14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

NCT DREAM “Rainbow”: Warna-Warna Persahabatan dalam Lirik yang Hangat

Ni Komang Sariasih by Ni Komang Sariasih
September 25, 2025
in Ulas Musik
NCT DREAM “Rainbow”: Warna-Warna Persahabatan dalam Lirik yang Hangat

NCT Dream

TUMBUH bersama sejak usia yang begitu muda. NCT Dream, seluruh member berasal dari SM Rookies—program pra-debut SM Entertainment yang memperkenalkan calon idol. Mereka masuk ke SM pada usia di mana seharusnya mereka fokus sekolah. Jisung misalnya, ia trainee sejak umur 11 tahun. Sejak trainee, mereka sering tampil di acara SM Rookies Show (2015–2016), membangun chemistry yang kuat. Dari anak-anak trainee SM, debut sebagai “grup remaja”, sampai sekarang sudah dewasa. Banyak boy group lain yang sempat ganti formasi atau jarang bersama, tapi NCT Dream justru semakin solid seiring waktu.

NCT Dream merupakan sub-unit ketiga dari NCT. Mereka debut pada tanggal 25 Agustus 2016 dengan single “Chewing Gum”. Mereka menjadi boy group yang paling legendaris karena hal paling ikonik saat debut stage mereka, yaitu menari menggunakan hoverboard yang mana risikonya cukup tinggi. Boy group ini beranggotakan tujuh orang, diantaranya Mark Lee, Huang Renjun, Lee Jeno, Lee Haechan, Na Jaemin, Zhong Chenle, dan Park Jisung.

Uniknya ketika Mark Lee sebagai pemimpin grup, sedang sibuk di unit grup lain maka anggota yang bernama Lee Jeno akan memimpin grup sementara, ia biasa disebut Captain oleh Dreamzen (sebutan untuk penggemar NCT Dream).

Menariknya lagi, banyak penggemar mengatakan ketika Dreamies diasuh oleh Jeno maka konsep lagu dan video musik mereka dominan dark vibe, nuansa yang berani dan ketika Mark tidak ada jadwal di unit grup lain maka konsep video musik dan lagu mereka akan penuh warna. Tepat pada tanggal 10 Mei 2021 NCT Dream merilis album studio pertamanya, yaitu Hot Sauce.

Era Hot Sauce ini ditandai dengan perilisan pertama NCT Dream dengan formasi tujuh orang anggota setelah kembalinya Mark dari penghapusan sistem graduation yang berdasar pada usia, diterapkan dalam grup. Album ini menjadi salah satu album K-Pop terbaik dalam 15 daftar album K-Pop terbaik tahun 2021.

Jumlah lagu pada album ini adalah 10 lagu, diantaranya ada “Hot Sauce” menjadi title track, disusul “Diggity,” “Dive into You,” “My Youth,” “Rocket,” “Countdown (3,2,1),” “ANL,” “Irreplaceable,” “Be There for You,” dan “Rainbow.” “Rainbow” menjadi lagu penutup dalam album pertama NCT Dream, lagu pop yang lambat dan menyentuh hati dengan sedikit penekanan pada genre R&B. Mark, Jeno, Jaemin, dan Jisung juga berpartisipasi dalam penulisan liriknya.

Mengupas lirik lagu ‘Rainbow’

[Verse 1: Chenle, Haechan]

Chagawotdeon biga gaein (Hujan dingin telah berhenti)

Pureun haneul jeo kkeute geollin (Bergantung di ujung langit biru)

Yunanhi deo seonmyeonghan mujigae bicheul bwa (Aku melihat cahaya pelangi yang lebih jelas dari biasanya)

Meomchwo itdeon sigandeul sai (Di antara waktu-waktu yang telah berhenti)

Donggeurake unneun ilgop bit (Tujuh cahaya yang tersenyum bundar)

Nae mamsoge kkoja dun (Diletakkan di hatiku)

Chaekgalpi gata nan (Seperti pembatas buku)

Pada bait pertama mengungkapkan masa sulit seluruh anggota NCT Dream yang sudah lewat. Setelah badai, muncul harapan baru yang diibaratkan sebagai pelangi. Rangkaian kata “Chagawotdeon biga gaein” (Hujan dingin telah berhenti) ini menyampaikan bahwa usai melewati masa-masa sulit. Pada frasa “Yunanhi deo seonmyeonghan mujigae bicheul bwa” (Aku melihat cahaya pelangi yang lebih jelas dari biasanya) digambarkan munculnya kembali kebahagiaan dan keindahan.

Lirik ini juga menjadi perumpamaan yang indah tentang persahabatan dan kenangan. Pelangi bukan hanya sekadar fenomena alam, tapi juga simbol dari kebahagiaan dan harapan yang muncul setelah badai.

Kehadiran ketujuh anggota NCT Dream menjadi momen-momen berharga yang “membatasi” waktu yang terhenti, seperti pembatas buku yang disimpan di dalam hati, dengan membandingkan diri mereka seperti pembatas buku, para anggota NCT Dream ingin menunjukkan bahwa kehadiran mereka di antara momen-momen yang “terhenti” akan selalu menjadi kenangan manis yang tersimpan di dalam hati para penggemar.

Makna dari bait pertama juga berkaitan dengan Chenle yang sejak kecil merantau dari Tiongkok, ia melewati kerinduan dan perjuangan, kini melihat hasilnya lewat mimpi yang terwujud dan Haechan sering menjadi penyemangat grup; di balik suaranya yang hangat, ia melambangkan “pelangi,” memberi warna ke semua member.

[Pre-Chorus: Renjun]

Yeogiseo tto eodiro gaya halji moreudeon (Dari sini aku tak tahu lagi ke arah mana harus melangkah)

Biwodun nae huin yeobaek wiro (Di atas lembar putih kosong yang dulu sempat kutinggalkan)

Neon useumyeo son heundeureo (Kau tersenyum sambil melambaikan tanganmu)

Pada bait ini berusaha menjelaskan kebingungan dan tak punya arah namun di sisi lain ada teman yang menjadi tempat untuk bersandar sejenak. Bait ini dinyanyikan oleh Renjun, pernah mengalami keraguan sebagai trainee asing, tapi kehadiran teman satu tim jadi alasan ia tetap  bertahan dan debut bersama NCT Dream.

[Chorus: All]

Sum gappatdeon oneurui kkeute, hamkkein seoroe gidae (Di akhir hari yang melelahkan ini, kita bersandar pada satu sama lain)

 Urin nuneul gamgo pyeonhi jami deulgo (Kita menutup mata dan tertidur dengan nyenyak)

Dasi kkumeul kkugo sueopsi dasi sijakdoel (Dan kembali bermimpi)

Jogeumeun natseon naeildo (Meskipun hari esok terasa asing dan terulang tanpa henti)

Gwaenchaneul geot gata nunbusil geot gata (Rasanya tidak masalah dan begitu memesona)

Neowa nae mameul ieojuneun Rainbow (Karena pelangi yang menghubungkan hatiku dengan hatimu)

Bait yang dinyanyikan oleh seluruh anggota ini menggambarkan pada akhir hari yang melelahkan, kita bisa bersandar satu sama lain, menutup mata, bermimpi lagi, dan esok yang asing akan terasa lebih baik. Pelangi di sini jadi simbol hubungan mereka—saling terhubung, saling menguatkan, dan bersama merajut mimpi. Chorus ini mewakili kesatuan NCT Dream. Walaupun mereka sempat hampir dipisahkan karena sistem “graduation”, justru semakin kompak.

[Verse 2: Mark, Jeno, Jaemin, Jisung]

Gamjeonge jeojeoseo, maeumsok du gureum saie kkin, neoui misoreul daleun rainbowreul tteoollyeo (Saat emosi membanjiri, dan terjebak di antara dua awan dalam hati, ku membayangkan pelangi yang menyerupai senyummu)

Ilgop gaji saekdeurui, geuttaeui geu moseup geudaero, hangsang geuraetdeut seoro sonjapgo ttwieo (Tujuh warna, dalam wujud mereka di masa itu, kita berlari berpegangan tangan seperti biasa)

Jigeum idaero, jeongsineopsi dallyeowa gire kkeute bichwojin, areumdaun moseupdeul gieokal su itge (Tepat seperti sekarang, yang bersinar di ujung jalan setelah berlari tanpa henti, agar kita dapat mengingat momen-momen indah)

Chaekgalpireul noa (Aku meletakkan pembatas buku)

Yeah nuga mworaedo sanggwaneopsi, gieongnaneun daero oechyeo da (Ya, apa pun yang orang lain katakan, itu tidak penting, aku akan meneriakkannya sesuai ingatanku)

Looking like a blur but, geuraedo fine geuttaecheoreom gieokdwaejugil (Terlihat seperti kabur, namun, aku harap itu tetap baik-baik saja dan dikenang seperti saat itu)

[Pre-Chorus: Haechan]

Jinaon nae moseubi, heurithaejin eoneu nal (Di suatu hari saat diriku yang telah berlalu menjadi tidak jelas)

Mundeuk maju bon ne moseube, tto hanaui naega isseo (Tiba-tiba, saat aku menatap dirimu, ada lagi diriku yang lain)

Bait yang dinyanyikan oleh Mark, Jeno, Jaemin, serta Jisung dan juga bait yang dinyanyikan Haechan ini menyampaikan emosi yang menumpuk, senyummu mengingatkanku pada pelangi—selalu berlari bersama seakan tanpa henti. Bermakna kenangan masa remaja yang penuh warna, tawa, dan kebersamaan. Para member melihat cerminan dirinya pada yang lain. Mark sempat keluar karena aturan umur, tapi kembali lagi, di mana bait ini menegaskan arti pentingnya kebersamaan.

NCT Dream

Jeno menjadi sosok stabil yang selalu ‘lari’ bersama anggota, jadi pengikat. Jaemin terkenal dengan senyum cerahnya, cocok dengan lirik tentang “senyum seindah pelangi”. Kemudian ada Jisung si maknae (sebutan untuk anggota termuda dalam sebuah grup) yang tumbuh besar di depan mata member lain, kenangan masa kecilnya jadi bagian penting “halaman buku” mereka. Haechan yang sering menyatukan perbedaan tiap anggota; tanpa sadar, mereka semua membentuk identitas satu sama lain.

[Post-Chorus: All]

Hamkke kkwo on kkumdeureun tto nugungaui kkumi dwaegago (Mimpi-mimpi yang kita wujudkan bersama, kini juga menjadi impian orang lain)

Urin gateun kkumsogeuro (Kita akan masuk ke dalam mimpi yang sama)

Maksud dari bait tersebut adalah mimpi yang mereka rajut bersama jadi mimpi orang lain juga, mereka berada di dalam mimpi yang sama. Maknanya, yaitu impian NCT Dream tidak hanya milik mereka, tapi juga Dreamzens. Bait tersebut juga berkaitan dengan member, semua perjalanan mereka sudah menjadi inspirasi bagi banyak orang.

[Bridge: Chenle, Renjun]

I kkum ane dasi saeropge sijakdoel iyagi (Di dalam mimpi ini, sebuah kisah baru akan dimulai lagi)

Kkeuteopsi seolleineun page cheot munjange damgil neon (Halaman yang terus-menerus mendebarkan dan dirimu yang terukir di kalimat pertama)

[Pre-Chorus: Haechan]

Naui gajang binnaneun kkum (Adalah impianku yang paling bersinar)

Secara keseluruhan bait yang dinyanyikan oleh Chenle, Renjun, dan Haechan mengajak untuk melihat ke depan dengan optimisme; mereka membuka bab baru bersama. Chenle melambangkan mimpi baru yang tak terbatas, Renjun sering puitis dalam pandangan hidup, cocok dengan nuansa “halaman pertama cerita baru.”

[Chorus: All, Renjun, Haechan]

Hamkke mandeul chueokdeul soge (Neoui kkumi doego sipdeon) Ttaseuhi soneul jabeun chae (Cheoeum moseup geudaero) (Di antara kenangan yang kita ciptakan, (Aku yang ingin menjadi impianmu), dengan tangan yang menggenggam hangat, (tetap seperti saat pertama kali)

Gateun gireul geotgo Gateun useum jitgo (I kkumsoge fallin’ fallin’ fallin’) Gateun kkumeul kkugo (kita berjalan di jalan yang sama, tersenyum bersama, (terjatuh, terjatuh, terjatuh dalam mimpi ini), dan memimpikan mimpi yang sama)

“Kenangan yang kita ciptakan bersama, menggenggam tangan hangat, berjalan dan tertawa di jalan yang sama…” Dalam bait ini berfokus pada kenangan bukan sekadar masa lalu, tapi fondasi untuk melangkah ke depan. Seluruh anggota NCT Dream—menegaskan persahabatan mereka sebagai kekuatan utama.

[Post-Chorus: All, Mark, Renjun]

Hamkke kkwo on kkumdeureun tto nugungaui kkumi dwaegago (Mimpi-mimpi yang kita wujudkan bersama kini kini menjadi inspirasi bagi orang lain)

Urin gateun kkumsogeuro deo seonmyeonghage tteooreuneun Rainbow (Kita terus melangkah ke dalam dunia impian yang sama pelangi pun muncul lebih terang)

“Pelangi yang semakin terang…,” yang bermakna bukan hanya sekadar fase remaja, tapi masa depan mereka bersama akan lebih bersinar. Mark dan Renjun mewakili keseimbangan: Mark sebagai leader yang menuntun, Renjun sebagai penguat emosi. Jadi bait ini menggambarkan bahwa mimpi NCT Dream bukan lagi sekadar milik tujuh anak remaja, tapi sudah jadi milik ribuan penggemar. Bahkan karena mereka menyatu, “pelangi” (kebersamaan dan persahabatan mereka) terlihat semakin terang.

Musik dan Aransemen ‘Rainbow’ – NCT DREAM

Intro lagu bernuansa ringan dan lembut. Instrumen sintetis berlapis berpadu dengan suara string elektronik tipis, memberi kesan “udara setelah hujan reda.” Tempo yang pelan ini menciptakan ruang kosong, seolah mengajak pendengar bersiap masuk ke suasana reflektif. Dinamika yang naik turun ini sejalan dengan lirik yang bercerita tentang badai lalu muncul pelangi.

Bagian paling kuat dari aransemennya ‘Rainbow’ ada pada harmoni vokal para member. Nada tinggi Renjun dan Haechan memberi warna terang. Suara tengah Jaemin dan Jeno menjaga kestabilan. Mark lewat rap bernuansa lembut memberi transisi, bukan sebagai kontras, melainkan jembatan. Chenle dan Jisung menutup dengan karakter vokal unik mereka yang melengkapi harmoni. Lagu ini dibangun untuk menjadi “simbol kebersamaan” melalui musik, bukan untuk menjadi anthem panggung yang bombastis.

NCT Dream

Dari lagu “Rainbow” bisa dilihat bagaimana tulusnya persahabatan mereka yang terlihat nyata walaupun terkadang candaan mereka terlalu berlebihan tapi mereka begitu realistis, tahu situasi, bersikap dewasa dan bijaksana. NCT Dream membuat Dreamzens begitu ingin memiliki sahabat seperti mereka. Lagu ini sangat cocok untuk seseorang yang sedang terjebak dalam kegelapan, terjebak dalam lelah.

Pada akhirnya, “Rainbow” bukan hanya lagu penutup album Hot Sauce, tetapi juga cerminan perjalanan tujuh anak yang tumbuh bersama hingga menjadi dewasa. Lagu ini adalah janji bahwa apa pun badai yang mereka hadapi, selalu ada pelangi yang menanti di ujung rintangan. Melalui “Rainbow”, NCT Dream tidak hanya menceritakan kisah mereka, tapi juga mengajak pendengar untuk percaya bahwa persahabatan dan kebersamaan bisa menjadi cahaya setelah masa sulit. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Komang Sariasih
Editor: Adnyana Ole

Tags: K-Poplagumusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengejar Bayangan Kebahagiaan

Next Post

Resiliensi Akademik: Seni Bertahan dan Berkembang di Tengah Tekanan Kuliah

Ni Komang Sariasih

Ni Komang Sariasih

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali

Related Posts

’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan

by Ahmad Sihabudin
May 1, 2026
0
’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan

FENOMENA viralnya lagu “Siti Mawarni Ya Incek” tidak bisa dibaca sekadar lagu hiburan digital yang lewat begitu saja. Ia adalah...

Read moreDetails

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
0
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

Read moreDetails

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

Read moreDetails

Cahaya di Jalan Pulang dari Creedence Clearwater Revival

by Ahmad Sihabudin
April 11, 2026
0
Cahaya di Jalan Pulang dari Creedence Clearwater Revival

PADA suatu malam yang panjang di jalan raya antarkota, seseorang mungkin tiba-tiba memahami makna sebuah lagu. Di tengah lampu kendaraan...

Read moreDetails

’Soon’: Etika Menunggu di Zaman yang Kehilangan Kesabaran

by Ahmad Sihabudin
March 28, 2026
0
’Soon’: Etika Menunggu di Zaman yang Kehilangan Kesabaran

Di tengah dunia kontemporer yang serba cepat, gaduh, dan penuh kepastian semu, lagu “Soon” dari grup rock progresif Inggris Yes...

Read moreDetails

’Free Bird’: Manusia Merdeka dalam Kandang Wi-Fi

by Ahmad Sihabudin
March 24, 2026
0
’Free Bird’: Manusia Merdeka dalam Kandang Wi-Fi

If I leave here tomorrow, would you still remember me? Pertanyaan dalam lagu Free Bird Lynyrd Skynyrd itu terdengar sederhana,...

Read moreDetails

‘Fernando’: Nyanyian Abadi di Dalam Api Unggun Jiwa Kita

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 21, 2026
0
‘Fernando’: Nyanyian Abadi di Dalam Api Unggun Jiwa Kita

Ada lagu-lagu yang sekadar lewat di telinga, lalu hilang bersama waktu. Tetapi ada juga lagu yang menetap diam-diam di dalam...

Read moreDetails

‘Mull of Kintyre’: Pulang sebagai Doa yang Diam

by Ahmad Sihabudin
March 17, 2026
0
‘Mull of Kintyre’: Pulang sebagai Doa yang Diam

Lagu “Mull of Kintyre” dari Wings (1977), yang ditulis oleh Paul McCartney bersama Denny Laine, kerap dibaca sebagai balada pastoral...

Read moreDetails

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
0
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

Read moreDetails

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
0
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

Read moreDetails
Next Post
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Resiliensi Akademik: Seni Bertahan dan Berkembang di Tengah Tekanan Kuliah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co