24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [12]—Menggigil Ketakutan pada Pagi Buta Saat Keluar dari Tarano

Made Wirya by Made Wirya
August 24, 2025
in Tualang
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [12]—Menggigil Ketakutan pada Pagi Buta Saat Keluar dari Tarano

Pagi buta dari Tarano agar bisa sampai di Nanga Tumpu sebelum tengah hari | Foto: Dok. Wirya

MINGGU, 20 November, hari kesebelas. Setelah istirahat dua hari di Tarano, Sumbawa, nyeri pada mata kaki kiri dan paha kanan sudah tidak terasa lagi.

Saya berangkat dari penginapan di Tarano pukul 04.35 WITA. Jalanan masih gelap, tidak ada satu pun kendaraan melintas.

Malam sebelum berangkat saya memastikan lagi rute menuju ke Dompu melalui Nanga Tumpu. Saya lihat di Google Map, setelah penginapan tertulis ada Puskesmas, SPBU dan masjid.

Saat itu saya berpikir, dengan berangkat selepas subuh, di jalanan kemungkinan masih ada aktivitas. Minimal ada warga yang baru pulang dari masjid, atau aktivitas di SPBU, sehingga suasana tidak sunyi.

Tapi ketika lewat, saya hanya menemukan Puskesmas dengan lampu penerangan yang mati, kios bensin, dan surau. Memang ada beberapa orang yang terlihat pulang dari surau, tapi hanya beberapa orang.

Setelah saya melewati perkampungan, yang ada hanya jalanan gelap dan mulai menanjak. Nyali saya agak ciut. Kepalang basah, tidak mungkin saya kembali untuk menunggu suasana terang. Saya terus mengayuh pedal untuk melawan udara pagi yang dingin dan rasa takut yang mulai datang.

Saya hanya bisa melihat suasana di depan, karena lampu yang saya gunakan cukup terang. Dalam keremangan, saya melihat di sisi kanan seperti tebing yang ditumbuhi semak. Di sisi kiri saya melihat dengan samar, buih ombak menjilat pantai.

Menjelang puncak tanjakan saya melihat satu-dua rumah dengan penerangan sekadarnya. Seratus meter kemudian, saya sampai pada puncak tanjakan. Untuk menghemat tenaga, laju sepeda saya serahkan pada gravitasi.

Setelah melewati perkampungan, jalan menjadi gulita kembali. Pada jarak sekitar 300 meter, saya melihat sepeda motor datang dari arah berlawanan. Saya gembira karena merasa tidak sendiri di jalan sepi itu.

Tapi kegembiraan hanya mampir sekejap. Saya melihat sepeda motor di depan berhenti dalam jarak sekitar 200 meter dari posisi saya. Saya mulai dihantui pikiran buruk.

Kenapa sepeda motor itu berhenti dengan mesin tetap dinyalakan? Akankah pengendaranya akan membegal saya?

Bagaimana jika saya dibegal? Apakah saya mampu melawan? Saya tidak memiliki bekal ilmu beladiri, alih-alih tenaga dalam sakti seperti dalam film kungfu.

Saya pernah membaca kisah petualangan pesepeda dari Perancis yang melewati wilayah hutan di Colombia. Dia sempat dicegat oleh kelompok bersenjata.

Petualang itu pasrah dan berbicara apa adanya tentang perjalanannya. Kelompok bersenjata itu kemudian menyilakan si petualang meneruskan perjalanan dengan tanpa diganggu. Bahkan sempat dikawal hingga keluar hutan.

Baik lah, saya akan bicara apa adanya dengan pengendara motor itu jika memang hendak dibegal. Saya akan sampaikan padanya, jika ingin mengambil silakan, asal jangan kartu identitas, ponsel dan, jika bisa, sepeda saya. Silakan ambil uang cash di dompet saku celana dan di pannier. Saat itu saya membawa uang tunai Rp3,5 juta.

Pada jarak 50 meter saya melihat dengan cukup jelas, pengendara sepeda motor sedang melihat layar ponsel. Dari cahaya layar ponsel yang memantul di wajah, saya bisa memastikan dia anak muda. Sosoknya tinggi besar.

Tubuh saya menggigil karena rasa takut yang memuncak. Dalam beberapa meter lagi kami akan berpapasan. Apa yang harus saya lakukan?

Pada jarak kurang dari satu meter, saya mendengar dia berdehem. Jantung saya berdetak semakin kencang.

Saat tepat bersebelahan, saya palingkan wajah ke arahnya. Anak muda itu memandang saya. Mata kami bersitatap dalam keremangan. Tidak terjadi apa pun. Saya membisu dan tetap mengayuh.

Pagi buta dari Tarano agar bisa sampai di Nanga Tumpu sebelum tengah hari | Foto: Dok. Wirya

Setelah berjalan sekitar empat meter, saya mendengar dia menarik gas, menjalankan sepeda motornya. Saya lega seiring dengan menjauhnya sepeda motor itu. Ternyata apa yang saya hawatirkan tidak terjadi.

Tapi kelegaan itu berubah lagi menjadi ketakutan. Saya mendengar sepeda motor itu kembali. Suara mesinnya semakin mendekati posisi saya. Jantung saya kembali berdegup dengan kencang.

Apakah kepala saya akan dipukul dari belakang? Ini kah waktu kematian saya? Saya memang tidak takut mati, selama tidak dengan proses yang menyakitkan. Tapi bagaimana dengan kali ini.

Raungan mesin sepeda motor itu semakin mendekat. Tubuh saya kembali menggigil ketakutan. Mampus lah saya kali ini. Volume suara mesin sepeda motor itu menurun begitu tepat di belakang saya.

Dengan segenap keberanian, saya menoleh ke belakang. Saya tidak ingin mati dengan cara mengenaskan. Saya harus melawan dengan cara apa pun.

Ternyata anak muda itu tidak membawa pentungan atau alat yang bisa digunakan untuk memukul kepala saya. Dia malah tersenyum saat tepat berada di samping saya.

“Sendiri, Pak?” sapanya.

“Iya.”

“Hati-hati.”

“Terima kasih.”

Anak muda itu kemudian melanjutkan perjalanan. Sepuluh meter di depan, dia membelokkan sepeda motornya ke kiri. Pada arah yang ditujunya, saya tidak melihat apapun, selain semak-semak dan rumah, atau mungkin gudang. Selebihnya hanya pagi yang temaram. [T]

Penulis: Made Wirya
Editor: Jaswanto

Tags: gowesLabuan Bajosepedasumbawa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Uang, Komunikasi, dan Politik

Next Post

Karangasem Akhir Pekan: Sabtu Berseri, Minggu Penuh Energi

Made Wirya

Made Wirya

Lahir dan besar di Surabaya. Penulis dan filmmaker. Suka bertualang

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails
Next Post
Karangasem Akhir Pekan: Sabtu Berseri, Minggu Penuh Energi

Karangasem Akhir Pekan: Sabtu Berseri, Minggu Penuh Energi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co