6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Melalui Tarian, Puitik Tubuh Orang Bali Terbentuk — Begitulah Workshop Latihan Tari Dasar di Festival ke Uma V

Son Lomri by Son Lomri
September 30, 2025
in Khas
Melalui Tarian, Puitik Tubuh Orang Bali Terbentuk — Begitulah Workshop Latihan Tari Dasar di Festival ke Uma V

Workshop tari Bali di Festival ke Uma V tahun 2025

SUDAH menjadi akar, tarian melekat pada hidup orang Bali. Tarian tidak bisa dipisahkan dari orang Bali, yang membuat mereka memiliki lekuk tubuh yang puitik. Sejak kecil tubuh itu sudah dibentuk bahkan.

Tubuh terbentuk melalui ritual maupun pementasan saat hiburan rakyat, atau pesta kesenian. Atau saat menyambut tamu kehormatan di acara-acara tertentu. Tarian sudah menjadi satu perjamuan yang penting bagi masyarakat Bali.

Yang kemudian kebiasaan menari itulah menghasilkan gerakan tak terduga di luar pementasan. Misalnya, ketika berjalan atau saat memasak. Atau saat apa saja tubuhnya bergerak, terasa indah dilihat, baik perempuan maupun laki-laki Bali.

Apakah mereka, orang-orang Bali itu, memikirkan blokingan, atau memang itu terjadi begitu saja—sebagaimana bentuk tubuhnya demikian—sudah terpola indah?

“Lekuk tubuh orang Bali dan laku hidupnya, memang sudah begitu. Sebab ia dilatih menari sejak kecil,” kata Nyoman Budarsana, di sela memandu acara workshop latihan dasar tari untuk anak-anak.

Workshop latihan tari dasar untuk anak-anak itu merupakan bagian dari serial acara Festival ke Uma V, di Subak Sidangrapuh, Banjar Ole, Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, Minggu, 28 September 2025.

Dekpa sedang melatih peserta | Foto: tatkala.co/ Son

Para peserta, yang seluruhnya adalah anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar, diajarkan beberapa gerak dasar tarian oleh Nyoman Budarsana dan Ni Kadek Dwipayani

Mulai dari langkah kaki dan jinjit, cara menarik dada, gerak tangan, pinggul, dan naik-rendah tubuh. Yang antara laki-laki dan perempuan, diajarkan masing-masing cara dan bentuknya yang khas.

Peserta perempuan, misalnya, diajarkan teknik ngaed, piles kanan piles kiri, ngumbang, dan nyregseg. Sementara laki-laki, diajarkan teknik ngaed, piles kanan piles kiri, malpal dan nayog.

“Kalau tari Bali memang sudah ada pakemnya. Yang tadi itu adalah dasar-dasar gerakan tariannya,” kata Ni Kadek Dwipayani atau biasa dipanggil Dekpa, penari kontemporer, di sela melatih anak-anak.

Ketika itu, melatih beberapa gerak dasar tadi kepada anak-anak.

Pada tarian Bali, Dekpa menjelaskan ngagem menjadi titik pembeda yang mana bakal membentuk pada lekuk tubuh si penari, hal ini juga berlaku pada berbagai jenis dasar tarian.

Ngagem pada perempuan cenderung lebih halus atau mengutamakan keanggunan—agar terciptanya keindahan ketika bergerak, ya, ekspresi ada pada wajah atau mata selain lekuk tubuh yang khas, dan gerakan yang agak tertutup.

Sementara pada laki-laki, lebih pada gerakan yang tegas, kokoh atau mencitrakan gerakan yang dramatis, juga melalui ekspresi wajah selain lekuk tubuh dan gerakannya yang lebih terbuka.

Tarian Bali, Melatih Otak Bekerja Multitasking

Pada tarian Bali, nyaris semua anggota tubuh itu bergerak. Mulai dari kepala, bagian torso, hingga kaki dan kedipan mata. Yang membuat otak bekerja sepenuhnya.

Nyoman Budarsana sedang melatih anak-anak tarian dasar | Foto: tatkala.co/ Son

Berlatih dasar tari sejak kecil, menghasilkan daya ingat dan fokus yang tinggi pada otak ketika sudah ekspert menguasainya. Hal itu juga—selain membentuk gerak-lekuk tubuh pada si penari nantinya, juga cara berpikir mereka, yang bisa membagi banyak pekerjaan dengan daya-fokus di atas rata-rata.

“Saat menari. Otak ini memikirkan, otak ini menyebarkan ke semua unsur yang ada di tubuh. Tangan gimana geraknya, kaki gimana geraknya, perut gimana, juga mata gimana, dan ekspresi wajah gimana. Itu bekerja, dipikirkan. Bahkan, bisa otomatis berjalan begitu saja di luar pementasan karena sudah terbiasa,”  kata Nyoman Budarsana menjelaskan pentingnya gerak dasar dikuasai.

Sampai di situ, ia juga menjelaskan, bagaimana laku-hidup orang Bali, dalam aktivitasnya, cenderung teatrikal. Karena sudah berdasar gerakannya. Ya, sebagaimana mereka sejak kecil sudah terbentuk.

Masyarakat Bali, memang sejak kecil berurusan dengan tarian. Karena tarian itu terlibat pada urusan ritual agama. Di Pura, terdapat satu istilah ngayah.

Dan para penari perempuan Bali biasanya menarikan tarian untuk Dewa, atau dalam kata lain bersifat spiritual. Dan yang laki-laki melakukan tetabuhan sebagai pengiringnya.

“Yang jelas tarian itu bagian dari persembahan. Selain untuk Dewa, juga untuk diri sendiri,” kata Ni Made Sri Astuti, penari tradisi senior, atau istrinya Nyoman Budarsana.

Ketika menari untuk persembahan spiritual, bayangan tentang kebesaran Tuhan, mengalir pada tarian bebas yang dilakukan di Pura. Tubuh bergerak begitu saja—dengan lentur, mengalir mengikuti alunan musik tetabuhan.

Tarian itu membuat si penarinya, pergi ke dalam diri sendiri atas perenungannya selain persembahan untuk Tuhan. Begitulah kira-kira cerita Ni Made Sri Astuti ketika dirinya ngayah.

Seolah tubuh mengeluarkan hasil rekamannya atas apa yang diserap melalui ingatan, atau sentuhan pada sesuatu. Ya, tubuh selalu responsif atas apa yang diterimanya.

Menyoal pertunjukan seni daerah selain tari lepas, Bali memiliki Arja, Gambuh, dan Drama Gong. Betul-betul kesenian mengalir di pulau ini—selain di nadi orang-orangnya. Loplop. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tags: festivalFestival ke Umaorang balitari bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Einstein dan Tagore: Pertemuan Sains dan Spiritualitas

Next Post

Temu Karsa: Hope and Freedom – Bersuara Lewat Buku

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Temu Karsa: Hope and Freedom – Bersuara Lewat Buku

Temu Karsa: Hope and Freedom – Bersuara Lewat Buku

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co