2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karakter dan Nilai-Nilai Luhur “The Mask of Buleleng” — Catatan dari Pembukaan Bulfest 2025

Son Lomri by Son Lomri
August 19, 2025
in Panggung
Karakter dan Nilai-Nilai Luhur “The Mask of Buleleng” — Catatan dari Pembukaan Bulfest 2025

Bupati Nyoman Sutjidra mengamati topeng di pembukaan Bulfest 2025

SORE menjelang petang. Orang-orang lokal-mancanegara betul-betul tumpah di Tugu Singa Ambararaja, di titik nol Kota Singaraja, Buleleng, Bali. Bejubel manusia di sana. Jalanan jadi macet parkiran jadi mampet. Mereka datang untuk menghadiri acara pembukaan Buleleng Festival (Bulfest) ke-8, Selasa petang, 18 Agustus 2025.

Bulfest 2025 yang menyebar tema “The Mask of Buleleng : Topeng Leluhur, Jiwa Buleleng” ini dibuka Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, dan masyarakat datang menumpahkan kerinduan mereka, karena Bulfest sudah lima tahun membatu, tidak bergerak.

Sekalinya bergerak, Bulfest benar-benar diserbu pengunjung. Ramai. Ada yang sekadar jualan, ada yang sekadar datang menikmati 173 stand UMKN dan kuliner, dan hibur diri-menonton pertunjukan seni di hari pembukaan seperti Tari Megrumbungan yang dipertunjukkan secara massal, Tari Kembang Deeng, Topeng Napak Pertiwi, dan, tentu saja,  musik.

Wakil Gubernur Bali Giri Prasta didampingi Bupati Nyoman Sutjidra saat pembukaan Bulfest 2025 | Foto: Dok. panitia

“Buleleng Festival yang-8 ini, dilaksanakan kembali, merupakan bentuk—ide dari Bapak Bupati Buleleng, dalam rangka memenuhi aspirasi publik, untuk menyampaikan program-program kompetensi pembangunan yang ada di Buleleng,” kata Gede Suyasa, Sekda Buleleng sekaligus Ketua Panitia Bulfest 2025.

Kegiatan Buleleng Festival—atawa Bulfest itu, memang terakhir dilaksanakan tahun 2019. Sehingga pada saat ini, lima tahun sudah, atau menjadi tahun ke-6, baru bisa dilaksanakan kembali.

Hidupnya Bulfest tahun ini, juga dilatarbelakangi atas dorongan yang kuat pemerintah darah untuk mengeksplorasi, mengembangkan, melestarikan, dan mempromosikan potensi Buleleng.

Tari Magrumbungan saat pembukaan Bulfest 2025 | Foto: Dok. panitia

“Baik dari sisi edukasi, seni budaya, potensi ekonomi kreatif, kuliner, UMKM, industri kecil, pariwisata, pertanian dalam arti luas. Dan membangun kesadaran baru, akan pentingnya identitas, karakteristik, branding—daerah Buleleng yang potensial, serta yang konstruktif untuk menjadi daerah yang maju, dan berkembang,” kata Suyasa.

Atas dasar kesadaran dan potensi itulah, kata Suyasa, roh Bulfest kembali dimunculkan, untuk menjadi panggung bagi penciptaan seni, terutaam seni topeng.

Topeng—Wajah Ekspresi Seni

Bicara topeng, Buleleng tentu saja punya sejarah panjang. Buleleng, untuk pertama kalinya pernah menjadi tuan rumah International Mask Organization Conference tahun 2011, sebuah organisasi internasional, yang memperagakan dan membahas keberadaan topeng di dunia.

Dan bagaimana hari ini, topeng kembali dibahas di festival terbesar di Bali Utara, Buflest 2025, sebagai perwujudan—bentuk rasa syukur dan apresiasi terhadap potensi yang ada. Sehingga telah melibatkan 31 sanggar seni dan 1000 seniman.

Sebagaimana diakui Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra. Ia merasakan betul ada yang berbeda Bulfest tahun ini setelah kematiannnya beberapa tahun terakhir itu.

Topeng Napak Pertiwi di pembukaan Bulfest 2025 | Foto: Dok. panitia

The Mask Of Buleleng, katanya, adalah sebuah tema yang mengajak semua orang untuk merenungkan lebih dalam makna dari topeng. Karena topeng merupakan sebuah artefak budaya yang telah menjadi bagian yang tak terpisahkan antara sejarah dan kehidupan masyarakat di Buleleng.

“Topeng bukan sekadar penutup wajah, di baliknya topeng menyimpan cerita, karakter, dan nilai-nilai luhur. Dia adalah symbol dari berbagai ekspresi seni, dan ritual yang telah diwariskan dari generasi ke generasi,” kata Sutjidra.

Dari topeng-topeng sakral yang digunakan, dalam upacara keagamaan, hingga topeng-topeng yang menghiasi pertunjukan tari dan teater semuanya mencerminkan kekayaan dan kedalaman seni buda Buleleng.lokal.

Bulfest kali ini seperti sebuah ledakan kerinduan antara pemerintah dan masyarakatnya. Sebab, menghadirkan banyak titik pertemuan alias zona besar.

Semua Tumpah Pada Perayaan, Pada Kreativitas

Bulfest, selain menyebarkan semangat berkesenian, juga menciptakan titik-tik pertemuan. Titik-titik pertemuan itu, ada di Tugu Singa Ambara Raja, Rumah Jabatan  Bupati,  Zona Gedung Laksmi Graha, Zona Gedung DPRD, Gedung Sasana Budaya, Kawasan Jalan VETERAN, Kawasan Jalan Pahlawan, dan juga Puri Kanginan Singaraja.

Kemudian, kegiatan akademik juga akan disampaikan dalam bentuk talkshow, atau seminar diskusi, topeng dalam perspektif, history—dari hulu ke hilir, dengan narasumber Prof. Made Bandem, dan juga topeng dalam perspektif ekonomi kreatif di jaman milenial oleh berbagai narasumber. Semua itu akan digelar dengan cara-cara yang sangat familiar dengan dunia milenial.

Selanjutnya, di Bulfest juga ada Buleleng Digital Expo (BDE) khusus anak-anak muda, yang berada di zaman ini, yang sangat dekat dengan digitalisasi. Di situ akan ada pameran digital, lomba drone, programing, literasi digital, E-Sport, pusat pelayanan terpadu, fun run digital, lomba fotografi jurnalistik. Termasuk pelayanan KTP Digital—juga ada di Bulfest.

Terus, juga ada pameran bonsai, pameran lukisan, pameran topeng, pameran poto dokumentasi topeng—yang disiapkan di ruang rapat rumah jabatan bupati.

Bulfest dibuka dengan membunyikan ketungan | Foto: Dok. panitia

Dan tak kalah seru, Bufest tahun ini juga gelar lomba memasak makanan khusus anak stunting, yang akan dilaksanakan oleh PKK Kabupaten Buleleng. Lomba barista, juggling, dan masih banyak lagi untuk mendongkrak dunia anak muda pada dunia kreatifitas.

“Sebagai bentuk dukungan terhadap instruksi Gubernur dalam penanganan sampah plastik, melalui dua backdrop dan dua topeng; wajah Rama dan Laksamana, dibuat dari daur ulang plastik, adalah bentuk komitmen Buleleng atas kebijakan tersebut,” kata Gede Suyasa.

Bahkan panitia telah menggaet 135 relawan muda-mudi dari berbagai sekolah, yang akan siap membersihkan areal Bulfest. Baik itu sampah organik maupun anorganik.

Khusus anorganik akan didaur ulang menjadi kompos di Jagaraga milik DLH. dan Anorganik, akan disetor di bank sampah induk. Setiap sampah yang dikirim akan dibayar. Lalu setelah di bank sampah induk. Sampah lastik itu akan didaur ulang, dan kembali akan menjadi karya seni, yang memiliki nilai ekonomis.

“Semoga, Bulfest yang ke-8, bisa membangkitkan kebanggan masyarakat pada Buleleng tercinta,” harap Gede Suyasa.

Lantas masyarakat tepuk tangan, semeriah-meriahnya acara itu digelar. Bulfest dilakukan dari tangal 18 – 23 Agustus. Teruslah datang. Selamat Hiburan. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Sampah Plastik dan Ragam Tangan di Balik Topeng Rama-Laksmana pada Panggung Bulfest 2025
Tags: buleleng festivalbulfestBulfest 2025Bupati Nyoman Sutjidratopeng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Akhir Era Tenun Julah Tejakula

Next Post

Ibuku, Darahku, Tanah Airku: Senandung Duka Lagu “Kebaya Merah”

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Ibuku, Darahku, Tanah Airku: Senandung Duka Lagu “Kebaya Merah”

Ibuku, Darahku, Tanah Airku: Senandung Duka Lagu “Kebaya Merah”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co