15 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Melalui Tarian, Puitik Tubuh Orang Bali Terbentuk — Begitulah Workshop Latihan Tari Dasar di Festival ke Uma V

Son Lomri by Son Lomri
September 30, 2025
in Khas
Melalui Tarian, Puitik Tubuh Orang Bali Terbentuk — Begitulah Workshop Latihan Tari Dasar di Festival ke Uma V

Workshop tari Bali di Festival ke Uma V tahun 2025

SUDAH menjadi akar, tarian melekat pada hidup orang Bali. Tarian tidak bisa dipisahkan dari orang Bali, yang membuat mereka memiliki lekuk tubuh yang puitik. Sejak kecil tubuh itu sudah dibentuk bahkan.

Tubuh terbentuk melalui ritual maupun pementasan saat hiburan rakyat, atau pesta kesenian. Atau saat menyambut tamu kehormatan di acara-acara tertentu. Tarian sudah menjadi satu perjamuan yang penting bagi masyarakat Bali.

Yang kemudian kebiasaan menari itulah menghasilkan gerakan tak terduga di luar pementasan. Misalnya, ketika berjalan atau saat memasak. Atau saat apa saja tubuhnya bergerak, terasa indah dilihat, baik perempuan maupun laki-laki Bali.

Apakah mereka, orang-orang Bali itu, memikirkan blokingan, atau memang itu terjadi begitu saja—sebagaimana bentuk tubuhnya demikian—sudah terpola indah?

“Lekuk tubuh orang Bali dan laku hidupnya, memang sudah begitu. Sebab ia dilatih menari sejak kecil,” kata Nyoman Budarsana, di sela memandu acara workshop latihan dasar tari untuk anak-anak.

Workshop latihan tari dasar untuk anak-anak itu merupakan bagian dari serial acara Festival ke Uma V, di Subak Sidangrapuh, Banjar Ole, Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, Minggu, 28 September 2025.

Dekpa sedang melatih peserta | Foto: tatkala.co/ Son

Para peserta, yang seluruhnya adalah anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar, diajarkan beberapa gerak dasar tarian oleh Nyoman Budarsana dan Ni Kadek Dwipayani

Mulai dari langkah kaki dan jinjit, cara menarik dada, gerak tangan, pinggul, dan naik-rendah tubuh. Yang antara laki-laki dan perempuan, diajarkan masing-masing cara dan bentuknya yang khas.

Peserta perempuan, misalnya, diajarkan teknik ngaed, piles kanan piles kiri, ngumbang, dan nyregseg. Sementara laki-laki, diajarkan teknik ngaed, piles kanan piles kiri, malpal dan nayog.

“Kalau tari Bali memang sudah ada pakemnya. Yang tadi itu adalah dasar-dasar gerakan tariannya,” kata Ni Kadek Dwipayani atau biasa dipanggil Dekpa, penari kontemporer, di sela melatih anak-anak.

Ketika itu, melatih beberapa gerak dasar tadi kepada anak-anak.

Pada tarian Bali, Dekpa menjelaskan ngagem menjadi titik pembeda yang mana bakal membentuk pada lekuk tubuh si penari, hal ini juga berlaku pada berbagai jenis dasar tarian.

Ngagem pada perempuan cenderung lebih halus atau mengutamakan keanggunan—agar terciptanya keindahan ketika bergerak, ya, ekspresi ada pada wajah atau mata selain lekuk tubuh yang khas, dan gerakan yang agak tertutup.

Sementara pada laki-laki, lebih pada gerakan yang tegas, kokoh atau mencitrakan gerakan yang dramatis, juga melalui ekspresi wajah selain lekuk tubuh dan gerakannya yang lebih terbuka.

Tarian Bali, Melatih Otak Bekerja Multitasking

Pada tarian Bali, nyaris semua anggota tubuh itu bergerak. Mulai dari kepala, bagian torso, hingga kaki dan kedipan mata. Yang membuat otak bekerja sepenuhnya.

Nyoman Budarsana sedang melatih anak-anak tarian dasar | Foto: tatkala.co/ Son

Berlatih dasar tari sejak kecil, menghasilkan daya ingat dan fokus yang tinggi pada otak ketika sudah ekspert menguasainya. Hal itu juga—selain membentuk gerak-lekuk tubuh pada si penari nantinya, juga cara berpikir mereka, yang bisa membagi banyak pekerjaan dengan daya-fokus di atas rata-rata.

“Saat menari. Otak ini memikirkan, otak ini menyebarkan ke semua unsur yang ada di tubuh. Tangan gimana geraknya, kaki gimana geraknya, perut gimana, juga mata gimana, dan ekspresi wajah gimana. Itu bekerja, dipikirkan. Bahkan, bisa otomatis berjalan begitu saja di luar pementasan karena sudah terbiasa,”  kata Nyoman Budarsana menjelaskan pentingnya gerak dasar dikuasai.

Sampai di situ, ia juga menjelaskan, bagaimana laku-hidup orang Bali, dalam aktivitasnya, cenderung teatrikal. Karena sudah berdasar gerakannya. Ya, sebagaimana mereka sejak kecil sudah terbentuk.

Masyarakat Bali, memang sejak kecil berurusan dengan tarian. Karena tarian itu terlibat pada urusan ritual agama. Di Pura, terdapat satu istilah ngayah.

Dan para penari perempuan Bali biasanya menarikan tarian untuk Dewa, atau dalam kata lain bersifat spiritual. Dan yang laki-laki melakukan tetabuhan sebagai pengiringnya.

“Yang jelas tarian itu bagian dari persembahan. Selain untuk Dewa, juga untuk diri sendiri,” kata Ni Made Sri Astuti, penari tradisi senior, atau istrinya Nyoman Budarsana.

Ketika menari untuk persembahan spiritual, bayangan tentang kebesaran Tuhan, mengalir pada tarian bebas yang dilakukan di Pura. Tubuh bergerak begitu saja—dengan lentur, mengalir mengikuti alunan musik tetabuhan.

Tarian itu membuat si penarinya, pergi ke dalam diri sendiri atas perenungannya selain persembahan untuk Tuhan. Begitulah kira-kira cerita Ni Made Sri Astuti ketika dirinya ngayah.

Seolah tubuh mengeluarkan hasil rekamannya atas apa yang diserap melalui ingatan, atau sentuhan pada sesuatu. Ya, tubuh selalu responsif atas apa yang diterimanya.

Menyoal pertunjukan seni daerah selain tari lepas, Bali memiliki Arja, Gambuh, dan Drama Gong. Betul-betul kesenian mengalir di pulau ini—selain di nadi orang-orangnya. Loplop. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tags: festivalFestival ke Umaorang balitari bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Einstein dan Tagore: Pertemuan Sains dan Spiritualitas

Next Post

Temu Karsa: Hope and Freedom – Bersuara Lewat Buku

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails
Next Post
Temu Karsa: Hope and Freedom – Bersuara Lewat Buku

Temu Karsa: Hope and Freedom – Bersuara Lewat Buku

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026
Panggung

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
Suka-Duka di Rumah Sakit
Esai

Suka-Duka di Rumah Sakit

BEBERAPA minggu lalu, saya mengaitkan rumah sakit dengan konsep dukkha. Dalam Buddhisme, dukkha sering diterjemahkan sebagai penderitaan, tetapi maknanya jauh...

by Angga Wijaya
September 15, 2026
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co