2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

38 Tahun Desa Pakisan Jadi Sarang Atlet Sepak Takraw Buleleng

Kardian Narayana by Kardian Narayana
September 1, 2025
in Khas
38 Tahun Desa Pakisan Jadi Sarang Atlet Sepak Takraw Buleleng

Ni Kadek Keisi Kusuma dan Luh Purnama Asih saat bertanding di Porprov Bali 2025 | Foto: Humas KONI Buleleng

INI untuk kedua kalinya, saya menjadi panitia Kontingen Buleleng Pekan Olahraga Provinsi Bali (Porprov Bali). Sebelumnya di Porprov XV Bali tahun 2023, dan saat ini Porprov XVI Bali 2025. Menjadi panitia kontingen, merupakan salah satu tugas menjadi pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng Masa Bakti 2021-2025. Di tahun ini, saya ditugaskan untuk mendampingi kontingen cabang olahraga (cabor) sepak takraw, selam kolam, yong moo do dan taekwondo.

Sepak takraw adalah cabor yang pertama saya dampingi. Jadwal pertandingannya dimulai 7 hari lebih awal dari jadwal Porprov XVI Bali. Jadwal Porprov 9-17 September 2025, sementara pertandingan sepak takraw dilaksanakan di Lapangan Bulutangkis Praja, Dalung-Badung, 31 Agustus-6 September 2025.

Di sinilah perkenalan pertama saya dengan tim sepak takraw Buleleng. Maklum saja, di kepengurusan KONI Buleleng saya tidak di Bidang Bimpres. Jadi sangat jarang terhubung dengan pengurus cabor.

Foto bersama kontingen takraw Buleleng | Foto: Humas KONI Buleleng

Pertanyaan basa-basi pun muncul hingga akhirnya ada kesempatan berbincang yang lebih dalam. Siapa yang menyangka, jika tim sepak takraw Buleleng, dipenuhi oleh warga Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan. Dari total anggota tim (atlet, pelatih dan official) 25 orang, 90% warga Desa Pakisan. Jika di kesenian Bali, itu disebut sebunan (satu sarang).

Sebunan adalah kelompok seni yang berasal dari satu banjar atau satu desa dan biasanya berkembang secara turun-temurun. Jadi, untuk olahraga, atlet-atlet sepak takraw Buleleng bisa disebut sebagai atlet sebunan dari Desa Pakisan.

Riwayat Sepak Takraw di Desa Pakisan 

Sepak takraw masuk Desa Pakisan, sekitar tahun 1987. Pertama kali diperkenalkan oleh seorang guru Pendidikan Moral Pancasila (PMP) asal Kelurahan Banjar Paketan bernama Made Wijana. Made Wijana, saat itu bertugas di SD N 1 Pakisan. Dia saat itu tinggal di mess sekolah, dan mulai mengajarkan sepak takraw kepada anak didiknya.

“Saya salah satu murid beliau, dulu jadi atlet sampai sekarang jadi pengurus,” kata I Gede Sudarmika, pelatih sepak takraw Buleleng.

I Gede Sudarmika, pelatih sepak takraw Buleleng, berdiri untuk memberi arahan kepada atlet sepak takraw Buleleng sebelum bertanding | Foto: Humas KONI Buleleng

Awalnya sepak takraw ini berkembang di SD-SD Desa Pakisan. Lalu, ke SMP dan masyarakat umum. Selain berkembang di Desa Pakisan, sepak takraw ini pun berkembang sampai ke Desa Bila. Hal ini dikarenakan Made Wijaya pindah tugas ke Desa Bila.

Desa Pakisan benar-benar menjadi sebun atlet sepak takraw Buleleng. Jika dikumpulkan lebih dari seratus orang mahir bermain sepak takraw dan sebagian besar mantan atlet. Proses pembibitannya pun dilakukan sejak dini, dari SD-SMP.

Saat ini, SD N 4 Pakisan secara khusus mempunyai ekstrakulikurer sepak takraw. Anak-anak yang lain berlatih bersama di GOR Desa Pakisan. Nah, untuk jenjang SMP, ada di SMP N 4 Kubutambahan, yang juga terletak di Desa Pakisan.

Sedangkan untuk SMA-SMK tersebar di Kecamatan Kubutambahan, Sawan dan Buleleng. Dengan banyaknya warga Desa Pakisan yang mahir bermain sepak takraw, sekedar menggelar turnamen fun game, pesertanya bisa lebih dari sepuluh regu (1 regu 5 orang, 3 inti 2 cadangan).

“Bahkan bisa diklasifikasikan pertandingannya, untuk umum, dewasa, remaja dan pemula,” kata I Gede Sudarmika saat ditemui di Hotel Abhi, Mengwitani.

Tim takraw Buleleng bertandi di ajang Porprov Bali 2025 | Foto: Humas KONI Buleleng

Dengan banyaknya jumlah pemain sepak takraw dari Desa Pakisan, pertandingan hari pertama sepak takraw, Minggu, 31 Agustus, di Lapangan Bulutangkis Praja, Dalung-Badung, menjadi ajang temu kangen warga perantau Desa Pakisan di Bali selatan, sekaligus menjadi suporter kontingen Buleleng.

“Itu yang tadi jadi suporter, semuanya mantan atlet,” kata I Gede Sudarmika sambil tersenyum.

Atlet-atlet Muda Desa Pakisan

Pertandingan hari pertama, tim beregu putra menyumbangkan satu medeli perunggu, setelah kalah oleh Badung 1:2 di semifinal. Sedangkan tim double putri masih harus melanjutkan pertandingan pada Senin, 1 September, bertemu dengan Denpasar untuk memastikan bisa lolos ke semi final.

Kontingen sepak takraw Buleleng kali ini, lebih banyak menurunkan atlet muda. Di tim putra yang berjumlah 12 orang, 50%-nya atlet muda, sisanya atlet senior. Sedangkan, di tim putri dari 8 orang atlet, 70% atlet muda. Atlet muda Buleleng ini rata-rata berusia 15-20 tahun, dan baru pertama kali mengikuti ajang Porprov Bali.

Ni Kadek Keisi Kusuma (16), salah satu atlet putri Buleleng yang baru pertama kali mengikuti Porprov. Sekarang ia masih kelas 10 di SMK Negeri 1 Singaraja. Walau baru pertama kali mengikuti Porpov, tampilannya sangat gils saat bertanding.

Apalagi gaya selebrasinya saat berhasil mencetak point, seakan-akan menari di lapangan sepak takraw. Pelatihnya terkadang geleng-geleng kepala melihat tingkah Keisi di dalam lapangan. Tampilanya pun cukup charming dan mudah bergaul.

Ni Kadek Keisi Kusuma (handuk merah di kepala) dan Luh Purnama Asih (paling kanan) sedang latihan sebelum bertanding di Porprov Bali 2025 | Foto: Humas KONI Buleleng

Di hari pertama Keisi turun di nomor tim double putri, berpasangan dengan Luh Purnama Asih yang juga baru kelas 10. Duet atlet putri muda Buleleng, yang sering kali membuat lawan kewalahan mengahadapinya.

Di sela-sela, istirahat setelah pertandingan saya bertanya ke Keisi dan Purnama.  “Kalian satu banjar ya?”

“Semua ini (kontingen sepak takraw Buleleng) dari satu desa, Desa Pakisan, he…he…he…,” jawab Keisi sambil menoleh ke saya dengan jari tangan tetap asik scroll sosmed.

Pertanyaan saya pun tak berlanjut, dan kembali fokus menonton pertandingan. Pertandingan tim putri lebih panjang dibandingkan tim putra. Nomor tim double putri dilakukan dengan sistem setengah kompetisi, diikuti oleh Badung, Buleleng, Denpasar, Gianyar dan Jembrana. Pertandingan nomor tim double putri berlangsung dari pagi hingga jam 8 malam.

Berpasangan Sejak Lahir, Ha ha ha

Seperti biasa, menunggu  sesi petandingan tiga pasang tim double Putri, melakukan pemanasan di luar gedung, tepat di halaman depan. Beberapa atlet putra Buleleng yang telah selesai bertanding duduk juga di undakan lantai termasuk saya.

Karena tahu sebagian besar atlet dari Desa Pakisan, saya kembali meleparkan pertanyan ke atlet yang sedang duduk dan atlet yang sedang pemanasan.

“Kalian ini sudah saling kenal dari SD dong ya?”

“Dari sejak baru dilahirkan kami sudah dipasangkan jadi atlet takraw, bahkan dari dalam kandungan,” sambar Keisi. Cetukannya sontak membuat semua atlet tertawa.

Jawaban Keisi itu seolah-olah menebalkan kesimpulan bahwa warga Desa Pakisan memang terlahir untuk menjadi atlet sepak takraw, satu jenis olahraga yang popular di kawasan Asia Tenggara yang berawal dari permaianan tradisional dan kini menjadi olah raga prestasi.

Made Tresna Wijaya (baju merah, tengah) | Foto: Humas KONI Buleleng

Dulu sepak takraw menggunakan bola rotan kini bola fiber yang dianyam. Dimainkan dengan kaki, kepala, atau dada. Olah raga ini masuk ke Buleleng sejak tahun 1986 dan terus bertahan selama 38 tahun di Desa Pakisan.

Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Buleleng, Made Tresna Wijaya, juga menjadi saksi sejarah berkembangnya takwaw di Bali.

“Saya dan beberapa orang di Bali, generasi pertama pengembangan olah raga ini. Sudah puluhan tahun saya di takraw. Takraw di Bali sedang krisis. Porprov sekarang, hanya diikuti oleh 6 kabupaten. Tabanan, Klungkung dan Karangasem absen. Olahraga lama tapi belum bisa berkembang baik. Di Buleleng hanya di Desa Pakisan sekitarnya, ya Kubutambahan yang lain tidak ada,” demikian kata Tresna Wijaya. [T]  

Reporter/Penulis: Kardian Narayana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa PakisanKONI BulelengolahragaPorprov Balisepak takraw
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Subak ke Super-App Digitalisasi yang Mengalir di Bali

Next Post

Enak dan Banyak Pilihan — Deretan Stand Kuliner UMKM di Pesta Rakyat Kementerian Kebudayaan RI

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Enak dan Banyak Pilihan — Deretan Stand Kuliner UMKM di Pesta Rakyat Kementerian Kebudayaan RI

Enak dan Banyak Pilihan -- Deretan Stand Kuliner UMKM di Pesta Rakyat Kementerian Kebudayaan RI

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co