3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tiga Sekawan dari Pakisan Persembahkan Emas Pertama untuk Buleleng di Cabor Sepak Takraw Porprov Bali 2025

Kardian Narayana by Kardian Narayana
September 5, 2025
in Khas
Tiga Sekawan dari Pakisan Persembahkan Emas Pertama untuk Buleleng di Cabor Sepak Takraw Porprov Bali 2025

Peri Artika, Peri Ardiasa, dan Setiawan | Foto Kardian

“Satu lagi… satu lagi… satu lagi!” 

Teriakan suporter kontingen Buleleng bergema saat tim double event putra sepak takraw  Buleleng match point 14-5 menghadapi tim kontingen Badung pada ajang Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Bali 2025 di Gedung Bulutangkis Praja, Dalung-Badung, Kamis, 4 September.

Jarak point yang cukup jauh itu membuat Buleleng berada pada posisi aman, dan susah untuk terkejar tim Badung.

Saat itu, bola sedang ada di tim Badung, dan bersiap melakukan servis. Bola melaju melintasi net, menuju Putu Setiawan dari tim Buleleng.

Suasana pertandingan tim double event putra sepak takraw  Buleleng vs Badung | Foto: Kardian


“Satu…” teriak suporter saat bola menyentuh kaki Setiawan.

Bola kemudian mengarah ke kawan se-timnya. Ketut Peri Ardiasa telah siap menerima bola dari Setiawan.

“Dua…”  teriak suporter Buleleng.

Bola langsung diumpan kembali ke arah Setiawan yang telah siap melompat.

 “Tiga…” teriak penonton.

Setiawan melompat melepaskan smash dengan kaki kanan, yang tak mampu diblok oleh Badung. Poin. Dan, Buleleng raih medali emas.

Dan, gemuruh teriak bahagia menggema memenuhi Gedung Bulutangkis Praja. Suporter Buleleng berhamburan menghampiri Setiawan dan Peri. Mereka meluapkan kebahagiaan atas keberhasilan Setiawan dan Peri yang meraih emas untuk kontingen sepak takraw Buleleng.

Setiawan dan Peri berhasil menaklukkan Badung dengan skor akhir 2:1 (tiga Set). Set I skor 11-15, Set II 15-10 dan set III 15-5.

Supporter tim Buleleng bergembira | Foto: Kardian

Tim Double Event Putra Buleleng yang terdiri dari Putu Setiawan, Ketut Peri Ardiasa dan Kadek Peri Artika (cadangan), berhasil memecahkan kebuntuan sepak takraw Buleleng. Sejak pertama kali bertanding pada 31 Agustus lalu, tim sepak takraw hanya mampu mengumpulkan medali perak dan perunggu. Semua merasakan kebahagiaan. 

Ini adalah medali emas pertama untuk kontingen sepak takraw Buleleng di Porprov Bali XVI. Medali emas pertama untuk Setiawan, Peri Ardiasa dan Peri Artika yang telah berkali-kali ikut Porprov. Medali emas kembali untuk tim double event sepak takraw Buleleng setelah medali yang sama diperoleh 10 tahun lalu, saat Buleleng jadi tuan rumah Porprov Bali 2015.

Semua tersenyum bahagia, sambil meninggalkan lapangan pertandingan menuju keluar gedung. Di luar gedung beberapa orang tim Buleleng menunggu kabar, senyum lebar pun keluar dari wajah pendukung, yang ikut merasakan ketegangan di dalam pertandingan.

Ketua Umum Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Buleleng, Made Tresna Wijaya — yang beberapa hari ini wajah cukup tegang karena target 2 medali emas belum tercapai — saat itu tampak lega.

“Beban berat bagi kami karena kami menargetkan minimal dua emas sampai hari ini baru terpenuhi satu emas dan masih ada peluang satu nomor quadrant putra-putri, mudah-mudahan ini bisa diwujudkan,” kata Tresna Wijaya.

Pemain dan official tim sepak takraw Buleleng, berkumpul membentuk lingkaran mendengarkan pengarahan dari pelatih I Gede Sudarmika.

“Saya sangat bangga dengan perjuangan kalian semua, ini hasil yang cukup positif hari ini, dan kita masih harus berjuang di satu nomor lagi. Saya minta maaf jika saat mendampingi pertandingan tadi kata-kata saya agak keras ke kalian, saya minta maaf,” kata Sudarmika kepada atlet dan dibalas dengan tepuk tangan oleh seluruh tim. 

***

Putu Setiawan, Ketut Peri Ardiasa dan Kadek Peri Artika tampak tersenyum kecil atas kemenangan yang diraih. Pertemuan dengan tim double event Badung sebelumnya telah sempat terjadi di fase grup. Saat itu, Buleleng menang melawan Badung dengan skor akhir 2:1 (3 set) juga.

Kondisi itu sesungguhnya menjadi beban bagi tim Buleleng. Karena berdasarkan pengalaman, pertemuan kedua di nomor yang sama sering sekali hasilnya terbalik.

 

Peri Artika, Peri Ardiasa, Setiawan dan pelatih Suarjuliasa | Foto: Kardian

“Ketegangannya bukan karena babak final, tapi karena sudah sempat ketemu di grup. Sering sekali terjadi menang di grup kalah di babak final, ketika ketemu dengan tim yang sama,” cerita Kadek Peri Artika, yang telah 5 kali mengikuti Porprov Bali sejak tahun 2015.

Pernyataannya diiyakan oleh kedua rekannya.  Ketut Peri Ardiasa dan Putu Setiawan, keduanya merupakan junior Kadek Peri Artika, yang juga telah berkali-kali mengikuti Porprov Bali. 

Kadek Peri Artika, lahir di Pakisan, 29 April 1999, sekarang sebagai pegawai administrasi di SMP Negeri 4 Kubutambahan. Mengikuti Porprov Bali dari 2015, 2017, 2019, 2022, 2025.

Ketut Peri Ardiasa, lahir di Pakisan,20 Mei 2002, fresh graduate Undiksha, jurusan pendidikan keolahragaan. Mengikuti Porprov Bali di tahun 2017, 2022, 2025.

Putu Setiawan, lahir di Pakisan, 26 Februari 2004, mahasiswa semester 5 Undiksha. Mengikuti Porprov dari tahun 2019, 2022, 2025.

Ketiga berasal dari Desa yang sama di Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng Bali. Desa yang saat ini merupakan pencetak atlet sepak takraw untuk Buleleng. Peri Artika dan Peri Ardiasa mereka satu dari Dusun Pakisan, sedangkan Putu Setiawan dari Dusun Sang Burni. Ketiganya sudah saling mengenal sejak kecil. Jangan ditanya lagi tentang Porjar, ketiganya tak pernah absen di turnamen Porjar tingkat SD-SMP-SMA. 

Peri Artika mengelap keringat juniornya | Foto: Kardian

Walau telah berkali-kali, mengikuti Porprov Bali, keberhasilan meraih medali emas kali ini, benar-benar spesial bagi mereka bertiga. Mereka terlalu sering masuk babak semifinal dan final namun baru 2025 bisa menang dan mendapatkan emas. Mendapat perak dan perunggu bagi mereka bertiga hal yang sudah biasa. Terspesial itu, bagi Peri Artika, saat mendapatkan emas, posisinya sebagai cadangan karena cedera saat pertandingan hari pertama di nomor Team Beregu Putra. 

“Engkel saya ini, sudah kocak, harus dipakai pelindung keduanya, ini yang cedera kaki yang tidak saya pakaikan pelindung. Saat dapat emas saya malah cadangan, tapi syukuri saja,” tuturnya saat ngobrol di tempat makan hotel. 

Peri Artika, nampaknya menjadi senior yang cukup berpengaruh bagi Setiawan dan Peri Ardiasa. Sejak menekuni sepak takraw, mereka sering latihan bersama. Peri Artika selalu mengajak dua juniornya untuk latihan. 

“Dia (Peri Artika) yang sering ngajak saya latihan, walau jarak rumah kita agak jauh,” kata Setiawan. 

“Dia (Setiawan) ini saya kalahkan saja waktu SD. SD kita berbeda. Dia SD 4 Pakisan, saya SD 1 Pasikan,” celetuk Peri Ardiasa. 

“Eh…itu dulu,” kata Setiawan menimpali celetukan Peri Ardiasa dan semua tertawa. 

Chemistry mereka telah terbangun sejak lama. Terbangun dari asal daerah yang sama dan sudah berada di tim sepak takraw Buleleng sejak lama. Seakan-akan tanpa harus bicara mereka sudah mengerti apa yang harus dilakukan saat pertandingan.

Situasi ini nampaknya mempermudah mereka bangkit saat sempat ditekan Badung pada set pertama final double event putra. Sehingga pada set 2 dan 3 berhasil dikuasi kembali, sehingga bisa jadi pemenang. 

“Hal membuat kami comeback di set 2 dan 3, saat melihat wajah teman-teman dan pelatih yang sangat berharap kami menang. Kami tidak boleh mengecewakan mereka. Sepak takraw Buleleng harus membawa emas pulang. Dan menghentikan dominasi Badung,” ucap Peri Ardiasa dengan penuh semangat. 

Setiawan melakukan servis | Foto: Kardian

Buleleng saat ini telah mendapatkan 6 medali dari 7 nomor yang telah selesai dipertandingkan. Medali yang diraih 1 emas, 2 perak dan 3 perunggu. Emas dari nomor double event putra. Nomor yang sangat jarang ditaklukkan Buleleng.

Dari data yang ada untuk nomor double event putra ini terakhir meraih emas tahun 2015 lalu, saat Buleleng menjadi tuan rumah Porprov Bali. “Sudah 10 tahun baru bisa dapet emas, saat itu saya masih jadi atlet,” kata Gede Suarjuliasa mantan atlet yang kini telah berkarir menjadi pelatih sepak takraw Buleleng. [T]

Reporter/Penulis: Kardian Narayana
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
38 Tahun Desa Pakisan Jadi Sarang Atlet Sepak Takraw Buleleng
Tags: bulelengDesa PakisanKONI BulelengolahragaPorprov Balisepak takraw
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Aiptu I Kadek Asoi: Dari Bhayangkara ke Bendesa Adat, Mengabdi untuk Desa Tista

Next Post

Jambore GenRe Kota Denpasar 2025: Dua Hari Satu Malam Penuh Canda, Solidaritas, dan Harapan

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails
Next Post
Jambore GenRe Kota Denpasar 2025: Dua Hari Satu Malam Penuh Canda, Solidaritas, dan Harapan

Jambore GenRe Kota Denpasar 2025: Dua Hari Satu Malam Penuh Canda, Solidaritas, dan Harapan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co