2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tiga Sekawan dari Pakisan Persembahkan Emas Pertama untuk Buleleng di Cabor Sepak Takraw Porprov Bali 2025

Kardian Narayana by Kardian Narayana
September 5, 2025
in Khas
Tiga Sekawan dari Pakisan Persembahkan Emas Pertama untuk Buleleng di Cabor Sepak Takraw Porprov Bali 2025

Peri Artika, Peri Ardiasa, dan Setiawan | Foto Kardian

“Satu lagi… satu lagi… satu lagi!” 

Teriakan suporter kontingen Buleleng bergema saat tim double event putra sepak takraw  Buleleng match point 14-5 menghadapi tim kontingen Badung pada ajang Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Bali 2025 di Gedung Bulutangkis Praja, Dalung-Badung, Kamis, 4 September.

Jarak point yang cukup jauh itu membuat Buleleng berada pada posisi aman, dan susah untuk terkejar tim Badung.

Saat itu, bola sedang ada di tim Badung, dan bersiap melakukan servis. Bola melaju melintasi net, menuju Putu Setiawan dari tim Buleleng.

Suasana pertandingan tim double event putra sepak takraw  Buleleng vs Badung | Foto: Kardian


“Satu…” teriak suporter saat bola menyentuh kaki Setiawan.

Bola kemudian mengarah ke kawan se-timnya. Ketut Peri Ardiasa telah siap menerima bola dari Setiawan.

“Dua…”  teriak suporter Buleleng.

Bola langsung diumpan kembali ke arah Setiawan yang telah siap melompat.

 “Tiga…” teriak penonton.

Setiawan melompat melepaskan smash dengan kaki kanan, yang tak mampu diblok oleh Badung. Poin. Dan, Buleleng raih medali emas.

Dan, gemuruh teriak bahagia menggema memenuhi Gedung Bulutangkis Praja. Suporter Buleleng berhamburan menghampiri Setiawan dan Peri. Mereka meluapkan kebahagiaan atas keberhasilan Setiawan dan Peri yang meraih emas untuk kontingen sepak takraw Buleleng.

Setiawan dan Peri berhasil menaklukkan Badung dengan skor akhir 2:1 (tiga Set). Set I skor 11-15, Set II 15-10 dan set III 15-5.

Supporter tim Buleleng bergembira | Foto: Kardian

Tim Double Event Putra Buleleng yang terdiri dari Putu Setiawan, Ketut Peri Ardiasa dan Kadek Peri Artika (cadangan), berhasil memecahkan kebuntuan sepak takraw Buleleng. Sejak pertama kali bertanding pada 31 Agustus lalu, tim sepak takraw hanya mampu mengumpulkan medali perak dan perunggu. Semua merasakan kebahagiaan. 

Ini adalah medali emas pertama untuk kontingen sepak takraw Buleleng di Porprov Bali XVI. Medali emas pertama untuk Setiawan, Peri Ardiasa dan Peri Artika yang telah berkali-kali ikut Porprov. Medali emas kembali untuk tim double event sepak takraw Buleleng setelah medali yang sama diperoleh 10 tahun lalu, saat Buleleng jadi tuan rumah Porprov Bali 2015.

Semua tersenyum bahagia, sambil meninggalkan lapangan pertandingan menuju keluar gedung. Di luar gedung beberapa orang tim Buleleng menunggu kabar, senyum lebar pun keluar dari wajah pendukung, yang ikut merasakan ketegangan di dalam pertandingan.

Ketua Umum Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Buleleng, Made Tresna Wijaya — yang beberapa hari ini wajah cukup tegang karena target 2 medali emas belum tercapai — saat itu tampak lega.

“Beban berat bagi kami karena kami menargetkan minimal dua emas sampai hari ini baru terpenuhi satu emas dan masih ada peluang satu nomor quadrant putra-putri, mudah-mudahan ini bisa diwujudkan,” kata Tresna Wijaya.

Pemain dan official tim sepak takraw Buleleng, berkumpul membentuk lingkaran mendengarkan pengarahan dari pelatih I Gede Sudarmika.

“Saya sangat bangga dengan perjuangan kalian semua, ini hasil yang cukup positif hari ini, dan kita masih harus berjuang di satu nomor lagi. Saya minta maaf jika saat mendampingi pertandingan tadi kata-kata saya agak keras ke kalian, saya minta maaf,” kata Sudarmika kepada atlet dan dibalas dengan tepuk tangan oleh seluruh tim. 

***

Putu Setiawan, Ketut Peri Ardiasa dan Kadek Peri Artika tampak tersenyum kecil atas kemenangan yang diraih. Pertemuan dengan tim double event Badung sebelumnya telah sempat terjadi di fase grup. Saat itu, Buleleng menang melawan Badung dengan skor akhir 2:1 (3 set) juga.

Kondisi itu sesungguhnya menjadi beban bagi tim Buleleng. Karena berdasarkan pengalaman, pertemuan kedua di nomor yang sama sering sekali hasilnya terbalik.

 

Peri Artika, Peri Ardiasa, Setiawan dan pelatih Suarjuliasa | Foto: Kardian

“Ketegangannya bukan karena babak final, tapi karena sudah sempat ketemu di grup. Sering sekali terjadi menang di grup kalah di babak final, ketika ketemu dengan tim yang sama,” cerita Kadek Peri Artika, yang telah 5 kali mengikuti Porprov Bali sejak tahun 2015.

Pernyataannya diiyakan oleh kedua rekannya.  Ketut Peri Ardiasa dan Putu Setiawan, keduanya merupakan junior Kadek Peri Artika, yang juga telah berkali-kali mengikuti Porprov Bali. 

Kadek Peri Artika, lahir di Pakisan, 29 April 1999, sekarang sebagai pegawai administrasi di SMP Negeri 4 Kubutambahan. Mengikuti Porprov Bali dari 2015, 2017, 2019, 2022, 2025.

Ketut Peri Ardiasa, lahir di Pakisan,20 Mei 2002, fresh graduate Undiksha, jurusan pendidikan keolahragaan. Mengikuti Porprov Bali di tahun 2017, 2022, 2025.

Putu Setiawan, lahir di Pakisan, 26 Februari 2004, mahasiswa semester 5 Undiksha. Mengikuti Porprov dari tahun 2019, 2022, 2025.

Ketiga berasal dari Desa yang sama di Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng Bali. Desa yang saat ini merupakan pencetak atlet sepak takraw untuk Buleleng. Peri Artika dan Peri Ardiasa mereka satu dari Dusun Pakisan, sedangkan Putu Setiawan dari Dusun Sang Burni. Ketiganya sudah saling mengenal sejak kecil. Jangan ditanya lagi tentang Porjar, ketiganya tak pernah absen di turnamen Porjar tingkat SD-SMP-SMA. 

Peri Artika mengelap keringat juniornya | Foto: Kardian

Walau telah berkali-kali, mengikuti Porprov Bali, keberhasilan meraih medali emas kali ini, benar-benar spesial bagi mereka bertiga. Mereka terlalu sering masuk babak semifinal dan final namun baru 2025 bisa menang dan mendapatkan emas. Mendapat perak dan perunggu bagi mereka bertiga hal yang sudah biasa. Terspesial itu, bagi Peri Artika, saat mendapatkan emas, posisinya sebagai cadangan karena cedera saat pertandingan hari pertama di nomor Team Beregu Putra. 

“Engkel saya ini, sudah kocak, harus dipakai pelindung keduanya, ini yang cedera kaki yang tidak saya pakaikan pelindung. Saat dapat emas saya malah cadangan, tapi syukuri saja,” tuturnya saat ngobrol di tempat makan hotel. 

Peri Artika, nampaknya menjadi senior yang cukup berpengaruh bagi Setiawan dan Peri Ardiasa. Sejak menekuni sepak takraw, mereka sering latihan bersama. Peri Artika selalu mengajak dua juniornya untuk latihan. 

“Dia (Peri Artika) yang sering ngajak saya latihan, walau jarak rumah kita agak jauh,” kata Setiawan. 

“Dia (Setiawan) ini saya kalahkan saja waktu SD. SD kita berbeda. Dia SD 4 Pakisan, saya SD 1 Pasikan,” celetuk Peri Ardiasa. 

“Eh…itu dulu,” kata Setiawan menimpali celetukan Peri Ardiasa dan semua tertawa. 

Chemistry mereka telah terbangun sejak lama. Terbangun dari asal daerah yang sama dan sudah berada di tim sepak takraw Buleleng sejak lama. Seakan-akan tanpa harus bicara mereka sudah mengerti apa yang harus dilakukan saat pertandingan.

Situasi ini nampaknya mempermudah mereka bangkit saat sempat ditekan Badung pada set pertama final double event putra. Sehingga pada set 2 dan 3 berhasil dikuasi kembali, sehingga bisa jadi pemenang. 

“Hal membuat kami comeback di set 2 dan 3, saat melihat wajah teman-teman dan pelatih yang sangat berharap kami menang. Kami tidak boleh mengecewakan mereka. Sepak takraw Buleleng harus membawa emas pulang. Dan menghentikan dominasi Badung,” ucap Peri Ardiasa dengan penuh semangat. 

Setiawan melakukan servis | Foto: Kardian

Buleleng saat ini telah mendapatkan 6 medali dari 7 nomor yang telah selesai dipertandingkan. Medali yang diraih 1 emas, 2 perak dan 3 perunggu. Emas dari nomor double event putra. Nomor yang sangat jarang ditaklukkan Buleleng.

Dari data yang ada untuk nomor double event putra ini terakhir meraih emas tahun 2015 lalu, saat Buleleng menjadi tuan rumah Porprov Bali. “Sudah 10 tahun baru bisa dapet emas, saat itu saya masih jadi atlet,” kata Gede Suarjuliasa mantan atlet yang kini telah berkarir menjadi pelatih sepak takraw Buleleng. [T]

Reporter/Penulis: Kardian Narayana
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
38 Tahun Desa Pakisan Jadi Sarang Atlet Sepak Takraw Buleleng
Tags: bulelengDesa PakisanKONI BulelengolahragaPorprov Balisepak takraw
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Aiptu I Kadek Asoi: Dari Bhayangkara ke Bendesa Adat, Mengabdi untuk Desa Tista

Next Post

Jambore GenRe Kota Denpasar 2025: Dua Hari Satu Malam Penuh Canda, Solidaritas, dan Harapan

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Jambore GenRe Kota Denpasar 2025: Dua Hari Satu Malam Penuh Canda, Solidaritas, dan Harapan

Jambore GenRe Kota Denpasar 2025: Dua Hari Satu Malam Penuh Canda, Solidaritas, dan Harapan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co