23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Dengerin, Nyanyiin, Lega”: Kuasa Sebuah Lagu

Ni Wayan Suwini by Ni Wayan Suwini
October 10, 2025
in Khas
“Dengerin, Nyanyiin, Lega”: Kuasa Sebuah Lagu

SETIAP orang punya momen tertentu yang sulit dijelaskan hanya dengan kata-kata. Ada saat kita terjebak dalam rasa takut, pesimis, atau bahkan sepi yang tak kunjung berakhir. Aneh tapi nyata, justru sebuah lagu bisa hadir sebagai “teman tak terlihat” yang terasa setia seakan-akan mengulurkan tangan pada kita.

Lagu seolah memiliki daya magis yang sulit untuk dijelaskan. Ia bisa membuat pendengarnya tiba-tiba bersemangat, bisa juga membuat kita menangis tanpa sebab. Dilansir dari penelitian Harvard Medical School, musik bukan hanya sekadar hiburan. Lebih jauh, musik terbukti dapat memberikan efek neurologis yang berdampak pada mental seseorang.

Saat sebuah lagu diputar, otak kita menerima stimulus, kemudian jalur syaraf akan mengarahkan rangsangan tersebut kepada hormon tertentu sebagai respon. Maka dari itu, tak heran apabila lagu bisa menyebabkan seseorang menangis, tertawa, bersemangat, atau justru tenang.

Hal tersebut bukan hanya teori ilmiah, tapi nyata dalam keseharian banyak orang. Dalam kesibukan hidup di era modern ini, lagu hadir sebagai pelarian sederhana yang bisa diakses kapan saja, baik ketika jogging, bekerja, di jalanan, hingga sebelum tidur, kebanyakan orang memanfaatkan musik untuk menemani langah mereka.

Dari berbagai kalangan, dari anak sekolahan sampai orang dewasa sekalipun, dari yang jarang mendengarkan sampai yang hampir tiap hari, musik punya cara sendiri untuk hadir dalam kehidupan. Salah satunya, pengakuan dari Ni Komang Dian Yuliasih (22) yang merupakan mahasiswa semester V di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Ia mengaku sudah menjadikan lagu sebagai bagian dari kesehariannya.

Seberapa sering Dian mendengarkan lagu? “Sering banget pokoknya,” kata Dian dengan semangat, seolah tak ada hari yang bisa dilewati tanpa alunan musik.

Momen favoritnya ketika mendengar lagu justru sederhana, yaitu sebelum tidur dan saat baru bangun.  “Kalau lagi banyak pikiran atau galau, rasanya enak aja dengerin lagu,” ujarnya. Bahkan, lagu-lagu yang sering ia dengar di Indomaret atau tempat umum pun bisa membuat moodnya berubah.

Berbeda dengan Dian, Ni Kadek Dwi Juniartini (15), remaja kelas IX SMP Negeri 8 Denpasar, justru mengaku jarang mendengarkan lagu. Ia hanya menyalakan musik ketika sedang bosan. Tapi di balik kata jarang itu, ada satu momen yang tak terlupakan, saat ia sedang lelah dan kemudian mendengar lagu Candy dari NCT Dream.

 “Tiba-tiba aku jadi semangat lagi karena beat dari lagu itu bener-bener buat rasa lelah ku hilang,” cerita Dwi dengan bersemangat.

Ini jelas membuktikan teori yang sederhana mengenai lagu dapat menjadi pengalih perhatian sekaligus menambahkan booster energi. Lirik dan beat yang ringan dari sebuah lagu, menurut Dwi, seperti menyalurkan semangat yang sebelumnya hilang.

“Menurutku orang-orang suka menjadikan lagu untuk meluapkan suasana hati mereka tuh karena cuma pas dengerin laguaja mereka bisa meluapkan semua isi hati mereka,” jawab Dwi ketika ditanyai pendapat terkait lagu yg sering dijadikan teman disegala suasana.

Cerita lain juga datang dari salah satu remaja kelas XI SMA Negeri 10 Denpasar, Ni Komang Purniasih Utama (16). Ia mengaku hanya mendengarkan lagu satu atau dua kali dalam seminggu, biasanya saat sedang beres-beres atau mengerjakan sesuatu lainnya. Namun, setiap kali musik terdengar, ia selalu ikut bernyanyi.

Kalau sedang sedih, Purniasih justru lebih suka mendengarkan lagu mellow. “Lagu sedih sih, soalnya kalo menurutku makin sedih lagunya, semakin lega juga perasaan.

Lagu apa misalnya? “2002 dari Anna-Marie, When I Was Your Man dari Bruno Mars, Losing Us dari Raissa Anggiani. Itu sih lagu yang akhir-akhir ini aku dengerin. 2002 suka ia putar waktu lagi beberes, soalnya tuh lagu seru aja bawaannya. Kalau yang Bruno Mars karena emang aku suka lagunya sih. Nah, kalo yang Lossing Us biasanya aku dengerin pas lagi sedih,” jawabnya ketika ditanya lagu favoritnya.

Menurutnya, mendengarkan lagu dapat menjadi pilihan yang tepat ketika ingin mengeluarkan keluh kesah yang selama ini kita tahan, sehingga kegelisahan masing-masing orang akan ikut berkurang berbarengan dengan lirik lagu, apalagi jika lagu tersebut relate dengan suasana hati kita pada saat itu.

Sementara itu, Luh Putu Oktaviani (20) punya hubungan yang lebih intens dengan musik. Ia bisa mendengarkannya hampir setiap hari, terutama ketika sedang di jalan, saat keramas, atau mengerjakan pekerjaan rumah. Okta juga suka ikut bernyanyi, khususnya lagu dengan nada panjang yang memberinya kesempatan untuk sekalian berteriak melepaskan emosi.

“Menurutku, orang-orang menjadikan lagu sebagai pelarian, yaa karena lagu yang mereka suka itu mencerminkan diri mereka,” katanya dengan percaya diri. Sekarang,

Okta sudah bekerja, tapi ia masih ingat betul masa-masa saat mengikuti program pelatihan untuk pekerjaan Hospitality di Overseas Training Center (OTC) Denpasar, dimana program tersebut menggabungkan enam bulan masa belajar dan enam bulan praktik kerja. Pengalaman pribadinya menunjukkan betapa lagu benar-benar bisa memengaruhi jalan hidup seseorang.

“Posisinya itu sehari sebelum wawancara untuk training di Thailand, yang ngelamar 15 orang sedangkan pihak sana cuman nyari 4 orang. Waktu itu, aku udah pesimis nggak bakal bisa. Aku rebahan iseng muter lagu acak, terus sampai ke lagu Kejar Mimpi by Maudi Ayunda, langsung tuh saat itu aku ketampar, kalo mau berhasil yaa memang seharusnya berusaha. Mulai aja dulu, mikirnya nantian,” ceritanya dengan menggebu-gebu.

Lagu itu membuatnya bangkit dari rasa kurang percaya diri dan akhirnya berani mempersiapkan diri dengan lebih matang—hingga akhirnya ia berhasil lolos dan menapaki pelatihan di Thailand. Kini, lagu yang paling sering ia dengarkan adalah Young and Beatiful dari Lana Del Rey.

Menurutnya, lagu tersebut memiliki kesan majestic. Ia terpesona dengan liriknya yang berbicara tentang cinta tanpa syarat, tentang dicintai selamanya dan apa adanya meski waktu terus berjalan, yaitu pada bagian:

Will you still love me when I’m no longer young and beautiful?
Will you still love me when I’ve got nothing but my aching soul?
I know you will, I know you will
I know that you will

Dari beberapa cerita tersebut, kita bisa melihat adanya benang merah yang sama, yaitu lagu adalah teman. Ia hadir di kamar tidur, di jalanan, saat bosan, lelah, bahkan di momen paling menentukan hidup seseorang. Tak peduli genre atau bahasa, lagu punya cara tersendiri untuk masuk ke ruang-ruang hati yang terdalam. Memang tidak bisa dipungkiri, musik mampu membuat kita bangkit, bahagia, jatuh cinta, atau bahkan merasakan patah hati dengan lebih lega dan leluasa.

Di sinilah terlihat jelas bagaimana lagu bekerja dengan cara yang sederhana tapi ampuh. Cukup menekan tombol play, suasana hati bisa langsung berubah drastis. Lagu sendu bisa membuat seseorang larut dalam kenangan lama, sementara nada riang seketika membakar semangat baru.

Musik seakan memiliki kuasa untuk menyentuh sisi terdalam manusia, bahkan ketika kata-kata tak lagi cukup untuk menggambarkan apa yang dirasakan. Pada akhirnya, musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan manusia, bukan hanya sebagai hiburan, tapi juga pengingat bahwa kita tidak pernah benar-benar sendirian. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Wayan Suwini
Editor: Adnyana Ole

Tags: lagumusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Museum Bali: Tetangga Sunyi di Tengah Ramainya Lapangan Puputan di Denpasar

Next Post

Senator di Zaman Media Sosial: Ketika Politik Bali Kehilangan Kedalaman

Ni Wayan Suwini

Ni Wayan Suwini

Lahir 04 Februari 2005. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
Senator di Zaman Media Sosial: Ketika Politik Bali Kehilangan Kedalaman

Senator di Zaman Media Sosial: Ketika Politik Bali Kehilangan Kedalaman

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co