2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Balik Kerajinan Ingka Sambirenteng, Ada Perempuan-Perempuan yang Berdaya

Jaswanto by Jaswanto
August 27, 2025
in Khas
Di Balik Kerajinan Ingka Sambirenteng, Ada Perempuan-Perempuan yang Berdaya

Nyoman Widiasih saat menganyam lidi daun lontar menjadi ingka | Foto: tatkala.co/Jaswanto

NYOMAN WIDIASIH bangkit dari tempat duduknya dan menghentikan sejenak pekerjaannya. Ia meletakkan anyaman ingka setengah jadi itu di ubin teras rumahnya. Perempuan 55 tahun itu kemudian berjalan menuju belakang rumah. Lalu ia menunjukkan bahan baku pembuatan ingka yang belum diproses.

“Ini lidi daun lontar,” terangnya, sembari menunjuk seikat besar tulang daun lontar yang belum diraut. “Saya beli dari Karangasem,” katanya kemudian sambil beranjak dari tempatnya berdiri.

Di Dusun Sambirenteng, Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, Widiasih tinggal bersama anak-cucunya. Di dusun ini pula bertahun-tahun ia menganyam ingka. Menganyam, katanya, sudah seperti menjadi panggilan hidup.

“Saya belajar menganyam sejak kecil—sejak duduk di bangku sekolah dasar,” Widiasih bercerita. Di desa ini, ingka lidi lontar menjadi produk unggulan yang sudah dikenal di seluruh Bali. Dan di balik ketenaran itu, ada perempuan-perempuan berdaya yang berperan dalam perekonomian keluarga. Widiasih, salah satunya.

Nyoman Widiasih saat menganyam lidi-lidi daun lontar menjadi ingka | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Hampir semua pekerjaan menjalin ingka di Sambirenteng dikerjakan kaum perempuan. Dari meraut sampai menganyam, kecuali mengambil bahan baku. Ini membuktikan bahwa perempuan Sambirenteng tak hanya bekerja di ranah domestik saja—sebagaimana pula para perempuan penenun, pembatik, dan masih banyak lagi. Dan hal semacam ini sudah berlangsung sejak lama—bahkan sebelum geger feminisme dari Barat berteriak lantang menyuarakan kemandirian perempuan.

Pagi masih hangat. Udara terasa segar. Pohonan rindang di sekitar rumah Widiasih bergoyang-goyang. Sedangkan anjing kecil itu masih saja menggonggong. Di teras rumah anyaman ingka berbagai ukuran berserak, belum dikemas. “Itu sudah ada yang pesan, orang Denpasar,” ujar Widiasih sesaat setelah kembali duduk di tempat semula. Ia kembali menganyam.

Beban usia telah membuat banyak garis kerutan di pipi Widiasih terlihat kian jelas. Lengannya berkerut, jari-jemarinya mulai ringkih. Dengan kedua tangannya, lidi-lidi lontar ‘disulap’ menjadi barang berharga. Dengan kedua tangan yang sama pula ia membantu perekonomian keluarga.

Pohon lontar tumbuh subur di Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Widiasih membantu menghidupi keluarganya dari anyaman ingka. Sejak muda ia sudah bertungkus-lumus dengan berbagai bentuk anyaman—pantas saja jari-jemarinya begitu terampil saat menjalin jejari-jejari lontar menjadi ingka, nampan, wadah sesajen (banten), dan sebagainya—di samping harus mengerjakan tetek-bengek rumah tangga (dapur, sumur, dan kasur) dan urusan sosial-keagamaan di desa. Sebagai perempuan, Widiasih tak mau berpangku tangan. “Pekerjaan ini sangat membantu perekonomian keluarga saya. Saya tak mau suami kerja sendirian,” ujarnya, menegaskan.

“Tapi susah mendapat lidi lontar di Sambirenteng,” keluh Widiasih. “Padahal banyak pohon lontar di sini,” terangnya kemudian. Ia sangat menyayangkan hal itu. Padahal, seandainya bisa mengambil bahan baku dari desa sendiri—tempat yang dekat—ia dapat memangkas biaya produksi. “Dari Karangasem ongkosnya lumayan mahal.” Angin berkesiur. Tulang-tulang daun lontar yang dijemur bergeming. Anjing kecil itu sudah tak bersuara lagi.

Ingka yang berserak di teras rumah Nyoman Widiasih | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Zaman dulu, laki-laki bertugas mengambil lidi lontar sedangkan perempuan yang menganyamnya. Tapi kebudayaan itu terus bergerak, bergeser, berubah. Kini sudah nyaris tak ada pembagian kerja semacam itu. Perempuan-perempuan penganyam harus membeli bahan baku; tak lagi disediakan oleh suaminya sendiri—seperti halnya terjadi pada pekerjaan memintal dan menenun benang. Sekarang, kebanyakan laki-laki absen dalam kebudayaan memintal dan menenun benang—meski hanya sekadar menanam biji kapas.

Dalam beberapa kajian, perempuan di lapisan bawah mempunyai motivasi tinggi untuk bekerja sebagai pencari nafkah sebagai upaya menunjang ekonomi rumah tangga, di samping juga menjalankan peranan sebagai tenaga kerja domestik. Peran ganda perempuan banyak ditemukan di Bali. Di rumah, di sawah-ladang, di pasar, di tempat proyek bangunan, maupun di tempat-tempat lainnya, secara mencolok perempuan Bali selalu sibuk melakukan pekerjaan.

Ingka ukuran besar dan kecil hasil karya Nyoman Widiasih | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Peran ganda semacam itu dipahami, dianggap, sebagai dharma. Dan mendapat legitimasi dari petuah-petuah lama, seperti dalam kitab Manu Smerti, misalnya. Dalam kitab tersebut, secara garis besar, perempuan dianggap sebagai (1) pelanjut keturunan keluarga dan bangsa serta sebagai benang sutera penyambung peredaran, (2) pendidik, pembina, serta pembentuk kepribadian dasar seorang anak, (3) pelaksana crada agama dalam kehidupan rumah tangga maupun di masyarakat, (4) sumber kebahagiaan dan kesejahteraan.

“Ya repot sebenarnya, Mas. Tapi mau bagaimana lagi,” Widiasih menjelaskan betapa peran ganda itu cukup merepotkan tapi ia seperti tidak memiliki pilihan lain selain melakukannya. Semasa masih muda, ia harus bangun pagi-pagi untuk menyiapkan hidangan keluarga. Setelah itu mencuci pakaian baru mulai menganyam. Tapi sekarang ia sudah punya anak-anak. Kini ia fokus membuat kerajinan.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Tags: balibulelengDesa SambirentengingkaKerajinanPerempuanTejakula
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Kursi Empuk Membuat Hati Beku

Next Post

The 11th Urban Social Forum: Ajang Berkumpul Warga untuk Menyuarakan Aspirasi Kota yang Lebih Adil, Manusiawi, dan Lestari

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
The 11th Urban Social Forum: Ajang Berkumpul Warga untuk Menyuarakan Aspirasi Kota yang Lebih Adil, Manusiawi, dan Lestari

The 11th Urban Social Forum: Ajang Berkumpul Warga untuk Menyuarakan Aspirasi Kota yang Lebih Adil, Manusiawi, dan Lestari

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co