2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Lilin hingga Dimsum: Gebyar Kreativitas Siswa pada Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan —Cerita Ujian Blok II SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Agus Suardiana Putra by Agus Suardiana Putra
December 5, 2025
in Khas
Dari Lilin hingga Dimsum: Gebyar Kreativitas Siswa pada Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan —Cerita Ujian Blok II SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

Salah satu kelompok saat mempresentasikan produknya kepada kelompok lain│Foto: Agus Suardiana Putra

LIBUR Hari Raya Galungan dan Kuningan biasanya menjadi waktu para siswa beristirahat bersama keluarga. Namun hari itu, Rabu 26 November 2025, saya justru menyaksikan pemandangan berbeda di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (KESBAM). Suasana pagi berubah menjadi energi yang penuh antusias dari siswa kelas 11. Mereka datang bukan dengan wajah lelah karena libur terpotong, melainkan dengan semangat yang membuat saya ikut berdebar. Ruang-ruang kelas jurusan Teknologi Laboratorium Medik (TLM), Manajemen Perkantoran (MP) Rumah Sakit, Farmasi Klinis & Komunitas (FKK), hingga Keperawatan & Caregiving (KC) berubah menjadi ruang pameran yang ramai dan menggembirakan.

Hari itu adalah puncak ujian akhir semester (ujian blok) mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (sebelumnya dikenal PKWU). Setelah melewati berbagai pembelajaran, mereka kini menampilkan hasil karya yang telah mereka rancang, analisis, dan wujudkan. Sebagai guru pengampu, saya merasa bangga melihat bagaimana mata pelajaran yang dirancang untuk menumbuhkan jiwa wirausaha ini benar-benar menjelma menjadi karya nyata.

Sistem Blok yang Mengubah Iklim Belajar

Di KESBAM, kami menerapkan sistem blok ─ sebuah pendekatan yang membuat pembelajaran lebih fokus. Ujian tidak hanya dilakukan dua kali setahun seperti sekolah pada umumnya, tetapi dua kali dalam satu semester. Dalam setahun terdapat empat blok. Setiap tiga bulan, siswa menyelesaikan satu blok dan melaksanakan ujian.

Sistem ini telah berjalan lebih dari setahun dan diinisiasi oleh kepala sekolah kami, Komang Rika Adi Putra, M.Pd. Efeknya terasa jelas: siswa lebih fokus, waktu belajar tiap mata pelajaran lebih panjang, dan mereka bisa menyelesaikan proyek lebih matang. Bahkan meski berada di tengah libur besar, sekolah tetap produktif.

Ujian Blok II Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan│Foto: Agus Suardiana Putra

 

Sebagai pengajar, saya berupaya menerapkan prinsip pembelajaran mendalam ─ ‘berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan’. Di awal blok ini, saya mengajak siswa mempelajari hakikat kewirausahaan, kemudian mengenali peluang usaha, mendesain produk, hingga menyusun proposal yang mereka realisasikan dalam bentuk karya.

Saya melihat betul bagaimana mereka berkembang. Mereka mewawancarai pedagang di area kantin sekolah, mencari peluang usaha, lalu melakukan analisis SWOT agar mampu membaca kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari ide usaha mereka. Saya menyaksikan mereka mulai memahami peran seorang wirausaha, bukan hanya sebagai pencipta produk tetapi sebagai pemikir strategis.

Dalam pembelajaran ini saya menggunakan pendekatan Project Based Learning (PBL). Saya tidak bekerja sendiri. Guru Farmasi membantu siswa memanfaatkan laboratorium untuk praktik, sementara guru Matematika mendampingi hitungan biaya produksi, harga jual, hingga Break Even Point (BEP). Kolaborasi ini membuat pembelajaran terasa lebih utuh dan benar-benar terlihat hasilnya ketika ujian berlangsung.

Salah satu produk pada Ujian Blok II Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan│Foto: Agus Suardiana Putra

Karena sistem blok memberikan waktu yang cukup panjang untuk mendalami satu mata pelajaran, siswa dapat melakukan percobaan berulang. Saya melihat perjuangan mereka, kegagalan yang mereka hadapi, hingga bagaimana mereka memperbaiki formula demi formula.

Saya ingat saat kelompok Nirvahana yang membuat lilin aromaterapi datang kepada saya. Devi berkata, “Pak, kami membuat produk ini sampai tiga kali. Percobaan pertama dan kedua lilinnya masih cair. Tapi percobaan ketiga kami pakai glitter, akhirnya lilinnya mau nempel di wadahnya.” Saya pun tersenyum mendengarnya, proses trial and error seperti itulah yang membuat pembelajaran terasa lebih bermakna.

Ada pula kelompok Dimtop dari Manajemen Perkantoran Rumah Sakit, yang hanya butuh satu kali percobaan untuk membuat dimsum keju mereka. Namun ada juga kelompok Herby Gummy yang meski sudah mencoba tiga kali, masih menemukan beberapa permen jeli yang belum sempurna saat dinilai. Semua proses ini saya lihat sebagai bagian penting dari perjalanan belajar mereka.

Saat Ujian Berubah Menjadi Pameran

Mengampu empat kelas sekaligus membuat saya berpikir format ujian biasa tidak cukup memfasilitasi kreativitas mereka. Maka saya mengubahnya menjadi pameran produk. Satu kelas dinilai bergiliran, sementara kelas lain berkeliling mengunjungi stan teman-teman mereka. Suasananya begitu hidup. Tawa, komentar spontan, dan ekspresi bangga bertebaran di ruangan.

Saya masih ingat Nia dari kelompok Dimtop yang dengan muka setengah panik berkata pada saya, “Pak, setelah ini ada lagi kunjungan? Dimsum kami habis tadi diserbu pak, mau habis ini!” Kelas pun penuh dengan tawa, dan saya hanya menenangkan bahwa itu pertanda produk mereka bagus dan digemari.

Ujian Blok II Mata Pelajaran Kreativitas, Inovasi, Kewirausahaan│Foto: Agus Suardiana Putra

Di kelas berikutnya, ketika saya bertanya, “apakah kalian puas dengan hasil kalian?” Ika langsung menjawab, “Puas!” dan teman-temannya menimpali, “Kami senang pak!”

Caca, dari kelas XI Laboratorium Medik, bahkan mendekati saya dengan semangat,
“Pak, kelas kami boleh tidak duluan kunjungan? Saya sudah tidak sabar ingin ke kelas berikutnya!”

Selain mencicipi produk, siswa juga membaca proposal yang dipajang. Saya melihat bagaimana mereka belajar dari karya temannya, sama antusiasnya dengan mempresentasikan karya sendiri.

Hari itu saya merasa, pembelajaran mendalam benar-benar terwujud:
‘Berkesadaran’ karena mereka memahami proses yang penuh tantangan,
‘Bermakna’ karena mereka membawa pulang ilmu yang bisa diterapkan di kehidupan nyata, serta ‘Menggembirakan’ karena mereka menjalani semuanya dengan antusias dan hati yang senang.

Dan, bagi saya pribadi, melihat kegembiraan, kebanggaan, dan hasil kerja keras mereka adalah kepuasan sebagai seorang pendidik. [T]

Penulis: Agus Suardiana Putra
Editor: Dede Putra Wiguna

Tags: KreativitasPendidikansiswaSMK Kesehatan Bali Medika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dinamika Sosial Bali di Balik Citra Harmoni

Next Post

Tiga Aktor, Satu Bencana

Agus Suardiana Putra

Agus Suardiana Putra

I Wayan Agus Suardiana Putra, S.Pd., M.Pd. Instagram @suardianaputra Facebook @Wayan Muncul

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

Tiga Aktor, Satu Bencana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co