15 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tiga Air Terjun yang Eksotik, Pemikat Wisata di Desa Munduk-Buleleng

Putu Ayu Ariani by Putu Ayu Ariani
September 4, 2025
in Khas
Tiga Air Terjun yang Eksotik, Pemikat Wisata di Desa Munduk-Buleleng

Air Terjun Tanah Barak di Desa Munduk | Foto: Ariani

DESA Munduk, salah satu desa wisata yang terkenal di wilayah  Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng-Bali. Desa pegunungan ini berada pada ketinggian sekitar 800 meter dengan udaranya sejuk, pemandangan hijau kebun dan hutan memanjakan mata, dan pesona air terjun yang sangat memikat para wisatawan.

Dari Denpasar menuju Desa Munduk ditempuh sekitar 2-2,5 jam melewati obyek wisata Bedugul, melewati Danau Beratan, Danau Buyan dan Danau Tamblingan.

Jika bergerak dari Denpasar ke Desa Munduk, suasana akan terasa sangat berubah. Dari udara panas di kota, kita menikmati udara sejuk sejak mulai dari daerah Bedugul.

Jalanan yang berliku khas pegunungan dengan tanjakan dan turunan landai, sesekali tajam,  kita lewati dengan asyik. Apalagi jalan-jalan itu dikelilingi oleh hutan, perkebunan sayur, dan pemandangan danau.

Para wisatawan bisa berhenti sejenak menikmati pemandangan Danau Beratan, Danau Buyan, dan Danau Tamblingan. Jalur menuju Munduk terkenal sangat indah namun jalannya cukup menantang sehingga banyak wisatawan lebih memilih menggunakan jasa sopir lokal ketimbang mengendarai mobil sendiri.

“Kalau pagi hari kabutnya masih tebal di atas danau tapi justru disitulah keindahanya seperti berada di atas awan,” kata Kadek Hendry, sopir wisata yang sering menjemput tamu dari Denpasar untuk diantar ke Desa Munduk.

Di Desa Munduk, wisatawan bisa menikmati suasana desa yang asri dengan pemandangan bukit-bukit melingkari desa. Belakangan, banyak wisatawan yang menikmati suasana air terjun di desa itu, termasuk suasana perjalanan menuju ke air terjun.

Untuk menuju lokasi air terjun, wisatawan berjalan kaki sembari menikmati pemandangan kebun kopi serta cengkeh. Jalan yang dilalui adalah jalan setapak yang di kiri-kanan dipenuhi pepohonan.

Air Terjun Tanah Barak di Desa Munduk | Foto: Ariani

Air terjun yang paling populer di Desa Munduk adalah air terjun Tanah Barak atau Redcolar waterfal. Air terjun ini menjulang dengan ketinggian sekitar 15 meter. Airnya jatuh begitu deras menimpa bebatuan yang memunculkan kabut- kabut halus. Itu membuat udara terasa semakin sejuk dan segar.

Air terjun Tanah Barak ini lebih banyak digemari para wisatawan dari airv terjuan lain di Desa Munduk karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dati jalan raya. Wisatawan biasanya duduk di bebatuan sambil menikmati air terjun yang menyejukkan.

Air terjun yang lebih tinggi dari Tanah Barak adalah Air Terjun Melanting. Letaknya tidak jauh dati Air Terjun Tanah Barak, hanya membutuhkan waktuk 20 menit berjalan kaki.

Air Terjun Melanting termasuk air terjun tertinggi di Desa Munduk dengan ketinggian kurang lebih 20 meter. Di sepanjang perjalanan menuju Air Terjun Melanting banyak terdapat perkebunan kopi, cengkeh dan berbagai jenis buah-buahan  lokal. Sayangnya di air terjun ini para wisatawan tidak bisa berenang seperti di Air Terjun Tanah Barak. Meski begitu, para wisatawan tetap ingin mengunjungi air terjun ini karena terpikat dengan ketinggian tebing dan curah airnya.

Ada juga air terjun yang disebut Golden Valley Waterfall. Di lokasi air terjun  ini terdapat sebuah restoran yang bernama Eco Cafe. Di situ kita bisa minum kopi atau makan siang sambil menikmati pemandangan air terjun. Air terjun ini termasuk air terjun yang kecil tetapi sangat indah dan memukau. Dengan ketinggiannya yang berkisar antara 8 sampai 10 meter, air terjun ini cukup indah untuk dinikmati sambil minum secangkir kopi.

Steven, wisatawan yang berasal dari Prancis mengatakan Munduk tenang, sepi dan asri.

“Saya datang ke Bali untuk melihat alam, bukan hanya melihat pantai. Di Munduk saya juga bisa merasakan suasana pedesaan, mencoba kopi lokal dan melihat air terjun yang sangat memukau rasanya seperti surga kecil,” kata Steven.

Sementara itu Nora, wisatawan yang berasal dari Belanda mengaku jatuh cinta dengan jalur treking menuju air terjun.

“Di sepanjang jalan saya bisa lihat perkebunan, berkenalan dengan orang-orang di sekitar air terjun, bahkan saya mencoba buah lokal yang ada di sana. Bagi saya treking ke air terjun di sini rasanya seperti sedang berolahraga,” katanya.

Bagi Nora treking di Munduk menuju air terjun bukan hanya aktivitas fisik saja tapi kesempatan berinteraksi dengan alam di Desa Munduk.

Linda, wisatawan lokal yang berasal dari Jakarta juga terpesona melihat keindahan Munduk, dia mengaku Munduk memberikan pengalaman baru baginya.

“Biasanya kalau ke Bali, pasti ketemu dengan pantai, Kuta, Seminyak, dan Canggu yang sangat ramai, tapi setelah saya coba ke Bali bagian utara ternyata di sini jauh lebih tenang udaranya sangat sejuk cocok banget buat healing untuk melepaskan penat,” katanya.

Menurut Putu Yudiantara, pemandu wisatawan di Desa Munduk, mengatakan air terjun di Desa Munduk bukan hanya sumber daya alam tetapi juga warisan yang harus dijaga.

“Kami di desa bekerja sama untuk menjaga kebersihan jalur treking menuju ke air terjun. Kami juga memasang papan petunjuk dan menyediakan homestay sederhana agar para wisatawan lebih senang lagi datang ke Munduk,” katanya.

Air Terjun Melanting di Desa Munduk | Foto: Ariani

Putu Yudiantara juga menekankan bahwa masyarakat Desa Munduk aktif mejaga kebersihan, masyarakat Munduk juga selalu bersih-bersih bersama- sama setiap hari Jumat yang diberi nama Jumat Bersih sekaligus memastikan suasana tetap alami.

Pemilik warung kecil dekat air terjun yang menjual rempah- rempah, Wayan Tami, mengatakan usahanya semakin ramai sejak Munduk dikenal sebagai desa wisata.

“Dulu jarang ada yang datang untuk membeli rempah-rempah tapi sekarang sudah lumayan banyak yang membelinya,  seperti cengkeh, cabai dan kopi yang sudah kering-kering ini sangat membantu perekonomian keluarga saya,” katanya.

Wayan Tami sangat merasakan dampak dari datangnya para wisatawan ke Desa Munduk, karena dengan meningkatnya kunjungan wisatawan membuat usahanya semakin berkembang.

Dengan udara pegunungan yang segar dan deretan air terjun yang sangat menawan serta keramahan masyarakat Munduk menjadikan Desa Munduk seperti permata tersembunyi di Bali Utara, sebuah desa yang alamnya masih asri dan kehidupan pedesaan yang masih sangat harmonis. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Reporter/Penulis: Putu Ayu Ariani
Editor: Adnyana Ole

Tags: air terjunDesa MundukPariwisatapariwisata balipariwisata buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hikayat Penyelamat Naskah Tetralogi Buru Pramoedya Ananta Toer — Obituari Oei Hiem Hwie

Next Post

Citra Lestari dan Satia Budi, Pemenang Truna-Truni Dharma Duta Week IMK Singaraja: Bicara Era Digital dan Mental Health Matters di Lingkungan Kampus  

Putu Ayu Ariani

Putu Ayu Ariani

Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails
Next Post
Citra Lestari dan Satia Budi, Pemenang Truna-Truni Dharma Duta Week IMK Singaraja:  Bicara Era Digital dan Mental Health Matters di Lingkungan Kampus  

Citra Lestari dan Satia Budi, Pemenang Truna-Truni Dharma Duta Week IMK Singaraja: Bicara Era Digital dan Mental Health Matters di Lingkungan Kampus  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026
Panggung

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
Suka-Duka di Rumah Sakit
Esai

Suka-Duka di Rumah Sakit

BEBERAPA minggu lalu, saya mengaitkan rumah sakit dengan konsep dukkha. Dalam Buddhisme, dukkha sering diterjemahkan sebagai penderitaan, tetapi maknanya jauh...

by Angga Wijaya
September 15, 2026
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co