2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gasing Penghapus, Imajinasi Anak, dan Senang-Cemas Orang Tua

Ni Wayan Suwini by Ni Wayan Suwini
September 20, 2025
in Khas
Gasing Penghapus, Imajinasi Anak, dan Senang-Cemas Orang Tua

Anak-anak bermain gasing penghapus | Foto: Suwini

SIAPA sangka, sebuah penghapus kecil yang biasanya hanya menjadi alat hapus coretan pensil, kini menjelma jadi bahan baku permainan yang sedang naik daun. Setiap anak-anak yang terlihat pasti memiliki kesibukan yang sama, yaitu merakit tumpukan penghapus dengan isi staples dan juga paku payung. Hasilnya? Tentu saja gasing buatan tangan yang unik, berputar lincah dengan penuh rasa kebanggan dari sang pemilik.

Fenomena ini merebak dengan cepat, terutama setelah video-video gasing penghapus ramai tersebar di media sosial. Hal itu juga tampak jelas di sekitaran Desa Sumerta Kaja, Denpasar Timur, di mana sekelompok anak yang bertetangga kini ramai-ramai menggeluti permainan ini.

Salah satunya, I Kadek Agus Susila Putra (11), siswa kelas 6 di sebuah SD di Sumerta, atau akrab dipanggil Dek Agus. Ia mengaku mengetahui tentang permainan ini dari TikTok. “Awalnya liat di TikTok, eh abis itu pengen nyoba buat deh,” katanya dengan semangat.

Rasa penasaran itu kemudian berubah menjadi sebuah kebiasaan, setiap kali melihat penghapus baru, imajinasinya langsung bekerja dan langsung berpikir, bisa jadi apa bentuknya kali ini?

Anak lainnya juga tak kalah kreatif, Gede Bima Saputra Setiawan (9), siswa kelas 3 di sebuah SD di Tonja, atau biasa dipanggil Bimbim. Bimbum ternyata lebih suka bermain dengan warna,

“Pertama biasanya aku milih warna yang selang-seling, kayak putih sama hitam, pokoknya aku campur. Abistu aku biasanya buat yang bentuk spinner,” jawab Bimbim tampak serius ketika ditanya mengenai kriteria penghapus yang biasa ia gunakan.

Anak-anak asyik bermain gasing dari penghapus | Foto: Suwini

Bagi anak-anak itu, memilih penghapus bukan sekedar fungsi, tapi juga soal estetika. Campuran warna dianggap menambah keren penampilan gasing.

Namun, merakit gasing penghapus bukan perkara gampang. Dek Agus mengaku bagian tersulit adalah ketika memasang paku payung di tengah penghapus agar gasing bisa berputar dengan sempurna. Ya betul, rakitan penghapus didukung oleh paku payung atau bisa juga dengan isi staples sebagai alat perekat agar penghapus menyatu satu sama lain, dan paku payung biasanya berfungsi sebagai alat penggerak gasing, lebih tepatnya ada pada moncong paku payung. Gagal? Sudah pasti pernah.

Tapi justru lewat kegagalan tersebut muncul semangat ingin mencoba lagi. Di sisi lain, I Komang Bagus Yasa (8) atau akrab dipanggil Omang, siswa kelas 2 di sebuah SD di Sumerta yang kebetulan merupakan adik kelas dari Dek Agus. Ia menceritakan kesulitan lainnya, ia justru mengaku paling sulit saat menyatukan penghapus dengan isi staples. “Kalau nggak pas tuh penghapusnya jadi gampang lepas,” katanya dengan bersungguh-sungguh.

Gasing penghapus yang dirancang anak-anak | Foto: Suwini

Meski mendapatkan beberapa kesulitan, semua itu terbayar ketika gasing mereka akhirnya berputar dengan mulus. Bahkan beberapa anak sampai memberi nama gasing buatan mereka. “Kalau gasingku namanya Pemadam Gasing,” ucap Dek Agus dengan semangat.

Sedangkan Omang memilih nama yang lebih unik dan terkesan Garang. “Kalau gitu nama gasingku Naga Api aja biar mantep,” kata Omang sambil tertawa.

Fenomena gasing penghapus tak hanya berhenti pada proses pembuatan saja, ada pula cerita-cerita seru dan lucu yang mereka alami ketika memainkannya. Misalnya Dek Agus, ia dengan bangga membawa gasingnya ke sekolah dan memainkannya bersama teman-temannya. Sementara Bimbim malah terkekeh ketika mengingat pengalamannya. “Pernah bawa ke sekolah, eh malah disita,” ucapnya sambil cengengesan.

Lain halnya dengan Omang ketika ditanyai keseruan bermain gasing bersama temannya. “Serunya tuh pas temen kalah lawan gasingku, ya udah deh gasing punya dia jadi dikasih ke aku,” jawab Omang dengan semangat.

Kalau dipikir kembali, permainan ini terbilang sederhana, hanya membutuhkan penghapus, isi staples, dan paku payung. Tapi justru hal sederhana itu juga yang mempertemukan anak-anak dengan kebahagiaan. Mereka belajar berkreasi, merasakan tantangan, hingga menikmati kemenangan kecil yang terasa begitu berarti.

Dari sisi orang tua, fenomena ini menghadirkan perasaan campur aduk. Kadek Weri (49) merupakan ibu dari Omang, mengaku kadang heran sekaligus kesal. “Satu sisi kesal, karena uangnya dipakai buat beli penghapus terus. Tapi di sisi lain senang juga, soalnya anak jadi lebih banyak main di luar, nggak cuma nonton TV terus-terusan di kamar,” ujarnya.

Kotak wadah penghapus | Foto: Suwini

Ia menambahkan, meski anaknya jarang minta uang tambahan, tetap saja ia menyadari bahwa uang bekal yang seharusnya untuk jajan sering dialihkan untuk membeli penghapus. Namun, ada rasa bangga tersendiri ketika melihat anak-anak lebih kreatif.

Tak hanya orang tua, pedagang alat tulis pun ikut merasakan dampaknya. Kadek Devi (39) sebagai pemilik toko ATK mengaku beberapa minggu terakhir stok penghapusnya selalu ludes. “Seneng sih, dagangan jadi laku. Tapi kadang kasihan juga, anak-anak habisin uang jajannya buat beli penghapus, bukan buat jajan,” ujarnya.

Meski begitu, ia tak bisa menutup rasa salut terhadap anak-anak. Baginya, ada nilai positif ketika anak-anak rela menyisihkan uang jajannya demi sesuatu yang akan mereka buat sendiri, bukan sekedar membeli mainan jadi.

Gasing penghapus mungkin hanya tren kecil yang tentu saja sewaktu-waktu akan meredup. Tapi dari fenomena ini, kita bisa melihat sesuatu yang cukup bermanfaat. Di tengah derasnya gadget dan game digital, muncul kreativitas yang menjadi sebuah alternatif bermain sederhana tetapi memicu imajinasi.

Dari penghapus seharga seribuan, mereka bisa merakit sebuah permainan yang melibatkan keterampilan, kesabaran, bahkan sedikit strategi dari pikiran kecil mereka. Kini, dalam setiap putaran gasing telah tersimpan berbagai cerita masa kecil yang riuh, sederhana, namun penuh tantangan yang akan tersampaikan di kemudian hari. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Wayan Suwini
Editor: Adnyana Ole

Tags: anak-anakpermainan anak-anak
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Ide ke Aksi, Dari Aksi Jadi Pasti: Merayakan Ujian dengan Ekshibisi Scrapbook

Next Post

Persoalan Anarko dan Lima Ancaman yang Lebih Berbahaya Darinya

Ni Wayan Suwini

Ni Wayan Suwini

Lahir 04 Februari 2005. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Persoalan Anarko dan Lima Ancaman yang Lebih Berbahaya Darinya

Persoalan Anarko dan Lima Ancaman yang Lebih Berbahaya Darinya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co