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan│Foto: Agus Suardiana Putra

Karena sistem blok memberikan waktu yang cukup panjang untuk mendalami satu mata pelajaran, siswa dapat melakukan percobaan berulang. Saya melihat perjuangan mereka, kegagalan yang mereka hadapi, hingga bagaimana mereka memperbaiki formula demi formula.

Saya ingat saat kelompok Nirvahana yang membuat lilin aromaterapi datang kepada saya. Devi berkata, “Pak, kami membuat produk ini sampai tiga kali. Percobaan pertama dan kedua lilinnya masih cair. Tapi percobaan ketiga kami pakai glitter, akhirnya lilinnya mau nempel di wadahnya.” Saya pun tersenyum mendengarnya, proses trial and error seperti itulah yang membuat pembelajaran terasa lebih bermakna.

Ada pula kelompok Dimtop dari Manajemen Perkantoran Rumah Sakit, yang hanya butuh satu kali percobaan untuk membuat dimsum keju mereka. Namun ada juga kelompok Herby Gummy yang meski sudah mencoba tiga kali, masih menemukan beberapa permen jeli yang belum sempurna saat dinilai. Semua proses ini saya lihat sebagai bagian penting dari perjalanan belajar mereka.

Saat Ujian Berubah Menjadi Pameran

Mengampu empat kelas sekaligus membuat saya berpikir format ujian biasa tidak cukup memfasilitasi kreativitas mereka. Maka saya mengubahnya menjadi pameran produk. Satu kelas dinilai bergiliran, sementara kelas lain berkeliling mengunjungi stan teman-teman mereka. Suasananya begitu hidup. Tawa, komentar spontan, dan ekspresi bangga bertebaran di ruangan.

Saya masih ingat Nia dari kelompok Dimtop yang dengan muka setengah panik berkata pada saya, “Pak, setelah ini ada lagi kunjungan? Dimsum kami habis tadi diserbu pak, mau habis ini!” Kelas pun penuh dengan tawa, dan saya hanya menenangkan bahwa itu pertanda produk mereka bagus dan digemari.

Ujian Blok II Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan│Foto: Agus Suardiana Putra

Di kelas berikutnya, ketika saya bertanya, “apakah kalian puas dengan hasil kalian?” Ika langsung menjawab, “Puas!” dan teman-temannya menimpali, “Kami senang pak!”

Caca, dari kelas XI Laboratorium Medik, bahkan mendekati saya dengan semangat,
“Pak, kelas kami boleh tidak duluan kunjungan? Saya sudah tidak sabar ingin ke kelas berikutnya!”

Selain mencicipi produk, siswa juga membaca proposal yang dipajang. Saya melihat bagaimana mereka belajar dari karya temannya, sama antusiasnya dengan mempresentasikan karya sendiri.

Hari itu saya merasa, pembelajaran mendalam benar-benar terwujud:
‘Berkesadaran’ karena mereka memahami proses yang penuh tantangan,
‘Bermakna’ karena mereka membawa pulang ilmu yang bisa diterapkan di kehidupan nyata, serta ‘Menggembirakan’ karena mereka menjalani semuanya dengan antusias dan hati yang senang.

Dan, bagi saya pribadi, melihat kegembiraan, kebanggaan, dan hasil kerja keras mereka adalah kepuasan sebagai seorang pendidik. [T]

Penulis: Agus Suardiana Putra
Editor: Dede Putra Wiguna

Tags: KreativitasPendidikansiswaSMK Kesehatan Bali Medika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dinamika Sosial Bali di Balik Citra Harmoni

Next Post

Tiga Aktor, Satu Bencana

Agus Suardiana Putra

Agus Suardiana Putra

I Wayan Agus Suardiana Putra, S.Pd., M.Pd. Instagram @suardianaputra Facebook @Wayan Muncul

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

Tiga Aktor, Satu Bencana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co