3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Sang Nahkoda Telah Meninggalkan Kapalnya —Selamat Purna Tugas, Pak Boy

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
November 30, 2025
in Persona
Ketika Sang Nahkoda Telah Meninggalkan Kapalnya —Selamat Purna Tugas, Pak Boy

Pak Boy

Dalam perjalanan panjang sebuah kapal, selalu ada tokoh yang menjaga arah layar, meski tidak selalu tampak di mata para penumpang. Dalam dunia pendidikan Bali, sosok itu bernama Dr. KN. Boy Jayawibawa. Sejak awal memimpin Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Pak Boy membawa kapal besar bernama pendidikan menengah melintasi gelombang perubahan zaman yang tidak mudah.

Sejak memimpin pendidikan SMA, SMK, dan SLB Bali mengalami masa yang penuh perubahan: transformasi digital, tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif, dinamika demografi, perubahan karakter generasi muda, hingga fenomena sosial yang mempengaruhi dunia anak dan remaja. Justru pada masa penuh turbulensi itulah, Bali mencatatkan diri sebagai salah satu provinsi dengan capaian pendidikan yang sangat baik di Indonesia.

Foto Dok. MKKS/Pak Boy Memberikan Sambutan dalam Acara Kedinasan

Salah satu jejak keberhasilan paling mencolok dalam dua tahun terakhir adalah SMK Fest. SMK Fest bukan sekadar sukses penyelenggaraan, tetapi juga sukses mengangkat peringkat SMK Bali secara nasional. Event ini bukan pula sekadar perlombaan, tetapi ruang unjuk kompetensi riil siswa Bali di hadapan dunia industri. Berbagai cabang lomba—hospitality, teknologi informasi, kuliner, agribisnis, desain komunikasi visual, otomotif, animasi, dan lainnya—melahirkan para finalis dan juara nasional dari Bali.

Gaung SMK Fest yang digelar di Bali dalam dua tahun terakhir ini pula membuat provinsi ini menjadi sorotan nasional. Banyak provinsi kini menjadikan Bali sebagai model penyelenggaraan kompetisi vokasi berbasis kolaborasi industri. Tidak sedikit pula industri nasional yang akhirnya membuka jalur rekrutmen khusus untuk lulusan SMK Bali. Inilah sebuah pengakuan yang lahir dari kerja nyata, bukan slogan.

Warisan penting lainnya dari masa kepemimpinan Dr. Boy adalah kebijakan keseimbangan antara sekolah negeri dan swasta. Di banyak wilayah, dulunya sekolah swasta selalu tertinggal dalam dukungan sarpras, kualitas guru, dan manajemen kelembagaan. Namun dengan pendekatan yang merangkul, regulasi dibangun baru, bukan mendominasi, sehingga menjadikan ekosistem pendidikan Bali tumbuh lebih merata.

Foto Dok. MKKS/Acara Touring Kunjungan Pengenalan Sekolah ala Kadisdikpora

Beberapa poin terlihat nyata, sekolah swasta mulai memiliki kualitas sarana yang bersaing dengan negeri, guru-guru swasta mendapatkan ruang pembinaan yang setara, sistem manajemen dan layanan pendidikan semakin profesional. Orang tua mulai melihat sekolah swasta bukan sebagai “pilihan cadangan”, tetapi sebagai alternatif sejajar.

Dengan penambahan Unit Sekolah Baru (USB) dan penataan zonasi, akses pendidikan juga semakin merata—mencegah penumpukan siswa pada sekolah tertentu dan menciptakan ekosistem yang lebih sehat secara kompetitif.

Bali dalam beberapa tahun terakhir bukan hanya mengikuti kompetisi nasional—tetapi konsisten memenangkannya. Deretan prestasi hadir, baik dari FLS2N (film fiksi, tari, teater, kriya, musik tradisional), O2SN (atletik, renang, bela diri, dan lainnya), LKS dengan berbagai bidang unggulan sampai kompetisi inovasi, literasi, teknologi, dan seni lainnya. Prestasi yang bertabur ini mencerminkan fondasi pembinaan yang kuat, perencanaan yang terukur, dan kepemimpinan yang jelas arah.

Di sisi lain, keberhasilan Bali dalam Tracer Study dan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) tidak bisa diabaikan. Dalam dua instrumen nasional ini, Bali selalu menempati posisi atas. Capaian tersebut bukan hanya ukuran angka-angka. Lebih dari itu, menunjukkan bahwa lulusan SMK Bali terserap dunia kerja, berwirausaha, atau melanjutkan pendidikan dengan sangat baik. Lingkungan belajar di sekolah-sekolah pun dinilai kondusif, suportif, dan sejalan dengan prinsip pembelajaran. Indikator-indikator tersebut menjadi bukti objektif bahwa sistem pendidikan Bali bergerak menuju arah yang lebih baik—bukan sekadar klaim, tetapi terukur melalui instrumen standar nasional.

Foto Dok. MKKS/Kadisdikpora bersama Perwakilan Kepala SMK Bali

Kini, ketika sang nahkoda meninggalkan kapalnya, kapal besar bernama Pendidikan Bali tidak sedang terombang-ambing. Ia tengah melaju dengan arah yang sudah jelas, fondasi yang kuat, dan awak yang terlatih. Jejak yang ditinggalkan adalah struktur, budaya kerja, prestasi, serta reputasi. Dari sana, publik dapat jujur menyimpulkan bahwa kepemimpinan Pak Boy bukan sekadar hadir—tetapi bekerja, membangun, dan meninggalkan warisan yang nyata.

Lain daripada itu, tidak ada isu yang lebih sensitif di dunia pendidikan selain PPDB/SPMB. PPDB sering diwarnai polemik publik, ketidakjelasan informasi, hingga masuknya tekanan berbagai kepentingan. Di bawah kepemimpinan Dr. Boy, kerumitan sistem ini ditata ulang. Mekanisme diperbaiki, kanal aduan dibuat lebih ramah, dan koordinasi antara sekolah dan dinas berjalan lebih rapi. PPDB tidak mungkin bebas dari dinamika, tetapi kini Bali menikmati proses yang lebih tertib, lebih transparan, dan lebih manusiawi.

Yang membuat insan pendidikan Bali merasa benar-benar ditinggalkan dan dirasakan dalam jejak yang sangat mendalam bukan hanya prestasi angka, tetapi gaya kepemimpinannya. Dr. Boy tidak pernah membentak staf, tidak mempermalukan bawahan di ruang rapat, dan tidak memainkan wibawa dengan suara keras. Beliau hadir dengan ketenangan, santun, rasional, dan memberi rasa aman kepada semua yang bekerja bersamanya.

Di banyak kesempatan, ketika ketegangan rapat meningkat, beliau menurunkannya dengan satu kalimat jernih. Ketegasan tanpa intimidasi. Itulah yang membuatnya sangat dihormati, bukan ditakuti, pemimpin humanis yang dirindukan.

Ternyata, dalam birokrasi pendidikan, kita sering baru menyadari bahwa betapa pentingnya sosok seorang pemimpin ketika hari perpisahan tiba. Pendidikan Bali merasakan getaran itu kini, ketika Dr. KN. Boy Jayawibawa memasuki masa purna tugas sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali. Sosok yang selama lima tahun terakhir menjadi jangkar ketenangan dan ketertiban sistem pendidikan kini bersiap meninggalkan geladak kapal yang selama ini beliau kemudikan.

Foto dok. MKKS/Penyerahan Kenang-kenangan dari Ketua MKKS kepada Kadisdikpora

Momen yang cukup bersejarah telah tercatat dalam perjalanan Sang Nahkoda Pendidikan Bali ketika dilakukan acara Pelepasan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi bali, Bapak Dr. KN Boy Jayawibawa. Acara yang berlangsung di Aula SMKN 5 Denpasar pada 22 November 2025 tersebut dihadiri oleh para pejabat Disdikpora, Pengawas dan Kepala SMA, SMK dan SLB Provinsi Bali. Suasana acara penuh kehangatan. Ruangan itu dipenuhi wajah-wajah yang menyimpan rasa bangga sekaligus kehilangan. Kesan dan pesan disampaikan secara bergantian oleh Koordinator Pengawas Provinsi Bali, Kabid SMK, yang sekaligus mewakili satuan pendidikan.

Suasana benar-benar hening ketika tiba giliran Bapak Boy menyampaikan sambutannya. Tidak ada kalimat yang berlebihan, tidak ada retorika yang dibuat-buat; hanya ketulusan seorang pemimpin yang telah memberikan seluruh energinya bagi kemajuan pendidikan Bali. Banyak yang tertegun, seolah menyaksikan bab terakhir dari sebuah kepemimpinan yang selama ini berjalan sunyi tetapi berdampak begitu nyata. Dalam keramahannya ada keteduhan, dalam tutur katanya ada keteguhan, dan dalam setiap jedanya terasa betapa besar cinta beliau pada dunia pendidikan yang kini bersiap beliau tinggalkan.

Kini, per 30 November 2025 Sang Nahkoda kini berlabuh, beliau mengakhiri masa tugasnya sebagai ASN. Ruang pendidikan Bali tentu terasa berbeda. Ada hening yang muncul perlahan, hening yang menandakan rasa kehilangan. Walau terasa berat, namun kepergian pemimpin bukanlah akhir dari perjalanan kapal. Justru inilah momen bagi para awak untuk menjaga arah layar sesuai nilai-nilai yang sudah diwariskan.

Selama ini, kapal pendidikan Bali telah dipandu dengan arah yang jelas dan telah melahirkan perubahan besar. Inilah kepemimpinan yang menumbuhkan kepercayaan pada masa depan pendidikan Bali. Sang nahkoda mungkin boleh saja meninggalkan kapal. Namun kompas yang ditinggalkan akan terus memandu perjalanan kapal menuju ke pelabuhan berikutnya.

Sehat selalu, Pak Boy. We love you full! [T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Pendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Komunitas Menjadi Obat Kedua

Next Post

‘Manunggaling Kawula Gusti’: Dari Spiritualitas ke Penghambaan Politik

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

'Manunggaling Kawula Gusti': Dari Spiritualitas ke Penghambaan Politik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co