24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

NCT DREAM “Rainbow”: Warna-Warna Persahabatan dalam Lirik yang Hangat

Ni Komang Sariasih by Ni Komang Sariasih
September 25, 2025
in Ulas Musik
NCT DREAM “Rainbow”: Warna-Warna Persahabatan dalam Lirik yang Hangat

NCT Dream

TUMBUH bersama sejak usia yang begitu muda. NCT Dream, seluruh member berasal dari SM Rookies—program pra-debut SM Entertainment yang memperkenalkan calon idol. Mereka masuk ke SM pada usia di mana seharusnya mereka fokus sekolah. Jisung misalnya, ia trainee sejak umur 11 tahun. Sejak trainee, mereka sering tampil di acara SM Rookies Show (2015–2016), membangun chemistry yang kuat. Dari anak-anak trainee SM, debut sebagai “grup remaja”, sampai sekarang sudah dewasa. Banyak boy group lain yang sempat ganti formasi atau jarang bersama, tapi NCT Dream justru semakin solid seiring waktu.

NCT Dream merupakan sub-unit ketiga dari NCT. Mereka debut pada tanggal 25 Agustus 2016 dengan single “Chewing Gum”. Mereka menjadi boy group yang paling legendaris karena hal paling ikonik saat debut stage mereka, yaitu menari menggunakan hoverboard yang mana risikonya cukup tinggi. Boy group ini beranggotakan tujuh orang, diantaranya Mark Lee, Huang Renjun, Lee Jeno, Lee Haechan, Na Jaemin, Zhong Chenle, dan Park Jisung.

Uniknya ketika Mark Lee sebagai pemimpin grup, sedang sibuk di unit grup lain maka anggota yang bernama Lee Jeno akan memimpin grup sementara, ia biasa disebut Captain oleh Dreamzen (sebutan untuk penggemar NCT Dream).

Menariknya lagi, banyak penggemar mengatakan ketika Dreamies diasuh oleh Jeno maka konsep lagu dan video musik mereka dominan dark vibe, nuansa yang berani dan ketika Mark tidak ada jadwal di unit grup lain maka konsep video musik dan lagu mereka akan penuh warna. Tepat pada tanggal 10 Mei 2021 NCT Dream merilis album studio pertamanya, yaitu Hot Sauce.

Era Hot Sauce ini ditandai dengan perilisan pertama NCT Dream dengan formasi tujuh orang anggota setelah kembalinya Mark dari penghapusan sistem graduation yang berdasar pada usia, diterapkan dalam grup. Album ini menjadi salah satu album K-Pop terbaik dalam 15 daftar album K-Pop terbaik tahun 2021.

Jumlah lagu pada album ini adalah 10 lagu, diantaranya ada “Hot Sauce” menjadi title track, disusul “Diggity,” “Dive into You,” “My Youth,” “Rocket,” “Countdown (3,2,1),” “ANL,” “Irreplaceable,” “Be There for You,” dan “Rainbow.” “Rainbow” menjadi lagu penutup dalam album pertama NCT Dream, lagu pop yang lambat dan menyentuh hati dengan sedikit penekanan pada genre R&B. Mark, Jeno, Jaemin, dan Jisung juga berpartisipasi dalam penulisan liriknya.

Mengupas lirik lagu ‘Rainbow’

[Verse 1: Chenle, Haechan]

Chagawotdeon biga gaein (Hujan dingin telah berhenti)

Pureun haneul jeo kkeute geollin (Bergantung di ujung langit biru)

Yunanhi deo seonmyeonghan mujigae bicheul bwa (Aku melihat cahaya pelangi yang lebih jelas dari biasanya)

Meomchwo itdeon sigandeul sai (Di antara waktu-waktu yang telah berhenti)

Donggeurake unneun ilgop bit (Tujuh cahaya yang tersenyum bundar)

Nae mamsoge kkoja dun (Diletakkan di hatiku)

Chaekgalpi gata nan (Seperti pembatas buku)

Pada bait pertama mengungkapkan masa sulit seluruh anggota NCT Dream yang sudah lewat. Setelah badai, muncul harapan baru yang diibaratkan sebagai pelangi. Rangkaian kata “Chagawotdeon biga gaein” (Hujan dingin telah berhenti) ini menyampaikan bahwa usai melewati masa-masa sulit. Pada frasa “Yunanhi deo seonmyeonghan mujigae bicheul bwa” (Aku melihat cahaya pelangi yang lebih jelas dari biasanya) digambarkan munculnya kembali kebahagiaan dan keindahan.

Lirik ini juga menjadi perumpamaan yang indah tentang persahabatan dan kenangan. Pelangi bukan hanya sekadar fenomena alam, tapi juga simbol dari kebahagiaan dan harapan yang muncul setelah badai.

Kehadiran ketujuh anggota NCT Dream menjadi momen-momen berharga yang “membatasi” waktu yang terhenti, seperti pembatas buku yang disimpan di dalam hati, dengan membandingkan diri mereka seperti pembatas buku, para anggota NCT Dream ingin menunjukkan bahwa kehadiran mereka di antara momen-momen yang “terhenti” akan selalu menjadi kenangan manis yang tersimpan di dalam hati para penggemar.

Makna dari bait pertama juga berkaitan dengan Chenle yang sejak kecil merantau dari Tiongkok, ia melewati kerinduan dan perjuangan, kini melihat hasilnya lewat mimpi yang terwujud dan Haechan sering menjadi penyemangat grup; di balik suaranya yang hangat, ia melambangkan “pelangi,” memberi warna ke semua member.

[Pre-Chorus: Renjun]

Yeogiseo tto eodiro gaya halji moreudeon (Dari sini aku tak tahu lagi ke arah mana harus melangkah)

Biwodun nae huin yeobaek wiro (Di atas lembar putih kosong yang dulu sempat kutinggalkan)

Neon useumyeo son heundeureo (Kau tersenyum sambil melambaikan tanganmu)

Pada bait ini berusaha menjelaskan kebingungan dan tak punya arah namun di sisi lain ada teman yang menjadi tempat untuk bersandar sejenak. Bait ini dinyanyikan oleh Renjun, pernah mengalami keraguan sebagai trainee asing, tapi kehadiran teman satu tim jadi alasan ia tetap  bertahan dan debut bersama NCT Dream.

[Chorus: All]

Sum gappatdeon oneurui kkeute, hamkkein seoroe gidae (Di akhir hari yang melelahkan ini, kita bersandar pada satu sama lain)

 Urin nuneul gamgo pyeonhi jami deulgo (Kita menutup mata dan tertidur dengan nyenyak)

Dasi kkumeul kkugo sueopsi dasi sijakdoel (Dan kembali bermimpi)

Jogeumeun natseon naeildo (Meskipun hari esok terasa asing dan terulang tanpa henti)

Gwaenchaneul geot gata nunbusil geot gata (Rasanya tidak masalah dan begitu memesona)

Neowa nae mameul ieojuneun Rainbow (Karena pelangi yang menghubungkan hatiku dengan hatimu)

Bait yang dinyanyikan oleh seluruh anggota ini menggambarkan pada akhir hari yang melelahkan, kita bisa bersandar satu sama lain, menutup mata, bermimpi lagi, dan esok yang asing akan terasa lebih baik. Pelangi di sini jadi simbol hubungan mereka—saling terhubung, saling menguatkan, dan bersama merajut mimpi. Chorus ini mewakili kesatuan NCT Dream. Walaupun mereka sempat hampir dipisahkan karena sistem “graduation”, justru semakin kompak.

[Verse 2: Mark, Jeno, Jaemin, Jisung]

Gamjeonge jeojeoseo, maeumsok du gureum saie kkin, neoui misoreul daleun rainbowreul tteoollyeo (Saat emosi membanjiri, dan terjebak di antara dua awan dalam hati, ku membayangkan pelangi yang menyerupai senyummu)

Ilgop gaji saekdeurui, geuttaeui geu moseup geudaero, hangsang geuraetdeut seoro sonjapgo ttwieo (Tujuh warna, dalam wujud mereka di masa itu, kita berlari berpegangan tangan seperti biasa)

Jigeum idaero, jeongsineopsi dallyeowa gire kkeute bichwojin, areumdaun moseupdeul gieokal su itge (Tepat seperti sekarang, yang bersinar di ujung jalan setelah berlari tanpa henti, agar kita dapat mengingat momen-momen indah)

Chaekgalpireul noa (Aku meletakkan pembatas buku)

Yeah nuga mworaedo sanggwaneopsi, gieongnaneun daero oechyeo da (Ya, apa pun yang orang lain katakan, itu tidak penting, aku akan meneriakkannya sesuai ingatanku)

Looking like a blur but, geuraedo fine geuttaecheoreom gieokdwaejugil (Terlihat seperti kabur, namun, aku harap itu tetap baik-baik saja dan dikenang seperti saat itu)

[Pre-Chorus: Haechan]

Jinaon nae moseubi, heurithaejin eoneu nal (Di suatu hari saat diriku yang telah berlalu menjadi tidak jelas)

Mundeuk maju bon ne moseube, tto hanaui naega isseo (Tiba-tiba, saat aku menatap dirimu, ada lagi diriku yang lain)

Bait yang dinyanyikan oleh Mark, Jeno, Jaemin, serta Jisung dan juga bait yang dinyanyikan Haechan ini menyampaikan emosi yang menumpuk, senyummu mengingatkanku pada pelangi—selalu berlari bersama seakan tanpa henti. Bermakna kenangan masa remaja yang penuh warna, tawa, dan kebersamaan. Para member melihat cerminan dirinya pada yang lain. Mark sempat keluar karena aturan umur, tapi kembali lagi, di mana bait ini menegaskan arti pentingnya kebersamaan.

NCT Dream

Jeno menjadi sosok stabil yang selalu ‘lari’ bersama anggota, jadi pengikat. Jaemin terkenal dengan senyum cerahnya, cocok dengan lirik tentang “senyum seindah pelangi”. Kemudian ada Jisung si maknae (sebutan untuk anggota termuda dalam sebuah grup) yang tumbuh besar di depan mata member lain, kenangan masa kecilnya jadi bagian penting “halaman buku” mereka. Haechan yang sering menyatukan perbedaan tiap anggota; tanpa sadar, mereka semua membentuk identitas satu sama lain.

[Post-Chorus: All]

Hamkke kkwo on kkumdeureun tto nugungaui kkumi dwaegago (Mimpi-mimpi yang kita wujudkan bersama, kini juga menjadi impian orang lain)

Urin gateun kkumsogeuro (Kita akan masuk ke dalam mimpi yang sama)

Maksud dari bait tersebut adalah mimpi yang mereka rajut bersama jadi mimpi orang lain juga, mereka berada di dalam mimpi yang sama. Maknanya, yaitu impian NCT Dream tidak hanya milik mereka, tapi juga Dreamzens. Bait tersebut juga berkaitan dengan member, semua perjalanan mereka sudah menjadi inspirasi bagi banyak orang.

[Bridge: Chenle, Renjun]

I kkum ane dasi saeropge sijakdoel iyagi (Di dalam mimpi ini, sebuah kisah baru akan dimulai lagi)

Kkeuteopsi seolleineun page cheot munjange damgil neon (Halaman yang terus-menerus mendebarkan dan dirimu yang terukir di kalimat pertama)

[Pre-Chorus: Haechan]

Naui gajang binnaneun kkum (Adalah impianku yang paling bersinar)

Secara keseluruhan bait yang dinyanyikan oleh Chenle, Renjun, dan Haechan mengajak untuk melihat ke depan dengan optimisme; mereka membuka bab baru bersama. Chenle melambangkan mimpi baru yang tak terbatas, Renjun sering puitis dalam pandangan hidup, cocok dengan nuansa “halaman pertama cerita baru.”

[Chorus: All, Renjun, Haechan]

Hamkke mandeul chueokdeul soge (Neoui kkumi doego sipdeon) Ttaseuhi soneul jabeun chae (Cheoeum moseup geudaero) (Di antara kenangan yang kita ciptakan, (Aku yang ingin menjadi impianmu), dengan tangan yang menggenggam hangat, (tetap seperti saat pertama kali)

Gateun gireul geotgo Gateun useum jitgo (I kkumsoge fallin’ fallin’ fallin’) Gateun kkumeul kkugo (kita berjalan di jalan yang sama, tersenyum bersama, (terjatuh, terjatuh, terjatuh dalam mimpi ini), dan memimpikan mimpi yang sama)

“Kenangan yang kita ciptakan bersama, menggenggam tangan hangat, berjalan dan tertawa di jalan yang sama…” Dalam bait ini berfokus pada kenangan bukan sekadar masa lalu, tapi fondasi untuk melangkah ke depan. Seluruh anggota NCT Dream—menegaskan persahabatan mereka sebagai kekuatan utama.

[Post-Chorus: All, Mark, Renjun]

Hamkke kkwo on kkumdeureun tto nugungaui kkumi dwaegago (Mimpi-mimpi yang kita wujudkan bersama kini kini menjadi inspirasi bagi orang lain)

Urin gateun kkumsogeuro deo seonmyeonghage tteooreuneun Rainbow (Kita terus melangkah ke dalam dunia impian yang sama pelangi pun muncul lebih terang)

“Pelangi yang semakin terang…,” yang bermakna bukan hanya sekadar fase remaja, tapi masa depan mereka bersama akan lebih bersinar. Mark dan Renjun mewakili keseimbangan: Mark sebagai leader yang menuntun, Renjun sebagai penguat emosi. Jadi bait ini menggambarkan bahwa mimpi NCT Dream bukan lagi sekadar milik tujuh anak remaja, tapi sudah jadi milik ribuan penggemar. Bahkan karena mereka menyatu, “pelangi” (kebersamaan dan persahabatan mereka) terlihat semakin terang.

Musik dan Aransemen ‘Rainbow’ – NCT DREAM

Intro lagu bernuansa ringan dan lembut. Instrumen sintetis berlapis berpadu dengan suara string elektronik tipis, memberi kesan “udara setelah hujan reda.” Tempo yang pelan ini menciptakan ruang kosong, seolah mengajak pendengar bersiap masuk ke suasana reflektif. Dinamika yang naik turun ini sejalan dengan lirik yang bercerita tentang badai lalu muncul pelangi.

Bagian paling kuat dari aransemennya ‘Rainbow’ ada pada harmoni vokal para member. Nada tinggi Renjun dan Haechan memberi warna terang. Suara tengah Jaemin dan Jeno menjaga kestabilan. Mark lewat rap bernuansa lembut memberi transisi, bukan sebagai kontras, melainkan jembatan. Chenle dan Jisung menutup dengan karakter vokal unik mereka yang melengkapi harmoni. Lagu ini dibangun untuk menjadi “simbol kebersamaan” melalui musik, bukan untuk menjadi anthem panggung yang bombastis.

NCT Dream

Dari lagu “Rainbow” bisa dilihat bagaimana tulusnya persahabatan mereka yang terlihat nyata walaupun terkadang candaan mereka terlalu berlebihan tapi mereka begitu realistis, tahu situasi, bersikap dewasa dan bijaksana. NCT Dream membuat Dreamzens begitu ingin memiliki sahabat seperti mereka. Lagu ini sangat cocok untuk seseorang yang sedang terjebak dalam kegelapan, terjebak dalam lelah.

Pada akhirnya, “Rainbow” bukan hanya lagu penutup album Hot Sauce, tetapi juga cerminan perjalanan tujuh anak yang tumbuh bersama hingga menjadi dewasa. Lagu ini adalah janji bahwa apa pun badai yang mereka hadapi, selalu ada pelangi yang menanti di ujung rintangan. Melalui “Rainbow”, NCT Dream tidak hanya menceritakan kisah mereka, tapi juga mengajak pendengar untuk percaya bahwa persahabatan dan kebersamaan bisa menjadi cahaya setelah masa sulit. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Komang Sariasih
Editor: Adnyana Ole

Tags: K-Poplagumusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengejar Bayangan Kebahagiaan

Next Post

Resiliensi Akademik: Seni Bertahan dan Berkembang di Tengah Tekanan Kuliah

Ni Komang Sariasih

Ni Komang Sariasih

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali

Related Posts

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
0
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

Read moreDetails

’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi

by Ahmad Sihabudin
June 21, 2026
0
’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi

LAGU “A Salty Dog” oleh Procol Harum (1969), dengan lirik karya Keith Reid, adalah elegi tentang pelayaran terakhir, tentang manusia...

Read moreDetails

‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan

by Ahmad Sihabudin
June 13, 2026
0
‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan

MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang...

Read moreDetails

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
0
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

Read moreDetails

Eksplorasi Tradisi dan Kegelisahan Urban —Catatan Forum Bukan Musik Biasa #111

by Wahyu Thoyyib Pambayun
May 25, 2026
0
Eksplorasi Tradisi dan Kegelisahan Urban —Catatan Forum Bukan Musik Biasa #111

FORUM Bukan Musik Biasa (BMB) #111 dilaksanakan Rabu, 20 Mei 2026 di Pendapa Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT)...

Read moreDetails

Hermeneutika ’The Park’ Karya Uriah Heep dalam Lanskap Budaya Nusantara

by Ahmad Sihabudin
May 22, 2026
0
Hermeneutika ’The Park’ Karya Uriah Heep dalam Lanskap Budaya Nusantara

LAGU “The Park” dari album Salisbury karya Uriah Heep sering dipahami sebagai balada progresif yang kontemplatif dan melankolis. Dengan vokal...

Read moreDetails

Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana

by Ida Ayu Made Dwi Antari
May 20, 2026
0
Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana

Citta-Vrittis dan Fenomena 'Sending' Dalam Psikologi Kognitif dan Filosofi Hindu, gejolak pikiran yang tak menentu disebut sebagai Citta-Vrittis. Fenomena sending...

Read moreDetails

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
0
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

Read moreDetails

’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan

by Ahmad Sihabudin
May 1, 2026
0
’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan

FENOMENA viralnya lagu “Siti Mawarni Ya Incek” tidak bisa dibaca sekadar lagu hiburan digital yang lewat begitu saja. Ia adalah...

Read moreDetails

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
0
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

Read moreDetails
Next Post
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Resiliensi Akademik: Seni Bertahan dan Berkembang di Tengah Tekanan Kuliah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co