6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tiga Air Terjun yang Eksotik, Pemikat Wisata di Desa Munduk-Buleleng

Putu Ayu Ariani by Putu Ayu Ariani
September 4, 2025
in Khas
Tiga Air Terjun yang Eksotik, Pemikat Wisata di Desa Munduk-Buleleng

Air Terjun Tanah Barak di Desa Munduk | Foto: Ariani

DESA Munduk, salah satu desa wisata yang terkenal di wilayah  Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng-Bali. Desa pegunungan ini berada pada ketinggian sekitar 800 meter dengan udaranya sejuk, pemandangan hijau kebun dan hutan memanjakan mata, dan pesona air terjun yang sangat memikat para wisatawan.

Dari Denpasar menuju Desa Munduk ditempuh sekitar 2-2,5 jam melewati obyek wisata Bedugul, melewati Danau Beratan, Danau Buyan dan Danau Tamblingan.

Jika bergerak dari Denpasar ke Desa Munduk, suasana akan terasa sangat berubah. Dari udara panas di kota, kita menikmati udara sejuk sejak mulai dari daerah Bedugul.

Jalanan yang berliku khas pegunungan dengan tanjakan dan turunan landai, sesekali tajam,  kita lewati dengan asyik. Apalagi jalan-jalan itu dikelilingi oleh hutan, perkebunan sayur, dan pemandangan danau.

Para wisatawan bisa berhenti sejenak menikmati pemandangan Danau Beratan, Danau Buyan, dan Danau Tamblingan. Jalur menuju Munduk terkenal sangat indah namun jalannya cukup menantang sehingga banyak wisatawan lebih memilih menggunakan jasa sopir lokal ketimbang mengendarai mobil sendiri.

“Kalau pagi hari kabutnya masih tebal di atas danau tapi justru disitulah keindahanya seperti berada di atas awan,” kata Kadek Hendry, sopir wisata yang sering menjemput tamu dari Denpasar untuk diantar ke Desa Munduk.

Di Desa Munduk, wisatawan bisa menikmati suasana desa yang asri dengan pemandangan bukit-bukit melingkari desa. Belakangan, banyak wisatawan yang menikmati suasana air terjun di desa itu, termasuk suasana perjalanan menuju ke air terjun.

Untuk menuju lokasi air terjun, wisatawan berjalan kaki sembari menikmati pemandangan kebun kopi serta cengkeh. Jalan yang dilalui adalah jalan setapak yang di kiri-kanan dipenuhi pepohonan.

Air Terjun Tanah Barak di Desa Munduk | Foto: Ariani

Air terjun yang paling populer di Desa Munduk adalah air terjun Tanah Barak atau Redcolar waterfal. Air terjun ini menjulang dengan ketinggian sekitar 15 meter. Airnya jatuh begitu deras menimpa bebatuan yang memunculkan kabut- kabut halus. Itu membuat udara terasa semakin sejuk dan segar.

Air terjun Tanah Barak ini lebih banyak digemari para wisatawan dari airv terjuan lain di Desa Munduk karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dati jalan raya. Wisatawan biasanya duduk di bebatuan sambil menikmati air terjun yang menyejukkan.

Air terjun yang lebih tinggi dari Tanah Barak adalah Air Terjun Melanting. Letaknya tidak jauh dati Air Terjun Tanah Barak, hanya membutuhkan waktuk 20 menit berjalan kaki.

Air Terjun Melanting termasuk air terjun tertinggi di Desa Munduk dengan ketinggian kurang lebih 20 meter. Di sepanjang perjalanan menuju Air Terjun Melanting banyak terdapat perkebunan kopi, cengkeh dan berbagai jenis buah-buahan  lokal. Sayangnya di air terjun ini para wisatawan tidak bisa berenang seperti di Air Terjun Tanah Barak. Meski begitu, para wisatawan tetap ingin mengunjungi air terjun ini karena terpikat dengan ketinggian tebing dan curah airnya.

Ada juga air terjun yang disebut Golden Valley Waterfall. Di lokasi air terjun  ini terdapat sebuah restoran yang bernama Eco Cafe. Di situ kita bisa minum kopi atau makan siang sambil menikmati pemandangan air terjun. Air terjun ini termasuk air terjun yang kecil tetapi sangat indah dan memukau. Dengan ketinggiannya yang berkisar antara 8 sampai 10 meter, air terjun ini cukup indah untuk dinikmati sambil minum secangkir kopi.

Steven, wisatawan yang berasal dari Prancis mengatakan Munduk tenang, sepi dan asri.

“Saya datang ke Bali untuk melihat alam, bukan hanya melihat pantai. Di Munduk saya juga bisa merasakan suasana pedesaan, mencoba kopi lokal dan melihat air terjun yang sangat memukau rasanya seperti surga kecil,” kata Steven.

Sementara itu Nora, wisatawan yang berasal dari Belanda mengaku jatuh cinta dengan jalur treking menuju air terjun.

“Di sepanjang jalan saya bisa lihat perkebunan, berkenalan dengan orang-orang di sekitar air terjun, bahkan saya mencoba buah lokal yang ada di sana. Bagi saya treking ke air terjun di sini rasanya seperti sedang berolahraga,” katanya.

Bagi Nora treking di Munduk menuju air terjun bukan hanya aktivitas fisik saja tapi kesempatan berinteraksi dengan alam di Desa Munduk.

Linda, wisatawan lokal yang berasal dari Jakarta juga terpesona melihat keindahan Munduk, dia mengaku Munduk memberikan pengalaman baru baginya.

“Biasanya kalau ke Bali, pasti ketemu dengan pantai, Kuta, Seminyak, dan Canggu yang sangat ramai, tapi setelah saya coba ke Bali bagian utara ternyata di sini jauh lebih tenang udaranya sangat sejuk cocok banget buat healing untuk melepaskan penat,” katanya.

Menurut Putu Yudiantara, pemandu wisatawan di Desa Munduk, mengatakan air terjun di Desa Munduk bukan hanya sumber daya alam tetapi juga warisan yang harus dijaga.

“Kami di desa bekerja sama untuk menjaga kebersihan jalur treking menuju ke air terjun. Kami juga memasang papan petunjuk dan menyediakan homestay sederhana agar para wisatawan lebih senang lagi datang ke Munduk,” katanya.

Air Terjun Melanting di Desa Munduk | Foto: Ariani

Putu Yudiantara juga menekankan bahwa masyarakat Desa Munduk aktif mejaga kebersihan, masyarakat Munduk juga selalu bersih-bersih bersama- sama setiap hari Jumat yang diberi nama Jumat Bersih sekaligus memastikan suasana tetap alami.

Pemilik warung kecil dekat air terjun yang menjual rempah- rempah, Wayan Tami, mengatakan usahanya semakin ramai sejak Munduk dikenal sebagai desa wisata.

“Dulu jarang ada yang datang untuk membeli rempah-rempah tapi sekarang sudah lumayan banyak yang membelinya,  seperti cengkeh, cabai dan kopi yang sudah kering-kering ini sangat membantu perekonomian keluarga saya,” katanya.

Wayan Tami sangat merasakan dampak dari datangnya para wisatawan ke Desa Munduk, karena dengan meningkatnya kunjungan wisatawan membuat usahanya semakin berkembang.

Dengan udara pegunungan yang segar dan deretan air terjun yang sangat menawan serta keramahan masyarakat Munduk menjadikan Desa Munduk seperti permata tersembunyi di Bali Utara, sebuah desa yang alamnya masih asri dan kehidupan pedesaan yang masih sangat harmonis. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Reporter/Penulis: Putu Ayu Ariani
Editor: Adnyana Ole

Tags: air terjunDesa MundukPariwisatapariwisata balipariwisata buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hikayat Penyelamat Naskah Tetralogi Buru Pramoedya Ananta Toer — Obituari Oei Hiem Hwie

Next Post

Citra Lestari dan Satia Budi, Pemenang Truna-Truni Dharma Duta Week IMK Singaraja: Bicara Era Digital dan Mental Health Matters di Lingkungan Kampus  

Putu Ayu Ariani

Putu Ayu Ariani

Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Citra Lestari dan Satia Budi, Pemenang Truna-Truni Dharma Duta Week IMK Singaraja:  Bicara Era Digital dan Mental Health Matters di Lingkungan Kampus  

Citra Lestari dan Satia Budi, Pemenang Truna-Truni Dharma Duta Week IMK Singaraja: Bicara Era Digital dan Mental Health Matters di Lingkungan Kampus  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co