14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wayang Ental, Dari Badung ke Panggung Internasional

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
December 1, 2025
in Khas
Wayang Ental, Dari Badung ke Panggung Internasional

Wayang ental, dari Badung ke panggung internasional

WAYANG Bali pada era kini memasuki fase perkembangan yang tidak lagi hanya diukur melalui standar pelestarian tradisi, tetapi juga oleh legitimasi artistik yang lahir dari keberanian menghadirkan produksi wayang baru. Munculnya bentuk-bentuk wayang kontemporer yang digerakkan oleh riset dramaturgi, eksplorasi material, hingga inovasi visual dan mekanika panggung telah menempatkan wayang Bali sebagai praktik teater boneka (puppet theatre) yang kian diperhitungkan dalam percakapan seni pertunjukan global.

Wayang tidak lagi berdiri semata sebagai penanda budaya, melainkan sebagai teks pertunjukan yang hidup yang kompetitif, adaptif, dan transnasional. Di titik ini, wayang Bali dibaca sebagai karya teater yang memiliki masa depan, bukan sekadar artefak masa lampau yang dikonservasi dalam ruang nostalgia.

Dalam lanskap transformasi ini, Wayang Ental yang merupakan bagian dari Sanggar Seni Kuta Kumara Agung (Badung, Bali), tampil sebagai salah satu model penciptaan wayang yang konsisten menautkan tradisi lontar dengan arsitektur teater boneka kontemporer. Dipimpin oleh Dr. I Gusti Darma Putra, atau yang lebih dikenal sebagai Gung Ade Dalang, Wayang Ental membawa pendekatan yang unik, ia tidak hanya bergerak keliling panggung, tetapi juga keliling proses produksi.

“Material ental tidak ditempatkan sebagai kulit luar pertunjukan, melainkan sebagai jantung metodologi penciptaan, sebagai sumber estetika, basis pembangunan karakter, serta ruang di mana dramaturgi visual dan musikalnya berakar,” kata Gung Ade Dalang.

Gung Ade Dalang menyebutkan Wayang Ental telah menapaki panggung-panggung penting, jauh sebelum perjalanannya menuju Singapura pada tahun 2025 ini. Pada tahun 2023, Wayang Ental melakukan tour internasional ke Quanzhou, China, sebuah kota bersejarah yang menjadi episentrum seni boneka dunia.

“Di Quanzhou, Wayang Ental tidak dibaca semata sebagai wayang berbahan lontar, tetapi sebagai teater boneka musikal-spiritual yang memiliki kekuatan visual, komposisi ritme, dan dramaturgi panggung yang matang. Tour ini menjadi titik penanda bahwa wayang ental dari Badung telah menemukan legitimasi estetiknya di panggung Asia,” kata Gung Ade Dalang dengan mantap.

Setelah pementasan di Peak Stage, Julong Town, Zhejiang China 2023

Tidak hanya di arena internasional, Wayang Ental juga menorehkan mobilitas estetik di dalam negeri, Jakarta, Salatiga, Yogyakarta, dan berbagai kota seni lain yang menjadi ruang pertemuan antara Wayang Ental dan publik teater modern. Di setiap titik singgah, Wayang Ental membuktikan daya tahannya sebagai pertunjukan yang mobile, ajek, dan konseptual. Ia hidup sebagai proyek seni yang nomaden, bukan untuk meninggalkan rumah tradisinya, tetapi justru untuk membuktikan bahwa rumah itu dapat dihadirkan kembali di mana pun melalui proses produksi dan kolaborasi yang sah.

Tahun 2025, Wayang Ental menapaki gelanggang Singapura, lebih tepatnya di LaSalle College of the Arts, institusi pendidikan seni pertunjukan yang dikenal futuristik, disiplin, dan terbuka pada kolaborasi lintas budaya. Di sinilah Wayang Ental tidak hadir sebagai “tamu”, tetapi sebagai mitra kreatif dalam dialog teater boneka.

Selama dua pekan menjelang pementasan, Gung Ade Dalang dan tim, di antaranya Githa, Wahde, dan Georgian, membuka ruang transfer pengetahuan melalui workshop bersama mahasiswa teater yang mengambil disiplin theatre & puppetry. Mereka tiba di Singapura pada tanggal 23 November 2025, membawa misi yang presisi menggelar bengkel kreatif, menyiapkan pementasan kolaboratif, dan mengajak mahasiswa menyentuh material, teknik dalam satu rangkaian proses yang setara nilai dengan hasil pertunjukan itu sendiri.

Dalam kolaborasi ini, Wayang Ental membawa tiga wayang ke ruang studio LaSalle diantranya boneka berukuran kecil, sedang, dan besar. Ketiganya bukan hanya soal skala fisik, tetapi skala dramaturgi hingga bentuk visual puncak yang mengisi spektrum panggung secara epik.

Keputusan paling konseptual dan sekaligus sikap estetik paling progresif adalah ketika tim tidak menyelesaikan wayang ental ukuran besar di Bali, melainkan memilih menuntaskan pembuatannya di Singapura, bersama mahasiswa teater LaSalle.

“Wayang besar ini dibangun dari rontan dan ental, dibentuk lalu penyesuaian teknikal, ini bukan karena kebutuhan teknis semata, tetapi sebagai pernyataan seni bahwa proses penciptaan adalah panggung pertama. Mahasiswa tidak hanya belajar menggerakkan boneka, tetapi merasakan bagaimana boneka itu dilahirkan, dirancang, dan dijiwai,” ujar Gung Ade Dalang.

Keterlibatan mereka menegaskan bahwa dalam teater boneka, individu tidak belajar menjadi operator mereka belajar menjadi pencipta. Mereka menyadari bahwa lakon tidak dimulai ketika lampu panggung menyala, tetapi ketika material disentuh oleh niat kreatif, ketika bentuk digarap oleh konsep, dan ketika kepemimpinan dalang memberi roh bagi struktur pertunjukan.

Gung Ade Dalangmenyampaikan sebuah kutipan: “Dalam teater boneka, workshop bukan ruang pendahuluan pementasan. Workshop adalah pementasan pertama, dimana wayang belum bernama, tetapi sudah berlakon.”

Kutipan ini bukan sekadar refleksi, tetapi penanda epistemik tentang cara wayang Bali diproduksi ulang hari ini, bagaimana menempatkan riset, proses, dan kolaborasi sebagai struktur utama pertunjukan.

Karenanya, dua pekan di LaSalle, Singapura bukan hanya pementasan, melainkan ritus kreatif transnasional yang menandai eksistensi Wayang Ental sebagai praktik teater boneka yang setara dan sejajar dengan panggung global. Wayang Ental menunjukkan bahwa tradisi tidak mengecil ketika berjumpa internasional, ia justru membesar karena diproduksi ulang, dibagi, dan dirayakan bersama. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Badungwayangwayang ental
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Manunggaling Kawula Gusti’: Dari Spiritualitas ke Penghambaan Politik

Next Post

Hal-hal yang Perlu Diketahui dalam Pendaftaran Hak Atas Tanah Perikatan Jual Beli & Akta Jual Beli

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Hal-hal yang Perlu Diketahui dalam Pendaftaran Hak Atas Tanah Perikatan Jual Beli & Akta Jual Beli

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co