3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gasing Penghapus, Imajinasi Anak, dan Senang-Cemas Orang Tua

Ni Wayan Suwini by Ni Wayan Suwini
September 20, 2025
in Khas
Gasing Penghapus, Imajinasi Anak, dan Senang-Cemas Orang Tua

Anak-anak bermain gasing penghapus | Foto: Suwini

SIAPA sangka, sebuah penghapus kecil yang biasanya hanya menjadi alat hapus coretan pensil, kini menjelma jadi bahan baku permainan yang sedang naik daun. Setiap anak-anak yang terlihat pasti memiliki kesibukan yang sama, yaitu merakit tumpukan penghapus dengan isi staples dan juga paku payung. Hasilnya? Tentu saja gasing buatan tangan yang unik, berputar lincah dengan penuh rasa kebanggan dari sang pemilik.

Fenomena ini merebak dengan cepat, terutama setelah video-video gasing penghapus ramai tersebar di media sosial. Hal itu juga tampak jelas di sekitaran Desa Sumerta Kaja, Denpasar Timur, di mana sekelompok anak yang bertetangga kini ramai-ramai menggeluti permainan ini.

Salah satunya, I Kadek Agus Susila Putra (11), siswa kelas 6 di sebuah SD di Sumerta, atau akrab dipanggil Dek Agus. Ia mengaku mengetahui tentang permainan ini dari TikTok. “Awalnya liat di TikTok, eh abis itu pengen nyoba buat deh,” katanya dengan semangat.

Rasa penasaran itu kemudian berubah menjadi sebuah kebiasaan, setiap kali melihat penghapus baru, imajinasinya langsung bekerja dan langsung berpikir, bisa jadi apa bentuknya kali ini?

Anak lainnya juga tak kalah kreatif, Gede Bima Saputra Setiawan (9), siswa kelas 3 di sebuah SD di Tonja, atau biasa dipanggil Bimbim. Bimbum ternyata lebih suka bermain dengan warna,

“Pertama biasanya aku milih warna yang selang-seling, kayak putih sama hitam, pokoknya aku campur. Abistu aku biasanya buat yang bentuk spinner,” jawab Bimbim tampak serius ketika ditanya mengenai kriteria penghapus yang biasa ia gunakan.

Anak-anak asyik bermain gasing dari penghapus | Foto: Suwini

Bagi anak-anak itu, memilih penghapus bukan sekedar fungsi, tapi juga soal estetika. Campuran warna dianggap menambah keren penampilan gasing.

Namun, merakit gasing penghapus bukan perkara gampang. Dek Agus mengaku bagian tersulit adalah ketika memasang paku payung di tengah penghapus agar gasing bisa berputar dengan sempurna. Ya betul, rakitan penghapus didukung oleh paku payung atau bisa juga dengan isi staples sebagai alat perekat agar penghapus menyatu satu sama lain, dan paku payung biasanya berfungsi sebagai alat penggerak gasing, lebih tepatnya ada pada moncong paku payung. Gagal? Sudah pasti pernah.

Tapi justru lewat kegagalan tersebut muncul semangat ingin mencoba lagi. Di sisi lain, I Komang Bagus Yasa (8) atau akrab dipanggil Omang, siswa kelas 2 di sebuah SD di Sumerta yang kebetulan merupakan adik kelas dari Dek Agus. Ia menceritakan kesulitan lainnya, ia justru mengaku paling sulit saat menyatukan penghapus dengan isi staples. “Kalau nggak pas tuh penghapusnya jadi gampang lepas,” katanya dengan bersungguh-sungguh.

Gasing penghapus yang dirancang anak-anak | Foto: Suwini

Meski mendapatkan beberapa kesulitan, semua itu terbayar ketika gasing mereka akhirnya berputar dengan mulus. Bahkan beberapa anak sampai memberi nama gasing buatan mereka. “Kalau gasingku namanya Pemadam Gasing,” ucap Dek Agus dengan semangat.

Sedangkan Omang memilih nama yang lebih unik dan terkesan Garang. “Kalau gitu nama gasingku Naga Api aja biar mantep,” kata Omang sambil tertawa.

Fenomena gasing penghapus tak hanya berhenti pada proses pembuatan saja, ada pula cerita-cerita seru dan lucu yang mereka alami ketika memainkannya. Misalnya Dek Agus, ia dengan bangga membawa gasingnya ke sekolah dan memainkannya bersama teman-temannya. Sementara Bimbim malah terkekeh ketika mengingat pengalamannya. “Pernah bawa ke sekolah, eh malah disita,” ucapnya sambil cengengesan.

Lain halnya dengan Omang ketika ditanyai keseruan bermain gasing bersama temannya. “Serunya tuh pas temen kalah lawan gasingku, ya udah deh gasing punya dia jadi dikasih ke aku,” jawab Omang dengan semangat.

Kalau dipikir kembali, permainan ini terbilang sederhana, hanya membutuhkan penghapus, isi staples, dan paku payung. Tapi justru hal sederhana itu juga yang mempertemukan anak-anak dengan kebahagiaan. Mereka belajar berkreasi, merasakan tantangan, hingga menikmati kemenangan kecil yang terasa begitu berarti.

Dari sisi orang tua, fenomena ini menghadirkan perasaan campur aduk. Kadek Weri (49) merupakan ibu dari Omang, mengaku kadang heran sekaligus kesal. “Satu sisi kesal, karena uangnya dipakai buat beli penghapus terus. Tapi di sisi lain senang juga, soalnya anak jadi lebih banyak main di luar, nggak cuma nonton TV terus-terusan di kamar,” ujarnya.

Kotak wadah penghapus | Foto: Suwini

Ia menambahkan, meski anaknya jarang minta uang tambahan, tetap saja ia menyadari bahwa uang bekal yang seharusnya untuk jajan sering dialihkan untuk membeli penghapus. Namun, ada rasa bangga tersendiri ketika melihat anak-anak lebih kreatif.

Tak hanya orang tua, pedagang alat tulis pun ikut merasakan dampaknya. Kadek Devi (39) sebagai pemilik toko ATK mengaku beberapa minggu terakhir stok penghapusnya selalu ludes. “Seneng sih, dagangan jadi laku. Tapi kadang kasihan juga, anak-anak habisin uang jajannya buat beli penghapus, bukan buat jajan,” ujarnya.

Meski begitu, ia tak bisa menutup rasa salut terhadap anak-anak. Baginya, ada nilai positif ketika anak-anak rela menyisihkan uang jajannya demi sesuatu yang akan mereka buat sendiri, bukan sekedar membeli mainan jadi.

Gasing penghapus mungkin hanya tren kecil yang tentu saja sewaktu-waktu akan meredup. Tapi dari fenomena ini, kita bisa melihat sesuatu yang cukup bermanfaat. Di tengah derasnya gadget dan game digital, muncul kreativitas yang menjadi sebuah alternatif bermain sederhana tetapi memicu imajinasi.

Dari penghapus seharga seribuan, mereka bisa merakit sebuah permainan yang melibatkan keterampilan, kesabaran, bahkan sedikit strategi dari pikiran kecil mereka. Kini, dalam setiap putaran gasing telah tersimpan berbagai cerita masa kecil yang riuh, sederhana, namun penuh tantangan yang akan tersampaikan di kemudian hari. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Wayan Suwini
Editor: Adnyana Ole

Tags: anak-anakpermainan anak-anak
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Ide ke Aksi, Dari Aksi Jadi Pasti: Merayakan Ujian dengan Ekshibisi Scrapbook

Next Post

Persoalan Anarko dan Lima Ancaman yang Lebih Berbahaya Darinya

Ni Wayan Suwini

Ni Wayan Suwini

Lahir 04 Februari 2005. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails
Next Post
Persoalan Anarko dan Lima Ancaman yang Lebih Berbahaya Darinya

Persoalan Anarko dan Lima Ancaman yang Lebih Berbahaya Darinya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co