14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bernostalgia ke Pantai Balangan: Dulu Terpencil Kini Terkenal

Ni Komang Sariasih by Ni Komang Sariasih
September 15, 2025
in Tualang
Bernostalgia ke Pantai Balangan: Dulu Terpencil Kini Terkenal

Pantai Balangan | Foto Sariasih

DARI begitu banyak pantai yang bisa dikunjungi di wilayah Jimbaran, Kuta Selatan, Badung-Bali, salah satunya Pantai Balangan. Dulu pantai ini sepi, terpencil, pengunjung tak banyak yang tahu lokasi pantai ini. Nama pantainya pun tak pernah disebut-sebut.

Tapi kini, pantai itu begitu terkenal. Namanya kini bisa disejajarkan dengan pantai-pantai yang sudah lebih dulu dikenal di Bali, semisal Kuta dan Sanur.

Belum lama ini saya berkunjung ke Pantai Balangan, dan rasanya seperti bernostalgia. Pantai Balangan, di telinga saya, atau di lingkungan keluarga saya, memang sangat akrab. Saya mengenal pantai ini sejak saya masih kecil.

Dulu, sebelum tahun 2010-an, saya dan penduduk asli di desa-desa di sekitar Pantai Balangan lebih sering bermain di pesisir pantai, berendam dengan leluasa. Rasanya sunyi, sepi, dan damai.

Pantai Balangan | Foto Sariasih

Kami berendam dalam lubang-lubang air yang terbentuk secara alami ketika air laut surut. Kami berendam sambil menikmati matahari terbenam, sambil ngobrol, atau sembari melakukan kegiatan lainnya yang menyenangkan.

Saya sering ke Pantai Balangan bersama Bapak. Kami mengendarai sepeda motor Honda Astrea Prima, menyusuri jalan-jalan kecil. Di kiri kanan jalan tampak semak-semak dan pepohonan rindang yang membuat jalanan terasa sejuk.

Saya ingat, waktu kecil saya akan memicingkan mata saat dibonceng Bapak. Teriknya sinar matahari sore lumayan membuat mata silau.

Perjalanan dari tempat tinggal saya, di Lingkungan Cengiling, Jimbaran, menuju Pantai Balangan tak begitu lama. Waktu yang dibutuhkan yaitu selama kurang lebih 15 menit. Sepanjang jalan sekitar 10 kilometer itu sepi dan berliku.

Pantai Balangan | Foto Sariasih

Di sepanjang jalan kami melihat kakek-kakek atau nenek-nenek yang sedang menggembala sapi di tengah rerumputan. Kami biasa menyapa kakek-kakek dan nenek-nenek itu. Itu terasa sangat menyenangkan.

Kami tak henti memandang semak-semak hijau maupun cokelat karena mengering terkena paparan terik matahari. Dari jalan yang semakin dekat dengan pantai terlihat hamparan berwarna biru. Ya! Itulah Pantai Balangan.

Pantai yang sering saya datangi. Untuk sekadar melihat sunset ataupun berendam di dalam kubangan air di tengah laut. Begitu sampai, kami memarkirkan sepeda motor di atas tebing yang memang disiapkan untuk area parkir.

Jalan menuju pesisir pantai terdapat dua pilihan. Ada jalan yang langsung bisa mengendarai sepeda motor sampai di pesisir dekat dengan area warung-warung di pinggir pantai, tetapi jalannya cukup rusak, banyak bebatuan atau kerikil.

Ada juga jalan yang harus dilewati dengan berjalan menuruni puluhan anak tangga. Saya dan Bapak memilih untuk berjalan turun perlahan. Meskipun medan yang saya lewati cukup terjal, namun pemandangan yang disuguhkan selama menuruni anak tangga sangat sayang untuk dilewatkan.

Dari atas tebing sudah terdengar deburan ombak yang seakan menyapa saya. Awan yang berbaris dilangit pantai menyejukkan mata. Tanpa terasa sedikit demi sedikit anak tangga sudah terlewati.

Akhirnya kami menginjakkan kaki pada hamparan pasir putih. Kebetulan saat itu pantai sedang surut. Batu karang yang dipenuhi rumput laut hijau membentuk kubangan air. Di sana pula tempat favorit saya.

Saya senang merendam kaki ke dalam kolam itu karena airnya yang hangat terpapar sinar matahari siang itu. Sambil berendam memandangi suasana pantai juga menonton peselancar yang asyik bermain surfing.  

Dahulu memang Pantai Balangan masih belum ramai pengunjung. Banyak wisatawan bermain surfing saat ombak  besar. Mereka senang ketika gelombang air begitu besar dengan warna air yang indah, ombak yang menggulung tinggi disertai suaranya yang begitu ribut tapi menenangkan.

Pantai Balangan | Foto Sariasih

Di masa kini, ketika saya kembali mengunjungi Pantai Balangan untuk kesekian kalinya, suasana terasa berbeda. Dari rumah sampai menuju Pantai Balangan sudah banyak dibangun hotel maupun vila di pinggir jalan.

Semak-semak sudah berubah menjadi bangunan. Rumput hijau sudah berubah menjadi hotel, rentoran dan tempat tinggal. Jarang sekali kini tampak kakek-kakek atau nenek-nenek yang biasa menggembala sapi di sisa lahan rerumputan atau semak-semak.

Seiring berjalannya waktu, Pantai Balangan sudah cukup ramai didatangi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Pantai itu kini viral sebagai tempat untuk menikmati pemandangan sunset yang indah.  Tebing di atas Pantai Balangan  itu pada waktu sore hari, diserbu wisatawan yang berbondong-bondong memilih tempat untuk duduk.

Biasanya di tebing ini lebih didominasi remaja gen Z. Mereka berkumpul, duduk berjejer, bergurau menebar tawa sembari memainkan lagu dengan gitar yang mereka bawa. Di tebing Pantai Balangan ini juga biasanya banyak yang melakukan foto prewedding.

Selain tebing yang kini menjadi ikon Pantai Balangan, ada hiddem gem yang bisa pengunjung temukan. Tempatnya terpojok di bagian selatan, dekat dengan tebing New Kota Golf sangat cocok untuk orang-orang kota yang ingin menikmati ketenangan.

Selain itu Pantai Balangan juga ada warung-warung kecil yang berjejer di tepi pantai. Di setiap warung menyewakan long chair atau kursi santai dengan payung. Selain itu biasanya juga terdapat jasa pijat maupun jasa kepang rambut serta terdapat juga toilet umum yang dapat digunakan membersihkan diri dari lengketnya air pantai dan pasir.

Hingga saat ini masih banyak orang yang susah menemuka akses untuk menuju Pantai Balangan. Tetapi, ketika sudah sampai, lelah mereka dalam perjalanan akan terbayarkan dengan view sunset yang menenangkan.

Semua keindahan yang ada di Pantai Balangan dari saya kecil hingga kini masih sama. Keaslian alamnya tetap terjaga. Pantai yang bersih dan indah karena masyarakat maupun pengunjung sama-sama saling menjaga. Pengalaman perjalanan yang tidaklah mudah untuk dilupakan dalam memori ingatan.

Ketika sudah pernah menikmati keindahannya pasti ingin datang kembali. Pantai Balangan tempat yang tepat untuk saya menenangkan pikiran setelah melalui hari yang melelahkan. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Komang Sariasih
Editor: Jaswanto

Tags: JimbaranPantai BalanganPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Suintrah (2024): Keheningan yang Mengguncang | Catatan Film Pemenang FFI 2024 Kategori Film  Cerita Pendek

Next Post

Ijazah Sebagai Senjata Politik, Bukan Penentu Kapabilitas

Ni Komang Sariasih

Ni Komang Sariasih

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali

Related Posts

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails

Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

by Laurensia Junita Della
April 19, 2026
0
Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

“Tanpa seni, dunia jadi hambar.” Saya tidak yakin dari mana saya mendapatkan kata-kata ini, tapi saya setuju. Sebagai orang yang...

Read moreDetails

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
April 14, 2026
0
Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

HARI itu adalah hari yang telah lama saya nantikan. Hari ketika akhirnya saya bisa menyaksikan dunia dari ketinggian 3.145 mdpl,...

Read moreDetails

Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

by Jaswanto
March 29, 2026
0
Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

APA ada Surabaya di Shanghai? Saya kira tidak. Tapi ada Shanghai di Surabaya—meski hanya Shanghai-Shanghaian. Maksudnya, bukan Shanghai betulan. Hanya...

Read moreDetails

Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

KABUT tipis masih menggantung saat saya tiba di dataran tinggi Kintamani, Bangli, Bali. Udara dingin menempel di kulit, sementara di...

Read moreDetails

Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

by Ahmad Sihabudin
March 8, 2026
0
Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

DESEMBER 1982, kami baru naik kelas dua SMA. Umur masih belasan, dada penuh angin, kepala penuh peta yang belum tentu...

Read moreDetails

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails
Next Post
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

Ijazah Sebagai Senjata Politik, Bukan Penentu Kapabilitas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co