12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Temu Karsa: Hope and Freedom – Bersuara Lewat Buku

Ni Komang Yuliani by Ni Komang Yuliani
September 30, 2025
in Khas
Temu Karsa: Hope and Freedom – Bersuara Lewat Buku

Temu Karsa di Tegal Temu

TEMU Karsa adalah program kolaborasi antara Gama Foto, I Ni Artchive, dan Tegal Temu. Program ini menjadi upaya menggali sekaligus mengarsipkan perjalanan kreatif para pencipta di Bali dalam bentuk talk show yang menghadirkan ruang dialog intim antara kreator dan publik. Harapannya, Temu Karsa dapat menjadi wadah untuk berbagi proses, pengalaman, serta pandangan seorang pencipta, sekaligus mendorong lahirnya kreasi-kreasi baru di Bali.

Edisi perdana Temu Karsa yang digelar Jumat, 5 September 2025 di Tegal Temu Space, Banjar Tegaltamu, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Talk show ini menghadirkan seorang fotografer kelahiran Singaraja, yang dikenal peduli terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan khususnya persoalan Gangguan Jiwa. Pada talk show ini, buku Hope and Freedom karya Rudi  Waisnawa menjadi topik utama diselenggarakannya acara ini. Buku ini berisi kisah-kisah dan foto-foto Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat yang pernah maupun masih mengalami pamasungan di Bali.

Pada malam itu, Rudi begitu sapaan akrabnya, membagikan perjalanan panjangnya sebagai fotografer sekaligus menjadi relawan yang mendampingi ODGJ. Selain membagikan kisah perjalanannya, Rudi juga menghadirkan tiga foto ODGJ yang pernah ia pamerkan selama menjadi relawan. Selain foto, ia juga membawa sepotong kayu yang pernah   digunakan oleh seorang pasien ODGJ dulunya. Pada talk show ini, dihadirkan juga Buku fisik Hope and Freedom karya Rudi Waisnawa.

Rudi Waisnawa (tengah)

Dalam perbincangan, Rudi mengisahkan perjalanan awalnya sebelum terjun mendokumentasikan dan ikut serta menjadi relawan. Setelah ia menyelesaikan Pendidikan di Sekolah Menegah Atas, Rudi mulai terjun ke dunia kerja. Di dalam perjalanannya, Rudi mulai menekuni dunia fotografi yang akhirnya menjadi profesinya, di samping sebagai pekerja film komersial. Rudi juga pernah bekerja di sebuah majalah Internasional yang terbit di Indonesia.

 Di dalam perjalanannya, kemudian ia bertemu dengan seorang wartawan dari Singapura. Teman wartawannya ini memberikan Rudi data ODGJ yang terpasung di Pulau Bali.

Saat menerima data tersebut, Rudi ragu bahwa di Bali masih ada praktek pemasungan yang dikatakan tersebut. Penasaran dengan data itu, Rudi melakukan riset selama kurang lebih lima bulan. Mendapati bahwa data itu benar adanya, rasa marah dan gelisah mendorongnya untuk terjun langsung dan ingin membantu.

Melalui Ibu L K Suryani, seorang  Psikiater dan Founder Suryani Institut For Mental Health (SIMH), Rudi meminta bantuan kepada beliau agar bisa turut terjun dan bertemu dengan para pasien ODGJ yang terpasung di Bali. Upaya untuk melakukan hal itu tidaklah mudah. Niat Rudi sempat ditolak. Lalu Ibu L K Suryani menawarkan Rudi untuk bersedia menjadi relawan di SIMH.

Kasus pertama di mana Rudi ikut serta dalam program itu adalah membantu Kadek Dana, yang berasal dari Klungkung. Kadek Dana menderita gangguan jiwa setelah ia gagal menempuh pendidikan. Pengalaman melihat langsung korban pemasungan membuat hati Rudi semakin tergerak untuk membantu lebih banyak lagi.

Pertunjukan di sela acara Temu Karsa

Pada tahun 2015, Rudi mengikuti sebuah Pameran Internasional  bertajuk Terpasung Di Pulau Surga, yang diikuti oleh 13 Fotografer dari berbagai negara, berlangsung selama 1 bulan di Bentara Budaya Bali. Selanjutnya berturut-turut Rudi mengikuti pameran dengan judul Tears in Paradise di Rafles Hotel Galeri Singapura, Tahun 2016 mengikuti Program Mabesikan Project dari Kedutaan Denmark di Indonesia.

Di Bulan Oktober 2017, Rudi diundang berpameran di acara Konferensi Anti Stigma Dunia di Copenhagen, Tahun 2019 diundang sebagai pembicara di Ubud Writer and Readers Festival (UWRF 2019) berjudul Karma, dan di bulan Februari 2021 Rudi mengikuti Pameran berjudul IMPACT Photo That Matter di Negeri Belanda.  Rudi juga membuat video berjudul Terpasung di Pulau Surga, mengisahkan bagaimana SIMH menemukan dan membantu ODGJ di pelosok-pelosok Bali. Bagi Rudi, fotografi tidak hanya berhenti pada kode etik, diafragma, komposisi atau hal-hal teknik saja, tetapi baginya fotografi adalah sebuah opini, dan argumentasi, bahkan bisa menjadi sarana penyembuhan dan membangun empati.

Menurut Rudi, pertemuan dengan ODGJ bukanlah hal yang mudah. Ia kerap menghadapi ancaman, bahkan pernah mendapat kekerasan dari kerabat pasien. Namun, Rudi menegaskan bahwa “niat baik akan menemukan jalannya”. Ia melihat ODGJ bukan sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai manusia yang memerlukan bantuan dan keluarga yang sudah kehilangan harapan. Pengalaman itu mampu menyadarkan Rudi bahwa dengan pendekatan yang tepat, orang dengan gangguan jiwa bisa pulih.

Kedekatan Rudi dengan para pasien membuatnya memahami lebih jauh tentang dunia kesehatan jiwa. Bahkan, saking sering dan dekatnya Rudi dengan pasien, Rudi sampai mampu mengenali jenis obat yang dikonsumsi pasien hanya lewat obrolannya saja. Bagi Rudi, konsisten, empati, dan menjaga kesehatan mental pribadi adalah kunci agar bisa terus mendampingi mereka.

Sampai saat acara Temu Karsa ini berlangsung, Rudi masih aktif sebagai Relawan SIMH dan tiap bulan mengunjungi ODGJ dan memberikan bantuan kebutuhan pokok dan bantuan pengobatan lewat program Bali Hope and Freedom. Rudi juga menginisiasi gerakan IAM SCHIZOFRIEND. Lewat gerakan ini  Rudi bertekad menjadi teman bagi mereka pengidap gangguan jiwa berat, karena maraknya kasus bunuh diri di Bali. Rudi berprinsip dengan menjadi temannya dan mendengarkan keluhannya memberikan kesempatan untuk membantunya dan percaya hal hal kecil bisa menyelamatkan nyawa.

Cerita yang Rudi bagikan pada malam itu menuai banyak tanggapan dari audiens. Para sahabat yang hadir menyatakan rasa bangga atas keberanian Rudi mengangkat isu sensitif ini.

Saat wabah covid 19 melanda Bali, Rudi menggagas sebuah acara lari, acara lari tersebut diberi nama Hope and Freedom Run For Mental Health, sebuah acara lari menempuh jarak 50KM. Rudi menginisiasi acara tersebut dan terinspirasi menggunakan nama tersebut menjadi  judul buku yang ia release. Tidak asal mengambil nama, Rudi menggunakan nama tersebut karena menurutnya cocok dengan kondisi dari apa yang buku tersebut ceritakan.

Foto bersama

Buku Hope and Freedom diluncurkan pada tahun 2022. Buku Hope and Freedom sudah terjual hampir 1000 buku sampai tahun 2025 baik dalam negeri maupun luar negeri. Hasil dari penjualannya puluhan kali sudah digunakan untuk memberikan bantuan kebutuhan pokok  kepada orang-orang yang kisah dan fotonya ada di setiap lembar buku Hope and Freedom. Melalui karya buku ini, Rudi ingin mengingatkan orang-orang bahwa ODGJ memiliki hak untuk sembuh dan bebas dari pemasungan. Kesembuhan mereka bisa dicapai dengan bantuan orang yang tepat dan metode yang sesuai.

Dengan idealisme dan empatinya, Rudi Waisnawa menunjukkan bahwa fotografi tidak hanya terhenti sebagai karya seni. Ia menjadikannya suara bagi mereka yang terbungkam, sekaligus ajakan bagi generasi muda untuk lebih peduli, mendengar tanpa menghakimi, dan terus menumbuhkan kesadaran tentang kesehatan jiwa.

Kabar terbaru dari buku Hope and Freedom, atas bantuan Charles Van Der Weide, dan Marjan Van Der Kuil, sahabat Rudi Waisnawa dari Belanda, buku ini akan kembali dicetak dalam edisi Bahasa Inggris sebanyak 1000 buku pada akhir tahun 2025. [T]

Penulis: Ni Komang Yuliani
Editor: Adnyana Ole

Tags: BudayaBukuRudi WaisnawaTegal Temu Space
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melalui Tarian, Puitik Tubuh Orang Bali Terbentuk — Begitulah Workshop Latihan Tari Dasar di Festival ke Uma V

Next Post

Pola Konsumsi Gula Pada Lansia

Ni Komang Yuliani

Ni Komang Yuliani

Pelajar SMK yang hobi mendengarkan musik dan membaca novel

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Puasa Sehat Ramadan: Menu Apa yang Sebaiknya Dipilih Saat Sahur dan Berbuka?

Pola Konsumsi Gula Pada Lansia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co