23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bernostalgia ke Pantai Balangan: Dulu Terpencil Kini Terkenal

Ni Komang Sariasih by Ni Komang Sariasih
September 15, 2025
in Tualang
Bernostalgia ke Pantai Balangan: Dulu Terpencil Kini Terkenal

Pantai Balangan | Foto Sariasih

DARI begitu banyak pantai yang bisa dikunjungi di wilayah Jimbaran, Kuta Selatan, Badung-Bali, salah satunya Pantai Balangan. Dulu pantai ini sepi, terpencil, pengunjung tak banyak yang tahu lokasi pantai ini. Nama pantainya pun tak pernah disebut-sebut.

Tapi kini, pantai itu begitu terkenal. Namanya kini bisa disejajarkan dengan pantai-pantai yang sudah lebih dulu dikenal di Bali, semisal Kuta dan Sanur.

Belum lama ini saya berkunjung ke Pantai Balangan, dan rasanya seperti bernostalgia. Pantai Balangan, di telinga saya, atau di lingkungan keluarga saya, memang sangat akrab. Saya mengenal pantai ini sejak saya masih kecil.

Dulu, sebelum tahun 2010-an, saya dan penduduk asli di desa-desa di sekitar Pantai Balangan lebih sering bermain di pesisir pantai, berendam dengan leluasa. Rasanya sunyi, sepi, dan damai.

Pantai Balangan | Foto Sariasih

Kami berendam dalam lubang-lubang air yang terbentuk secara alami ketika air laut surut. Kami berendam sambil menikmati matahari terbenam, sambil ngobrol, atau sembari melakukan kegiatan lainnya yang menyenangkan.

Saya sering ke Pantai Balangan bersama Bapak. Kami mengendarai sepeda motor Honda Astrea Prima, menyusuri jalan-jalan kecil. Di kiri kanan jalan tampak semak-semak dan pepohonan rindang yang membuat jalanan terasa sejuk.

Saya ingat, waktu kecil saya akan memicingkan mata saat dibonceng Bapak. Teriknya sinar matahari sore lumayan membuat mata silau.

Perjalanan dari tempat tinggal saya, di Lingkungan Cengiling, Jimbaran, menuju Pantai Balangan tak begitu lama. Waktu yang dibutuhkan yaitu selama kurang lebih 15 menit. Sepanjang jalan sekitar 10 kilometer itu sepi dan berliku.

Pantai Balangan | Foto Sariasih

Di sepanjang jalan kami melihat kakek-kakek atau nenek-nenek yang sedang menggembala sapi di tengah rerumputan. Kami biasa menyapa kakek-kakek dan nenek-nenek itu. Itu terasa sangat menyenangkan.

Kami tak henti memandang semak-semak hijau maupun cokelat karena mengering terkena paparan terik matahari. Dari jalan yang semakin dekat dengan pantai terlihat hamparan berwarna biru. Ya! Itulah Pantai Balangan.

Pantai yang sering saya datangi. Untuk sekadar melihat sunset ataupun berendam di dalam kubangan air di tengah laut. Begitu sampai, kami memarkirkan sepeda motor di atas tebing yang memang disiapkan untuk area parkir.

Jalan menuju pesisir pantai terdapat dua pilihan. Ada jalan yang langsung bisa mengendarai sepeda motor sampai di pesisir dekat dengan area warung-warung di pinggir pantai, tetapi jalannya cukup rusak, banyak bebatuan atau kerikil.

Ada juga jalan yang harus dilewati dengan berjalan menuruni puluhan anak tangga. Saya dan Bapak memilih untuk berjalan turun perlahan. Meskipun medan yang saya lewati cukup terjal, namun pemandangan yang disuguhkan selama menuruni anak tangga sangat sayang untuk dilewatkan.

Dari atas tebing sudah terdengar deburan ombak yang seakan menyapa saya. Awan yang berbaris dilangit pantai menyejukkan mata. Tanpa terasa sedikit demi sedikit anak tangga sudah terlewati.

Akhirnya kami menginjakkan kaki pada hamparan pasir putih. Kebetulan saat itu pantai sedang surut. Batu karang yang dipenuhi rumput laut hijau membentuk kubangan air. Di sana pula tempat favorit saya.

Saya senang merendam kaki ke dalam kolam itu karena airnya yang hangat terpapar sinar matahari siang itu. Sambil berendam memandangi suasana pantai juga menonton peselancar yang asyik bermain surfing.  

Dahulu memang Pantai Balangan masih belum ramai pengunjung. Banyak wisatawan bermain surfing saat ombak  besar. Mereka senang ketika gelombang air begitu besar dengan warna air yang indah, ombak yang menggulung tinggi disertai suaranya yang begitu ribut tapi menenangkan.

Pantai Balangan | Foto Sariasih

Di masa kini, ketika saya kembali mengunjungi Pantai Balangan untuk kesekian kalinya, suasana terasa berbeda. Dari rumah sampai menuju Pantai Balangan sudah banyak dibangun hotel maupun vila di pinggir jalan.

Semak-semak sudah berubah menjadi bangunan. Rumput hijau sudah berubah menjadi hotel, rentoran dan tempat tinggal. Jarang sekali kini tampak kakek-kakek atau nenek-nenek yang biasa menggembala sapi di sisa lahan rerumputan atau semak-semak.

Seiring berjalannya waktu, Pantai Balangan sudah cukup ramai didatangi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Pantai itu kini viral sebagai tempat untuk menikmati pemandangan sunset yang indah.  Tebing di atas Pantai Balangan  itu pada waktu sore hari, diserbu wisatawan yang berbondong-bondong memilih tempat untuk duduk.

Biasanya di tebing ini lebih didominasi remaja gen Z. Mereka berkumpul, duduk berjejer, bergurau menebar tawa sembari memainkan lagu dengan gitar yang mereka bawa. Di tebing Pantai Balangan ini juga biasanya banyak yang melakukan foto prewedding.

Selain tebing yang kini menjadi ikon Pantai Balangan, ada hiddem gem yang bisa pengunjung temukan. Tempatnya terpojok di bagian selatan, dekat dengan tebing New Kota Golf sangat cocok untuk orang-orang kota yang ingin menikmati ketenangan.

Selain itu Pantai Balangan juga ada warung-warung kecil yang berjejer di tepi pantai. Di setiap warung menyewakan long chair atau kursi santai dengan payung. Selain itu biasanya juga terdapat jasa pijat maupun jasa kepang rambut serta terdapat juga toilet umum yang dapat digunakan membersihkan diri dari lengketnya air pantai dan pasir.

Hingga saat ini masih banyak orang yang susah menemuka akses untuk menuju Pantai Balangan. Tetapi, ketika sudah sampai, lelah mereka dalam perjalanan akan terbayarkan dengan view sunset yang menenangkan.

Semua keindahan yang ada di Pantai Balangan dari saya kecil hingga kini masih sama. Keaslian alamnya tetap terjaga. Pantai yang bersih dan indah karena masyarakat maupun pengunjung sama-sama saling menjaga. Pengalaman perjalanan yang tidaklah mudah untuk dilupakan dalam memori ingatan.

Ketika sudah pernah menikmati keindahannya pasti ingin datang kembali. Pantai Balangan tempat yang tepat untuk saya menenangkan pikiran setelah melalui hari yang melelahkan. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Komang Sariasih
Editor: Jaswanto

Tags: JimbaranPantai BalanganPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Suintrah (2024): Keheningan yang Mengguncang | Catatan Film Pemenang FFI 2024 Kategori Film  Cerita Pendek

Next Post

Ijazah Sebagai Senjata Politik, Bukan Penentu Kapabilitas

Ni Komang Sariasih

Ni Komang Sariasih

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali

Related Posts

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails
Next Post
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

Ijazah Sebagai Senjata Politik, Bukan Penentu Kapabilitas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co