3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pesona Manggarai Barat, Tak Hanya Komodo, Ada Juga Tarian Khas dan Keindahan Air Terjun

Maria Frangela Suriti Sangu by Maria Frangela Suriti Sangu
September 26, 2025
in Khas
Pesona Manggarai Barat, Tak Hanya Komodo, Ada Juga Tarian Khas dan Keindahan Air Terjun

Pulau Padar

MENTARI pagi menyapa perlahan dari ufuk timur, membiaskan sinarnya ke permukaan laut yang jernih di perairan Manggarai Barat. Airnya berkilau bagai permata, sementara pulau-pulau kecil tampak berbaris, seolah menjadi gerbang menuju surga tersembunyi di Nusa Tenggara Timur. Inilah Manggarai Barat, sebuah kabupaten di ujung barat Pulau Flores, yang kini dikenal sebagai rumah bagi keindahan alam, budaya, dan keramahan penduduknya.

Pulau demi pulau di kawasan ini menawarkan pesona yang berbeda-beda. Pulau Bidadari sering dijuluki sebagai mutiara kecil di dekat Labuan Bajo. Dengan pasir putihnya yang lembut dan air laut sebening kristal, pulau ini menjadi favorit wisatawan untuk snorkeling maupun sekadar berjemur menikmati ketenangan.

Gan, seorang wisatawan yang pernah berkunjung di pulau ini, berharap Pulau Bidadari tetap menjadi destinasi populer dengan pelayanan yang terus ditingkatkan.

“Pesan saya, jaga kebersihan, kelestarian, serta hormati budaya yang ada. Keselamatan itu lebih penting dari apa pun,” ujar Gan.

Menurut Gan, kelebihan pulau ini adalah keindahan alam luar biasa dan fasilitas cukup lengkap, meski harga paket wisata terbilang mahal. “Namun sepadan dengan kepuasan yang didapat. See you next time, Angel Island,” tambahnya.

Tak jauh dari sana, berdiri gagah Pulau Komodo, rumah bagi reptil purba yang hanya bisa ditemui di wilayah ini.

Komodo yang tak asing di Pulau Komodo | Foto: Elsa

Elsa, wisatawan yang sekaligus pernah magang sebagai tour guide di pulau ini, menaruh harapan besar agar satwa kunci seperti komodo dan burung kakatua jambul kuning tetap lestari.

“Pulau Komodo harus tetap alami tanpa ada perubahan karena ulah manusia,” katanya.

Ia juga berpesan agar wisatawan mengikuti arahan ranger, menjaga kebersihan, dan tidak membuang sampah sembarangan. Bagi Elsa, tantangan utama menuju Pulau Komodo adalah jarak yang jauh serta risiko badai dan arus bawah laut. Meski demikian, keunikan alam dan keramahan masyarakat membuat pengalaman berkunjung tak terlupakan.

Elsa berpose di Pulau Komodo | Foto: Elsa

Selain Pulau Komodo, ada pula Pulau Rinca yang tak kalah menawan. Yovita, pengunjung Pulau Rinca asal Lembor, berharap destinasi ini terus menjadi unggulan Manggarai Barat.

“Wisatawan harus menjaga kebersihan dan ketenangan, karena komodo adalah spesies agresif. Itu penting untuk keselamatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, fasilitas di Pulau Rinca sudah cukup lengkap, mulai dari toilet hingga listrik, dengan pelayanan ranger yang ramah. Kekurangannya, kadang terjadi miskomunikasi antara ranger dan wisatawan, serta jalur trekking yang riskan. Namun, kelebihannya adalah kesempatan melihat komodo dan hewan liar lain secara langsung.

Perjalanan dilanjutkan ke Pulau Padar, ikon wisata Manggarai Barat dengan lanskap bukit hijau yang melingkar memeluk tiga teluk berpasir berbeda warna. Dari puncaknya, panorama laut Flores terhampar megah.

“Mendaki ke puncak memang melelahkan, tapi begitu sampai di atas, semua rasa capek hilang. Rasanya seperti berdiri di atas lukisan alam,” kata Maria, wisatawan asal Spanyol, sebagimana dikutip Gan saat bertemu wisatawan itu di Bali.

Pulau Padar | Foto: Andi Wijaya

Sementara itu, Andhy Wijaya, seorang tour guide lokal, menegaskan pentingnya menjaga Pulau Padar tetap natural.

“Tidak perlu ada pembangunan kafe atau bale. Pulau ini sudah alami, masih ada pohon untuk berteduh,” ujarnya.

Menurutnya, perjalanan menuju Padar penuh tantangan karena arus kuat dan gelombang tinggi. Kekurangannya adalah toilet yang kurang bersih, tetapi kelebihannya pulau ini sangat terjaga kebersihannya.

Bagi yang ingin suasana santai tanpa harus jauh, Pulau Kelor bisa jadi pilihan. Pulau kecil ini menawarkan trekking singkat dengan pemandangan menawan.

Via, yang sempat magang di kawasan ini, berharap dermaga Pulau Kelor segera diperbaiki agar wisatawan lebih mudah turun dari boat. Ia juga mengingatkan wisatawan untuk berhati-hati saat trekking karena jalurnya cukup ekstrem.

“Perjalanan menuju Kelor memang penuh tantangan, harus melewati ombak dan jarak lumayan jauh. Tapi kelebihannya ada suvenir, makanan, dan minuman yang bisa dibeli di sini,” jelasnya.

Tak hanya panorama, budaya masyarakat Manggarai Barat juga memperkaya pengalaman berkunjung. Tradisi Caci, tarian perang khas Manggarai, rumah adat berbentuk kerucut, hingga permainan Ranku Alu menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan, temuan fosil manusia purba di Gua Liang Bua memberi nilai arkeologis yang membuat Manggarai kian istimewa.

Andi Wijaya di Pulau Padar

Bagi pencinta laut, perairan Manggarai Barat adalah surga bawah laut. Spot-spot seperti Manta Point dan Batu Bolong menyimpan kehidupan laut menakjubkan dari terumbu karang berwarna-warni hingga ikan tropis, penyu, dan pari manta.

“Sekali menyelam di sini, rasanya ingin kembali lagi dan lagi. Kehidupan bawah lautnya masih sangat alami,” kata Daniel, seorang bule asal Spanyol yang sudah lama menetap di Labuan Bajo

Namun, keindahan ini juga membawa tanggung jawab. Dengan semakin meningkatnya arus kunjungan, wisatawan dituntut menjaga kebersihan laut, mengurangi sampah plastik, dan menghormati ekosistem. Harapan para narasumber senada: Manggarai Barat harus tetap alami, lestari, dan nyaman bagi siapa pun yang datang.

Saat senja tiba, matahari perlahan tenggelam di balik lautan, mewarnai langit dengan jingga dan ungu yang indah. Pulau-pulau tampak seperti siluet yang tenang, menjadi saksi bisu betapa Manggarai Barat adalah anugerah tak ternilai bagi Indonesia. Lebih dari sekadar destinasi wisata, ia adalah surga tersembunyi yang terus memanggil siapa pun untuk datang, melihat, dan jatuh cinta.

Selain pulau-pulau eksotis, Manggarai Barat juga menyimpan surga tersembunyi yang belum banyak diketahui wisatawan. Salah satunya adalah Air Terjun Sunsa Cureng, yang berada di Kampung Pata.

Air terjun ini menyuguhkan panorama yang memukau dengan debit air yang deras, udara sejuk, serta suasana alami yang masih asri. Suara gemericik air berpadu dengan hijaunya pepohonan, menciptakan harmoni alam yang membuat siapa pun merasa damai dan betah berlama-lama.

Nita Suriani, warga lokal, mengungkapkan harapannya agar keindahan Sunsa Cureng tetap lestari.

“Saya harap tempat wisata ini tetap terjaga keasrian dan kebersihannya agar bisa dinikmati tidak hanya oleh generasi sekarang, tapi juga oleh generasi berikutnya. Dari sini warga bisa mendapat banyak manfaat positif, terutama untuk meningkatkan sumber daya manusia. Semoga air terjun ini ke depannya tidak hanya dikenal oleh wisatawan lokal, tapi juga mancanegara,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar pengunjung menjaga fasilitas, menghormati adat istiadat, dan tidak merusak lingkungan sekitar.

Menurut Nita, yang membuat wisata Manggarai berbeda dengan daerah lain adalah perpaduan alam dan budaya.

Air terjun Sunsa Cureng

“Selain keindahan alamnya, budaya lokal seperti tradisi Caci, rumah adat Mbaru Niang, dan keramahan masyarakatnya adalah daya tarik yang unik. Masyarakat Manggarai juga punya rasa persaudaraan dan kepedulian yang tinggi, sehingga wisatawan merasa betah,” tambahnya.

Meski akses jalan menuju Sunsa Cureng masih penuh tantangan karena letaknya di pedalaman, ia menilai perjalanan itu justru menghadirkan pengalaman tersendiri bagi wisatawan.

Senada dengan Nita, Ardy pemuda desa setempat berharap kaum muda lebih kompak menjaga dan melestarikan air terjun.

“Supaya tempat ini bisa memikat lebih banyak pengunjung, dan wisatawan pun diharapkan menaati peraturan yang ada,” jelasnya.

Ardy menambahkan, panorama alam di Manggarai sudah tidak perlu diragukan lagi.

“Air terjun ini punya spot foto yang indah sekali, meski akses jalannya memang masih kurang memadai dan harus hati-hati karena cukup ekstrem, melewati sungai dan bebatuan,” katanya.

Dengan segala kelebihan dan tantangannya, Sunsa Cureng adalah contoh nyata bahwa Manggarai Barat tak hanya soal laut dan pulau, tetapi juga menyimpan pesona pegunungan dan air terjun yang mampu memikat hati siapa pun yang berkunjung. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Maria Frangela Suriti Sangu
Editor: Adnyana Ole

Tags: ManggaraiManggarai BaratNTTPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nasionalisme dalam Pusaran Globalisasi dan Post-Truth

Next Post

Heboh Seni Rupa “Aèng-Aèng”

Maria Frangela Suriti Sangu

Maria Frangela Suriti Sangu

Lahir di Semang, NTT, tahun 2001. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Heboh Seni Rupa “Aèng-Aèng”

Heboh Seni Rupa “Aèng-Aèng”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co