23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bernostalgia ke Pantai Balangan: Dulu Terpencil Kini Terkenal

Ni Komang Sariasih by Ni Komang Sariasih
September 15, 2025
in Tualang
Bernostalgia ke Pantai Balangan: Dulu Terpencil Kini Terkenal

Pantai Balangan | Foto Sariasih

DARI begitu banyak pantai yang bisa dikunjungi di wilayah Jimbaran, Kuta Selatan, Badung-Bali, salah satunya Pantai Balangan. Dulu pantai ini sepi, terpencil, pengunjung tak banyak yang tahu lokasi pantai ini. Nama pantainya pun tak pernah disebut-sebut.

Tapi kini, pantai itu begitu terkenal. Namanya kini bisa disejajarkan dengan pantai-pantai yang sudah lebih dulu dikenal di Bali, semisal Kuta dan Sanur.

Belum lama ini saya berkunjung ke Pantai Balangan, dan rasanya seperti bernostalgia. Pantai Balangan, di telinga saya, atau di lingkungan keluarga saya, memang sangat akrab. Saya mengenal pantai ini sejak saya masih kecil.

Dulu, sebelum tahun 2010-an, saya dan penduduk asli di desa-desa di sekitar Pantai Balangan lebih sering bermain di pesisir pantai, berendam dengan leluasa. Rasanya sunyi, sepi, dan damai.

Pantai Balangan | Foto Sariasih

Kami berendam dalam lubang-lubang air yang terbentuk secara alami ketika air laut surut. Kami berendam sambil menikmati matahari terbenam, sambil ngobrol, atau sembari melakukan kegiatan lainnya yang menyenangkan.

Saya sering ke Pantai Balangan bersama Bapak. Kami mengendarai sepeda motor Honda Astrea Prima, menyusuri jalan-jalan kecil. Di kiri kanan jalan tampak semak-semak dan pepohonan rindang yang membuat jalanan terasa sejuk.

Saya ingat, waktu kecil saya akan memicingkan mata saat dibonceng Bapak. Teriknya sinar matahari sore lumayan membuat mata silau.

Perjalanan dari tempat tinggal saya, di Lingkungan Cengiling, Jimbaran, menuju Pantai Balangan tak begitu lama. Waktu yang dibutuhkan yaitu selama kurang lebih 15 menit. Sepanjang jalan sekitar 10 kilometer itu sepi dan berliku.

Pantai Balangan | Foto Sariasih

Di sepanjang jalan kami melihat kakek-kakek atau nenek-nenek yang sedang menggembala sapi di tengah rerumputan. Kami biasa menyapa kakek-kakek dan nenek-nenek itu. Itu terasa sangat menyenangkan.

Kami tak henti memandang semak-semak hijau maupun cokelat karena mengering terkena paparan terik matahari. Dari jalan yang semakin dekat dengan pantai terlihat hamparan berwarna biru. Ya! Itulah Pantai Balangan.

Pantai yang sering saya datangi. Untuk sekadar melihat sunset ataupun berendam di dalam kubangan air di tengah laut. Begitu sampai, kami memarkirkan sepeda motor di atas tebing yang memang disiapkan untuk area parkir.

Jalan menuju pesisir pantai terdapat dua pilihan. Ada jalan yang langsung bisa mengendarai sepeda motor sampai di pesisir dekat dengan area warung-warung di pinggir pantai, tetapi jalannya cukup rusak, banyak bebatuan atau kerikil.

Ada juga jalan yang harus dilewati dengan berjalan menuruni puluhan anak tangga. Saya dan Bapak memilih untuk berjalan turun perlahan. Meskipun medan yang saya lewati cukup terjal, namun pemandangan yang disuguhkan selama menuruni anak tangga sangat sayang untuk dilewatkan.

Dari atas tebing sudah terdengar deburan ombak yang seakan menyapa saya. Awan yang berbaris dilangit pantai menyejukkan mata. Tanpa terasa sedikit demi sedikit anak tangga sudah terlewati.

Akhirnya kami menginjakkan kaki pada hamparan pasir putih. Kebetulan saat itu pantai sedang surut. Batu karang yang dipenuhi rumput laut hijau membentuk kubangan air. Di sana pula tempat favorit saya.

Saya senang merendam kaki ke dalam kolam itu karena airnya yang hangat terpapar sinar matahari siang itu. Sambil berendam memandangi suasana pantai juga menonton peselancar yang asyik bermain surfing.  

Dahulu memang Pantai Balangan masih belum ramai pengunjung. Banyak wisatawan bermain surfing saat ombak  besar. Mereka senang ketika gelombang air begitu besar dengan warna air yang indah, ombak yang menggulung tinggi disertai suaranya yang begitu ribut tapi menenangkan.

Pantai Balangan | Foto Sariasih

Di masa kini, ketika saya kembali mengunjungi Pantai Balangan untuk kesekian kalinya, suasana terasa berbeda. Dari rumah sampai menuju Pantai Balangan sudah banyak dibangun hotel maupun vila di pinggir jalan.

Semak-semak sudah berubah menjadi bangunan. Rumput hijau sudah berubah menjadi hotel, rentoran dan tempat tinggal. Jarang sekali kini tampak kakek-kakek atau nenek-nenek yang biasa menggembala sapi di sisa lahan rerumputan atau semak-semak.

Seiring berjalannya waktu, Pantai Balangan sudah cukup ramai didatangi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Pantai itu kini viral sebagai tempat untuk menikmati pemandangan sunset yang indah.  Tebing di atas Pantai Balangan  itu pada waktu sore hari, diserbu wisatawan yang berbondong-bondong memilih tempat untuk duduk.

Biasanya di tebing ini lebih didominasi remaja gen Z. Mereka berkumpul, duduk berjejer, bergurau menebar tawa sembari memainkan lagu dengan gitar yang mereka bawa. Di tebing Pantai Balangan ini juga biasanya banyak yang melakukan foto prewedding.

Selain tebing yang kini menjadi ikon Pantai Balangan, ada hiddem gem yang bisa pengunjung temukan. Tempatnya terpojok di bagian selatan, dekat dengan tebing New Kota Golf sangat cocok untuk orang-orang kota yang ingin menikmati ketenangan.

Selain itu Pantai Balangan juga ada warung-warung kecil yang berjejer di tepi pantai. Di setiap warung menyewakan long chair atau kursi santai dengan payung. Selain itu biasanya juga terdapat jasa pijat maupun jasa kepang rambut serta terdapat juga toilet umum yang dapat digunakan membersihkan diri dari lengketnya air pantai dan pasir.

Hingga saat ini masih banyak orang yang susah menemuka akses untuk menuju Pantai Balangan. Tetapi, ketika sudah sampai, lelah mereka dalam perjalanan akan terbayarkan dengan view sunset yang menenangkan.

Semua keindahan yang ada di Pantai Balangan dari saya kecil hingga kini masih sama. Keaslian alamnya tetap terjaga. Pantai yang bersih dan indah karena masyarakat maupun pengunjung sama-sama saling menjaga. Pengalaman perjalanan yang tidaklah mudah untuk dilupakan dalam memori ingatan.

Ketika sudah pernah menikmati keindahannya pasti ingin datang kembali. Pantai Balangan tempat yang tepat untuk saya menenangkan pikiran setelah melalui hari yang melelahkan. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Komang Sariasih
Editor: Jaswanto

Tags: JimbaranPantai BalanganPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Suintrah (2024): Keheningan yang Mengguncang | Catatan Film Pemenang FFI 2024 Kategori Film  Cerita Pendek

Next Post

Ijazah Sebagai Senjata Politik, Bukan Penentu Kapabilitas

Ni Komang Sariasih

Ni Komang Sariasih

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali

Related Posts

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails
Next Post
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

Ijazah Sebagai Senjata Politik, Bukan Penentu Kapabilitas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co