2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Dengerin, Nyanyiin, Lega”: Kuasa Sebuah Lagu

Ni Wayan Suwini by Ni Wayan Suwini
October 10, 2025
in Khas
“Dengerin, Nyanyiin, Lega”: Kuasa Sebuah Lagu

SETIAP orang punya momen tertentu yang sulit dijelaskan hanya dengan kata-kata. Ada saat kita terjebak dalam rasa takut, pesimis, atau bahkan sepi yang tak kunjung berakhir. Aneh tapi nyata, justru sebuah lagu bisa hadir sebagai “teman tak terlihat” yang terasa setia seakan-akan mengulurkan tangan pada kita.

Lagu seolah memiliki daya magis yang sulit untuk dijelaskan. Ia bisa membuat pendengarnya tiba-tiba bersemangat, bisa juga membuat kita menangis tanpa sebab. Dilansir dari penelitian Harvard Medical School, musik bukan hanya sekadar hiburan. Lebih jauh, musik terbukti dapat memberikan efek neurologis yang berdampak pada mental seseorang.

Saat sebuah lagu diputar, otak kita menerima stimulus, kemudian jalur syaraf akan mengarahkan rangsangan tersebut kepada hormon tertentu sebagai respon. Maka dari itu, tak heran apabila lagu bisa menyebabkan seseorang menangis, tertawa, bersemangat, atau justru tenang.

Hal tersebut bukan hanya teori ilmiah, tapi nyata dalam keseharian banyak orang. Dalam kesibukan hidup di era modern ini, lagu hadir sebagai pelarian sederhana yang bisa diakses kapan saja, baik ketika jogging, bekerja, di jalanan, hingga sebelum tidur, kebanyakan orang memanfaatkan musik untuk menemani langah mereka.

Dari berbagai kalangan, dari anak sekolahan sampai orang dewasa sekalipun, dari yang jarang mendengarkan sampai yang hampir tiap hari, musik punya cara sendiri untuk hadir dalam kehidupan. Salah satunya, pengakuan dari Ni Komang Dian Yuliasih (22) yang merupakan mahasiswa semester V di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Ia mengaku sudah menjadikan lagu sebagai bagian dari kesehariannya.

Seberapa sering Dian mendengarkan lagu? “Sering banget pokoknya,” kata Dian dengan semangat, seolah tak ada hari yang bisa dilewati tanpa alunan musik.

Momen favoritnya ketika mendengar lagu justru sederhana, yaitu sebelum tidur dan saat baru bangun.  “Kalau lagi banyak pikiran atau galau, rasanya enak aja dengerin lagu,” ujarnya. Bahkan, lagu-lagu yang sering ia dengar di Indomaret atau tempat umum pun bisa membuat moodnya berubah.

Berbeda dengan Dian, Ni Kadek Dwi Juniartini (15), remaja kelas IX SMP Negeri 8 Denpasar, justru mengaku jarang mendengarkan lagu. Ia hanya menyalakan musik ketika sedang bosan. Tapi di balik kata jarang itu, ada satu momen yang tak terlupakan, saat ia sedang lelah dan kemudian mendengar lagu Candy dari NCT Dream.

 “Tiba-tiba aku jadi semangat lagi karena beat dari lagu itu bener-bener buat rasa lelah ku hilang,” cerita Dwi dengan bersemangat.

Ini jelas membuktikan teori yang sederhana mengenai lagu dapat menjadi pengalih perhatian sekaligus menambahkan booster energi. Lirik dan beat yang ringan dari sebuah lagu, menurut Dwi, seperti menyalurkan semangat yang sebelumnya hilang.

“Menurutku orang-orang suka menjadikan lagu untuk meluapkan suasana hati mereka tuh karena cuma pas dengerin laguaja mereka bisa meluapkan semua isi hati mereka,” jawab Dwi ketika ditanyai pendapat terkait lagu yg sering dijadikan teman disegala suasana.

Cerita lain juga datang dari salah satu remaja kelas XI SMA Negeri 10 Denpasar, Ni Komang Purniasih Utama (16). Ia mengaku hanya mendengarkan lagu satu atau dua kali dalam seminggu, biasanya saat sedang beres-beres atau mengerjakan sesuatu lainnya. Namun, setiap kali musik terdengar, ia selalu ikut bernyanyi.

Kalau sedang sedih, Purniasih justru lebih suka mendengarkan lagu mellow. “Lagu sedih sih, soalnya kalo menurutku makin sedih lagunya, semakin lega juga perasaan.

Lagu apa misalnya? “2002 dari Anna-Marie, When I Was Your Man dari Bruno Mars, Losing Us dari Raissa Anggiani. Itu sih lagu yang akhir-akhir ini aku dengerin. 2002 suka ia putar waktu lagi beberes, soalnya tuh lagu seru aja bawaannya. Kalau yang Bruno Mars karena emang aku suka lagunya sih. Nah, kalo yang Lossing Us biasanya aku dengerin pas lagi sedih,” jawabnya ketika ditanya lagu favoritnya.

Menurutnya, mendengarkan lagu dapat menjadi pilihan yang tepat ketika ingin mengeluarkan keluh kesah yang selama ini kita tahan, sehingga kegelisahan masing-masing orang akan ikut berkurang berbarengan dengan lirik lagu, apalagi jika lagu tersebut relate dengan suasana hati kita pada saat itu.

Sementara itu, Luh Putu Oktaviani (20) punya hubungan yang lebih intens dengan musik. Ia bisa mendengarkannya hampir setiap hari, terutama ketika sedang di jalan, saat keramas, atau mengerjakan pekerjaan rumah. Okta juga suka ikut bernyanyi, khususnya lagu dengan nada panjang yang memberinya kesempatan untuk sekalian berteriak melepaskan emosi.

“Menurutku, orang-orang menjadikan lagu sebagai pelarian, yaa karena lagu yang mereka suka itu mencerminkan diri mereka,” katanya dengan percaya diri. Sekarang,

Okta sudah bekerja, tapi ia masih ingat betul masa-masa saat mengikuti program pelatihan untuk pekerjaan Hospitality di Overseas Training Center (OTC) Denpasar, dimana program tersebut menggabungkan enam bulan masa belajar dan enam bulan praktik kerja. Pengalaman pribadinya menunjukkan betapa lagu benar-benar bisa memengaruhi jalan hidup seseorang.

“Posisinya itu sehari sebelum wawancara untuk training di Thailand, yang ngelamar 15 orang sedangkan pihak sana cuman nyari 4 orang. Waktu itu, aku udah pesimis nggak bakal bisa. Aku rebahan iseng muter lagu acak, terus sampai ke lagu Kejar Mimpi by Maudi Ayunda, langsung tuh saat itu aku ketampar, kalo mau berhasil yaa memang seharusnya berusaha. Mulai aja dulu, mikirnya nantian,” ceritanya dengan menggebu-gebu.

Lagu itu membuatnya bangkit dari rasa kurang percaya diri dan akhirnya berani mempersiapkan diri dengan lebih matang—hingga akhirnya ia berhasil lolos dan menapaki pelatihan di Thailand. Kini, lagu yang paling sering ia dengarkan adalah Young and Beatiful dari Lana Del Rey.

Menurutnya, lagu tersebut memiliki kesan majestic. Ia terpesona dengan liriknya yang berbicara tentang cinta tanpa syarat, tentang dicintai selamanya dan apa adanya meski waktu terus berjalan, yaitu pada bagian:

Will you still love me when I’m no longer young and beautiful?
Will you still love me when I’ve got nothing but my aching soul?
I know you will, I know you will
I know that you will

Dari beberapa cerita tersebut, kita bisa melihat adanya benang merah yang sama, yaitu lagu adalah teman. Ia hadir di kamar tidur, di jalanan, saat bosan, lelah, bahkan di momen paling menentukan hidup seseorang. Tak peduli genre atau bahasa, lagu punya cara tersendiri untuk masuk ke ruang-ruang hati yang terdalam. Memang tidak bisa dipungkiri, musik mampu membuat kita bangkit, bahagia, jatuh cinta, atau bahkan merasakan patah hati dengan lebih lega dan leluasa.

Di sinilah terlihat jelas bagaimana lagu bekerja dengan cara yang sederhana tapi ampuh. Cukup menekan tombol play, suasana hati bisa langsung berubah drastis. Lagu sendu bisa membuat seseorang larut dalam kenangan lama, sementara nada riang seketika membakar semangat baru.

Musik seakan memiliki kuasa untuk menyentuh sisi terdalam manusia, bahkan ketika kata-kata tak lagi cukup untuk menggambarkan apa yang dirasakan. Pada akhirnya, musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan manusia, bukan hanya sebagai hiburan, tapi juga pengingat bahwa kita tidak pernah benar-benar sendirian. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Wayan Suwini
Editor: Adnyana Ole

Tags: lagumusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Museum Bali: Tetangga Sunyi di Tengah Ramainya Lapangan Puputan di Denpasar

Next Post

Senator di Zaman Media Sosial: Ketika Politik Bali Kehilangan Kedalaman

Ni Wayan Suwini

Ni Wayan Suwini

Lahir 04 Februari 2005. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Senator di Zaman Media Sosial: Ketika Politik Bali Kehilangan Kedalaman

Senator di Zaman Media Sosial: Ketika Politik Bali Kehilangan Kedalaman

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co