25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karangasem Akhir Pekan: Sabtu Berseri, Minggu Penuh Energi

Gede Aries Pidrawan by Gede Aries Pidrawan
August 24, 2025
in Panggung
Karangasem Akhir Pekan: Sabtu Berseri, Minggu Penuh Energi

Panggung anak-anak di Karangasem Akhir Pekan

PERNAHKAH Anda membayangkan Amlapura, yang selama ini dianggap daerah sepi, tiba-tiba hidup seperti kota festival? Dibandingkan dengan Badung atau Denpasar tempat saya 4 tahun merantau, saya pun dulu ragu. Amlapura yang saya kenal adalah kota dengan ritme lambat, malam sepi dan terasa terlalu panjang. Namun, sejak ada Karangasem Akhir Pekan, suasana itu berubah total. Kota ini seperti menemukan nadinya kembali.

Setiap Sabtu sore, menjelang matahari turun di ufuk barat, saya melangkah ke Jalan Veteran—yang oleh banyak orang disebut Jalur Sebelas. Begitu sampai, saya seakan memasuki dunia lain. Jalanan sepanjang satu kilometer itu ditutup untuk kendaraan, digantikan derap langkah manusia. Lampu-lampu menyala, aroma kuliner menyeruak, dan di dekat taman, Panggung Terbuka Jagat Karana berdiri. Di sanalah malam Karangasem berpesta.

Panggung seni di Karangasem Akhir Pekan | Foto: Aries

Sabtu adalah panggung seni. Sejak pukul 18.00 Wita, panggung Jagat Karana tak pernah sepi. Ada yang menari, bernyanyi, berpuisi, berteater, bahkan modeling. Penampilnya? Bukan artis ibu kota, melainkan siswa SD, SMP hingga SMA. Sesekali, komunitas band indie mengambil alih suasana dengan musik yang menggetarkan dada.

Saya selalu terkesima ketika melihat anak-anak dari desa tampil, seperti SMP Negeri 3 Amlapura di Desa Seraya, SMP Negeri 4 Amlapura di Desa Bugbug, SMP Negeri 1 Bebandem di Desa Jungutan, dan SMP Negeri 2 Bebandem di Desa Budakeling. Saat mereka tampil, penonton lebih ramai. Bahkan ada yang datang dari jauh, membawa keluarga besar, kakek, nenek, semua ikut. “Asal anak tampil, kami ikut senang,” kata seorang bapak kepada saya sambil tersenyum bangga. Sungguh, pentas ini bukan hanya soal seni, tapi juga tentang cinta, kebersamaan, dan kebanggaan desa.

Panggung seni di Karangasem Akhir Pekan | Foto: Aries

Siapa sesungguhnya pemilik Karangasem Akhir Pekan? Ya, penampil itu. Atau, siapa panitianya? Tidak ada. Sebab, setiap penampil mengurus sendiri, koordinasi sendiri, hadir dengan waktu, lalu menyelesaikannya sendiri. Mereka bahkan menyiapkan pejati­-nya sendiri, tukang terang­-nya sendiri. Ini adalah gambaran begitu halus dan ikhlasnya kultur “hati” masyarakat Karangasem. Mereka tidak menolak saat diminta, tidak mengeluh mesti harus berkorban.

Lalu datang Minggu pagi, dan Jalan Veteran kembali ramai. Kali ini, bukan denting gitar yang mengisi udara, melainkan hentakan kaki dan tawa orang-orang berolahraga. Komunitas senam memimpin gerakan, musik upbeat terdengar dari pengeras suara, dan saya melihat wajah-wajah segar penuh semangat.

Setelah berkeringat, orang-orang menyerbu stand kuliner yang masih setia buka. Bakso panas, sate lilit, jaje Bali, nasi be guling—semuanya menggoda. Saya pun tak bisa menahan diri untuk mencicipi. Dan benar saja, klaim pemerintah bahwa kegiatan ini memutar uang miliaran rupiah bukan sekadar omong kosong. Stand kuliner tak pernah sepi, malam maupun pagi.

Kegembiraan warga di Karangasem Akhir Pekan | Foto: Aries

Namun, di tengah euforia ini, ada satu hal yang menggelitik saya. Sejak April hingga Agustus, saya mengamati: hampir semua pengisi panggung adalah sekolah-sekolah dan komunitas lokal. Lalu saya bertanya dalam hati, ke mana dinas-dinas kita? Bukankah mereka juga bagian dari masyarakat Karangasem?

Bukankah ini kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada publik, bahkan menyampaikan program dengan cara kreatif?

Jika sekolah-sekolah yang tidak punya anggaran bisa ikut, mengapa dinas tidak? Saya mendengar cerita dari beberapa guru—mereka rela urunan untuk kostum, menyiapkan konsumsi saat latihan, bahkan hadir mendampingi siswa dengan senyum tulus. Tidak ada urusan absensi, tidak ada cari muka, hanya karena cinta kepada anak didiknya. Jika semangat itu ada di sekolah, mengapa tidak kita temukan di OPD?

Saya percaya, panggung terbuka ini bukan hanya ruang hiburan. Ia adalah ruang sosial, ruang pertemuan, bahkan ruang ekonomi. Di sinilah wajah Karangasem yang ramah dan kreatif dipertontonkan. Jadi, OPD, dinas, ayo turun panggung! Hadir bukan hanya dengan seremonial, tapi dengan kreasi. Tampilkan seni, pamerkan produk, sosialisasikan program dengan cara yang menyenangkan.

Warga menyerbu stand kuliner di Karangasem Akhir Pekan | Foto: Aries

Kolaborasi adalah kuncinya, seperti yang dilakukan gugus SD yang tampil bersama-sama. Sadar bahwa jumlah siswa SD terbatas dan tidak ada anggaran, mereka tampil dengan system gugus. Beberapa sekolah berkolaborasi dengan menampilkan masing-masing satu pementasan. Dari mereka kita belajar, keterbatasan hanya tantangan, alasan “tidak ada anggaran” tidak bisa menjadi penghalang. Mari, belajar tentang gotong royong dari sekolah-sekolah ini?

Berikutnya, perlu penambahan beberapa lampu sorot pada areal panggung agar penampil lebih jelas. Beberapa sekolah yang memiliki dana lebih menyiasatinya dengan menyewa, budget­-nya bisa sampai 5 jutaan rupiah, apalagi jika dilengkapi dengan lampu sorot warna-warni, bisa lebih. Di sinilah saya berharap pemerintah hadir memfasilitasinya, demikian juga kualitas sound sistem.

Karangasem Akhir Pekan telah memberi kita bukti: kota ini bisa hidup, bahkan berdenyut lebih kencang daripada yang kita bayangkan. Ia bukan sekadar acara mingguan, melainkan identitas baru. Identitas yang harus kita rawat bersama. Sebab, sebuah kota bukan hanya tentang jalanan dan gedung, tetapi tentang orang-orang yang mau menciptakan ruang kebersamaan. Dan saya, sebagai saksi setiap Sabtu dan Minggu, percaya: ini baru awal. Jika kita semua ambil bagian, Karangasem akan semakin bersinar.

Semoga ke depan Karangasem Akhir Pekan bisa hadir di kecamatan-kecamatan, mungkin dengan pola yang disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing. Sekolah-sekolah yang tidak bisa hadir Jalan Veteran, bisa menggunakan ruang kreatif Karangasem Akhir Pekan di kecamatan. Pun UMKM yang tidak bisa menempatkan produknya di Jalan Veteran, bisa menjajakan produknya di Karangasem Akhir Pekan kecamatan sehingga geliat UMKM juga menyentuh pelosok. [T]

Penulis: Gede Aries Pidrawan
Editor: Adnyana Ole

Tags: hiburankarangasemKarangasem Akhir PekankulinerSeni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [12]—Menggigil Ketakutan pada Pagi Buta Saat Keluar dari Tarano

Next Post

Seminar Kesehatan Mental DWP ISI Bali: Berdaya–Berbahagia Bersama

Gede Aries Pidrawan

Gede Aries Pidrawan

Sastrawan dan guru. Lahir di Karangasem, Bali

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Seminar Kesehatan Mental DWP ISI Bali: Berdaya–Berbahagia Bersama

Seminar Kesehatan Mental DWP ISI Bali: Berdaya–Berbahagia Bersama

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co