3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyoal Sampah Plastik, Eka Saja Tak Cukup —Butuh Marni dan Van Book untuk di Kupang

Son Lomri by Son Lomri
November 16, 2025
in Khas
Menyoal Sampah Plastik, Eka Saja Tak Cukup —Butuh Marni dan Van Book untuk di Kupang

Marni berdiri dan mengucap halo di depan tembok karyanya dari daur ulang plastik | foto Son

KETIKA sore hujan sudah mau reda, Marni Banunaek atau biasa disapa Marni, segera bersiap mau pulang ke kontrakkan dari tempat magangnya di Rumah Plastik Mandiri, di Desa Petandakan, Selasa, 11 November 2025.

Marni adalah mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang. Ia magang bersama keempat temannya, Arya Arie Dwi Saputra, Bonevasius Book, Aldi Ferdinan Mage dan Randi Alexander Yoseph.

Sudah tiga bulan mereka magang di Rumah Plastik Mandiri milik Eka Darmawan. Dan khususnya Marni, sudah bisa mengalihwahanakan ide ke bentuk lebih nyata tentang sampah plastik mau dijadikan apa dengan bantuan mesin lebih canggih.

Ketika mesin sudah dimatikan pertanda selesainya aktivitas kerja sore hari, Marni menunjukan karyanya di pintu masuk gerbang yang dikerjakannya beberapa minggu lalu bersama keempat temannya tadi.

Sebuah tembok daur ulang dengan tulisan “PLASTIC IS NOT YOUR ENEMY” terpampang jelas indah-minimalis. Puluhan lubang angin di setiap papan persegi dari daur ulang sampah plastik itu, telah dipikirkan Marni dengan matang sebelum dirakit menjadi tembok yang aman.

Dari karya sederhana itulah, setidaknya Marni telah melepas kutukan pada sampah plastik dari “abis manis sepah dibuang”, tercecer di bibir pantai dan pulau-pulau, atau berserakan di beranda rumahmu sia-sia.

“Saya sudah bisa mengoperasikan mesin yang baru,” kata Marni. “Mesin yang lama dimuseumkan, yaitu crusher generasi 1 dan crusher generasi 2.”

Van Book sedang oke | Foto: Son

Selama magang, Marni diajarkan cara pengoperasian mesin, manajemen (administratif), jenis-jenis plastik, instalasi mesin, dan cara pembuatan papan bagaimana, dan mengukirnya kemudian juga bagaiamana; include didapatkan Marni, selain siang waktunya makan gratis di tempat magang.

Terlebih, Marni sudah bisa menjalankan mesin pra proses, proses dan produksi, dengan lancar. Pada kategori mesin pra/sebelum proses, yaitu mesin Pet Label Remover pisahkan label botol PET otomatis, pisahkan label dari botol dengan kapasitas 200-500 botol/jam; dimensi 1×0,8×1,5 m; daya 2kw, Marni sudah mengerti cara pengoperasiannya.

Begitupun dengan hidrolik pres yang berfungsi menekan sampah plastik menjadi balok kompak untuk transportasi dengan kapasitas berat 300-600 kg/jam, Marni juga sudah tahu cara pengkerjaannya seperti apa, selain harus hati-hati, yah.

Bersiap mau pulang, Marni, dkk. Menunggu hujan | Foto:Son

Dan tidak hanya Marni yang belajar banyak hal terkait mesin dan cara kerjanya, Bonevasius Book atau biasa disapa Van Book, juga demikian menguasainya seperti Marni dan ketiga temannya yang lain karena diajarkan oleh Eka Darmawan secara adil, tidak pelit. Merata.

Pada bagian proses dan produksi, Van Book juga sudah mampu menjalankan semua mesin. Pada mesin bagian proses, misalnya, seperti SM/M/0019 – SHREDDER MEDIUM, SM/M/0019 – SHREDDER PRO, SM/M/0024 – WASH TANK 250 dan SM/M/0025 – DRYER 150, Van kuasai dengan baik akibat dari belajarnya yang tekun, mau mendengar, banyak praktik.

“Awalnya, saya justru hanya tahu bagaimana cara membenarkan speda motor. Tahu sekarang, dunia mesin itu luas ternyata.” jelas Van Book.

Pengalaman Bonevasius Book tentang dunia mesin sangat luas berikut dengan peruntukkannya yang macam-macam itu, dipahaminya kini lebih detail.

Baik Bonevasius Book, Arya Arie Dwi Saputra, Marni Banunaek, Aldi Ferdinan Mage dan Randi Alexander Yoseph, mereka memang dituntut bisa mengoperasikan mesin sebagai keterampilan yang penting.

Agar nanti pulang ke Kupang bisa mempraktikannya, sebagai oleh-oleh dari hasil tiga bulannya belajar di Rumah Plastik Mandiri, Singaraja, Bali.

Butuh Ragam Tangan, Eka Saja Tak Cukup

Dan agar tidak melulu sampah plastik bermuara di TPA, atau di bibir pantai juga beranda rumahmu sia-sia, Rumah Plastik Mandiri, akan terus dipertahankan Eka Darmawan tetap ada sebagai hilir yang progresif, selain tempat belajar.

Eka Darmawan mau pulang setelah duduk | Foto: Son

Sejak dirintisnya tahun 2016 lalu, kini Rumah Plastik Mandiri sudah sembilan tahun umurnya. Dirayakan pada tanggal tujuh November kemarin, datang beberapa pejabat dan tokoh-tokoh penting yang diundang memberi selamat hari jadi. Semoga panjang umur.

Sebagai hilirisasi yang berfokus pada penciptaan bentuk dan warna pada sampah plastik lebih berdaya-guna, memang harus panjang umur secara estetik.

Meja, talenan, gantungan kunci, lantai toilet, jam tangan, kursi, tapel topeng festival, papan, tembok—bahkan batako dari daur ulang sampah plastik, selain menjadi luaran produknya, Rumah Plastik Mandiri juga telah menyelamatkan banyak warga lokal dari waktu menganggur yang panjang.

Begitupun, sekarang, Eka Darmawan sedang mencoba bentuk-karya dari daur ulang sampah plastik—apakah bisa jadi rumah selain gantungan kunci? Sedang diusahakan Eka.

Yang kemudian membuat Eka Darmawan dipercaya banyak pihak sebagai seorang yang punya jawaban atas pertanyaan serius : Mau jadi apa masa depan sampah plastik di Buleleng nantinya?

Beberapa mesin anyar di Rumah Plastik Mandiri | Foto: Son

Lantai toilet dari daur ulang sampah plastik | Foto :Son

Tapi Eka bukan hero plastik, yang harus terus menerima timbunan angka fantastis sampah plastik bertambah setiap tahunnya itu mudah dijawab. Butuh ragam tangan untuk menyelesaikan isu sampah menuju hilir yang baik, karena satu Eka saja tak cukup.

“Aku tidak mau [sampah plastik] tumpah di aku semua, karena itulah aku bagikan bagaimana cara kerja Rumah Plastik Mandiri, kepada siapa saja yang mau belajar, termasuk itu pada pemerintah, selain anak-anak muda yang mau mengolah sampah plastik jadi barang berguna,” kata Eka Darmawan, menyoal sampah plastik harus ditangani banyak pihak.

Hal itu kemudian disambut baik oleh Universitas Nusa Cendana (Undana) dari Kupang. Yang mengirimkan lima mahasiswa terbaiknya seperti Marni Banunaek, Bonevasius Book, Aldi Ferdinan Mage, Arya Arie Dwi Saputra dan Randi Alexander Yoseph.

Mereka magang di Rumah Plastik Mandiri secara serius belajar tentang; pengurangan sampah plastik, konservasi sumber daya alam, inovasi dan teknologi, juga ekonomi sirkular.

Beberpa Mahasiswa Undana sedang closingan di sore hari | Foto: Son

Dan usai magang, mereka akan mencoba mempraktikannya di daerahnya masing-masing dengan bebas di akhir November ini akan selesai.

Salah duanya Marni dan Van Book. Suatu hari nanti di Kupang, Marni mau merintis usaha memilah sampah kecil-kecilan saja dulu. Yangjuga jika suatu hari ada lebih rezeki, ia bakal membeli mesin seperti milik Eka Darmawan untuk digunakan di daerahnya lebih sempurna.

“Sampah plastik itu memang penting untuk ditangani secara serius dengan cara menjadikannya sesuatu lebih bernilai, dari pada berserakan bergitu saja.” jelas Marni oke.

Begitupun dengan Van Book yang akan mencoba mempraktikannya di kampusnya, jika memang ilmu hasil magangnya diperlukan. Yang tentu saja, Van Book juga memiliki keinginan kuat seperti Marni, membuka usaha yang sama seperti Eka Darmawan di tanah kelahiran.

Jenis material plastik:  Cacahan HDPE, cacahan kresek, cacahan HDPE, cacahan HDPE, serutan | Foto: Son

Karya-karya dari sampah plastik | Foto: Son

Karena gerak-hilirisasi Rumah Plastik Mandiri terkait sampah plastik menurut Marni dan Van layak ditiru, sebab penting pemecahan akan masalah sampah plastik agar tidak melulu bermuara di TPA, dan di bibir pantai—pulau-pulau, atau berserakan sia-sia di beranda rumahmu. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tags: daur ulang sampah plastiksampah plastikUndanaUniversitas Cendana
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Galungan dan Etik Hidup Bali yang Hilang

Next Post

World Angklung Day 2025: Bali Ikut Mengangklungkan Dunia dan Menduniakan Angklung

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails
Next Post
World Angklung Day 2025: Bali Ikut Mengangklungkan Dunia dan Menduniakan Angklung

World Angklung Day 2025: Bali Ikut Mengangklungkan Dunia dan Menduniakan Angklung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co