6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Dengerin, Nyanyiin, Lega”: Kuasa Sebuah Lagu

Ni Wayan Suwini by Ni Wayan Suwini
October 10, 2025
in Khas
“Dengerin, Nyanyiin, Lega”: Kuasa Sebuah Lagu

SETIAP orang punya momen tertentu yang sulit dijelaskan hanya dengan kata-kata. Ada saat kita terjebak dalam rasa takut, pesimis, atau bahkan sepi yang tak kunjung berakhir. Aneh tapi nyata, justru sebuah lagu bisa hadir sebagai “teman tak terlihat” yang terasa setia seakan-akan mengulurkan tangan pada kita.

Lagu seolah memiliki daya magis yang sulit untuk dijelaskan. Ia bisa membuat pendengarnya tiba-tiba bersemangat, bisa juga membuat kita menangis tanpa sebab. Dilansir dari penelitian Harvard Medical School, musik bukan hanya sekadar hiburan. Lebih jauh, musik terbukti dapat memberikan efek neurologis yang berdampak pada mental seseorang.

Saat sebuah lagu diputar, otak kita menerima stimulus, kemudian jalur syaraf akan mengarahkan rangsangan tersebut kepada hormon tertentu sebagai respon. Maka dari itu, tak heran apabila lagu bisa menyebabkan seseorang menangis, tertawa, bersemangat, atau justru tenang.

Hal tersebut bukan hanya teori ilmiah, tapi nyata dalam keseharian banyak orang. Dalam kesibukan hidup di era modern ini, lagu hadir sebagai pelarian sederhana yang bisa diakses kapan saja, baik ketika jogging, bekerja, di jalanan, hingga sebelum tidur, kebanyakan orang memanfaatkan musik untuk menemani langah mereka.

Dari berbagai kalangan, dari anak sekolahan sampai orang dewasa sekalipun, dari yang jarang mendengarkan sampai yang hampir tiap hari, musik punya cara sendiri untuk hadir dalam kehidupan. Salah satunya, pengakuan dari Ni Komang Dian Yuliasih (22) yang merupakan mahasiswa semester V di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Ia mengaku sudah menjadikan lagu sebagai bagian dari kesehariannya.

Seberapa sering Dian mendengarkan lagu? “Sering banget pokoknya,” kata Dian dengan semangat, seolah tak ada hari yang bisa dilewati tanpa alunan musik.

Momen favoritnya ketika mendengar lagu justru sederhana, yaitu sebelum tidur dan saat baru bangun.  “Kalau lagi banyak pikiran atau galau, rasanya enak aja dengerin lagu,” ujarnya. Bahkan, lagu-lagu yang sering ia dengar di Indomaret atau tempat umum pun bisa membuat moodnya berubah.

Berbeda dengan Dian, Ni Kadek Dwi Juniartini (15), remaja kelas IX SMP Negeri 8 Denpasar, justru mengaku jarang mendengarkan lagu. Ia hanya menyalakan musik ketika sedang bosan. Tapi di balik kata jarang itu, ada satu momen yang tak terlupakan, saat ia sedang lelah dan kemudian mendengar lagu Candy dari NCT Dream.

 “Tiba-tiba aku jadi semangat lagi karena beat dari lagu itu bener-bener buat rasa lelah ku hilang,” cerita Dwi dengan bersemangat.

Ini jelas membuktikan teori yang sederhana mengenai lagu dapat menjadi pengalih perhatian sekaligus menambahkan booster energi. Lirik dan beat yang ringan dari sebuah lagu, menurut Dwi, seperti menyalurkan semangat yang sebelumnya hilang.

“Menurutku orang-orang suka menjadikan lagu untuk meluapkan suasana hati mereka tuh karena cuma pas dengerin laguaja mereka bisa meluapkan semua isi hati mereka,” jawab Dwi ketika ditanyai pendapat terkait lagu yg sering dijadikan teman disegala suasana.

Cerita lain juga datang dari salah satu remaja kelas XI SMA Negeri 10 Denpasar, Ni Komang Purniasih Utama (16). Ia mengaku hanya mendengarkan lagu satu atau dua kali dalam seminggu, biasanya saat sedang beres-beres atau mengerjakan sesuatu lainnya. Namun, setiap kali musik terdengar, ia selalu ikut bernyanyi.

Kalau sedang sedih, Purniasih justru lebih suka mendengarkan lagu mellow. “Lagu sedih sih, soalnya kalo menurutku makin sedih lagunya, semakin lega juga perasaan.

Lagu apa misalnya? “2002 dari Anna-Marie, When I Was Your Man dari Bruno Mars, Losing Us dari Raissa Anggiani. Itu sih lagu yang akhir-akhir ini aku dengerin. 2002 suka ia putar waktu lagi beberes, soalnya tuh lagu seru aja bawaannya. Kalau yang Bruno Mars karena emang aku suka lagunya sih. Nah, kalo yang Lossing Us biasanya aku dengerin pas lagi sedih,” jawabnya ketika ditanya lagu favoritnya.

Menurutnya, mendengarkan lagu dapat menjadi pilihan yang tepat ketika ingin mengeluarkan keluh kesah yang selama ini kita tahan, sehingga kegelisahan masing-masing orang akan ikut berkurang berbarengan dengan lirik lagu, apalagi jika lagu tersebut relate dengan suasana hati kita pada saat itu.

Sementara itu, Luh Putu Oktaviani (20) punya hubungan yang lebih intens dengan musik. Ia bisa mendengarkannya hampir setiap hari, terutama ketika sedang di jalan, saat keramas, atau mengerjakan pekerjaan rumah. Okta juga suka ikut bernyanyi, khususnya lagu dengan nada panjang yang memberinya kesempatan untuk sekalian berteriak melepaskan emosi.

“Menurutku, orang-orang menjadikan lagu sebagai pelarian, yaa karena lagu yang mereka suka itu mencerminkan diri mereka,” katanya dengan percaya diri. Sekarang,

Okta sudah bekerja, tapi ia masih ingat betul masa-masa saat mengikuti program pelatihan untuk pekerjaan Hospitality di Overseas Training Center (OTC) Denpasar, dimana program tersebut menggabungkan enam bulan masa belajar dan enam bulan praktik kerja. Pengalaman pribadinya menunjukkan betapa lagu benar-benar bisa memengaruhi jalan hidup seseorang.

“Posisinya itu sehari sebelum wawancara untuk training di Thailand, yang ngelamar 15 orang sedangkan pihak sana cuman nyari 4 orang. Waktu itu, aku udah pesimis nggak bakal bisa. Aku rebahan iseng muter lagu acak, terus sampai ke lagu Kejar Mimpi by Maudi Ayunda, langsung tuh saat itu aku ketampar, kalo mau berhasil yaa memang seharusnya berusaha. Mulai aja dulu, mikirnya nantian,” ceritanya dengan menggebu-gebu.

Lagu itu membuatnya bangkit dari rasa kurang percaya diri dan akhirnya berani mempersiapkan diri dengan lebih matang—hingga akhirnya ia berhasil lolos dan menapaki pelatihan di Thailand. Kini, lagu yang paling sering ia dengarkan adalah Young and Beatiful dari Lana Del Rey.

Menurutnya, lagu tersebut memiliki kesan majestic. Ia terpesona dengan liriknya yang berbicara tentang cinta tanpa syarat, tentang dicintai selamanya dan apa adanya meski waktu terus berjalan, yaitu pada bagian:

Will you still love me when I’m no longer young and beautiful?
Will you still love me when I’ve got nothing but my aching soul?
I know you will, I know you will
I know that you will

Dari beberapa cerita tersebut, kita bisa melihat adanya benang merah yang sama, yaitu lagu adalah teman. Ia hadir di kamar tidur, di jalanan, saat bosan, lelah, bahkan di momen paling menentukan hidup seseorang. Tak peduli genre atau bahasa, lagu punya cara tersendiri untuk masuk ke ruang-ruang hati yang terdalam. Memang tidak bisa dipungkiri, musik mampu membuat kita bangkit, bahagia, jatuh cinta, atau bahkan merasakan patah hati dengan lebih lega dan leluasa.

Di sinilah terlihat jelas bagaimana lagu bekerja dengan cara yang sederhana tapi ampuh. Cukup menekan tombol play, suasana hati bisa langsung berubah drastis. Lagu sendu bisa membuat seseorang larut dalam kenangan lama, sementara nada riang seketika membakar semangat baru.

Musik seakan memiliki kuasa untuk menyentuh sisi terdalam manusia, bahkan ketika kata-kata tak lagi cukup untuk menggambarkan apa yang dirasakan. Pada akhirnya, musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan manusia, bukan hanya sebagai hiburan, tapi juga pengingat bahwa kita tidak pernah benar-benar sendirian. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Wayan Suwini
Editor: Adnyana Ole

Tags: lagumusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Museum Bali: Tetangga Sunyi di Tengah Ramainya Lapangan Puputan di Denpasar

Next Post

Senator di Zaman Media Sosial: Ketika Politik Bali Kehilangan Kedalaman

Ni Wayan Suwini

Ni Wayan Suwini

Lahir 04 Februari 2005. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Senator di Zaman Media Sosial: Ketika Politik Bali Kehilangan Kedalaman

Senator di Zaman Media Sosial: Ketika Politik Bali Kehilangan Kedalaman

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co