14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Balik Kerajinan Ingka Sambirenteng, Ada Perempuan-Perempuan yang Berdaya

Jaswanto by Jaswanto
August 27, 2025
in Khas
Di Balik Kerajinan Ingka Sambirenteng, Ada Perempuan-Perempuan yang Berdaya

Nyoman Widiasih saat menganyam lidi daun lontar menjadi ingka | Foto: tatkala.co/Jaswanto

NYOMAN WIDIASIH bangkit dari tempat duduknya dan menghentikan sejenak pekerjaannya. Ia meletakkan anyaman ingka setengah jadi itu di ubin teras rumahnya. Perempuan 55 tahun itu kemudian berjalan menuju belakang rumah. Lalu ia menunjukkan bahan baku pembuatan ingka yang belum diproses.

“Ini lidi daun lontar,” terangnya, sembari menunjuk seikat besar tulang daun lontar yang belum diraut. “Saya beli dari Karangasem,” katanya kemudian sambil beranjak dari tempatnya berdiri.

Di Dusun Sambirenteng, Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, Widiasih tinggal bersama anak-cucunya. Di dusun ini pula bertahun-tahun ia menganyam ingka. Menganyam, katanya, sudah seperti menjadi panggilan hidup.

“Saya belajar menganyam sejak kecil—sejak duduk di bangku sekolah dasar,” Widiasih bercerita. Di desa ini, ingka lidi lontar menjadi produk unggulan yang sudah dikenal di seluruh Bali. Dan di balik ketenaran itu, ada perempuan-perempuan berdaya yang berperan dalam perekonomian keluarga. Widiasih, salah satunya.

Nyoman Widiasih saat menganyam lidi-lidi daun lontar menjadi ingka | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Hampir semua pekerjaan menjalin ingka di Sambirenteng dikerjakan kaum perempuan. Dari meraut sampai menganyam, kecuali mengambil bahan baku. Ini membuktikan bahwa perempuan Sambirenteng tak hanya bekerja di ranah domestik saja—sebagaimana pula para perempuan penenun, pembatik, dan masih banyak lagi. Dan hal semacam ini sudah berlangsung sejak lama—bahkan sebelum geger feminisme dari Barat berteriak lantang menyuarakan kemandirian perempuan.

Pagi masih hangat. Udara terasa segar. Pohonan rindang di sekitar rumah Widiasih bergoyang-goyang. Sedangkan anjing kecil itu masih saja menggonggong. Di teras rumah anyaman ingka berbagai ukuran berserak, belum dikemas. “Itu sudah ada yang pesan, orang Denpasar,” ujar Widiasih sesaat setelah kembali duduk di tempat semula. Ia kembali menganyam.

Beban usia telah membuat banyak garis kerutan di pipi Widiasih terlihat kian jelas. Lengannya berkerut, jari-jemarinya mulai ringkih. Dengan kedua tangannya, lidi-lidi lontar ‘disulap’ menjadi barang berharga. Dengan kedua tangan yang sama pula ia membantu perekonomian keluarga.

Pohon lontar tumbuh subur di Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Widiasih membantu menghidupi keluarganya dari anyaman ingka. Sejak muda ia sudah bertungkus-lumus dengan berbagai bentuk anyaman—pantas saja jari-jemarinya begitu terampil saat menjalin jejari-jejari lontar menjadi ingka, nampan, wadah sesajen (banten), dan sebagainya—di samping harus mengerjakan tetek-bengek rumah tangga (dapur, sumur, dan kasur) dan urusan sosial-keagamaan di desa. Sebagai perempuan, Widiasih tak mau berpangku tangan. “Pekerjaan ini sangat membantu perekonomian keluarga saya. Saya tak mau suami kerja sendirian,” ujarnya, menegaskan.

“Tapi susah mendapat lidi lontar di Sambirenteng,” keluh Widiasih. “Padahal banyak pohon lontar di sini,” terangnya kemudian. Ia sangat menyayangkan hal itu. Padahal, seandainya bisa mengambil bahan baku dari desa sendiri—tempat yang dekat—ia dapat memangkas biaya produksi. “Dari Karangasem ongkosnya lumayan mahal.” Angin berkesiur. Tulang-tulang daun lontar yang dijemur bergeming. Anjing kecil itu sudah tak bersuara lagi.

Ingka yang berserak di teras rumah Nyoman Widiasih | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Zaman dulu, laki-laki bertugas mengambil lidi lontar sedangkan perempuan yang menganyamnya. Tapi kebudayaan itu terus bergerak, bergeser, berubah. Kini sudah nyaris tak ada pembagian kerja semacam itu. Perempuan-perempuan penganyam harus membeli bahan baku; tak lagi disediakan oleh suaminya sendiri—seperti halnya terjadi pada pekerjaan memintal dan menenun benang. Sekarang, kebanyakan laki-laki absen dalam kebudayaan memintal dan menenun benang—meski hanya sekadar menanam biji kapas.

Dalam beberapa kajian, perempuan di lapisan bawah mempunyai motivasi tinggi untuk bekerja sebagai pencari nafkah sebagai upaya menunjang ekonomi rumah tangga, di samping juga menjalankan peranan sebagai tenaga kerja domestik. Peran ganda perempuan banyak ditemukan di Bali. Di rumah, di sawah-ladang, di pasar, di tempat proyek bangunan, maupun di tempat-tempat lainnya, secara mencolok perempuan Bali selalu sibuk melakukan pekerjaan.

Ingka ukuran besar dan kecil hasil karya Nyoman Widiasih | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Peran ganda semacam itu dipahami, dianggap, sebagai dharma. Dan mendapat legitimasi dari petuah-petuah lama, seperti dalam kitab Manu Smerti, misalnya. Dalam kitab tersebut, secara garis besar, perempuan dianggap sebagai (1) pelanjut keturunan keluarga dan bangsa serta sebagai benang sutera penyambung peredaran, (2) pendidik, pembina, serta pembentuk kepribadian dasar seorang anak, (3) pelaksana crada agama dalam kehidupan rumah tangga maupun di masyarakat, (4) sumber kebahagiaan dan kesejahteraan.

“Ya repot sebenarnya, Mas. Tapi mau bagaimana lagi,” Widiasih menjelaskan betapa peran ganda itu cukup merepotkan tapi ia seperti tidak memiliki pilihan lain selain melakukannya. Semasa masih muda, ia harus bangun pagi-pagi untuk menyiapkan hidangan keluarga. Setelah itu mencuci pakaian baru mulai menganyam. Tapi sekarang ia sudah punya anak-anak. Kini ia fokus membuat kerajinan.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Tags: balibulelengDesa SambirentengingkaKerajinanPerempuanTejakula
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Kursi Empuk Membuat Hati Beku

Next Post

The 11th Urban Social Forum: Ajang Berkumpul Warga untuk Menyuarakan Aspirasi Kota yang Lebih Adil, Manusiawi, dan Lestari

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
The 11th Urban Social Forum: Ajang Berkumpul Warga untuk Menyuarakan Aspirasi Kota yang Lebih Adil, Manusiawi, dan Lestari

The 11th Urban Social Forum: Ajang Berkumpul Warga untuk Menyuarakan Aspirasi Kota yang Lebih Adil, Manusiawi, dan Lestari

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co