27 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Dengerin, Nyanyiin, Lega”: Kuasa Sebuah Lagu

Ni Wayan Suwini by Ni Wayan Suwini
October 10, 2025
in Khas
“Dengerin, Nyanyiin, Lega”: Kuasa Sebuah Lagu

SETIAP orang punya momen tertentu yang sulit dijelaskan hanya dengan kata-kata. Ada saat kita terjebak dalam rasa takut, pesimis, atau bahkan sepi yang tak kunjung berakhir. Aneh tapi nyata, justru sebuah lagu bisa hadir sebagai “teman tak terlihat” yang terasa setia seakan-akan mengulurkan tangan pada kita.

Lagu seolah memiliki daya magis yang sulit untuk dijelaskan. Ia bisa membuat pendengarnya tiba-tiba bersemangat, bisa juga membuat kita menangis tanpa sebab. Dilansir dari penelitian Harvard Medical School, musik bukan hanya sekadar hiburan. Lebih jauh, musik terbukti dapat memberikan efek neurologis yang berdampak pada mental seseorang.

Saat sebuah lagu diputar, otak kita menerima stimulus, kemudian jalur syaraf akan mengarahkan rangsangan tersebut kepada hormon tertentu sebagai respon. Maka dari itu, tak heran apabila lagu bisa menyebabkan seseorang menangis, tertawa, bersemangat, atau justru tenang.

Hal tersebut bukan hanya teori ilmiah, tapi nyata dalam keseharian banyak orang. Dalam kesibukan hidup di era modern ini, lagu hadir sebagai pelarian sederhana yang bisa diakses kapan saja, baik ketika jogging, bekerja, di jalanan, hingga sebelum tidur, kebanyakan orang memanfaatkan musik untuk menemani langah mereka.

Dari berbagai kalangan, dari anak sekolahan sampai orang dewasa sekalipun, dari yang jarang mendengarkan sampai yang hampir tiap hari, musik punya cara sendiri untuk hadir dalam kehidupan. Salah satunya, pengakuan dari Ni Komang Dian Yuliasih (22) yang merupakan mahasiswa semester V di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Ia mengaku sudah menjadikan lagu sebagai bagian dari kesehariannya.

Seberapa sering Dian mendengarkan lagu? “Sering banget pokoknya,” kata Dian dengan semangat, seolah tak ada hari yang bisa dilewati tanpa alunan musik.

Momen favoritnya ketika mendengar lagu justru sederhana, yaitu sebelum tidur dan saat baru bangun.  “Kalau lagi banyak pikiran atau galau, rasanya enak aja dengerin lagu,” ujarnya. Bahkan, lagu-lagu yang sering ia dengar di Indomaret atau tempat umum pun bisa membuat moodnya berubah.

Berbeda dengan Dian, Ni Kadek Dwi Juniartini (15), remaja kelas IX SMP Negeri 8 Denpasar, justru mengaku jarang mendengarkan lagu. Ia hanya menyalakan musik ketika sedang bosan. Tapi di balik kata jarang itu, ada satu momen yang tak terlupakan, saat ia sedang lelah dan kemudian mendengar lagu Candy dari NCT Dream.

 “Tiba-tiba aku jadi semangat lagi karena beat dari lagu itu bener-bener buat rasa lelah ku hilang,” cerita Dwi dengan bersemangat.

Ini jelas membuktikan teori yang sederhana mengenai lagu dapat menjadi pengalih perhatian sekaligus menambahkan booster energi. Lirik dan beat yang ringan dari sebuah lagu, menurut Dwi, seperti menyalurkan semangat yang sebelumnya hilang.

“Menurutku orang-orang suka menjadikan lagu untuk meluapkan suasana hati mereka tuh karena cuma pas dengerin laguaja mereka bisa meluapkan semua isi hati mereka,” jawab Dwi ketika ditanyai pendapat terkait lagu yg sering dijadikan teman disegala suasana.

Cerita lain juga datang dari salah satu remaja kelas XI SMA Negeri 10 Denpasar, Ni Komang Purniasih Utama (16). Ia mengaku hanya mendengarkan lagu satu atau dua kali dalam seminggu, biasanya saat sedang beres-beres atau mengerjakan sesuatu lainnya. Namun, setiap kali musik terdengar, ia selalu ikut bernyanyi.

Kalau sedang sedih, Purniasih justru lebih suka mendengarkan lagu mellow. “Lagu sedih sih, soalnya kalo menurutku makin sedih lagunya, semakin lega juga perasaan.

Lagu apa misalnya? “2002 dari Anna-Marie, When I Was Your Man dari Bruno Mars, Losing Us dari Raissa Anggiani. Itu sih lagu yang akhir-akhir ini aku dengerin. 2002 suka ia putar waktu lagi beberes, soalnya tuh lagu seru aja bawaannya. Kalau yang Bruno Mars karena emang aku suka lagunya sih. Nah, kalo yang Lossing Us biasanya aku dengerin pas lagi sedih,” jawabnya ketika ditanya lagu favoritnya.

Menurutnya, mendengarkan lagu dapat menjadi pilihan yang tepat ketika ingin mengeluarkan keluh kesah yang selama ini kita tahan, sehingga kegelisahan masing-masing orang akan ikut berkurang berbarengan dengan lirik lagu, apalagi jika lagu tersebut relate dengan suasana hati kita pada saat itu.

Sementara itu, Luh Putu Oktaviani (20) punya hubungan yang lebih intens dengan musik. Ia bisa mendengarkannya hampir setiap hari, terutama ketika sedang di jalan, saat keramas, atau mengerjakan pekerjaan rumah. Okta juga suka ikut bernyanyi, khususnya lagu dengan nada panjang yang memberinya kesempatan untuk sekalian berteriak melepaskan emosi.

“Menurutku, orang-orang menjadikan lagu sebagai pelarian, yaa karena lagu yang mereka suka itu mencerminkan diri mereka,” katanya dengan percaya diri. Sekarang,

Okta sudah bekerja, tapi ia masih ingat betul masa-masa saat mengikuti program pelatihan untuk pekerjaan Hospitality di Overseas Training Center (OTC) Denpasar, dimana program tersebut menggabungkan enam bulan masa belajar dan enam bulan praktik kerja. Pengalaman pribadinya menunjukkan betapa lagu benar-benar bisa memengaruhi jalan hidup seseorang.

“Posisinya itu sehari sebelum wawancara untuk training di Thailand, yang ngelamar 15 orang sedangkan pihak sana cuman nyari 4 orang. Waktu itu, aku udah pesimis nggak bakal bisa. Aku rebahan iseng muter lagu acak, terus sampai ke lagu Kejar Mimpi by Maudi Ayunda, langsung tuh saat itu aku ketampar, kalo mau berhasil yaa memang seharusnya berusaha. Mulai aja dulu, mikirnya nantian,” ceritanya dengan menggebu-gebu.

Lagu itu membuatnya bangkit dari rasa kurang percaya diri dan akhirnya berani mempersiapkan diri dengan lebih matang—hingga akhirnya ia berhasil lolos dan menapaki pelatihan di Thailand. Kini, lagu yang paling sering ia dengarkan adalah Young and Beatiful dari Lana Del Rey.

Menurutnya, lagu tersebut memiliki kesan majestic. Ia terpesona dengan liriknya yang berbicara tentang cinta tanpa syarat, tentang dicintai selamanya dan apa adanya meski waktu terus berjalan, yaitu pada bagian:

Will you still love me when I’m no longer young and beautiful?
Will you still love me when I’ve got nothing but my aching soul?
I know you will, I know you will
I know that you will

Dari beberapa cerita tersebut, kita bisa melihat adanya benang merah yang sama, yaitu lagu adalah teman. Ia hadir di kamar tidur, di jalanan, saat bosan, lelah, bahkan di momen paling menentukan hidup seseorang. Tak peduli genre atau bahasa, lagu punya cara tersendiri untuk masuk ke ruang-ruang hati yang terdalam. Memang tidak bisa dipungkiri, musik mampu membuat kita bangkit, bahagia, jatuh cinta, atau bahkan merasakan patah hati dengan lebih lega dan leluasa.

Di sinilah terlihat jelas bagaimana lagu bekerja dengan cara yang sederhana tapi ampuh. Cukup menekan tombol play, suasana hati bisa langsung berubah drastis. Lagu sendu bisa membuat seseorang larut dalam kenangan lama, sementara nada riang seketika membakar semangat baru.

Musik seakan memiliki kuasa untuk menyentuh sisi terdalam manusia, bahkan ketika kata-kata tak lagi cukup untuk menggambarkan apa yang dirasakan. Pada akhirnya, musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan manusia, bukan hanya sebagai hiburan, tapi juga pengingat bahwa kita tidak pernah benar-benar sendirian. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Wayan Suwini
Editor: Adnyana Ole

Tags: lagumusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Museum Bali: Tetangga Sunyi di Tengah Ramainya Lapangan Puputan di Denpasar

Next Post

Senator di Zaman Media Sosial: Ketika Politik Bali Kehilangan Kedalaman

Ni Wayan Suwini

Ni Wayan Suwini

Lahir 04 Februari 2005. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails
Next Post
Senator di Zaman Media Sosial: Ketika Politik Bali Kehilangan Kedalaman

Senator di Zaman Media Sosial: Ketika Politik Bali Kehilangan Kedalaman

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri
Esai

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

by Angga Wijaya
October 27, 2026
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung
Esai

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
Membaca  Ulang “Ubud is Winter”
Ulas Rupa

Membaca  Ulang “Ubud is Winter”

SORE menjelang senja di Gajah Mas Gallery, Pengosekan, Ubud-Gianyar, matahari kian sorong ke batas laut. Cahaya jingga yang kerap memantul...

by I Wayan Westa
October 27, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co