23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Dengerin, Nyanyiin, Lega”: Kuasa Sebuah Lagu

Ni Wayan Suwini by Ni Wayan Suwini
October 10, 2025
in Khas
“Dengerin, Nyanyiin, Lega”: Kuasa Sebuah Lagu

SETIAP orang punya momen tertentu yang sulit dijelaskan hanya dengan kata-kata. Ada saat kita terjebak dalam rasa takut, pesimis, atau bahkan sepi yang tak kunjung berakhir. Aneh tapi nyata, justru sebuah lagu bisa hadir sebagai “teman tak terlihat” yang terasa setia seakan-akan mengulurkan tangan pada kita.

Lagu seolah memiliki daya magis yang sulit untuk dijelaskan. Ia bisa membuat pendengarnya tiba-tiba bersemangat, bisa juga membuat kita menangis tanpa sebab. Dilansir dari penelitian Harvard Medical School, musik bukan hanya sekadar hiburan. Lebih jauh, musik terbukti dapat memberikan efek neurologis yang berdampak pada mental seseorang.

Saat sebuah lagu diputar, otak kita menerima stimulus, kemudian jalur syaraf akan mengarahkan rangsangan tersebut kepada hormon tertentu sebagai respon. Maka dari itu, tak heran apabila lagu bisa menyebabkan seseorang menangis, tertawa, bersemangat, atau justru tenang.

Hal tersebut bukan hanya teori ilmiah, tapi nyata dalam keseharian banyak orang. Dalam kesibukan hidup di era modern ini, lagu hadir sebagai pelarian sederhana yang bisa diakses kapan saja, baik ketika jogging, bekerja, di jalanan, hingga sebelum tidur, kebanyakan orang memanfaatkan musik untuk menemani langah mereka.

Dari berbagai kalangan, dari anak sekolahan sampai orang dewasa sekalipun, dari yang jarang mendengarkan sampai yang hampir tiap hari, musik punya cara sendiri untuk hadir dalam kehidupan. Salah satunya, pengakuan dari Ni Komang Dian Yuliasih (22) yang merupakan mahasiswa semester V di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Ia mengaku sudah menjadikan lagu sebagai bagian dari kesehariannya.

Seberapa sering Dian mendengarkan lagu? “Sering banget pokoknya,” kata Dian dengan semangat, seolah tak ada hari yang bisa dilewati tanpa alunan musik.

Momen favoritnya ketika mendengar lagu justru sederhana, yaitu sebelum tidur dan saat baru bangun.  “Kalau lagi banyak pikiran atau galau, rasanya enak aja dengerin lagu,” ujarnya. Bahkan, lagu-lagu yang sering ia dengar di Indomaret atau tempat umum pun bisa membuat moodnya berubah.

Berbeda dengan Dian, Ni Kadek Dwi Juniartini (15), remaja kelas IX SMP Negeri 8 Denpasar, justru mengaku jarang mendengarkan lagu. Ia hanya menyalakan musik ketika sedang bosan. Tapi di balik kata jarang itu, ada satu momen yang tak terlupakan, saat ia sedang lelah dan kemudian mendengar lagu Candy dari NCT Dream.

 “Tiba-tiba aku jadi semangat lagi karena beat dari lagu itu bener-bener buat rasa lelah ku hilang,” cerita Dwi dengan bersemangat.

Ini jelas membuktikan teori yang sederhana mengenai lagu dapat menjadi pengalih perhatian sekaligus menambahkan booster energi. Lirik dan beat yang ringan dari sebuah lagu, menurut Dwi, seperti menyalurkan semangat yang sebelumnya hilang.

“Menurutku orang-orang suka menjadikan lagu untuk meluapkan suasana hati mereka tuh karena cuma pas dengerin laguaja mereka bisa meluapkan semua isi hati mereka,” jawab Dwi ketika ditanyai pendapat terkait lagu yg sering dijadikan teman disegala suasana.

Cerita lain juga datang dari salah satu remaja kelas XI SMA Negeri 10 Denpasar, Ni Komang Purniasih Utama (16). Ia mengaku hanya mendengarkan lagu satu atau dua kali dalam seminggu, biasanya saat sedang beres-beres atau mengerjakan sesuatu lainnya. Namun, setiap kali musik terdengar, ia selalu ikut bernyanyi.

Kalau sedang sedih, Purniasih justru lebih suka mendengarkan lagu mellow. “Lagu sedih sih, soalnya kalo menurutku makin sedih lagunya, semakin lega juga perasaan.

Lagu apa misalnya? “2002 dari Anna-Marie, When I Was Your Man dari Bruno Mars, Losing Us dari Raissa Anggiani. Itu sih lagu yang akhir-akhir ini aku dengerin. 2002 suka ia putar waktu lagi beberes, soalnya tuh lagu seru aja bawaannya. Kalau yang Bruno Mars karena emang aku suka lagunya sih. Nah, kalo yang Lossing Us biasanya aku dengerin pas lagi sedih,” jawabnya ketika ditanya lagu favoritnya.

Menurutnya, mendengarkan lagu dapat menjadi pilihan yang tepat ketika ingin mengeluarkan keluh kesah yang selama ini kita tahan, sehingga kegelisahan masing-masing orang akan ikut berkurang berbarengan dengan lirik lagu, apalagi jika lagu tersebut relate dengan suasana hati kita pada saat itu.

Sementara itu, Luh Putu Oktaviani (20) punya hubungan yang lebih intens dengan musik. Ia bisa mendengarkannya hampir setiap hari, terutama ketika sedang di jalan, saat keramas, atau mengerjakan pekerjaan rumah. Okta juga suka ikut bernyanyi, khususnya lagu dengan nada panjang yang memberinya kesempatan untuk sekalian berteriak melepaskan emosi.

“Menurutku, orang-orang menjadikan lagu sebagai pelarian, yaa karena lagu yang mereka suka itu mencerminkan diri mereka,” katanya dengan percaya diri. Sekarang,

Okta sudah bekerja, tapi ia masih ingat betul masa-masa saat mengikuti program pelatihan untuk pekerjaan Hospitality di Overseas Training Center (OTC) Denpasar, dimana program tersebut menggabungkan enam bulan masa belajar dan enam bulan praktik kerja. Pengalaman pribadinya menunjukkan betapa lagu benar-benar bisa memengaruhi jalan hidup seseorang.

“Posisinya itu sehari sebelum wawancara untuk training di Thailand, yang ngelamar 15 orang sedangkan pihak sana cuman nyari 4 orang. Waktu itu, aku udah pesimis nggak bakal bisa. Aku rebahan iseng muter lagu acak, terus sampai ke lagu Kejar Mimpi by Maudi Ayunda, langsung tuh saat itu aku ketampar, kalo mau berhasil yaa memang seharusnya berusaha. Mulai aja dulu, mikirnya nantian,” ceritanya dengan menggebu-gebu.

Lagu itu membuatnya bangkit dari rasa kurang percaya diri dan akhirnya berani mempersiapkan diri dengan lebih matang—hingga akhirnya ia berhasil lolos dan menapaki pelatihan di Thailand. Kini, lagu yang paling sering ia dengarkan adalah Young and Beatiful dari Lana Del Rey.

Menurutnya, lagu tersebut memiliki kesan majestic. Ia terpesona dengan liriknya yang berbicara tentang cinta tanpa syarat, tentang dicintai selamanya dan apa adanya meski waktu terus berjalan, yaitu pada bagian:

Will you still love me when I’m no longer young and beautiful?
Will you still love me when I’ve got nothing but my aching soul?
I know you will, I know you will
I know that you will

Dari beberapa cerita tersebut, kita bisa melihat adanya benang merah yang sama, yaitu lagu adalah teman. Ia hadir di kamar tidur, di jalanan, saat bosan, lelah, bahkan di momen paling menentukan hidup seseorang. Tak peduli genre atau bahasa, lagu punya cara tersendiri untuk masuk ke ruang-ruang hati yang terdalam. Memang tidak bisa dipungkiri, musik mampu membuat kita bangkit, bahagia, jatuh cinta, atau bahkan merasakan patah hati dengan lebih lega dan leluasa.

Di sinilah terlihat jelas bagaimana lagu bekerja dengan cara yang sederhana tapi ampuh. Cukup menekan tombol play, suasana hati bisa langsung berubah drastis. Lagu sendu bisa membuat seseorang larut dalam kenangan lama, sementara nada riang seketika membakar semangat baru.

Musik seakan memiliki kuasa untuk menyentuh sisi terdalam manusia, bahkan ketika kata-kata tak lagi cukup untuk menggambarkan apa yang dirasakan. Pada akhirnya, musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan manusia, bukan hanya sebagai hiburan, tapi juga pengingat bahwa kita tidak pernah benar-benar sendirian. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Wayan Suwini
Editor: Adnyana Ole

Tags: lagumusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Museum Bali: Tetangga Sunyi di Tengah Ramainya Lapangan Puputan di Denpasar

Next Post

Senator di Zaman Media Sosial: Ketika Politik Bali Kehilangan Kedalaman

Ni Wayan Suwini

Ni Wayan Suwini

Lahir 04 Februari 2005. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Senator di Zaman Media Sosial: Ketika Politik Bali Kehilangan Kedalaman

Senator di Zaman Media Sosial: Ketika Politik Bali Kehilangan Kedalaman

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co