2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [12]—Menggigil Ketakutan pada Pagi Buta Saat Keluar dari Tarano

Made Wirya by Made Wirya
August 24, 2025
in Tualang
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [12]—Menggigil Ketakutan pada Pagi Buta Saat Keluar dari Tarano

Pagi buta dari Tarano agar bisa sampai di Nanga Tumpu sebelum tengah hari | Foto: Dok. Wirya

MINGGU, 20 November, hari kesebelas. Setelah istirahat dua hari di Tarano, Sumbawa, nyeri pada mata kaki kiri dan paha kanan sudah tidak terasa lagi.

Saya berangkat dari penginapan di Tarano pukul 04.35 WITA. Jalanan masih gelap, tidak ada satu pun kendaraan melintas.

Malam sebelum berangkat saya memastikan lagi rute menuju ke Dompu melalui Nanga Tumpu. Saya lihat di Google Map, setelah penginapan tertulis ada Puskesmas, SPBU dan masjid.

Saat itu saya berpikir, dengan berangkat selepas subuh, di jalanan kemungkinan masih ada aktivitas. Minimal ada warga yang baru pulang dari masjid, atau aktivitas di SPBU, sehingga suasana tidak sunyi.

Tapi ketika lewat, saya hanya menemukan Puskesmas dengan lampu penerangan yang mati, kios bensin, dan surau. Memang ada beberapa orang yang terlihat pulang dari surau, tapi hanya beberapa orang.

Setelah saya melewati perkampungan, yang ada hanya jalanan gelap dan mulai menanjak. Nyali saya agak ciut. Kepalang basah, tidak mungkin saya kembali untuk menunggu suasana terang. Saya terus mengayuh pedal untuk melawan udara pagi yang dingin dan rasa takut yang mulai datang.

Saya hanya bisa melihat suasana di depan, karena lampu yang saya gunakan cukup terang. Dalam keremangan, saya melihat di sisi kanan seperti tebing yang ditumbuhi semak. Di sisi kiri saya melihat dengan samar, buih ombak menjilat pantai.

Menjelang puncak tanjakan saya melihat satu-dua rumah dengan penerangan sekadarnya. Seratus meter kemudian, saya sampai pada puncak tanjakan. Untuk menghemat tenaga, laju sepeda saya serahkan pada gravitasi.

Setelah melewati perkampungan, jalan menjadi gulita kembali. Pada jarak sekitar 300 meter, saya melihat sepeda motor datang dari arah berlawanan. Saya gembira karena merasa tidak sendiri di jalan sepi itu.

Tapi kegembiraan hanya mampir sekejap. Saya melihat sepeda motor di depan berhenti dalam jarak sekitar 200 meter dari posisi saya. Saya mulai dihantui pikiran buruk.

Kenapa sepeda motor itu berhenti dengan mesin tetap dinyalakan? Akankah pengendaranya akan membegal saya?

Bagaimana jika saya dibegal? Apakah saya mampu melawan? Saya tidak memiliki bekal ilmu beladiri, alih-alih tenaga dalam sakti seperti dalam film kungfu.

Saya pernah membaca kisah petualangan pesepeda dari Perancis yang melewati wilayah hutan di Colombia. Dia sempat dicegat oleh kelompok bersenjata.

Petualang itu pasrah dan berbicara apa adanya tentang perjalanannya. Kelompok bersenjata itu kemudian menyilakan si petualang meneruskan perjalanan dengan tanpa diganggu. Bahkan sempat dikawal hingga keluar hutan.

Baik lah, saya akan bicara apa adanya dengan pengendara motor itu jika memang hendak dibegal. Saya akan sampaikan padanya, jika ingin mengambil silakan, asal jangan kartu identitas, ponsel dan, jika bisa, sepeda saya. Silakan ambil uang cash di dompet saku celana dan di pannier. Saat itu saya membawa uang tunai Rp3,5 juta.

Pada jarak 50 meter saya melihat dengan cukup jelas, pengendara sepeda motor sedang melihat layar ponsel. Dari cahaya layar ponsel yang memantul di wajah, saya bisa memastikan dia anak muda. Sosoknya tinggi besar.

Tubuh saya menggigil karena rasa takut yang memuncak. Dalam beberapa meter lagi kami akan berpapasan. Apa yang harus saya lakukan?

Pada jarak kurang dari satu meter, saya mendengar dia berdehem. Jantung saya berdetak semakin kencang.

Saat tepat bersebelahan, saya palingkan wajah ke arahnya. Anak muda itu memandang saya. Mata kami bersitatap dalam keremangan. Tidak terjadi apa pun. Saya membisu dan tetap mengayuh.

Pagi buta dari Tarano agar bisa sampai di Nanga Tumpu sebelum tengah hari | Foto: Dok. Wirya

Setelah berjalan sekitar empat meter, saya mendengar dia menarik gas, menjalankan sepeda motornya. Saya lega seiring dengan menjauhnya sepeda motor itu. Ternyata apa yang saya hawatirkan tidak terjadi.

Tapi kelegaan itu berubah lagi menjadi ketakutan. Saya mendengar sepeda motor itu kembali. Suara mesinnya semakin mendekati posisi saya. Jantung saya kembali berdegup dengan kencang.

Apakah kepala saya akan dipukul dari belakang? Ini kah waktu kematian saya? Saya memang tidak takut mati, selama tidak dengan proses yang menyakitkan. Tapi bagaimana dengan kali ini.

Raungan mesin sepeda motor itu semakin mendekat. Tubuh saya kembali menggigil ketakutan. Mampus lah saya kali ini. Volume suara mesin sepeda motor itu menurun begitu tepat di belakang saya.

Dengan segenap keberanian, saya menoleh ke belakang. Saya tidak ingin mati dengan cara mengenaskan. Saya harus melawan dengan cara apa pun.

Ternyata anak muda itu tidak membawa pentungan atau alat yang bisa digunakan untuk memukul kepala saya. Dia malah tersenyum saat tepat berada di samping saya.

“Sendiri, Pak?” sapanya.

“Iya.”

“Hati-hati.”

“Terima kasih.”

Anak muda itu kemudian melanjutkan perjalanan. Sepuluh meter di depan, dia membelokkan sepeda motornya ke kiri. Pada arah yang ditujunya, saya tidak melihat apapun, selain semak-semak dan rumah, atau mungkin gudang. Selebihnya hanya pagi yang temaram. [T]

Penulis: Made Wirya
Editor: Jaswanto

Tags: gowesLabuan Bajosepedasumbawa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Uang, Komunikasi, dan Politik

Next Post

Karangasem Akhir Pekan: Sabtu Berseri, Minggu Penuh Energi

Made Wirya

Made Wirya

Lahir dan besar di Surabaya. Penulis dan filmmaker. Suka bertualang

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
Karangasem Akhir Pekan: Sabtu Berseri, Minggu Penuh Energi

Karangasem Akhir Pekan: Sabtu Berseri, Minggu Penuh Energi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co