13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gede Buda, Sosok di Balik Enam Medali Emas Muay Thai Buleleng di Porprov Bali 2025

Son Lomri by Son Lomri
September 12, 2025
in Persona
Gede Buda, Sosok di Balik Enam Medali Emas Muay Thai Buleleng di Porprov Bali 2025

Gede Buda, pelatih Tim Muay Thai Buleleng di Porprov Bali 2025 | Foto: tatkala.co/Son

TIM Muay Thai Buleleng angkut 6 medali emas, 7 perak, dan 2 medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025.

Di balik perolehan yang gemilang itu, tentu, tidak lepas dari tangan sosok yang melatih, bagaimana ia melatih, juga bagaimana ia meyakinkan, memotivasi, para atlet supaya bermental juara. Itu semua adalah kunci—selain kegigihan para atlet tentu saja.

Sosok pelatih itu ialah Gede Sudarma, atau lebih dikenal Gede Buda. Buda adalah pelatih yang berhasil membawa Muay Thai Buleleng ke ladang juara.

Lelaki kelahiran Kalibukbuk, 19 April 1974 itu, memiliki beragam akar beladiri tradisional yang kental. Sehingga mampu menjadikan murid-muridnya sebagai atlet dengan rasa kepercayaan diri yang kuat.

“Saya tidak memandang siapa pun ketika belajar beladiri. Mau anak saya atau anak siapa pun, saya akan berikan yang terbaik sampai siap tampil. Saya gembleng mereka dengan kerja keras saat latihan, tanpa ampun. Haha,” kata Gede Buda.

Gede Buda, pelatih Tim Muay Thai Buleleng di Porprov Bali 2025 | Foto: tatkala.co/Son

Tapi itu masih belum seberapa, Gede Buda masih menakar kemampuan para atletnya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Berbeda dengan nasibnya dulu ketika dilatih oleh sang ayah.

“Saya belajar silat Cimande dari bapak, dari kecil, umur delapan tahun. Dan itu wajib hukumnya saya belajar silat, dipaksa bapak,” ujarnya.

Sebagai seorang pendekar, Gede Buda belajar silat pada ayahnya, Wayan Mustara, yang disebutnya sebagai maha guru.

Semua keluarganya pesilat. Gede Buda memiliki 13 saudara tiri dari 13 ibu tiri. Ia anak tunggal dari ibu kandungnya. Semua keluarganya adalah pendekar. Ayahnya memiliki 14 istri dengan 14 anak (termasuk dia di dalamnya).

“Bapak saya keras dalam mendidik saya di silat, dulu. Kami, semua anak-anaknya, dipaksa untuk belajar, hukumnya wajib. Kalau tidak, bapak bisa marah,” kisah Buda. “Bapak memang dikenal sebagai jawara silat Cimande, dulu. Keras,” sanbungnya.

Sewaktu kecil, di umur delapan tahun, Gede Buda belajar silat Cimande Tari Kolot Kebun Djeruk Hilir (KESTI TTKKDH), sebuah beladiri asli Jawa Barat, sekali lagi, pada sang ayah.

Semua jusrus dikuasai oleh Gede Buda, kemudian sang ayah mengajarinya silat Walet Putih yang dibuat ayahnya, juga dikuasai Gede Buda dengan baik.

Di antara sanak-keluarganya, Gede Buda menjadi generasi terakhir yang masih mendedikasikan hidupnya pada ranah kependekaran.  “Meneruskan warisan leluhur. Kalau tidak, saya kuwalat nanti,” kata Gede Buda.

Wayan Mustara, Maha Guru Silat Walet Putih atau guru Gede Buda | Foto: Istimewa

Tak hanya dua aliran silat itu yang ia kuasai dari sang ayah, dengan latihan yang keras tentunya, aliran silat Sitembak Tujuh Harian (silat Bali), Silat Depok, terus Silat Harimau Putih, juga diberikan sang ayah padanya. Kemudian dikuasainya juga.

Sekitar tahun 1998, Gede Buda kemudian membuka padepokan Walet Putih di rumahnya, di Kalibukbuk, Lovina, Buleleng, dengan nyambi menjadi atlet yang juga sering ikut lomba selain melatih orang lain untuk lomba.

Gede Buda pernah mendapatkan Juara 1 Piala Tetap IPSI Buleleng (2006), Juara Umum 3 Bupati Cup III Antar Perguruan Se-Kabupaten Buleleng (2010), dan Juara 2 Piala Bupati Cup III (2012).

Namun, melihat perkembangan kompetisi dunia persilatan telah banyak mengalami perubahan, Gede Buda akhirnya berdialog dengan keadaan, untuk mencoba aliran silat lain yang berasal dari luar, yaitu Muay Thai dan Wushu.

“Yang mengarahkan saya ke Muayhtai itu teman, Wayan Suwita dan Gede Betran sekitar tahun 2014,” kata Gede Buda.

Dua aliran beladiri itu juga dikuasainya dengan baik. Dengan begitu, padepokannya berubah nama menjadi Walet Fight Club sejak tahun 2015.

“Tapi sekarang lebih fokus untuk Muayhthai daripada Wushu. Tapi di Wushu juga beberapa kali murid saya sabet juara. Anak saya yang pertama, itu raih medali emas beberapa tahun lalu,” kata Gede Buda.

Sampai di situ, Gede Buda juga menjelaskan, melihat kemampuan para muridnya yang kurang mendapatkan tempat untuk bersaing secara kompetitif di silat tradisional, dialihkan pada Muay Thai—dengan silat lokal sebagai akarnya.

Gede Buda dan tim Muay Thai Buleleng di Porprov Bali 2025 | Foto: KONI Buleleng

“Sebenarnya, tidak terlalu jauh berbeda antara silat tradisional dengan Muay Thai itu. Tinggal kita memperdalam apa yang beda, dan silat tradisional juga masih kami gunakan sebagai dasar,” jelas Gede Buda.

Di arena perlombaan, pertandingan silat cenderung memiliki aturan yang lebih ketat. Berbeda dengan Muay Thai, beladiri asal Thailand itu, justru terkesan lebih terbuka, alias boleh memukul daerah apa saja kecuali kemaluan, mata, kepala bagian belakang, dan yang paling penting jangan menggigit area tubuh mana pun.

Seni beladiri Muay Thai juga kerap disebut sebagai seni beladiri delapan tungkai. Yang menggunakan delapan titik kontak tubuh untuk menyerang. Antara lain, kedua kaki (tulang kering), kedua siku, dan kedua tinju.

“Sehingga, di Muay Thai bisa lebih ngeri ketika di pertandingan,” kata Gede Buda.

Sampai di situ, ia juga menjelaskan apa yang biasa terjadi di pertarungan Muay Thai adalah luka berat. Mata bisa keluar oleh sabetan kaki, hidung bisa pecah, bahkan kepala bisa bocor oleh elbow atau dihantam dengan lutut.

Oleh karena itu, ia menekankan kepada setiap muridnya agar fokus pada ketahanan fisik supaya memiliki pertahanan bagus selain menyerang dalam persiapan Porprov Bali tahun ini.

“Satu hari, mereka disesuaikan kemampuannya untuk berlari 15 km,” Buda menjelaskan. “Latihan fisik lainnya seperti dipukul perut dengan tebu, mereka juga mesti menjaga pola makan dengan baik. Harus tahan dengan godaan makanan,” lanjutnya.

Apa yang dikatakan Gede Buda kepada atlet Muay Thai Buleleng ternyata betul. Kekuatan tubuh memang menjadi modal utama selain penguasaan teknik. Emas, perak, perunggu, adalah hasil gemblengannya selama empat bulan. Terima kasih Gede Buda. Terima kasih para atlet. Panjang umur. Merdeka.[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Tags: Gede BudaKONI BulelengMuay ThaiPekan Olahraga Provinsi (Porprov) BaliPorprov BaliPorprov Bali 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Seruan Introspeksi Politik

Next Post

Refleksi Banjir, Hilmar Farid: Bali Harus Kembali ke Akar Melalui Humaniora

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi Banjir, Hilmar Farid: Bali Harus Kembali ke Akar Melalui Humaniora

Refleksi Banjir, Hilmar Farid: Bali Harus Kembali ke Akar Melalui Humaniora

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co