24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lumpia Pak Dewa di Kampus UPMI Bali: Kisah Hidup Tentang Ketekunan pada Zaman yang Berubah-ubah

Ni Komang Sariasih by Ni Komang Sariasih
October 17, 2025
in Persona
Lumpia Pak Dewa di Kampus UPMI Bali: Kisah Hidup Tentang Ketekunan pada Zaman yang Berubah-ubah

Pak Dewa dan lumpia di UPMI Bali

DI tengah hiruk-pikuk kampus Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, aroma lumpia goreng yang renyah dan gurih selalu menjadi magnet bagi para mahasiswa yang lapar. Penjualnya? Bapak yang akrab disapa Pak Dewa di kampus. Di kampung halamannya di Klungkung, ia dikenal sebagai Aji Sanes. Lahir tahun 1975 dan kini berusia 50 tahun, Pak Dewa bukan sekadar pedagang lumpia. Ia adalah cerita hidup tentang ketekunan, keluarga, dan rasa yang tak tergantikan, yang telah mewarnai rutinitas kampus sejak 2001.

Perjalanan Pak Dewa dimulai jauh sebelum ia menetap di halaman UPMI. Sejak 1992, ia sudah bergelut dengan dunia lumpia, tapi hidupnya penuh percobaan. Pernah jadi bawangkot di Batu Bulan, Klungkung, sempat merantau ke Jawa sebagai kenek bus, hingga keliling Denpasar jualan lumpia sebelum menetap di ibu kota Bali itu pada 2000.

“Dulu saya coba pekerjaan ini-itu, tapi yang bikin betah ya itu, jualan lumpia karena nggak ada yang mengikat,” ceritanya dengan tawa khasnya.

Di desa, tanggung jawab adat sebagai klian banjar dan bekerja di BPD membuatnya sulit terikat jadwal kerja kantor. Berjualan lumpia memberinya kebebasan: pulang-pergi dari Klungkung ke Denpasar setiap hari, sambil mengurus ternak babi satu-dua ekor di kampung sebagai sambilan. Istri tercintanya pun ikut berjuang, berjualan lumpia di Pasar Galiran Klungkung dari pagi lalu sekitar pukul sembilan atau sepuluh langsung balik ke rumah, meski dulu sempat jadi tukang jarit.

Keempat anak Pak Dewa, semuanya perempuan, menjadi motivasi utama. Satu sudah wisuda, satu lagi kuliah perhotelan, sisanya masih sekolah.

“Saya cuma mau mereka sekolah tinggi,” ujarnya sederhana.

Mira, mahasiswa UPMI Bali, pelanggan lumpia Pak Dewa

Pak Dewa sendiri hanya tamat SD karena jarak SMP 15 kilometer dulu terlalu jauh, angkot berdesak-desakan, dan ekonomi keluarga minim. SMA? 20 kilometer lagi, mustahil. Merantau ke Denpasar justru membuka mata: ada SMP dekat, 2 kilometer saja. Kini, melihat mahasiswa UPMI, ia tersenyum bangga.

“Melihat adik-adik mahasiswa, saya juga harus mampu membuat anak-anak masuk perguruan tinggi semua.”

Rahasia lumpia Pak Dewa? Bukan sulap, tapi ketulusan dan kesegaran bahan. Kulitnya dibuat dari 80% tepung terigu, dicampur air dan sedikit garam hingga adonan tipis dan elastis, lalu diisi sayur segar seperti kol, wortel, dan tauge yang ditumis ringan. Bumbunya khas: gula Bali yang manis legit, bawang putih halus, petis udang pekat, serta tauco yang asin gurih—semua direbus jadi sambal kental yang meresap sempurna. Dulu ia belajar resep ini selama setahun dari senior, tapi puluhan tahun berlalu, kini ia buat sendiri di rumah bersama istri.

“Bahan harus asli, jangan pemanis buatan, dan jangan diinapkan. Lumpia nggak boleh diinapkan, harus baru semua biar renyah dan enak,” tegasnya.

Hari biasa di kampus, dagangan bisa terjual 500-600 ribu rupiah dari lumpia, tahu, tempe—semua ludes, tanpa hitung-hitungan ketat karena dibuat hati-hati. Tapi berjualan tak selalu mulus. Tantangan terbesar? Cuaca. Musim hujan, terutama akhir tahun, bikin jualan keliling di pantai sepi total. “Lumayan berat,” akunya.

Pak Dewa menjelaskan tantangan berjualan di luar kampus, jualan keliling, pasti lah tantangannya itu cuaca apalagi mau mendekati akhir tahun pasti hujan dan itu sangat menjadi tantangannya. Karena jualan di pantai pasti jarang bahkan tidak ada yang membeli pada musim hujan. Kalau di kampus tantangannya adalah, semenjak usai corona (maksudnya pandemi Covid19) itu sedikit ada yang datang, biasanya kadang-kadang mahasiswa diberitahu ada kelas besoknya tetapi mendadak online, jadilah tidak jadi datang ke kampus, Pak Dewa sebagai pedagang lumayan merasakan sepi.

“Dulu sebelum 2019, saya hapal jadwal kuliah. Mereka tetap datang meski dosen tiba-tiba tidak jadi mengajar, karena belum ada online. Sekarang untungnya kembali ramai,” ujarnya.

Kejadian lucu sampai pedih pun pernah ia alami. Ia bercerita sambil mengingat kembali. Ketika hujan deras di kampus, ia terjatuh, punggung tersiram bumbu panas, lumpianya berserakan sampai mengganggu aktivitas mahasiswa olahraga. Atau saat upacara ngaben di Desa Siangan, ia juga tergelincir ke kali—lumpia hanyut, uang hilang, ditonton ribuan orang. “Dibilang lucu iya sedih jugaiya,” candanya sambil tertawa, menunjukkan keramahannya yang terbuka terhadap semua pengalaman yang ia pernah alami.

Interaksi dengan orang-orang di kampus jadi obat penawar. Pak Dewa sudah kenal dosen dan mahasiswa lama, ngobrol santai sambil melihat mahasiswa yang sibuk skripsian atau bimbingan.

“Enaknya, lumpia ludes, lalu bergurau bareng. Plong rasanya, nggak ada beban,” katanya. Ia tak muluk: umur 50, nasib begini, cukup sehat dan anak-anak sekolah. Pesan untuk mahasiswa? “Jangan tiru Pak jualan seperti ini. Rajin belajar, capai cita-cita!”

Mahasiswa pun tak kalah antusias. Ni Made Satyawati, mahasiswi Bahasa Indonesia, bilang Pak Dewa bukan pedagang biasa, tapi “bagian cerita keseharian kami.” Ramah, murah senyum, beli lumpia rasanya beli semangat juga. “Renyah gurih, bumbu pas, tempe bikin nambah terus. Rasa rumahan, tulus dari tangan sabar.” Ia doakan Pak Dewa sehat, rezeki lancar, dan saran yang Tya sampaikan, yaitu tambah varian pedas—tapi jangan ubah rasa sederhana yang bikin kampus hidup.

Sabina Sanji Putri, alumni baru lulus, kagum dengan keunikannya: lumpia biasa di pantai atau lapangan, jarang di kampus. “Pak Dewa sosok pekerja keras, sabar melayani pelanggan, bumbu manisnya pas buat pecinta seperti saya.”

Lalu staf perpustakaan Fakultas Bahasa dan Seni juga menambahkan, “Langganan seluruh kampus, murah, gurih, bumbunya lezat!”

Mira, salah satu mahasiswi jurusan matematika ini juga menyampaikan pendapat tentang Pak Dewa seorang penjual lumpia di kampus bahwa ia adalah sosok yang konsisten dalam berjualan lumpia dan dia bisa menguliahkan anak-anaknya melalui jualan lumpia ini.

Pak Dewa dan lumpianya bukan cuma makanan—ia simbol ketangguhan, yang renyah di luar, hangat di hati. Di era serba online ini, kehadirannya ingatkan kita: rasa autentik lahir dari perjuangan nyata. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Komang Sariasih
Editor: Adnyana Ole

Tags: kulinerUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

UWRF 2025: Keseimbangan Potensi Kreatif Manusia dengan Kekuatan Kosmik

Next Post

Absurditas dan Ketabahan Orang Indonesia

Ni Komang Sariasih

Ni Komang Sariasih

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali

Related Posts

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails

Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

by I Nyoman Darma Putra
February 26, 2026
0
Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Di tengah inisiatif repatriasi artefak atau warisan budaya Indonesia dari Belanda, ada usaha personal seorang peneliti Bali yang tinggal di...

Read moreDetails

Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

by Angga Wijaya
February 22, 2026
0
Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

SAYA datang lebih dulu, seperti kebiasaan lama yang sulit hilang sejak menjadi wartawan. Duduk sendirian memberi waktu untuk mengamati orang-orang,...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

Absurditas dan Ketabahan Orang Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co