14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Sang Nahkoda Telah Meninggalkan Kapalnya —Selamat Purna Tugas, Pak Boy

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
November 30, 2025
in Persona
Ketika Sang Nahkoda Telah Meninggalkan Kapalnya —Selamat Purna Tugas, Pak Boy

Pak Boy

Dalam perjalanan panjang sebuah kapal, selalu ada tokoh yang menjaga arah layar, meski tidak selalu tampak di mata para penumpang. Dalam dunia pendidikan Bali, sosok itu bernama Dr. KN. Boy Jayawibawa. Sejak awal memimpin Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Pak Boy membawa kapal besar bernama pendidikan menengah melintasi gelombang perubahan zaman yang tidak mudah.

Sejak memimpin pendidikan SMA, SMK, dan SLB Bali mengalami masa yang penuh perubahan: transformasi digital, tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif, dinamika demografi, perubahan karakter generasi muda, hingga fenomena sosial yang mempengaruhi dunia anak dan remaja. Justru pada masa penuh turbulensi itulah, Bali mencatatkan diri sebagai salah satu provinsi dengan capaian pendidikan yang sangat baik di Indonesia.

Foto Dok. MKKS/Pak Boy Memberikan Sambutan dalam Acara Kedinasan

Salah satu jejak keberhasilan paling mencolok dalam dua tahun terakhir adalah SMK Fest. SMK Fest bukan sekadar sukses penyelenggaraan, tetapi juga sukses mengangkat peringkat SMK Bali secara nasional. Event ini bukan pula sekadar perlombaan, tetapi ruang unjuk kompetensi riil siswa Bali di hadapan dunia industri. Berbagai cabang lomba—hospitality, teknologi informasi, kuliner, agribisnis, desain komunikasi visual, otomotif, animasi, dan lainnya—melahirkan para finalis dan juara nasional dari Bali.

Gaung SMK Fest yang digelar di Bali dalam dua tahun terakhir ini pula membuat provinsi ini menjadi sorotan nasional. Banyak provinsi kini menjadikan Bali sebagai model penyelenggaraan kompetisi vokasi berbasis kolaborasi industri. Tidak sedikit pula industri nasional yang akhirnya membuka jalur rekrutmen khusus untuk lulusan SMK Bali. Inilah sebuah pengakuan yang lahir dari kerja nyata, bukan slogan.

Warisan penting lainnya dari masa kepemimpinan Dr. Boy adalah kebijakan keseimbangan antara sekolah negeri dan swasta. Di banyak wilayah, dulunya sekolah swasta selalu tertinggal dalam dukungan sarpras, kualitas guru, dan manajemen kelembagaan. Namun dengan pendekatan yang merangkul, regulasi dibangun baru, bukan mendominasi, sehingga menjadikan ekosistem pendidikan Bali tumbuh lebih merata.

Foto Dok. MKKS/Acara Touring Kunjungan Pengenalan Sekolah ala Kadisdikpora

Beberapa poin terlihat nyata, sekolah swasta mulai memiliki kualitas sarana yang bersaing dengan negeri, guru-guru swasta mendapatkan ruang pembinaan yang setara, sistem manajemen dan layanan pendidikan semakin profesional. Orang tua mulai melihat sekolah swasta bukan sebagai “pilihan cadangan”, tetapi sebagai alternatif sejajar.

Dengan penambahan Unit Sekolah Baru (USB) dan penataan zonasi, akses pendidikan juga semakin merata—mencegah penumpukan siswa pada sekolah tertentu dan menciptakan ekosistem yang lebih sehat secara kompetitif.

Bali dalam beberapa tahun terakhir bukan hanya mengikuti kompetisi nasional—tetapi konsisten memenangkannya. Deretan prestasi hadir, baik dari FLS2N (film fiksi, tari, teater, kriya, musik tradisional), O2SN (atletik, renang, bela diri, dan lainnya), LKS dengan berbagai bidang unggulan sampai kompetisi inovasi, literasi, teknologi, dan seni lainnya. Prestasi yang bertabur ini mencerminkan fondasi pembinaan yang kuat, perencanaan yang terukur, dan kepemimpinan yang jelas arah.

Di sisi lain, keberhasilan Bali dalam Tracer Study dan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) tidak bisa diabaikan. Dalam dua instrumen nasional ini, Bali selalu menempati posisi atas. Capaian tersebut bukan hanya ukuran angka-angka. Lebih dari itu, menunjukkan bahwa lulusan SMK Bali terserap dunia kerja, berwirausaha, atau melanjutkan pendidikan dengan sangat baik. Lingkungan belajar di sekolah-sekolah pun dinilai kondusif, suportif, dan sejalan dengan prinsip pembelajaran. Indikator-indikator tersebut menjadi bukti objektif bahwa sistem pendidikan Bali bergerak menuju arah yang lebih baik—bukan sekadar klaim, tetapi terukur melalui instrumen standar nasional.

Foto Dok. MKKS/Kadisdikpora bersama Perwakilan Kepala SMK Bali

Kini, ketika sang nahkoda meninggalkan kapalnya, kapal besar bernama Pendidikan Bali tidak sedang terombang-ambing. Ia tengah melaju dengan arah yang sudah jelas, fondasi yang kuat, dan awak yang terlatih. Jejak yang ditinggalkan adalah struktur, budaya kerja, prestasi, serta reputasi. Dari sana, publik dapat jujur menyimpulkan bahwa kepemimpinan Pak Boy bukan sekadar hadir—tetapi bekerja, membangun, dan meninggalkan warisan yang nyata.

Lain daripada itu, tidak ada isu yang lebih sensitif di dunia pendidikan selain PPDB/SPMB. PPDB sering diwarnai polemik publik, ketidakjelasan informasi, hingga masuknya tekanan berbagai kepentingan. Di bawah kepemimpinan Dr. Boy, kerumitan sistem ini ditata ulang. Mekanisme diperbaiki, kanal aduan dibuat lebih ramah, dan koordinasi antara sekolah dan dinas berjalan lebih rapi. PPDB tidak mungkin bebas dari dinamika, tetapi kini Bali menikmati proses yang lebih tertib, lebih transparan, dan lebih manusiawi.

Yang membuat insan pendidikan Bali merasa benar-benar ditinggalkan dan dirasakan dalam jejak yang sangat mendalam bukan hanya prestasi angka, tetapi gaya kepemimpinannya. Dr. Boy tidak pernah membentak staf, tidak mempermalukan bawahan di ruang rapat, dan tidak memainkan wibawa dengan suara keras. Beliau hadir dengan ketenangan, santun, rasional, dan memberi rasa aman kepada semua yang bekerja bersamanya.

Di banyak kesempatan, ketika ketegangan rapat meningkat, beliau menurunkannya dengan satu kalimat jernih. Ketegasan tanpa intimidasi. Itulah yang membuatnya sangat dihormati, bukan ditakuti, pemimpin humanis yang dirindukan.

Ternyata, dalam birokrasi pendidikan, kita sering baru menyadari bahwa betapa pentingnya sosok seorang pemimpin ketika hari perpisahan tiba. Pendidikan Bali merasakan getaran itu kini, ketika Dr. KN. Boy Jayawibawa memasuki masa purna tugas sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali. Sosok yang selama lima tahun terakhir menjadi jangkar ketenangan dan ketertiban sistem pendidikan kini bersiap meninggalkan geladak kapal yang selama ini beliau kemudikan.

Foto dok. MKKS/Penyerahan Kenang-kenangan dari Ketua MKKS kepada Kadisdikpora

Momen yang cukup bersejarah telah tercatat dalam perjalanan Sang Nahkoda Pendidikan Bali ketika dilakukan acara Pelepasan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi bali, Bapak Dr. KN Boy Jayawibawa. Acara yang berlangsung di Aula SMKN 5 Denpasar pada 22 November 2025 tersebut dihadiri oleh para pejabat Disdikpora, Pengawas dan Kepala SMA, SMK dan SLB Provinsi Bali. Suasana acara penuh kehangatan. Ruangan itu dipenuhi wajah-wajah yang menyimpan rasa bangga sekaligus kehilangan. Kesan dan pesan disampaikan secara bergantian oleh Koordinator Pengawas Provinsi Bali, Kabid SMK, yang sekaligus mewakili satuan pendidikan.

Suasana benar-benar hening ketika tiba giliran Bapak Boy menyampaikan sambutannya. Tidak ada kalimat yang berlebihan, tidak ada retorika yang dibuat-buat; hanya ketulusan seorang pemimpin yang telah memberikan seluruh energinya bagi kemajuan pendidikan Bali. Banyak yang tertegun, seolah menyaksikan bab terakhir dari sebuah kepemimpinan yang selama ini berjalan sunyi tetapi berdampak begitu nyata. Dalam keramahannya ada keteduhan, dalam tutur katanya ada keteguhan, dan dalam setiap jedanya terasa betapa besar cinta beliau pada dunia pendidikan yang kini bersiap beliau tinggalkan.

Kini, per 30 November 2025 Sang Nahkoda kini berlabuh, beliau mengakhiri masa tugasnya sebagai ASN. Ruang pendidikan Bali tentu terasa berbeda. Ada hening yang muncul perlahan, hening yang menandakan rasa kehilangan. Walau terasa berat, namun kepergian pemimpin bukanlah akhir dari perjalanan kapal. Justru inilah momen bagi para awak untuk menjaga arah layar sesuai nilai-nilai yang sudah diwariskan.

Selama ini, kapal pendidikan Bali telah dipandu dengan arah yang jelas dan telah melahirkan perubahan besar. Inilah kepemimpinan yang menumbuhkan kepercayaan pada masa depan pendidikan Bali. Sang nahkoda mungkin boleh saja meninggalkan kapal. Namun kompas yang ditinggalkan akan terus memandu perjalanan kapal menuju ke pelabuhan berikutnya.

Sehat selalu, Pak Boy. We love you full! [T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Pendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Komunitas Menjadi Obat Kedua

Next Post

‘Manunggaling Kawula Gusti’: Dari Spiritualitas ke Penghambaan Politik

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

'Manunggaling Kawula Gusti': Dari Spiritualitas ke Penghambaan Politik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co