24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

NCT DREAM “Rainbow”: Warna-Warna Persahabatan dalam Lirik yang Hangat

Ni Komang Sariasih by Ni Komang Sariasih
September 25, 2025
in Ulas Musik
NCT DREAM “Rainbow”: Warna-Warna Persahabatan dalam Lirik yang Hangat

NCT Dream

TUMBUH bersama sejak usia yang begitu muda. NCT Dream, seluruh member berasal dari SM Rookies—program pra-debut SM Entertainment yang memperkenalkan calon idol. Mereka masuk ke SM pada usia di mana seharusnya mereka fokus sekolah. Jisung misalnya, ia trainee sejak umur 11 tahun. Sejak trainee, mereka sering tampil di acara SM Rookies Show (2015–2016), membangun chemistry yang kuat. Dari anak-anak trainee SM, debut sebagai “grup remaja”, sampai sekarang sudah dewasa. Banyak boy group lain yang sempat ganti formasi atau jarang bersama, tapi NCT Dream justru semakin solid seiring waktu.

NCT Dream merupakan sub-unit ketiga dari NCT. Mereka debut pada tanggal 25 Agustus 2016 dengan single “Chewing Gum”. Mereka menjadi boy group yang paling legendaris karena hal paling ikonik saat debut stage mereka, yaitu menari menggunakan hoverboard yang mana risikonya cukup tinggi. Boy group ini beranggotakan tujuh orang, diantaranya Mark Lee, Huang Renjun, Lee Jeno, Lee Haechan, Na Jaemin, Zhong Chenle, dan Park Jisung.

Uniknya ketika Mark Lee sebagai pemimpin grup, sedang sibuk di unit grup lain maka anggota yang bernama Lee Jeno akan memimpin grup sementara, ia biasa disebut Captain oleh Dreamzen (sebutan untuk penggemar NCT Dream).

Menariknya lagi, banyak penggemar mengatakan ketika Dreamies diasuh oleh Jeno maka konsep lagu dan video musik mereka dominan dark vibe, nuansa yang berani dan ketika Mark tidak ada jadwal di unit grup lain maka konsep video musik dan lagu mereka akan penuh warna. Tepat pada tanggal 10 Mei 2021 NCT Dream merilis album studio pertamanya, yaitu Hot Sauce.

Era Hot Sauce ini ditandai dengan perilisan pertama NCT Dream dengan formasi tujuh orang anggota setelah kembalinya Mark dari penghapusan sistem graduation yang berdasar pada usia, diterapkan dalam grup. Album ini menjadi salah satu album K-Pop terbaik dalam 15 daftar album K-Pop terbaik tahun 2021.

Jumlah lagu pada album ini adalah 10 lagu, diantaranya ada “Hot Sauce” menjadi title track, disusul “Diggity,” “Dive into You,” “My Youth,” “Rocket,” “Countdown (3,2,1),” “ANL,” “Irreplaceable,” “Be There for You,” dan “Rainbow.” “Rainbow” menjadi lagu penutup dalam album pertama NCT Dream, lagu pop yang lambat dan menyentuh hati dengan sedikit penekanan pada genre R&B. Mark, Jeno, Jaemin, dan Jisung juga berpartisipasi dalam penulisan liriknya.

Mengupas lirik lagu ‘Rainbow’

[Verse 1: Chenle, Haechan]

Chagawotdeon biga gaein (Hujan dingin telah berhenti)

Pureun haneul jeo kkeute geollin (Bergantung di ujung langit biru)

Yunanhi deo seonmyeonghan mujigae bicheul bwa (Aku melihat cahaya pelangi yang lebih jelas dari biasanya)

Meomchwo itdeon sigandeul sai (Di antara waktu-waktu yang telah berhenti)

Donggeurake unneun ilgop bit (Tujuh cahaya yang tersenyum bundar)

Nae mamsoge kkoja dun (Diletakkan di hatiku)

Chaekgalpi gata nan (Seperti pembatas buku)

Pada bait pertama mengungkapkan masa sulit seluruh anggota NCT Dream yang sudah lewat. Setelah badai, muncul harapan baru yang diibaratkan sebagai pelangi. Rangkaian kata “Chagawotdeon biga gaein” (Hujan dingin telah berhenti) ini menyampaikan bahwa usai melewati masa-masa sulit. Pada frasa “Yunanhi deo seonmyeonghan mujigae bicheul bwa” (Aku melihat cahaya pelangi yang lebih jelas dari biasanya) digambarkan munculnya kembali kebahagiaan dan keindahan.

Lirik ini juga menjadi perumpamaan yang indah tentang persahabatan dan kenangan. Pelangi bukan hanya sekadar fenomena alam, tapi juga simbol dari kebahagiaan dan harapan yang muncul setelah badai.

Kehadiran ketujuh anggota NCT Dream menjadi momen-momen berharga yang “membatasi” waktu yang terhenti, seperti pembatas buku yang disimpan di dalam hati, dengan membandingkan diri mereka seperti pembatas buku, para anggota NCT Dream ingin menunjukkan bahwa kehadiran mereka di antara momen-momen yang “terhenti” akan selalu menjadi kenangan manis yang tersimpan di dalam hati para penggemar.

Makna dari bait pertama juga berkaitan dengan Chenle yang sejak kecil merantau dari Tiongkok, ia melewati kerinduan dan perjuangan, kini melihat hasilnya lewat mimpi yang terwujud dan Haechan sering menjadi penyemangat grup; di balik suaranya yang hangat, ia melambangkan “pelangi,” memberi warna ke semua member.

[Pre-Chorus: Renjun]

Yeogiseo tto eodiro gaya halji moreudeon (Dari sini aku tak tahu lagi ke arah mana harus melangkah)

Biwodun nae huin yeobaek wiro (Di atas lembar putih kosong yang dulu sempat kutinggalkan)

Neon useumyeo son heundeureo (Kau tersenyum sambil melambaikan tanganmu)

Pada bait ini berusaha menjelaskan kebingungan dan tak punya arah namun di sisi lain ada teman yang menjadi tempat untuk bersandar sejenak. Bait ini dinyanyikan oleh Renjun, pernah mengalami keraguan sebagai trainee asing, tapi kehadiran teman satu tim jadi alasan ia tetap  bertahan dan debut bersama NCT Dream.

[Chorus: All]

Sum gappatdeon oneurui kkeute, hamkkein seoroe gidae (Di akhir hari yang melelahkan ini, kita bersandar pada satu sama lain)

 Urin nuneul gamgo pyeonhi jami deulgo (Kita menutup mata dan tertidur dengan nyenyak)

Dasi kkumeul kkugo sueopsi dasi sijakdoel (Dan kembali bermimpi)

Jogeumeun natseon naeildo (Meskipun hari esok terasa asing dan terulang tanpa henti)

Gwaenchaneul geot gata nunbusil geot gata (Rasanya tidak masalah dan begitu memesona)

Neowa nae mameul ieojuneun Rainbow (Karena pelangi yang menghubungkan hatiku dengan hatimu)

Bait yang dinyanyikan oleh seluruh anggota ini menggambarkan pada akhir hari yang melelahkan, kita bisa bersandar satu sama lain, menutup mata, bermimpi lagi, dan esok yang asing akan terasa lebih baik. Pelangi di sini jadi simbol hubungan mereka—saling terhubung, saling menguatkan, dan bersama merajut mimpi. Chorus ini mewakili kesatuan NCT Dream. Walaupun mereka sempat hampir dipisahkan karena sistem “graduation”, justru semakin kompak.

[Verse 2: Mark, Jeno, Jaemin, Jisung]

Gamjeonge jeojeoseo, maeumsok du gureum saie kkin, neoui misoreul daleun rainbowreul tteoollyeo (Saat emosi membanjiri, dan terjebak di antara dua awan dalam hati, ku membayangkan pelangi yang menyerupai senyummu)

Ilgop gaji saekdeurui, geuttaeui geu moseup geudaero, hangsang geuraetdeut seoro sonjapgo ttwieo (Tujuh warna, dalam wujud mereka di masa itu, kita berlari berpegangan tangan seperti biasa)

Jigeum idaero, jeongsineopsi dallyeowa gire kkeute bichwojin, areumdaun moseupdeul gieokal su itge (Tepat seperti sekarang, yang bersinar di ujung jalan setelah berlari tanpa henti, agar kita dapat mengingat momen-momen indah)

Chaekgalpireul noa (Aku meletakkan pembatas buku)

Yeah nuga mworaedo sanggwaneopsi, gieongnaneun daero oechyeo da (Ya, apa pun yang orang lain katakan, itu tidak penting, aku akan meneriakkannya sesuai ingatanku)

Looking like a blur but, geuraedo fine geuttaecheoreom gieokdwaejugil (Terlihat seperti kabur, namun, aku harap itu tetap baik-baik saja dan dikenang seperti saat itu)

[Pre-Chorus: Haechan]

Jinaon nae moseubi, heurithaejin eoneu nal (Di suatu hari saat diriku yang telah berlalu menjadi tidak jelas)

Mundeuk maju bon ne moseube, tto hanaui naega isseo (Tiba-tiba, saat aku menatap dirimu, ada lagi diriku yang lain)

Bait yang dinyanyikan oleh Mark, Jeno, Jaemin, serta Jisung dan juga bait yang dinyanyikan Haechan ini menyampaikan emosi yang menumpuk, senyummu mengingatkanku pada pelangi—selalu berlari bersama seakan tanpa henti. Bermakna kenangan masa remaja yang penuh warna, tawa, dan kebersamaan. Para member melihat cerminan dirinya pada yang lain. Mark sempat keluar karena aturan umur, tapi kembali lagi, di mana bait ini menegaskan arti pentingnya kebersamaan.

NCT Dream

Jeno menjadi sosok stabil yang selalu ‘lari’ bersama anggota, jadi pengikat. Jaemin terkenal dengan senyum cerahnya, cocok dengan lirik tentang “senyum seindah pelangi”. Kemudian ada Jisung si maknae (sebutan untuk anggota termuda dalam sebuah grup) yang tumbuh besar di depan mata member lain, kenangan masa kecilnya jadi bagian penting “halaman buku” mereka. Haechan yang sering menyatukan perbedaan tiap anggota; tanpa sadar, mereka semua membentuk identitas satu sama lain.

[Post-Chorus: All]

Hamkke kkwo on kkumdeureun tto nugungaui kkumi dwaegago (Mimpi-mimpi yang kita wujudkan bersama, kini juga menjadi impian orang lain)

Urin gateun kkumsogeuro (Kita akan masuk ke dalam mimpi yang sama)

Maksud dari bait tersebut adalah mimpi yang mereka rajut bersama jadi mimpi orang lain juga, mereka berada di dalam mimpi yang sama. Maknanya, yaitu impian NCT Dream tidak hanya milik mereka, tapi juga Dreamzens. Bait tersebut juga berkaitan dengan member, semua perjalanan mereka sudah menjadi inspirasi bagi banyak orang.

[Bridge: Chenle, Renjun]

I kkum ane dasi saeropge sijakdoel iyagi (Di dalam mimpi ini, sebuah kisah baru akan dimulai lagi)

Kkeuteopsi seolleineun page cheot munjange damgil neon (Halaman yang terus-menerus mendebarkan dan dirimu yang terukir di kalimat pertama)

[Pre-Chorus: Haechan]

Naui gajang binnaneun kkum (Adalah impianku yang paling bersinar)

Secara keseluruhan bait yang dinyanyikan oleh Chenle, Renjun, dan Haechan mengajak untuk melihat ke depan dengan optimisme; mereka membuka bab baru bersama. Chenle melambangkan mimpi baru yang tak terbatas, Renjun sering puitis dalam pandangan hidup, cocok dengan nuansa “halaman pertama cerita baru.”

[Chorus: All, Renjun, Haechan]

Hamkke mandeul chueokdeul soge (Neoui kkumi doego sipdeon) Ttaseuhi soneul jabeun chae (Cheoeum moseup geudaero) (Di antara kenangan yang kita ciptakan, (Aku yang ingin menjadi impianmu), dengan tangan yang menggenggam hangat, (tetap seperti saat pertama kali)

Gateun gireul geotgo Gateun useum jitgo (I kkumsoge fallin’ fallin’ fallin’) Gateun kkumeul kkugo (kita berjalan di jalan yang sama, tersenyum bersama, (terjatuh, terjatuh, terjatuh dalam mimpi ini), dan memimpikan mimpi yang sama)

“Kenangan yang kita ciptakan bersama, menggenggam tangan hangat, berjalan dan tertawa di jalan yang sama…” Dalam bait ini berfokus pada kenangan bukan sekadar masa lalu, tapi fondasi untuk melangkah ke depan. Seluruh anggota NCT Dream—menegaskan persahabatan mereka sebagai kekuatan utama.

[Post-Chorus: All, Mark, Renjun]

Hamkke kkwo on kkumdeureun tto nugungaui kkumi dwaegago (Mimpi-mimpi yang kita wujudkan bersama kini kini menjadi inspirasi bagi orang lain)

Urin gateun kkumsogeuro deo seonmyeonghage tteooreuneun Rainbow (Kita terus melangkah ke dalam dunia impian yang sama pelangi pun muncul lebih terang)

“Pelangi yang semakin terang…,” yang bermakna bukan hanya sekadar fase remaja, tapi masa depan mereka bersama akan lebih bersinar. Mark dan Renjun mewakili keseimbangan: Mark sebagai leader yang menuntun, Renjun sebagai penguat emosi. Jadi bait ini menggambarkan bahwa mimpi NCT Dream bukan lagi sekadar milik tujuh anak remaja, tapi sudah jadi milik ribuan penggemar. Bahkan karena mereka menyatu, “pelangi” (kebersamaan dan persahabatan mereka) terlihat semakin terang.

Musik dan Aransemen ‘Rainbow’ – NCT DREAM

Intro lagu bernuansa ringan dan lembut. Instrumen sintetis berlapis berpadu dengan suara string elektronik tipis, memberi kesan “udara setelah hujan reda.” Tempo yang pelan ini menciptakan ruang kosong, seolah mengajak pendengar bersiap masuk ke suasana reflektif. Dinamika yang naik turun ini sejalan dengan lirik yang bercerita tentang badai lalu muncul pelangi.

Bagian paling kuat dari aransemennya ‘Rainbow’ ada pada harmoni vokal para member. Nada tinggi Renjun dan Haechan memberi warna terang. Suara tengah Jaemin dan Jeno menjaga kestabilan. Mark lewat rap bernuansa lembut memberi transisi, bukan sebagai kontras, melainkan jembatan. Chenle dan Jisung menutup dengan karakter vokal unik mereka yang melengkapi harmoni. Lagu ini dibangun untuk menjadi “simbol kebersamaan” melalui musik, bukan untuk menjadi anthem panggung yang bombastis.

NCT Dream

Dari lagu “Rainbow” bisa dilihat bagaimana tulusnya persahabatan mereka yang terlihat nyata walaupun terkadang candaan mereka terlalu berlebihan tapi mereka begitu realistis, tahu situasi, bersikap dewasa dan bijaksana. NCT Dream membuat Dreamzens begitu ingin memiliki sahabat seperti mereka. Lagu ini sangat cocok untuk seseorang yang sedang terjebak dalam kegelapan, terjebak dalam lelah.

Pada akhirnya, “Rainbow” bukan hanya lagu penutup album Hot Sauce, tetapi juga cerminan perjalanan tujuh anak yang tumbuh bersama hingga menjadi dewasa. Lagu ini adalah janji bahwa apa pun badai yang mereka hadapi, selalu ada pelangi yang menanti di ujung rintangan. Melalui “Rainbow”, NCT Dream tidak hanya menceritakan kisah mereka, tapi juga mengajak pendengar untuk percaya bahwa persahabatan dan kebersamaan bisa menjadi cahaya setelah masa sulit. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Komang Sariasih
Editor: Adnyana Ole

Tags: K-Poplagumusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengejar Bayangan Kebahagiaan

Next Post

Resiliensi Akademik: Seni Bertahan dan Berkembang di Tengah Tekanan Kuliah

Ni Komang Sariasih

Ni Komang Sariasih

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali

Related Posts

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

by I Made Kartawan
August 16, 2026
0
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

Read moreDetails

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

by Mahesa Putra
August 13, 2026
0
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

“Mitos tentang Jogja, hantui orang tua lepas anaknya jadi mahasiswa.” PERKENALAN pertamaku dengan Umar Haen adalah pada lagu “Di Jogja...

Read moreDetails

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
0
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

Read moreDetails

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
0
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

Read moreDetails

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

by Mahesa Putra
August 2, 2026
0
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

Read moreDetails

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
0
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

Read moreDetails

Ketika Waktu Berpindah Tangan

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
0
Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

Read moreDetails

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

by Pasek Agung Wicaksana
June 28, 2026
0
Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat...

Read moreDetails

Melepas Dunia, Mengetuk Langit

by Ahmad Sihabudin
June 27, 2026
0
Melepas Dunia, Mengetuk Langit

DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s...

Read moreDetails

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
0
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

Read moreDetails
Next Post
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Resiliensi Akademik: Seni Bertahan dan Berkembang di Tengah Tekanan Kuliah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co