13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyoal Sampah Plastik, Eka Saja Tak Cukup —Butuh Marni dan Van Book untuk di Kupang

Son Lomri by Son Lomri
November 16, 2025
in Khas
Menyoal Sampah Plastik, Eka Saja Tak Cukup —Butuh Marni dan Van Book untuk di Kupang

Marni berdiri dan mengucap halo di depan tembok karyanya dari daur ulang plastik | foto Son

KETIKA sore hujan sudah mau reda, Marni Banunaek atau biasa disapa Marni, segera bersiap mau pulang ke kontrakkan dari tempat magangnya di Rumah Plastik Mandiri, di Desa Petandakan, Selasa, 11 November 2025.

Marni adalah mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang. Ia magang bersama keempat temannya, Arya Arie Dwi Saputra, Bonevasius Book, Aldi Ferdinan Mage dan Randi Alexander Yoseph.

Sudah tiga bulan mereka magang di Rumah Plastik Mandiri milik Eka Darmawan. Dan khususnya Marni, sudah bisa mengalihwahanakan ide ke bentuk lebih nyata tentang sampah plastik mau dijadikan apa dengan bantuan mesin lebih canggih.

Ketika mesin sudah dimatikan pertanda selesainya aktivitas kerja sore hari, Marni menunjukan karyanya di pintu masuk gerbang yang dikerjakannya beberapa minggu lalu bersama keempat temannya tadi.

Sebuah tembok daur ulang dengan tulisan “PLASTIC IS NOT YOUR ENEMY” terpampang jelas indah-minimalis. Puluhan lubang angin di setiap papan persegi dari daur ulang sampah plastik itu, telah dipikirkan Marni dengan matang sebelum dirakit menjadi tembok yang aman.

Dari karya sederhana itulah, setidaknya Marni telah melepas kutukan pada sampah plastik dari “abis manis sepah dibuang”, tercecer di bibir pantai dan pulau-pulau, atau berserakan di beranda rumahmu sia-sia.

“Saya sudah bisa mengoperasikan mesin yang baru,” kata Marni. “Mesin yang lama dimuseumkan, yaitu crusher generasi 1 dan crusher generasi 2.”

Van Book sedang oke | Foto: Son

Selama magang, Marni diajarkan cara pengoperasian mesin, manajemen (administratif), jenis-jenis plastik, instalasi mesin, dan cara pembuatan papan bagaimana, dan mengukirnya kemudian juga bagaiamana; include didapatkan Marni, selain siang waktunya makan gratis di tempat magang.

Terlebih, Marni sudah bisa menjalankan mesin pra proses, proses dan produksi, dengan lancar. Pada kategori mesin pra/sebelum proses, yaitu mesin Pet Label Remover pisahkan label botol PET otomatis, pisahkan label dari botol dengan kapasitas 200-500 botol/jam; dimensi 1×0,8×1,5 m; daya 2kw, Marni sudah mengerti cara pengoperasiannya.

Begitupun dengan hidrolik pres yang berfungsi menekan sampah plastik menjadi balok kompak untuk transportasi dengan kapasitas berat 300-600 kg/jam, Marni juga sudah tahu cara pengkerjaannya seperti apa, selain harus hati-hati, yah.

Bersiap mau pulang, Marni, dkk. Menunggu hujan | Foto:Son

Dan tidak hanya Marni yang belajar banyak hal terkait mesin dan cara kerjanya, Bonevasius Book atau biasa disapa Van Book, juga demikian menguasainya seperti Marni dan ketiga temannya yang lain karena diajarkan oleh Eka Darmawan secara adil, tidak pelit. Merata.

Pada bagian proses dan produksi, Van Book juga sudah mampu menjalankan semua mesin. Pada mesin bagian proses, misalnya, seperti SM/M/0019 – SHREDDER MEDIUM, SM/M/0019 – SHREDDER PRO, SM/M/0024 – WASH TANK 250 dan SM/M/0025 – DRYER 150, Van kuasai dengan baik akibat dari belajarnya yang tekun, mau mendengar, banyak praktik.

“Awalnya, saya justru hanya tahu bagaimana cara membenarkan speda motor. Tahu sekarang, dunia mesin itu luas ternyata.” jelas Van Book.

Pengalaman Bonevasius Book tentang dunia mesin sangat luas berikut dengan peruntukkannya yang macam-macam itu, dipahaminya kini lebih detail.

Baik Bonevasius Book, Arya Arie Dwi Saputra, Marni Banunaek, Aldi Ferdinan Mage dan Randi Alexander Yoseph, mereka memang dituntut bisa mengoperasikan mesin sebagai keterampilan yang penting.

Agar nanti pulang ke Kupang bisa mempraktikannya, sebagai oleh-oleh dari hasil tiga bulannya belajar di Rumah Plastik Mandiri, Singaraja, Bali.

Butuh Ragam Tangan, Eka Saja Tak Cukup

Dan agar tidak melulu sampah plastik bermuara di TPA, atau di bibir pantai juga beranda rumahmu sia-sia, Rumah Plastik Mandiri, akan terus dipertahankan Eka Darmawan tetap ada sebagai hilir yang progresif, selain tempat belajar.

Eka Darmawan mau pulang setelah duduk | Foto: Son

Sejak dirintisnya tahun 2016 lalu, kini Rumah Plastik Mandiri sudah sembilan tahun umurnya. Dirayakan pada tanggal tujuh November kemarin, datang beberapa pejabat dan tokoh-tokoh penting yang diundang memberi selamat hari jadi. Semoga panjang umur.

Sebagai hilirisasi yang berfokus pada penciptaan bentuk dan warna pada sampah plastik lebih berdaya-guna, memang harus panjang umur secara estetik.

Meja, talenan, gantungan kunci, lantai toilet, jam tangan, kursi, tapel topeng festival, papan, tembok—bahkan batako dari daur ulang sampah plastik, selain menjadi luaran produknya, Rumah Plastik Mandiri juga telah menyelamatkan banyak warga lokal dari waktu menganggur yang panjang.

Begitupun, sekarang, Eka Darmawan sedang mencoba bentuk-karya dari daur ulang sampah plastik—apakah bisa jadi rumah selain gantungan kunci? Sedang diusahakan Eka.

Yang kemudian membuat Eka Darmawan dipercaya banyak pihak sebagai seorang yang punya jawaban atas pertanyaan serius : Mau jadi apa masa depan sampah plastik di Buleleng nantinya?

Beberapa mesin anyar di Rumah Plastik Mandiri | Foto: Son

Lantai toilet dari daur ulang sampah plastik | Foto :Son

Tapi Eka bukan hero plastik, yang harus terus menerima timbunan angka fantastis sampah plastik bertambah setiap tahunnya itu mudah dijawab. Butuh ragam tangan untuk menyelesaikan isu sampah menuju hilir yang baik, karena satu Eka saja tak cukup.

“Aku tidak mau [sampah plastik] tumpah di aku semua, karena itulah aku bagikan bagaimana cara kerja Rumah Plastik Mandiri, kepada siapa saja yang mau belajar, termasuk itu pada pemerintah, selain anak-anak muda yang mau mengolah sampah plastik jadi barang berguna,” kata Eka Darmawan, menyoal sampah plastik harus ditangani banyak pihak.

Hal itu kemudian disambut baik oleh Universitas Nusa Cendana (Undana) dari Kupang. Yang mengirimkan lima mahasiswa terbaiknya seperti Marni Banunaek, Bonevasius Book, Aldi Ferdinan Mage, Arya Arie Dwi Saputra dan Randi Alexander Yoseph.

Mereka magang di Rumah Plastik Mandiri secara serius belajar tentang; pengurangan sampah plastik, konservasi sumber daya alam, inovasi dan teknologi, juga ekonomi sirkular.

Beberpa Mahasiswa Undana sedang closingan di sore hari | Foto: Son

Dan usai magang, mereka akan mencoba mempraktikannya di daerahnya masing-masing dengan bebas di akhir November ini akan selesai.

Salah duanya Marni dan Van Book. Suatu hari nanti di Kupang, Marni mau merintis usaha memilah sampah kecil-kecilan saja dulu. Yangjuga jika suatu hari ada lebih rezeki, ia bakal membeli mesin seperti milik Eka Darmawan untuk digunakan di daerahnya lebih sempurna.

“Sampah plastik itu memang penting untuk ditangani secara serius dengan cara menjadikannya sesuatu lebih bernilai, dari pada berserakan bergitu saja.” jelas Marni oke.

Begitupun dengan Van Book yang akan mencoba mempraktikannya di kampusnya, jika memang ilmu hasil magangnya diperlukan. Yang tentu saja, Van Book juga memiliki keinginan kuat seperti Marni, membuka usaha yang sama seperti Eka Darmawan di tanah kelahiran.

Jenis material plastik:  Cacahan HDPE, cacahan kresek, cacahan HDPE, cacahan HDPE, serutan | Foto: Son

Karya-karya dari sampah plastik | Foto: Son

Karena gerak-hilirisasi Rumah Plastik Mandiri terkait sampah plastik menurut Marni dan Van layak ditiru, sebab penting pemecahan akan masalah sampah plastik agar tidak melulu bermuara di TPA, dan di bibir pantai—pulau-pulau, atau berserakan sia-sia di beranda rumahmu. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tags: daur ulang sampah plastiksampah plastikUndanaUniversitas Cendana
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Galungan dan Etik Hidup Bali yang Hilang

Next Post

World Angklung Day 2025: Bali Ikut Mengangklungkan Dunia dan Menduniakan Angklung

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
World Angklung Day 2025: Bali Ikut Mengangklungkan Dunia dan Menduniakan Angklung

World Angklung Day 2025: Bali Ikut Mengangklungkan Dunia dan Menduniakan Angklung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co