13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karakter dan Nilai-Nilai Luhur “The Mask of Buleleng” — Catatan dari Pembukaan Bulfest 2025

Son Lomri by Son Lomri
August 19, 2025
in Panggung
Karakter dan Nilai-Nilai Luhur “The Mask of Buleleng” — Catatan dari Pembukaan Bulfest 2025

Bupati Nyoman Sutjidra mengamati topeng di pembukaan Bulfest 2025

SORE menjelang petang. Orang-orang lokal-mancanegara betul-betul tumpah di Tugu Singa Ambararaja, di titik nol Kota Singaraja, Buleleng, Bali. Bejubel manusia di sana. Jalanan jadi macet parkiran jadi mampet. Mereka datang untuk menghadiri acara pembukaan Buleleng Festival (Bulfest) ke-8, Selasa petang, 18 Agustus 2025.

Bulfest 2025 yang menyebar tema “The Mask of Buleleng : Topeng Leluhur, Jiwa Buleleng” ini dibuka Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, dan masyarakat datang menumpahkan kerinduan mereka, karena Bulfest sudah lima tahun membatu, tidak bergerak.

Sekalinya bergerak, Bulfest benar-benar diserbu pengunjung. Ramai. Ada yang sekadar jualan, ada yang sekadar datang menikmati 173 stand UMKN dan kuliner, dan hibur diri-menonton pertunjukan seni di hari pembukaan seperti Tari Megrumbungan yang dipertunjukkan secara massal, Tari Kembang Deeng, Topeng Napak Pertiwi, dan, tentu saja,  musik.

Wakil Gubernur Bali Giri Prasta didampingi Bupati Nyoman Sutjidra saat pembukaan Bulfest 2025 | Foto: Dok. panitia

“Buleleng Festival yang-8 ini, dilaksanakan kembali, merupakan bentuk—ide dari Bapak Bupati Buleleng, dalam rangka memenuhi aspirasi publik, untuk menyampaikan program-program kompetensi pembangunan yang ada di Buleleng,” kata Gede Suyasa, Sekda Buleleng sekaligus Ketua Panitia Bulfest 2025.

Kegiatan Buleleng Festival—atawa Bulfest itu, memang terakhir dilaksanakan tahun 2019. Sehingga pada saat ini, lima tahun sudah, atau menjadi tahun ke-6, baru bisa dilaksanakan kembali.

Hidupnya Bulfest tahun ini, juga dilatarbelakangi atas dorongan yang kuat pemerintah darah untuk mengeksplorasi, mengembangkan, melestarikan, dan mempromosikan potensi Buleleng.

Tari Magrumbungan saat pembukaan Bulfest 2025 | Foto: Dok. panitia

“Baik dari sisi edukasi, seni budaya, potensi ekonomi kreatif, kuliner, UMKM, industri kecil, pariwisata, pertanian dalam arti luas. Dan membangun kesadaran baru, akan pentingnya identitas, karakteristik, branding—daerah Buleleng yang potensial, serta yang konstruktif untuk menjadi daerah yang maju, dan berkembang,” kata Suyasa.

Atas dasar kesadaran dan potensi itulah, kata Suyasa, roh Bulfest kembali dimunculkan, untuk menjadi panggung bagi penciptaan seni, terutaam seni topeng.

Topeng—Wajah Ekspresi Seni

Bicara topeng, Buleleng tentu saja punya sejarah panjang. Buleleng, untuk pertama kalinya pernah menjadi tuan rumah International Mask Organization Conference tahun 2011, sebuah organisasi internasional, yang memperagakan dan membahas keberadaan topeng di dunia.

Dan bagaimana hari ini, topeng kembali dibahas di festival terbesar di Bali Utara, Buflest 2025, sebagai perwujudan—bentuk rasa syukur dan apresiasi terhadap potensi yang ada. Sehingga telah melibatkan 31 sanggar seni dan 1000 seniman.

Sebagaimana diakui Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra. Ia merasakan betul ada yang berbeda Bulfest tahun ini setelah kematiannnya beberapa tahun terakhir itu.

Topeng Napak Pertiwi di pembukaan Bulfest 2025 | Foto: Dok. panitia

The Mask Of Buleleng, katanya, adalah sebuah tema yang mengajak semua orang untuk merenungkan lebih dalam makna dari topeng. Karena topeng merupakan sebuah artefak budaya yang telah menjadi bagian yang tak terpisahkan antara sejarah dan kehidupan masyarakat di Buleleng.

“Topeng bukan sekadar penutup wajah, di baliknya topeng menyimpan cerita, karakter, dan nilai-nilai luhur. Dia adalah symbol dari berbagai ekspresi seni, dan ritual yang telah diwariskan dari generasi ke generasi,” kata Sutjidra.

Dari topeng-topeng sakral yang digunakan, dalam upacara keagamaan, hingga topeng-topeng yang menghiasi pertunjukan tari dan teater semuanya mencerminkan kekayaan dan kedalaman seni buda Buleleng.lokal.

Bulfest kali ini seperti sebuah ledakan kerinduan antara pemerintah dan masyarakatnya. Sebab, menghadirkan banyak titik pertemuan alias zona besar.

Semua Tumpah Pada Perayaan, Pada Kreativitas

Bulfest, selain menyebarkan semangat berkesenian, juga menciptakan titik-tik pertemuan. Titik-titik pertemuan itu, ada di Tugu Singa Ambara Raja, Rumah Jabatan  Bupati,  Zona Gedung Laksmi Graha, Zona Gedung DPRD, Gedung Sasana Budaya, Kawasan Jalan VETERAN, Kawasan Jalan Pahlawan, dan juga Puri Kanginan Singaraja.

Kemudian, kegiatan akademik juga akan disampaikan dalam bentuk talkshow, atau seminar diskusi, topeng dalam perspektif, history—dari hulu ke hilir, dengan narasumber Prof. Made Bandem, dan juga topeng dalam perspektif ekonomi kreatif di jaman milenial oleh berbagai narasumber. Semua itu akan digelar dengan cara-cara yang sangat familiar dengan dunia milenial.

Selanjutnya, di Bulfest juga ada Buleleng Digital Expo (BDE) khusus anak-anak muda, yang berada di zaman ini, yang sangat dekat dengan digitalisasi. Di situ akan ada pameran digital, lomba drone, programing, literasi digital, E-Sport, pusat pelayanan terpadu, fun run digital, lomba fotografi jurnalistik. Termasuk pelayanan KTP Digital—juga ada di Bulfest.

Terus, juga ada pameran bonsai, pameran lukisan, pameran topeng, pameran poto dokumentasi topeng—yang disiapkan di ruang rapat rumah jabatan bupati.

Bulfest dibuka dengan membunyikan ketungan | Foto: Dok. panitia

Dan tak kalah seru, Bufest tahun ini juga gelar lomba memasak makanan khusus anak stunting, yang akan dilaksanakan oleh PKK Kabupaten Buleleng. Lomba barista, juggling, dan masih banyak lagi untuk mendongkrak dunia anak muda pada dunia kreatifitas.

“Sebagai bentuk dukungan terhadap instruksi Gubernur dalam penanganan sampah plastik, melalui dua backdrop dan dua topeng; wajah Rama dan Laksamana, dibuat dari daur ulang plastik, adalah bentuk komitmen Buleleng atas kebijakan tersebut,” kata Gede Suyasa.

Bahkan panitia telah menggaet 135 relawan muda-mudi dari berbagai sekolah, yang akan siap membersihkan areal Bulfest. Baik itu sampah organik maupun anorganik.

Khusus anorganik akan didaur ulang menjadi kompos di Jagaraga milik DLH. dan Anorganik, akan disetor di bank sampah induk. Setiap sampah yang dikirim akan dibayar. Lalu setelah di bank sampah induk. Sampah lastik itu akan didaur ulang, dan kembali akan menjadi karya seni, yang memiliki nilai ekonomis.

“Semoga, Bulfest yang ke-8, bisa membangkitkan kebanggan masyarakat pada Buleleng tercinta,” harap Gede Suyasa.

Lantas masyarakat tepuk tangan, semeriah-meriahnya acara itu digelar. Bulfest dilakukan dari tangal 18 – 23 Agustus. Teruslah datang. Selamat Hiburan. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Sampah Plastik dan Ragam Tangan di Balik Topeng Rama-Laksmana pada Panggung Bulfest 2025
Tags: buleleng festivalbulfestBulfest 2025Bupati Nyoman Sutjidratopeng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Akhir Era Tenun Julah Tejakula

Next Post

Ibuku, Darahku, Tanah Airku: Senandung Duka Lagu “Kebaya Merah”

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

Read moreDetails

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
0
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

Read moreDetails

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
0
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

Read moreDetails

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
0
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

Read moreDetails

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

Read moreDetails

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh...

Read moreDetails

Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 4, 2026
0
Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti...

Read moreDetails

Matajog, Terompah, dan Hadang Semarakkan Jantra Tradisi Bali

by Nyoman Budarsana
July 3, 2026
0
Matajog, Terompah, dan Hadang Semarakkan Jantra Tradisi Bali

Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian...

Read moreDetails
Next Post
Ibuku, Darahku, Tanah Airku: Senandung Duka Lagu “Kebaya Merah”

Ibuku, Darahku, Tanah Airku: Senandung Duka Lagu “Kebaya Merah”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co