2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karangasem Akhir Pekan: Sabtu Berseri, Minggu Penuh Energi

Gede Aries Pidrawan by Gede Aries Pidrawan
August 24, 2025
in Panggung
Karangasem Akhir Pekan: Sabtu Berseri, Minggu Penuh Energi

Panggung anak-anak di Karangasem Akhir Pekan

PERNAHKAH Anda membayangkan Amlapura, yang selama ini dianggap daerah sepi, tiba-tiba hidup seperti kota festival? Dibandingkan dengan Badung atau Denpasar tempat saya 4 tahun merantau, saya pun dulu ragu. Amlapura yang saya kenal adalah kota dengan ritme lambat, malam sepi dan terasa terlalu panjang. Namun, sejak ada Karangasem Akhir Pekan, suasana itu berubah total. Kota ini seperti menemukan nadinya kembali.

Setiap Sabtu sore, menjelang matahari turun di ufuk barat, saya melangkah ke Jalan Veteran—yang oleh banyak orang disebut Jalur Sebelas. Begitu sampai, saya seakan memasuki dunia lain. Jalanan sepanjang satu kilometer itu ditutup untuk kendaraan, digantikan derap langkah manusia. Lampu-lampu menyala, aroma kuliner menyeruak, dan di dekat taman, Panggung Terbuka Jagat Karana berdiri. Di sanalah malam Karangasem berpesta.

Panggung seni di Karangasem Akhir Pekan | Foto: Aries

Sabtu adalah panggung seni. Sejak pukul 18.00 Wita, panggung Jagat Karana tak pernah sepi. Ada yang menari, bernyanyi, berpuisi, berteater, bahkan modeling. Penampilnya? Bukan artis ibu kota, melainkan siswa SD, SMP hingga SMA. Sesekali, komunitas band indie mengambil alih suasana dengan musik yang menggetarkan dada.

Saya selalu terkesima ketika melihat anak-anak dari desa tampil, seperti SMP Negeri 3 Amlapura di Desa Seraya, SMP Negeri 4 Amlapura di Desa Bugbug, SMP Negeri 1 Bebandem di Desa Jungutan, dan SMP Negeri 2 Bebandem di Desa Budakeling. Saat mereka tampil, penonton lebih ramai. Bahkan ada yang datang dari jauh, membawa keluarga besar, kakek, nenek, semua ikut. “Asal anak tampil, kami ikut senang,” kata seorang bapak kepada saya sambil tersenyum bangga. Sungguh, pentas ini bukan hanya soal seni, tapi juga tentang cinta, kebersamaan, dan kebanggaan desa.

Panggung seni di Karangasem Akhir Pekan | Foto: Aries

Siapa sesungguhnya pemilik Karangasem Akhir Pekan? Ya, penampil itu. Atau, siapa panitianya? Tidak ada. Sebab, setiap penampil mengurus sendiri, koordinasi sendiri, hadir dengan waktu, lalu menyelesaikannya sendiri. Mereka bahkan menyiapkan pejati­-nya sendiri, tukang terang­-nya sendiri. Ini adalah gambaran begitu halus dan ikhlasnya kultur “hati” masyarakat Karangasem. Mereka tidak menolak saat diminta, tidak mengeluh mesti harus berkorban.

Lalu datang Minggu pagi, dan Jalan Veteran kembali ramai. Kali ini, bukan denting gitar yang mengisi udara, melainkan hentakan kaki dan tawa orang-orang berolahraga. Komunitas senam memimpin gerakan, musik upbeat terdengar dari pengeras suara, dan saya melihat wajah-wajah segar penuh semangat.

Setelah berkeringat, orang-orang menyerbu stand kuliner yang masih setia buka. Bakso panas, sate lilit, jaje Bali, nasi be guling—semuanya menggoda. Saya pun tak bisa menahan diri untuk mencicipi. Dan benar saja, klaim pemerintah bahwa kegiatan ini memutar uang miliaran rupiah bukan sekadar omong kosong. Stand kuliner tak pernah sepi, malam maupun pagi.

Kegembiraan warga di Karangasem Akhir Pekan | Foto: Aries

Namun, di tengah euforia ini, ada satu hal yang menggelitik saya. Sejak April hingga Agustus, saya mengamati: hampir semua pengisi panggung adalah sekolah-sekolah dan komunitas lokal. Lalu saya bertanya dalam hati, ke mana dinas-dinas kita? Bukankah mereka juga bagian dari masyarakat Karangasem?

Bukankah ini kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada publik, bahkan menyampaikan program dengan cara kreatif?

Jika sekolah-sekolah yang tidak punya anggaran bisa ikut, mengapa dinas tidak? Saya mendengar cerita dari beberapa guru—mereka rela urunan untuk kostum, menyiapkan konsumsi saat latihan, bahkan hadir mendampingi siswa dengan senyum tulus. Tidak ada urusan absensi, tidak ada cari muka, hanya karena cinta kepada anak didiknya. Jika semangat itu ada di sekolah, mengapa tidak kita temukan di OPD?

Saya percaya, panggung terbuka ini bukan hanya ruang hiburan. Ia adalah ruang sosial, ruang pertemuan, bahkan ruang ekonomi. Di sinilah wajah Karangasem yang ramah dan kreatif dipertontonkan. Jadi, OPD, dinas, ayo turun panggung! Hadir bukan hanya dengan seremonial, tapi dengan kreasi. Tampilkan seni, pamerkan produk, sosialisasikan program dengan cara yang menyenangkan.

Warga menyerbu stand kuliner di Karangasem Akhir Pekan | Foto: Aries

Kolaborasi adalah kuncinya, seperti yang dilakukan gugus SD yang tampil bersama-sama. Sadar bahwa jumlah siswa SD terbatas dan tidak ada anggaran, mereka tampil dengan system gugus. Beberapa sekolah berkolaborasi dengan menampilkan masing-masing satu pementasan. Dari mereka kita belajar, keterbatasan hanya tantangan, alasan “tidak ada anggaran” tidak bisa menjadi penghalang. Mari, belajar tentang gotong royong dari sekolah-sekolah ini?

Berikutnya, perlu penambahan beberapa lampu sorot pada areal panggung agar penampil lebih jelas. Beberapa sekolah yang memiliki dana lebih menyiasatinya dengan menyewa, budget­-nya bisa sampai 5 jutaan rupiah, apalagi jika dilengkapi dengan lampu sorot warna-warni, bisa lebih. Di sinilah saya berharap pemerintah hadir memfasilitasinya, demikian juga kualitas sound sistem.

Karangasem Akhir Pekan telah memberi kita bukti: kota ini bisa hidup, bahkan berdenyut lebih kencang daripada yang kita bayangkan. Ia bukan sekadar acara mingguan, melainkan identitas baru. Identitas yang harus kita rawat bersama. Sebab, sebuah kota bukan hanya tentang jalanan dan gedung, tetapi tentang orang-orang yang mau menciptakan ruang kebersamaan. Dan saya, sebagai saksi setiap Sabtu dan Minggu, percaya: ini baru awal. Jika kita semua ambil bagian, Karangasem akan semakin bersinar.

Semoga ke depan Karangasem Akhir Pekan bisa hadir di kecamatan-kecamatan, mungkin dengan pola yang disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing. Sekolah-sekolah yang tidak bisa hadir Jalan Veteran, bisa menggunakan ruang kreatif Karangasem Akhir Pekan di kecamatan. Pun UMKM yang tidak bisa menempatkan produknya di Jalan Veteran, bisa menjajakan produknya di Karangasem Akhir Pekan kecamatan sehingga geliat UMKM juga menyentuh pelosok. [T]

Penulis: Gede Aries Pidrawan
Editor: Adnyana Ole

Tags: hiburankarangasemKarangasem Akhir PekankulinerSeni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [12]—Menggigil Ketakutan pada Pagi Buta Saat Keluar dari Tarano

Next Post

Seminar Kesehatan Mental DWP ISI Bali: Berdaya–Berbahagia Bersama

Gede Aries Pidrawan

Gede Aries Pidrawan

Sastrawan dan guru. Lahir di Karangasem, Bali

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Seminar Kesehatan Mental DWP ISI Bali: Berdaya–Berbahagia Bersama

Seminar Kesehatan Mental DWP ISI Bali: Berdaya–Berbahagia Bersama

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co